
Meri yang mendengar suara Jesi langsung menghapus air matanya.”Tidak ada. Kenapa kalian bisa di sini?,”ucap Meri.
“Aku yang harusnya bertanya kenapa kamu bisa ada disini,”kata John.
“Aku tinggal di kontrakan ini itu di lantai dua itu rumahku. Mau mampir,”ucap Meri.”Tidak kami hanya sedang berkeliling saja,”ucap John yang langsung pergi meninggalkan Meri. Meri yang masuk ke dalam rumah langsung duduk lemas.
“Akihirnya semuanya berakhir,”kata Meri.
“Mungkin ini bukan jodohku, awalnya biasa saja tapi setelah aku mengenel dia aku merasa kalau dia tertarik denganku. Tapi ternyata itu hanya bayanganku saja,”ucap Meri yang mencoba untuk kuar. Meri yang ingin melupakan semuanya menuju dapur untuk mencuci piring karena hari ini dia tidak ingin ke kampus.
Dia ingin berkunjung ke rumah baru nenek dan kakek. Selesai membereskan barang yang ingin di bawa Meri menutup pintunya dan segera pergi dar kontrakan. Di perjalanan menuju tempat nenek dan kakek dia berhadapan dengan anak buah kalajengking. Meri hanya tersenyum sampai dia melihat Bela dan Jack di dalam mobi dibelakang kalajengking.
“Kenapa kalian menghalangiku?Apa yang ingin kalian lakukan datang ke sini?,”ucap Meri.
“Kamu tidak usah banyak omong lebih baik kamu ikut kami ke neraka,”kata salah satu anak buah kalajengking. Meri yang mesih menuggu ke datangan mereka untuk meyereng terlebih dahulu. Tanpa ada peraturan dan cctv yang merekam kejahatan mereka penyerangan sudah siap dilakukan oleh mereka. Musuh datang satu persatu di hadapan Meri. Meri dengan santai menghindar dan membalikan serangan mereka sampai ada yang menggunakan pistol untuk membunuh Meri.
Tanpa ada yang membantu Meri menyelesaikannya semua setelah Bela dan Jeck pergi dari pantauan tempat dimana Meri memulai hidup baru. Belum satu bulan berlalu mereka menatap satu sama tapi musuh sudah mengincar nyawa Meri apa lagi salah satu dari musuh ada yang diam-diam dari keluarga Brata.
Meri yang sudah membunuh semua musuh dihdapannya menuju kediaman keluarga Sarca keluarga gabungan antara keluarga Sari dan Keluarga Celsi yang menjadi satu bagian. Melihat tempat yang indah Meri bisa tenang setelah melihat gerbang pintu keluarga Sarca.
“Nona,”ucap penjaga gerbang.”Kenapa nona datang sendirian dimana tuan Ilyas?,”kata petugas gerbang yang merupakan anak buah tentara elang hitam.
“Dia ada tugsa bisnis,”ucap Meri yang tersenyum.”Jika kamu dapat kabar dari atasan kamu tentang jangan mengungkit nama Ilyas kamu lakukan saja. karena sebentar lagi dia bukan tunanganku setalh aku memberitahu nenek dan kakek didalam,”ucap Meri yang berjalan masuk.
Menuju pintu Meri berjalan taman yang menghiasi jalan dimana Meri bisa merasakan tenang. “Cucuku Meri, kenapa kamu datang sendiri,”ucap Nenek 1.
__ADS_1
“Apa nenek dan kakek ada di dalam, Meri ingin bicara dengan nenek dan kakek,”ucap Meri.”Mereka ada di dalam bersama Jaksen,”kata Nenek 1.
Mereka berdua yang masuk bersama menuju ruang tamu yang sudah ada nenek dan kedua kakek yang sedang asik bersama mengobrol Jaksen.
Jaksen yang melihat Meri hanya bisa berkata,”Apa dia membatalkan pertunanganya?.”Semua yang mendengar merasa bingung dengan ucapan Jaksen.
“Siapa yang membatalkan pertunangan?,”ucap kakek 2.
Meri duduk didekat Jakesn baru dia membuka mulut kalau Ilyas ingin membatalkan pertunangannya dengan Meri. Karena dia memiliki orang yang dia cintai dan dia sayangi untuk dia lindungi. Kedua kakek dan kedua nenek yang mendengar merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Meri. Mereka yang ingin meminta kejelaskan kepada Ilyas ditahan oleh Meri yang sudah tahu.”Kalian jangan marah memang pertunangan ini tidak seharusnya diadakan. Apa lagi kita memaksa keduanya,”ucap Meri.
