
Erika yang tidak tahu apa yang sedang terjadi kenapa Meri tidak mengenal keluarga Rendra bertanya kepada Tarkam dan Jaksen. Soal apa yang terjadi dengan Meri di negara L. Erika yang ingin tahu hanya mendapatkan satu jawaban kalau Meri mengakami benturan saat sedang jalan-jalan dan membuat sebagian ingatan dia lupa tentang Keluarga Rendra dan beberapa orang. Jadi bisa dibilang kalau Meri hanya melupakan ingatan tengan keluarga Rendra saja. Untu keluarga yang lain ingat tapi tidak semuanya.
Meri yang menatap ke arah Erika dengan senyumnya hanya berkata,”Kamu tidak usah khawatir aku baik saja.” Erika yang melihat Meri langsung memeluknya.”Tidak apa jika kamu tidak ingat mereka, malah bagus jika kamu tidak ingat,”ucap Erika yang mendukung.
Setelah mobil terparkir mereka berempat masuk ke dalam rumah dimana mereka sedang berkumpul. Meri yang bersama dengan kakaknya masuk bersama di ikuti oleh Erika dan Jaksen di belakang. Mereka berdua yang tidak ingin memandang satu sama lain hanya bisa melihat yang lain. Meri yang melihat hanya tertawa sampai mereka masuk ke dalam rumah.
“Nenek kakak Meri pulang,”ucap Meri yang berjalan ke arah mereka.
“Apa kamu baik saja,”ucap nenek 1 dan 2.
“Aku baik saja dan aku juga membawa kakak Tarkam juga,”kata Meri.
“Tarkam,”kata kakek 2.
“Dimana,”ucap Nenek 2.
“Lama tidak bertemu nenek kakake,”ucap Tarkam yang tersenyum.
Nenek dan kakek 2 langsung memeluk Tarkam yang lama berpisah setelah kebakaran rumah mereka. Mereka berdua yang mencari Tarkam tidak menemukan keberadaan Tarkam.
“Kamu dimana saja selama ini?,”ucap kakek 2.
“Aku mencari keberadaan ayah dan ibu dan meniggalkan Meri sendiri setelah dia di adobsi oleh kelurga Brma yang disetujui oleh kleuarga Sari. Tapi aku tidak sangka keluarga Sari dan keluaga Celsi sudah bergabung hanya untuk Meri,”kata Tarkam yang tersenyum.
“Anak nakal,”kata nenek 2 yang langsung memukul punggung Tarkam.
__ADS_1
Tarkam yang terlihat senang bertemu dengan nenek dan kakek hanya bisa menonton. Sampai Meri harus mendapatkan telepon.”Ini dari Bita,”ucap Meri.
“Aku keluar dulu ya nenek, kakek, kak,”ucap Meri yang langsung berlari keluar dengan menaruh barang bawaannya.
“Bibik nanti tolong barangku tarung di kamar ya,”ucap Meri yang langsung pergi.
“Dia mau kemana terburu-buru,”ucap Jaksen.
“Baikan saja mungkin ingin bertemu teman kelasnya,”kata Tarkam yang menebak.
Ilyas yang bersama dengan Beti langsung berdiri. Karena tidak tahu siapa mereka hanya bisa bertanya dengan mereka.”Tuan besar siapa dia?,”ucap Ilyas dengan sopan.
Tarkam yang melihat langsung menghampir Ilyas tanpa ragu.”Halo perkenalkan namaku Tarkam kakak dari Meri pasti kamu Ilyas mantan tunangan adik saya,”ucap Tarkam yang tersenyum.
“Dan disebelah kamu pasti istri kamu yang kamu banggakan. Halo nyonya Bita,”ucap Tarkam lagi.
Ilyas dan Bita yang mendengarnya terkejut tidak terkecuali nenek dan kakek.”Kmau bilang Meri tidak ingat keluarga Rendra tapi kenapa dia mengingat keluarganya,”ucap Beti yang sedikit bingung.
“Ingatan yang dia lupakan hanya tentang keluarga Rendra. Untuk yang lain dia masih ingat kadang,”ucap Tarkam menjelaskan.
“Jadi begitu baguslah jika dia tidak ingat,”ucap Ilyas yang merasa sedih tapi dia mencoba menyembunyikannya.
“Aku tidak tahu kalau Meri memiliki kakak. Apa benar kamu adalah kakaknya Meri?,”ucap Ilyas yang mengubah topik.
