Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 25


__ADS_3

Meri yang tahu kalau kehidupan damainya akan segera berakhir. Sebelum itu terjadi Meri menyelesaikan sedikit masalah yang harus dia selesaikan. Meri dengan santai menyelesaikan semua desain pakaian yang dia buat setelah keempat orang itu pergi. Si kecil Tea juga sudah dijemput oleh Tea. Meri yang didalam ruangan rumahnya menyelesaikannya pakaian yang dia buat. Satu demi satu pakaian yang dijahit telah jadi dan waktu dia untuk menjualnya juga sudah dimulai.


Meri yang menuggu waktu dimana keluarga Sari mencarinya dia sempatkan untuk menjual semua pakaiannya dengan nama samaran ME. Meri yang melihat ke layar adakah seorang yang membeli pakaiannya. Waktu berlalu sampai pakaian yang dijual online oleh Meri terjual habis dengan harga yang sudah ditetapkan.


“Akhirnya selesai juga. Ayo kita cek berapa uang yang aku miliki sekarang,”ucap Meri yang melihat kelayar leptop.


“Tidak aku sangka sudah terjual melebihi prediksiku,”ucap Meri. Sampai suara pintu rumah Meri di ketuk.


“Siapa ya?,”ucap Meri yang berdiri.


“Ini aku Tea dan adikku,”ucap Tea. Meri membuka pintunya dan melihat Tea bersama dengan seorang berbaju hitam. Meri hanya melihat saja dan mempersilakan mereka masuk.


Sampai Meri melihat seorang yang tidak asing kakek dan nenek keluarga Sari bersama dengan keluarga Bram. “Silakan masuk,”ucap Meri.


Nenek yang langsung masuk dan memeluk Meri.”Nek Meri baik saja, jangan menangis,”ucap Meri menenangkan Neneknya.


“Bagaimana kamu bisa ada disini bagaimana kehidupan kamu, pasti cucu nenek sangat menderita,”ucap Nenek. Ibu angkatnya datang dan juga memeluknya,”Kamu selamat nak, ibu takut jika kamu pergi.”


Meri dengan santai hanya terdiam sampai mereka masuk kedalam rumah. Tea yang membantu Meri menyiapkan teh dan makanan untuk mereka. “Apa kamu tidak terluka kak,”ucap Bela dengan wajah sedih.


“Aku baik saja, tapi kalian tidak usah berpura-pura drama. Aku males kalian berdrama, bukan kalian memiliki tujuan lain datang ke sini,”kata Meri yang langsung ke poin.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu kak,”ucap Bela. Meri yang tidak ingin mengatakannya hanya bsia tersenyum. “Nek, kenapa kamu mencariku, akukan hanya anak angkat. Kenapa sampai datang ke rumahku yang kumuh,”ucap Meri dengan santai.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu, kamu itu adalah cucuku siapa yang mengajari kamu berkata seperti itu,”kata Nenek. Meri hanya melirik ke arah orang tua angkatnya secara terang-terangan sampai keluarga Rendra datang.


“Tuan Ilyas anda sudah datang,”ucap Kakek yang langsung berdiri.

__ADS_1


“Anda tidak perluh berdiri tuan, saya hanya ingin melihat tunangan saya yang sebenarnya,”kata Ilyas.


“Dia adalah Meri yang akan bertunangan dengan kamu bukan Bela. Pertunangan ini akan berlanjut untuk menginkat persudaraan kedua keluarga,”ucap Kakek.


“Jadi dia adalah Meri,”kata Ilyas.


“Meri dia adalah tuan Ilyas dari keluarga Rendra yang akan menjadi tunangan kamu. Sapalah dia,”ucap Nenek. Meri berdiri dan menyapa Ilyas.”Perkenalkan nama saya Meri Maratika Sari senang bertemu dengan anda,”ucap Meri dengan sopan.


“Senang bertemu dengan kamu Meri. Nama saya Ilyas Rendra Putra,”kata Ilyas. Mereka saling tersenyum sama lain sedangkan Bela dengan wajah tersenyum licik melihat mereka.


“Kalian pasangan yang cocok,”ucap Bela.


“Terima kasih, tapi bukannya setelah aku tidak kamu yang harusnya menjadi tunangan Ilyas bukan. Tapi kenapa setelah ada kabar keberadaanku yang masih hidup aku yang bertunangan. Aku tidak mengerti,”kata Meri.


“Itu kesalahan kami yang tidak memberi tahukan kamu Meri,”ucap Ayah. Meri hanya terdiam sampai mereka menginginkan Meri kembali ke rumah Bram. Tapi Meri menolak karena beberapa alasan. Hingga akhirnya Meri mengalah dan masuk lagi ke dalam rumah yang sudah membuat dia menderita.