“Apa kamu tidak masalah dengan pembatalan ini Meri,”kata kakek 1.”Aku tidak masalah, dia tidak suka aku juga tidak suka mau diapakan jika tidak cocok. Apa mau dilanjutkan,”kata Meri.
“Jika itu yang ingin kamu lakukan kami tidak masalah,”ucap Nenek 2.
Meri yang pergi karena tidak ingin bertemu dengan Ilyas dan istrinya mencoba kesibukannya di negara L sementara dia sudah mendapatkan ijin dari kampus untuk tidak masuk selama tiga hari.
Ilyas datang setelah kepergian Meri satu hari sebelumnya.”Pagi nenek dan kakek,”ucap Ilyas yang menyapa setelah mendapatkan ijin masuk.”Masuklah silakan duduk,”kata Nenek 1.
“Kalian datang ke sini rombongan apa ingin membahas perbatalan pertunangan kamu Ilyas,”ucap nenek 2.
Ilyas yang tidak langsung bicara hanya terdiam sampai Bita berkata,”Tidak hanya saja apa Meri ada.”
“Maaf sekali Meri sudah pergi dari kemarin ke negara L,”kata Jaksen yang berjalan ke arah mereka.”Siapa kamu,”kata Bita.
“Maaf jika tidak sopan perkenalkan nama saya Jaksen kakak dari Meri bisa dibilang aku kakak angkatnya,”ucap Jaksen.
__ADS_1
“Kapan dia akan kembali,”ucap Ilham yang ragu.
“Aku tidak tahu kapan dia akan kembali tapi jika ada pesan yang ingin kalian sampaikan soal pembatalan silakan. Pihak kami tidak meminta kompensasi, jadi kalian tidak usah khawatir. Jika bukan untuk membatalkan Meri tidak ingin berbagi kasih dengan orang lain atau menikah salah satu dari kedua adik kamu,”kata Jaksen.
“Apa Meri yang mengatakannya?,”ucap Ahmad.”Tentu saja nenek dan kakek juga sudha diberitahu,”kata Jaksen.
“Apa yang dikatakan Jakse itu benar,”kata kakek 2.
Ilyas yang merasa bersalah karena sudah dimanfaatkan Meri untuk mendapatkan kedudukannya membuat dia menyesal. Nenek dan kakek yang melihat Ilyas terdiam hanya bisa berkata,”Meri tidak marah dengan kalian.”
“Tapi kami sudah membuat dia rugi,”kata Ahmad. “Rugi apa yang kamu maksudkan?,”ucap Tora yang berkunjung.
“Untuk apa kamu datang. Jika mencari Meri dia sudah pergi ke negara L,”kata Jaksen yang cetus.
“Kenapa kamu tidak suka melihatku,”ucap Tora. Jaksen yang tahu kalau Tora datang ke sini untuk bertemu dengannya langsung pergi keluar rumah. Tora mengikuti Jaksen sampai di taman samping.”Kenapa kamu datang. Apa ada tugsa baru dari Meri?,”ucap Jaksen.
“Apa dia sudah berangkat menuju negara L,”kata Tora memastikan.”Iya. Apa terjadi dengan pesawat yang dia naiki,”kata Jaksen yang langsung menebak.
“Pesawat yang menuju ke negara L mengalami kecelakaan dan jatuh ke dalam laut. Sampai sekarang Tim pencari masih belum menemukan kabar Meri. Apa sebelum dia pergi memberikan kode kepada kamu atau pesan,”ucap Tora.
“Dia hanya ingin jalan yang jauh untuk melupakan semuanya dia akan pergi kejauh mata mendang pada saatnya kebangkitan dia akan kembali dengan berbeda,”ucap Jaksen.”Jadi dia berlibur untuk waktu yang lama tanpa ada kabar yang pasti,”ucap Tora.
“Jika seperti itu kamu harus menjaga mereka berempat agar tidak syok mendengar kabar buruknya,”kata Tora yang langsung pergi meninggalkan kediaman Sarca.
Jaksen yang masuk ke dalam rumah yang berubah menjadi tegang setelah dia ada didalam.”Apa yang seang terjadi di sini?,”kata Jaksen.
__ADS_1