
Te dan kawannya yang sedang bermai di kontrakan Tea mendengar suara keributan diluar. Karena sangat penasaran Tea keluar dan melihat apa yang sedang terjadi di luar. Te ayang sudah melihat keluar membuka pintu.
“Siapa Tea?,”ucap Bita yang masih duduk.
“Penghuni baru yang dikatakan oleh Meri sudah datang,”ucap Tea yang berjalan keluar.
Tae berjalan dan menghampiri mereka yang sudah masuk ke dalam.”Hallo apa kalian penghuni rumah ini sekarang?,ucap Tea sambil tersenyum ramah.
Leo menoleh bersama dengan Tika dan Gay yang ada di posisi yang lain.”Iya dan kamu,”ucpa Leo yang menjawab dengan santai.
“Aku Tea tetangga sebelah kamu dan teman Meri,”ucpa Tea.
“Jadi kamu Tea temab Meri. Senang bertemu dengan kamu,”ucap Leo.
Bita dan Jeremi bersama dengan yang lain keluar dan menghampiri Tea.”Ada apa Tea?,”kata Jeremi.
“Dia penghuni baru di sini dan namanya,”kata Tea yang melihat ke arah Leo.
“Maaf lupa mengenalkan diri,”kata Leo.
“Aku Leo dan ini adik perempuanku Tika dan disebelahnya adalah teman saya Gay,”kata Leo memperkenalkan diri.
“Kalian sudah dengarkan,”ucap Tea.
“Hai Aku Bita teman Meri juga,”ucap Bita.
“Aku Jeremi dan ini tunanganku kami juga beru saja kenal dengan Meri juga,”kata Jeremi.
“Aku tidak menyangka kalau Meri memiliki teman seperti kalian dari latar belakang keluarga dia,”kata Leo yang seperti mencari tahu.
“Kamu tidak tahu kalau dia banyak sekali rahasia. Tapi dia cukup menyedihkan juga. Kamu bagaimana bisa kenal dengan Meri,”kata Jeremi.
__ADS_1
Leo yang melihat mereka sampai Tika berkata,”Nanti saja bagaimana ceritanya. Kita harus memasukkan barangnya ke dalam rumah bukan kak.”
“Maaf kalian baru saja pindah ya. Kmai akan membantu kalian membereskannya,”ucap Tea yang melihat ke arah temannya.
“Terima kasih kak bantuannya,”ucap Tika yang berjalan keluar rumah. Gay dan ada disamping Tika menuju mobil sampai bagasi di buka terlihat barang bawaan yang tidak banyak di bawa.
Mereka semua membantu Leo untuk membawa barang bawaannya di dalam rumah yang baru. Selesai dengan barang bawaaannya Tika menyiapkan air hangat untuk membuat teh untuk mereka yang telah membantunya.
Tika yang sudah selesai dan mereka yang sedang asik mengobrol Tika memberikan teh untuk mereka.”Maaf ya kakak hanya ada teh hangat saja,”ucpa Tika.
“Tidak apa. Ini sudah cukup untuk kami,”ucap Bita.
Mereka melanjutkan obrolannya tentang Meri bagaimana Leo bisa bertemu dengan Leo. Leo yang mejelaskannnya kalau dia bertemu dia di satu jurusan yang sama yaitu jurusan desainer. Sampai saat itulah mereka saling mengenal satu sama lain. Dia juga tahu kalau Leo adalah mantan pembunuh.
Sementara Tea dan yanggg lain mendengarnya hanya bisa tersenyum dan menceritakan kalau Meri juga sama dengan dia tapi dalam berbagai hal. Meri lebih bisa menyelesaikan masalahnya sendiriii. Mereka berdua yang bertukar cerita tentang diri mereka sampai kehidupan Meri.
Tanpa mereka sadari kalau hari sudah mulai gelap Tea yang kembali ke kontrakannya sedangkan Bita dan Jeremi yang juga kembali ke rumah. Setelah mereka berpamitan Tea yang sudah masuk ke dalma rumah dan menutup pintu hanya ada Leo dan Gay di dalam. Karena Tika sudah tertidur karena kelelahan.
“Apa yang kamu maksudkan,”kata Leo yang tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.
Leo yang masih dalam pikiran kacau hanya bisa merebahkan tubuhnya di lantai. Gay yang melihatnya hanya bisa menatap kearahnya,”Kamu masih belum memutuskan.”