Meri yang hanya melihat neneknya hanya bisa tersenyum.”Apa yang ingin aku tanyakan, maksud nenek apa?,”kata Meri.


“Nenek tahu kalau kamu selalu berselisih dengan Bela. Tapi kamu harus kembali,”ucap Nenek.


“Kenapa harus aku nenek, kenapa tidak Bela saja yang bertunangan dengan Ilyas,”kata Meri dengan wahah sedih.


“Bela membatalkan pertunangannya yang menyebabkan sahan keluarga Sari menurun,hanya kamu yang bisa melakukannya Meri. Maafkan nenek harus melakukannya,”kata nenek yang juga merasa bersalah.


“Kenapa dia membatalkan pertunangannya. Apa alasannya?,”ucap Meri.”Itu karena dia tidak ingin menikah dengan Ilyas yang cacat,”ucap nenek dengan ragu.


“Apa hanya karena itu saja mereka bisa membatalkannya,”kata Meri.

__ADS_1


“Sebenarnya tidak karena Bela memilih untuk menikah dengan keluarga pram,”kata nenek.”Keluarga Pram yang memiliki perusahaan ML,”kata Meri.


“Itu benar,”kata nenek.”Bukanya keluarga pram sudah memiliki calon sendiri untuk putranya tapi kenapa malah menikah dengan Bela. Apa yang terjadi,”kata Meri.


“Itu kesalahan yang tidak disengaja,”ucap nenek. Tanpa mereka sadari perjalan yang awalnya panjang menjadi singkat karena percakapan mereka yang tidak terduga. Meri dan nenek keluar bersama dengan Kakek.


“Kamu harus istirahat jika ada apa-apa kamu boleh menghubungi nenek di rumah utama,”ucap nenek. Meri dengan patuh hanya menganggukan kepalanya dan memeluk nenek dan mereka berpisah. Di dalam rumah ayah dan ibu bersama dengan Bela yang sudah menuggu.


“Bawa Meri ke kamarnya, jangan sampai dia keluar sampai hari pertunangannya,”kata ayah. Meri hanya mengikuti keingin ayah dan ibu angkatnya di kurung dalam kamar yang sama seperti dulu.


“Ternyata tidak ada yang berubah mereka menginginkan sesuatu dariku,”kata Meri. Sampai Bela masuk ke dalam kamar,”Kamu beruntung bisa selamat dari kecelakaan itu. Kamu harusnya berterima kasih kepada kami telah menikahkan kamu dengan keluarga Rendra.”


Meri acuh tak acuh hanya mendengarkan burung camar berkicau yang keluar dari mulut Bela sampai ibu dan ayah datang.


“Bela kenapa kamu datang ke sini?,”ucap ibu.”Aku hanya menyapa kakak Meri saja, sudah lama tidak bertemu dengan dia. Aku hanya ingin tahu kondisi kakak saja,”kata Bela.


Bela yang pergi meninggalkan kamar Meri dan hanya ayah dan Ibu yang masih di tempat. Meri menghampirinya dan bertanya,”Kenapa ayah dan ibu datang ke kamarku. Apa ada lagi yang ingin dibicarakan.”


“Selama ini kamu sembunyi dimana saja kenapa tidak kembali ke rumah,”kata Ayah yang dingin.


“Kenapa aku tidak kembali,”ucap Meri yang tersenyum.”Bukan ayah dan ibu tahu kenapa aku tidak kembali. Aku kecelakaan tapi kalian tidak mencariku, saat aku dibawa ke kantor polisi kalian tidak membawa pengacara untukku. Apa selama ini aku hanya beban untuk kalian, makanya aku menghilang dari hadapan kalian agar kalian senang,”ucap Meri yang tiba-tiba meneteskan air mata.


Ayah dan ibu langsung pergi tanpa berkata apa-apa setelah Meri berkata seperti itu dan menutup pintunya. Meri yang berjalan ke arah jendela melihat keluar.”Kenapa aku kembali ke tempat ini lagi ya,”ucap Meri yang merasa tidak nyaman dengan tempatnya.


Kembali ke rumah Bram membuat Meri frustasi tapi semua itu hanya drama yang dia buat karena selama ini dia tahu. Kalau dia akan kembali ke tempat ini lagi. Meri yang membuka leptopnya mulai menjalankan bisnis rahasianya lagi dengan membeli beberapa saham di pelelangan.


“Untuk saja aku sudah menjual semua baju yang aku buat, jadi aku bisa membeli beberapa saham dipelelangan malam ini,”kata Meri yang melihat hasil lelang dari layar leptop.

__ADS_1


__ADS_2