Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 47


__ADS_3

Erik yang tidak ingin mengatakan siapa pelaku dari dalang tuduhan palsu yang diberikan kepada Meri. Melemparkan semua jawabannya kepada Meri yang sekarang ada di dalam kamar. Setelah pembicaraan itu Erik pergi dari kediaman keluarga Brata dan menuju ke kontrakannya.


“Kamu mau kemana,”ucap Ilham.


“Aku akan kembali, jika kalian ingin tahu siapa yang melakukannya tanyakan saja kepada Meri. Di sudah tahu siapa dalang dari semuanya,”kata Erik yang berjalan keluar.


Meri yang di dalam kamar menutup semua pintu termasuk di dalam teras. Meri yang melihat sekelingnya tidka ada cctv dimana langsung membuka laptop. Dimana Meri mulai bekerja setelag pertunangan dia dengan Ilyas perusahaan yang dijalankan oleh ketiga perwakilan sudah melakukan proyek yang sudah disepakati.


Meri yang melihat laporannya dengan sesaka tidak terjadi masalah dan perusahaan akan terus bangkit ke tahap awal. Meri yang dengan teliti membuat proyek kedua. Di dalam kamar Meri membuka satu demi satu lembaran kertas. “Tapi dimana aku bisa menguji pembuatan produk kecantikan ini,”ucap Meri dalam hati.


Meri yang mengerjakan laporan yang lain membuat naska dan desain yang akan dikirim oleh Meri. Sebelum dia memikirkan cara untuk melakukan uji dan pembuatan produk kecantikan itu. Selesai dengan naskah drama yang akan di kirim dan desain yang dikirim. Meri memberikan tugas kepada perusahaan M untuk mencari sebanyak-banyaknya informasi yang bisa dijual. Meri yang sedang beristirahat dia sempatkan melihat berita yang ada.


Sampai berita kecelakaan yang menjadi topik hangat telihata.”Ternyata berjalan lancar. Tapi hatiku masih kesal dengan Ilyas yang ingin mengurungku. Memang salah aku membantu orang apa lagi temanku dalam bahaya,”ucap Meri yang sudah menyelesaikan laporan dan mengirimnya.


Meri yang sudah melihat berita hari ini membuat dia ingin istirahat. Meri yang menuju kasur dan mulai menutup mata, hingga dia mendapat pesan dari kampus kalau pendaftaran ulang akan dibuka besok.”Kurasa besok aku harus mendaftar ulang dan memilih jurusan apa yang aku ambil di semester pertama,”ucap Meri yang kemudian dia tertidur.


Meri yang tertidur lelap sampai dia merasakan kalau ada yang mengawasinya di dalam kamar. Meri membuka mata walaupun dia sebenarnya sudah lelah. “Siapa disana?,”ucap Meri ke arah musuh.


“Tidak aku sangka kamu bisa mengetahui keberadaanku,”kata musuh.


“Jangan basa-basi kamu siapa dan apa urusannya denganku,”kata Meri.

__ADS_1


“Aku tidak bisa bilang aku disini hanya ingin nyawa kamu,”kata musuh.


“Nyawaku, yang kedua kalinya. Tapi jika aku lihat sekilas aku mengenal kamu, bukan kamu adalah mantan anggota tentara Serigala Hitam,”ucap Meri.


“Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku adalah mantan anggota tentara serigala Hitam, siapa kamu sebenarnya,”kata Musuh.


“Apa kamu tidak salah ucap,”kata Meri. Meri yang menatap musuh dengan senyum licik sambil mempertahankan mata agar tetap terjaga.”Sampai kapan kamu di situ,bagaimana dengan negoisasi saja karena aku lelah hari ini,”ucap Meri.


“Apa yang ingin kamu negoisasikan dengan musuhmu,”kata musuh.”Tadi aku bilang kamu adalah mantan tentara serigala  hitam yang sekarang bekerja menjadi tentara bayaran karena keluarga kamu membutuhkan uang bukan,”kata Meri.


“Apa maksud kamu?,”ucap musuh yang mulai mewaspadai Meri.


“Kamu tidak usah waspada denganku seperti itu. Aku punya teman yang mungkin bisa mencarikan pekerjaan tetap untuk kamu, dari pada kamu membunuhku dengan sia-sia,”kata Meri.


“Beruntung bagaimana dengan orang yang diluar apa mereka termasuk beruntung juga. Kalian boleh masuk,”ucap Meri.


