Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 23


__ADS_3

Meri yang ingin tahu kenapa Jeremi bsa tahu sampai sedetail itu tentang dirinya berkata.”Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku adalah anak angkat?,”ucap Meri.


Jeremi hanya tersenyum kepada Meri.”Sama halnya dengan kamu yang ingin tahu, aku juga ingi tahu kamu lebih dalam lagi. Karena aku menyukai kamu,”ucap Jeremi yang seperti mengoda. Meri yang tahu sikap Jeremi hanya membalas dengan tatapan serius.


“Kamu menyukai karena identitasku atau karena ada alasan lain, tukang playboy,”ucap Meri. “Ayolah kalian jangan bercanda didepanku, kamu juga Jeremi sudah bertunangan masih saja cari cewek lain,”ucap Bita.


Jeremi hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya karena apa yang dia katakan hanya bercanda.”Aku tahu dari tunanganku yang juga sekolah di kota y. Makanya aku tahu sedikit tentang kamu,”ucap Jeremi.


Meri hanya menganggukan kepalanya sampai hari sudah berancang sore.”Kamu belum bilang kenapa kamu menyembunyikan identitas kamu dan kenapa mereka ingin nyawa kamu?,”kata Jeremi.


“Bukan kamu sudah tahu dari tunangan kamu kenapa aku bisa melakukannya seperti ini,”kata Meri. “Itu benar sih, tapi aku hanya ingin tahu dari mulut kamu langsung,”kata Jeremi.


“Seperti yang kamu ke tahui yang melakukannya adalah Bela dia tidak suka dengan diriku yang anak angkat. Untuk apa mereka malukannya aku tidak tahu,”kata Meri.


Setelah  Meri menceritakan semuanya yang mereka ingin tahu hari sudah malam. Sampai mereka menuju ke pintu keluar Bita bertanya,”Setelah ini kamu ingin apa Meri.”


“Setelah ini ya aku akan akan menjalani sedikit bisnis, nanti aku akan beritahu. Tapi tidak sekarang,”ucap Meri. Mereka bertiga perpisah setelah apa yang mereka bicarakan Meri yang menuju kontrakan di tengah jalan dia melihat Ahmad yang bersama dengan anak buahnya.


“Kemana dia akan pergi?,”ucap Meri dari jauh. Tapi Meri yang tidak ingin tahu persoalan keluarga Rendra langsung pergi ke kontrakan dari jauh Tea yang sudah menempati kontrakan yang ada dibawahnya hanya bisa tersenyum. Meri yang ingin naik ke lantai dua disampa oleh adiknya yang baru saja keluar.

__ADS_1


“Kak Meri sudah kembali,”ucap adik Tea. “Iya. Bagaimana apa kalian suka dengan rumah barunya,”kata Meri yang berjalan ke arah adik Tea. Sampai Tea yang mendengar dari dalam langsung keluar.”Meri, kamu sudah kembali,”ucap Tae yang membuka pintu.


“Baru saja, apa kamu nyaman,”kata Meri sambil tersenyum.


“Iya terima kasih ya. Kamu sudah mau menolongku dengan adikku,”kata Tea.


“Kitakan teman, jadi jangan sungkan,”kata Meri.


“Jika kamu mau kerja kamu bisa menitipkan adik kamu kepadaku di atas,”kata Meri.’Terima kasih,”kata Tea yang menawakan Meri masuk.


Tapi Meri menolang tawaran Tea karena dia harus kembali istirahat. Tea yang tahu kalau Meri sedang kelelahan hanya bisa tersenyum.”Lain kali kamu mampir ya,”ucap Tea. Meri hanya menganggukan kepalanya dan berjalan menuju anak tangga. Meri yang menuju anak tangga dan berjalan menuju pintu kontrakannta yang sudah ada Tora dan Mui.


“Kalian masih di sini,”kata Meri yang masuk.


“Kondisi sudah mulai stabil tapi tetep harus diawasi perkembangannya,”kata Mui. Meri yang berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri di dalam kamar mandi Meri yang bisa bersantai di bak mandi dengan nyaman. Lelah dan pikiran yang banyak kini sudah mulai tenang dengan air dingin yang mengalir membasahi tubuh Meri.


Selesai dengan air di kamar mandi Meri mulai duduk di meja belajar dan membuat desain baju yang akan dia buat. Dengan tenang dia mulai membuka ide yang ada dikepalanya sampai hari menunjukan tengah malam dia membuat desain sampai 50 lembar karya yang ada di kepalanya.