Leo melihat ke arah Gay dan menjawab,”Iya. Tapi bukan sekarang Bos sudah bersama dengan Firgo yang akan menjaga mereka. Tapi kamu tahu tidak cucu darai Bos,”kata Leo.
“Soal itu aku kurang tahu. Tapi dia sedang bersama keluarganya dan bersama dengan kedua kakaknya. Tapi aku dengar keluarga itu menjadi satu bagian, bisa dibilang kalau keluarga ini baru saja muncul,”ucap Gay.
Leo yang memikirkan tentang ucapan Gay sampai dia memikirkan keluarga Sarca. Keluarga Meri apa dia adalah cucu bos. Leo yang berwajah pucat setalah dia menyusuri semua teka-teki yang dari apa yangd ikatakan oleh Gay,
“Kamu kenapa?,”ucap Gay yang melihat ke arah Leo yang langsung duduk sepontan.
“Tidak hanya saja. Aku memikirkan apa yang baru saja kamu ucapkan tadi soal keluarga baru yang baru saja muncul,”kata Leo.
__ADS_1
“Ohhh maksud kamu keluarga Sarca,”kata Gay sambil berpikir.
“Jika kita ingat kembali sopir tadi bukan dari keluarga Sarca bukan,”ucap Gay yang memastikan dengan sedikit kecemasan.
“Iya,”ucap Leo yang tersenyum.”Jika benar bukan kamu sudah dekat dengan cucu Bos bukan,”kata Gay. Leo hanya menyingirkan wajahnya saja. Sampai dia menghela nafas,”Aku juga baru tahu sekarang soal Meri adalah cucu dari Bos.”
Selesai dengan pembicaraan Gay yang melihat ke layar ponselnya yang bergetar kalau dia harus kembali. Gay berdiri dan berpamitan dengan Leo sampai Leo mengantarkan Gay ke mobil.”Apa terjadi sesuatu?,”kata Leo.
“Tidak ada hanya saja anak buahku baru saja mengabari kalau ada pekerjaan yang harus di atasi,”kata Gay.
Gay yang sudah pergi menjauh dengan mobil yang dia kendarai. Semetara Leo yang masih diluar melihat sekitar lingkungan kontra.”Tidak aku sangka tempat ini memiliki pengawasan yang cukup ketat,”kata Leo yang berjalan masuk.
Leo yang sudah ada di dalam rumah membereskan semua bekas piring dan gelas yang kotor. Selesai semua itu Leo juga ikut beristirahat di dekat adiknya. Sekian lama Leo dan Tika merasakan nyaman tinggal di rumah yang baru.
Tanpa mereka sadarai kalau mereka sudah dilindungi oleh pihak Meri. Sementara meri yang sudah mendapatkan kabar dari anak buahnya yang sedang mengawasi wilayahnya. Merasa senang dengan kabar kalau Leo sudah pindah ke tempat dia. Jadi selama Leo ada di wilayah kekuasaan Meri, dia bisa memantau keselamatan Leo.
Walaupun dia tahu kalau Leo adalah penerus dari kakak Alexca.”Tapi bagaimana kabar kakek Alexca ya?,”ucpa Meri yang ada di teras. Meri yang tidak tahu apa yang terjadi dengan organisasi tersembunyi sampai sekarang hanya bisa menuggu. Meri yang melihat ke langit malam yang indah dengan bintang hanya bisa melihat saja.
Sampai Teras di kamar kakaknya terbuka. Meri menoleh ke arah teras kakaknya.”Kamu belum tidur,”ucpa Tarkam.
“Mungkin saja dia baru selesai dari membuat model pakaian kak,”kata Jaksen dari teras sebelahnya juga.
“Kakak baru keluar apa baru saja selesai dari pekerjaannya,”kata Meri.
Mereka berdua hanya terdiam saja sampai Tarkam melihat ke arah Meri.”Sebaiknya kamu segera tidur, bukan kamu besok ada kelas pagi.”
Meri hanya menghela nafas dan masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya. Sementara Jaksen melihat ke Tarkam.”Kenapa dengan kamu,a pa terjadi masalah dengan bisnisnya?,”kata Jaksen.
“Menurut kamu bagaimana?,”kata Tarkam yang terlihat kelelahan.
Jaksen yang merasa kalau Tarkam terlalu memaksa dirinya untuk menga Meri. Karena melihat itu Jaksen berkata kepada Tarkam kalau dia tidak usah mengkhawatirkan Meri. Karena dia bisa mengatasi semuanya dengan baik. Walaupun dia acuh tak acuh dalam menyelesaikan masalahnya.
__ADS_1