‘Itu benar karena saya meninggalkan dia setelah dia di adopsi untuk mencari orang tua kami. Jadi maklum saja jika dia tidak menceritakannya kepada kamu,”ucap Tarkam.
__ADS_1
Setelah pembicaraan yang ada Ilyas dan Bita kembali dari kediaman Sarca. Tarkam dan yang lain mengantar kepergian mereka berdua sampai mobil mereka tidak terlihat. Tarkam yang masuk ke dalam rumah bersama yang lain duduk dan saling bercerita.
Sampai hari sudah malam Meri belum kembali.”Kenapa dia belum kembali,”ucap Nenek 1.
Tidak mereka saling mengenal satu sama lain Tarkam mendapatkan pesan dari Meri kalau dia akan menginap di kontrakan. Karena hari sudah malam dia tidak ingin pulang. Tarkam yang sudah mendapatkan pesan dari Meri memberitahukan nenek dan kakek agar dia tidak khawatir dengan Meri kalau dia tinggal di kontrakan karena habis bertemu dengan temannya.
Nenek dan kakek yang sudah tahu kabar Meri mereka kembali tenang sampai waktu makan malam mereka makan bersama. Erika yang sudah pergi hanya ada keluarga Sarca yang ada di rumah menikmati suasana yang ada. Selesai menikmati makan malam Jaksen dan Tarkam berdiskusi dengan nenek dan kakek soal bisnis yan ingin mereka jalani.
Untuk kelangsungan hidup keluarga baru Tarkam dan Jakesen akan membuat proyek di tempat yang berbeda. Tarkam yang dalam bisnis hiburan dan Jaksen yang dalam bisnis perkembangan otomotif. Setelah semua persiapan dan perusahaan yang mereka siapkan sudah berjalan setengah hanya menuggu hasilnya saja.
Meri yang ada di kontrakan dengan santai membuat desain yang sedang dia kerjakan dan beberapa pekerjaan kampus yang tertunda. Malam yang tidak terduga dan damai Meri yang mendapatkan pesan dari perusahaan desain kalau jumlah stok bahan dan akan dijual sudah habis. Meri yang mendapatkan kabar baik itu mengirim desain baru untuk produk baru. Di tambah lagi Meri yang ingin tahu hasil penjualan produk kecantikan yang mereka buat apa berjalan lancar.
Hendra yang masih di dalam kantor mendapatkan balasan dari Meri. Setelah dia membaca pesan yang masuk dari atasanya Hendra menjelaskan apa yang sedang terjadi di dalam perusahan. Kalau produk yang mereka produksi disukai banyak wanita dan ada juga yang meminta lebih dari produk kecantikan yang baru saja di rilis oleh perusahaan.
Meri yang membacanya sangat senang dengan apa yang dikatakan oleh Hendra sampai dia mengakhiri pesannya. Karena Meri ingin istirahat, malam itu Meri yang sangat lelah tertidur di kamarnya tanpa beban apa-apa.
Hingga pagi membangunkannya Meri yang tertidur.”Apa sudah pagi,”ucap Meri yang membuka matanya. Meri yang masih mengantuk tapi harus bangun karena dia harus pergi ke kampus. Meri yang pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sampai dia menyiapkan bekal yang harus dia bawa. Meri yang sudah selesai dengan apa yang harus dibawa berangkat dengan menaiki bus umum menuju kampus. Meri yang terlihat bahagia waktu itu membuat suasan waktu itu menyenangan bagi Meri.
Bus yang sudah berhenti di dekat kampus Meri turun dan berjalan kaki menuju kampus di tengah jalan dia bertemu dengan Jesi dan John.”Hai kembar,”ucap Meri dari belakang.
“Hai Meri,”kata mereka yang melihat wajah berseri Meri. Jesi dan John yang melihat itu bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan Meri hari itu.
“Apa yang membuat kamu bahagia,”ucap John.
“Apa aku terlihat bahagia,”ucap Meri. Jesi dan John bersama menganggukan kepalanya. “Seharusnya kamu sedih soal pertunangan kamu batal tapi kamu bahagia setelah kamu kembali dari negara L,”ucap Jesi.
__ADS_1
“Tunggu dari mana kalian tahu aku pergi dari negara L,”ucap Meri yang tidak menceritakan kepada mereka berdua.