Meri yang merasa lelah melihat ke arah dinding dan melihat jam menunjukan jam 10 malam.”Tidak aku sangka sudah malam,”ucap Meri yang berdiri dan merenggangkan tubuhnya ahar bisa melepaskan lelah.

__ADS_1


Meri yang membuka pintu Ahmad dan Erik yang ada diluar. Meri berjalan ke arah dapur dan mengambil makanan dan minuman di kulkas.”Kamu sudah selesai didalam kamar kamu,”kata Ahmad.


“Untuk sekarang sudah, tapi kenapa kamu kembali datang ke sini,”kata Meri.


“Kakakku masih disini tentu saja aku akan datang ke sini,”ucap Ahmad dengan santai. “Jika kakak kamu sudah bangun kalian tidak usah datang lagi ke tempatku ya,”ucap Meri yang merasa terganggu dengan ke ramean yang ada.


“Tenang saja,”ucap Ahmad.


Waktu berjalan cepat Meri yang sudah mengumpulkan bahan untuk membuat pakaian pertama. Ilyas yang sudah siuman dan kondisi tubuhnya yang kembali mulai membaik akan di rawat di kediama Rendra. Meri yang pada saat itu sedang keluar bersama dengan Tea tidak bisa mengantar Ilyas dan keluarga Rendra yang lain. tapi saat Meri sampai di rumah dia mendapatkan secarik kertas yang berisi ucapan terima kasih telah merawat mereka. Meri yang merasa ruangannya kembali sunyi kembali tenang.


“Akhirnya aku bisa memulai proyek baruku dengan tenang,”ucap Meri yang mengeluarkan alat jahitnya dan bahanya dia mulai memotong saau persatu sesuai dengan pola yang dia buat. Meri yang pelahan mulai menjahit kain yang sudah di potong menjadi satu pakaian yang bisa dijual.Satu baju sudah dibuat sampai  Meri yang merasa lapar melihat ke dapur apa yang bisa dimakan.


“Bahan makanan sudah habis ya. Kurasa aku harus berbelanja sekarang,”kata Meri yang menyimpan desain dan pakian yang sudah jadi di tempat penyimpanan. Meri yang keluar dan menuju supermarekt untuk membeli bahan makanan. “Untung saja belum tutup,”kata Meri yang masuk ke dalam supermarket.


Meri yang langsung masuk ke dalam dan mengambil rol belanja Meri yang menyusuri setiap rak untuk membeli barang yang dia cari sampai di tempat sayuarn dan buah. Meri mulai memilih sayuran dan buah yang akan dia beli. Selesai memilih dia mulai membayar belanjanya. Di depan kasir dia mengeluarkan semua barang yang dia beli selesai membayar. Meri kembali ke kontrakannya yang sepi. Meri yang melihat di rumah Tea kalau rumahnya sudah padan lampunya.”Pasti sudah tidur,”ucap Meri yang menaiki anak tangga.


Meri masuk ke dalam rumah dan mulai memilah barang yang dibeli dan memasukkannya ke dalam kulkas. Sebagain bahan yang diluar Meri gunakan untuk membuat makanan malam. santai dan nyaman dia mulai memasak sampai semuanya sudah siap. Meri menyantap makanan dan minuman yang dibuat sambil melihat kelayar leptop.


Meri yang menikmati makan malam dengan layar leptop yang menyala mendapatkna kabar dari pusat penelitian kalau ada daftar nama anggota baru yang akan melakukan penelitian. Meri yang juga salah satu dari anggota penelitian yang tidak selalu hadir hanya bisa memantau perkembangan mereka dengan santai. Sampai ada hal yang buruk terjadi Meri baru angkat bicara soal penelitian yang akan dilakukan.

__ADS_1


Meri yang merupakan bagian dari penelitian dan juga termasuk tentara elang hitam tidak adaya orang yang mengetahuinya hanya sebagain orang yang percaya identitas Meri. Identitas Meri yang disembunyikan oleh beberapa orang khusus intelecen untuk keamanan semua anggota.


Meri yang telah memerikasa data anggota baru selesai kembali menutup lepotopnya dan berjalan menuju dapur untuk membersihkan peralatan dapur yang sudah dipakai. Meri kembali menjahit sampai pagi menjelang tiba, Meri yang sudah menyelesaikan tiga baju desainnya ingin mulai menjualnya tapi. Terdengar suara ketukan dari luar Meri berjalan dan membukanya.


__ADS_2