“Kenapa sekarang yang datang malah tentara serigala hitam yang sudah pensiun, Meri,”ucap bawahan.


Musuh yang terkejut dengan ucapan baju hitam yang masuk. Dengan pikiran apa dia adalah bos, siapa wanita ini sebenarnya. Dia yang sedang berpikir Meri berkata,”Jika kamu tidak ingin mati. Ikutlah dengan mereka dengan tenang, jika kamu ingin tahu tentangku. Mereka akan memberitahu kamu. Sekarang pergilah.”


Musuh yang tidak ingin mengambil keuntungan kecil hanya bisa ikut dengan mereka yang baju hitam tapi dia memberikan syarat.”Aku akan ikut dengan mereka asalkan kamu menepati apa yang kamu katakan soal pekerjaan tetap,”kata Musuh.

__ADS_1


“Iya kamu ikut dengan mereka, nanti kamu akan bertemu dengan pimpinan perusahaan M,”ucap Meri yang kembali tertidur. Musuh yang melihat yang binggung sambil berkata,”Apa dia tidak takut aku akan membunuhnya.”


“Dia tidak akan takut dengan kamu. Ayo pergi,”ucap baju hitam. Setelah menutup pintu teras kamar Meri mereka pergi.


Meri yang kembali menjalani kehidupan normal bangun lebih pagi dari biasanya. Karena dia ingin pergi ke kontrakan lama untuk tinggal di sana untuk beberapa hari. Tanpa di ketahui orang lain yang belum terbangun Meri pergi dengan memanggil taxsi menuju kontrakan lama dengan memberikan catatan di meja makan.


Catatan itu berisi kalau dia ingin tinggal di kontrakan lama. Karena tidak ingin di kengka oleh Ilyas, jangan mencariku. Isi pesan Meri yang di tulis di dalam selembar kertas, Meri yang sudah sampai di kontrakan membuka pintu rumah lamanya.”Akhirnya aku kembali ke sini, sudah lama aku tidak senyaman ini,”ucap Meri.


Sampai Tea yang melihat Meri datang langsung menghampirinya di lantai dua.”Meri,”ucap Tae.


Meri yang tahu kalau adiknya ada dirumah sakit hanya bisa memeluk Tea agar dia bisa tenang.”Apa kamu baik saja, bagaiman setelah ini kita jengung adik kamu dan Bita,”ucap Meri.


Tea yang masih menangis hanya bisa memeluk Meri sampai dia bisa tenang.”Bagaimana kamu bisa tahu kalau adikku dan Bita ada di rumah sakit Meri,”ucap Tea dengan tatapan curiga.


“Bukan kamu sudah melihat berita,”ucap Meri.”Jadi itu benar kamu membantu mereka,”kata Tea yang terkejut.


“Terima kasih telah menyelamatkan adikku,”ucap Tae. Meri hanya tersenyum sampai Meri mempersilakan Tea masuk. Tapi Tea tidak bisa karena dia harus menjaga adiknya di kontrakan.”Nanti aku kabari kamu jika ingin berkunjung ke rumah sakit,”kata Tea. Meri hanya mengganggukan kepalanya sampai Tea turun dari lantai dua menuju kontrakannya.


Meri yang menutup pintu dan melihat di dalam rumah yang selalu dirawta oleh anak buahnya dan bahan dikulkas juga masih segar. Meri yang sudah lama tidak memasak dia memulai memilih bahan dan membuat bekal untuk dia bawa ke rumah sakit. Meri yang bersenadung dengan nyaman sampai makanan sudah dikemas Tea mengetuk pintu.


“Meri ayo kita berangkat,”ucap Tae dari luar. Meri yang sudah mempersiapkan semuanya membuka pintu dengan membawa bekal yang dia buat.”Ayo kita pergi,”ucap Meri. Mereka berdua pergi tapi Meri melihat ke arah lain.”Dimana adik kamu yang lain?,”ucap Meri.

__ADS_1


“Mereka pergi sekolah dan adik kecil aku titipkan di sekolahan untuk bayi dan anak belita,”ucpa Tea. Meir hanya menganggukan kepalanya sampai mereka menuggu dihalte bis dimana dia akan menggunakan bis untuk pergi ke rumah sakit. Di perjalanan Tea yang masih penasaran tentang meri bertanya,”Apa benar kamu pertunangan dengan Tuan Ilyas Meri?.”


__ADS_2