Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 82


__ADS_3

Meri yang mengemudikan  mobil di ikuti oleh mobil lain. Tapi Meri yang sudah melihatnya itu bukan mobil yang bersahabat dengan Meri maupun si kembar. Meri yang masih santai mengemudian mobilnya sampai di tempat yang jarang di lewati oleh orang lain. Mobil itu mulai mendekat samapai John yang melihat ke belakang berkata,”Apa kita di ikuti?.”


“Mungkin iya,”kata Meri.”Jaga saudara kamu, aku akan menaikan kecepatan,”kata Meri.


John yang masih ragu dengan kemampuan Meri hanya bisa pasra karena dia juga dalam kondisi tidak baik.Meri mulai mempercepat kondisi mobilnya dengan keahliannnya yang bisa menghindar dari musuh. Meri mulai mempercepat pengemudi saat di tikungan jalan yang ada didepannya. Meri yang sudah mempercepat mobilnya, mobil yang ada di belakang juga ikut mempercepat.


“Mereka ingin kejar-kejaran,”kata Meri yang tersenyum. Meri yang dengan santai menambah kecepatan sampai di tebing yang sangat berbahaya dan di jalan tersebut di larang untuk mempercepat kondisi mobil. Kerena tikungan yang terjal dan ada mobil yang ada dari arah lain yang juga lewat.


“Meri turunkan kecepatan kamu, di sana berbahaya jika kamu masih dengan kecepatan ini,”kata John yang memberikan nasehat.


“Tenang saja akan baik saja,”kata Meri yang masih dalam kondisi yang sama. Sementara mobil yang dibelakang masih mengikuti sampai mempercepat mobilnya saat melewati jalan yang terjal tersebut. Meri yang sudah terbiasa dengan kondisi mobil dan daerah jalan yang dilewati hanya bisa mengemudi dengan santai.


Tanpa mereka sadari ada mobil dari arah yang berlawannan. Meri yang masih dalam kondisi yang sama bisa menghindar dengan baik. Tapi di belakang mobil yang mengejarnya tidak bisa menghindar karena mereka bertabrakan dengan mobil lain.


“Apa sudah aman,”kata Meri yang melihat.


Meri yang melihat lewat kaca sepion belakang tidak ada mobil yang mengejarnya hanya bisa menurunkan kecepatan karena sudah melewati maha bahaya. Meri dan si kembar yang sudah sampai  di vila dengan selamat.


“Kalian baik saja,”kata Meri yang melihat ke belakang setelah memparkirkan kendaraannya.


“Kami baik saja tapi bagaiman kamu belajar mengemudi Meri. Kecepatan itu membuat jantungku lepas saja,”kata John yang masih tegang.


“Maaf,”kata Meri sambil tersenyum. Setelah Meri keluar para pelayan datang karena melihat John dan Jesi sedang terluka.


“Tuan muda Nona apa yang sedang terjadi dengan anda kenapa wajah anda memar,”kata kepala pelayan.

__ADS_1


“Jangan bicara bantu Jesi ke kamar dan panggilkan dokter untuk memeriksa kondisinya sekarang,”kata John yang langsung tanggap.


“Meri ayo masuk,”kata John.


“Tidak aku akan segera balik saja aku masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan di rumah,”kata Meir yang sudah di tunggu oleh sopirnya di belakang.


“Tapi bagaimana  kamu bisa balik,”kata John.


“Kamu tidak usah khawatir aku sudah menghubungi sopirku untuk menjemputku di vila keluarga. Sebentar lagi dia juga akan datang,”kata Meri.


“Aku berterima kasih kamu telah menolongku. Aku tidak tahu harus bilang apa lagi kepada kamu. Seharusnya aku yang menjaga kamu tapi malah sebaliknya,”kata John yang merasa bersalah.


“Kenapa kamu berpikir seperti itu, kitakan saudara jauh harus saling membantu,”kata Meri. Sampai sopirnya datang menjemput Meri.”Nona baik saja,”kata sopirnya.


“Aku baik saja tapi ada apa kamu melihat aku gelisah seperti itu. Apa terjadi sesuatu saat kamu datang ke sini,”kata Meri yang bertanya.


Meri yang sudah tahu kemana topik pembicaraannya hanya bisa terdiam sampai dia berpamitan dengan John. Meri masuk ke dalam mobil dengan sopirnya yang sudah siap untuk mengendari mobilnya.


“Apa kamu tahu siapa orang yang mengalami kecelakaan itu,”kata Meri yang kembali berubah.


“Kami sedang menyelidikinya, tapi mungkin saja kita tidak bisa mendapatka hasil yang bagus karena setelah kecelakaan mobil meledak kemungkinan orang yang ada di dalam sudah mati,”kata Sopir.


“Perketatat pengawasan wilayah aku tidak ingin ada yang mengganggu ketenanganku saat ada di kota ini,”ucap Meri yang sedikit kesal.


“Saya mengerti. Tapi Nona apa anda bertemu dengan taun Andre saat di kampus,”kata sopirnya yang merupakan bawahan Meri.

__ADS_1


“Iya aku juga tidak tahu kenapa dia bisa ada di kampusku dan ada juga Rika teman Bela. Aku ingin kalian mencari tahu semuanya apa yang sedang terjadi,”kata Meri.


Di perjalanan pulang Meri yang mencoba tenang kembali merasa kesal lagi karena mobil yang dia naiki di hentikan oleh musuh yang tadi mengejar Meri.”Siapa lagi ini?,”kata Meri melihat ke depan.


“Nona tidak usah keluar semua anak buah kita sudah berjaga di posisi,”kata Sopir.


“Baiklah percepat ya,”kata Meri yang mengambil satu buku untuk mengisi waktu luangnya di dalam mobil. Meri yang memulai membaca buku dengan anak buah yang berjaga juga sudah siap untuk menghentikan musuh yang menghadang.


Meri yang sedang asik dengan bukunya mendapatkan ide yang baru di tengah perkelahian yang ada didepannya. Meri yang bawa laptop saat itu membukanya dan memulai menulis satu naskah drama filem yang bernama Jatuh Pada Tempatnya. Meri yang menulis naskah itu dengan melihat mereka berdua yang sedang bertarung. Sampai di akhir cerita Meri yang memberikan sedikit bumbu pada cerita yang dia buat. Mendapatkan pesan masuk dari Jaksen yang bersama dengan nenek.


“Kirimkan bala bantuan,”kata Jaksen. Meri yang tidak tahu hanya bisa menghubungi kakaknya untuk pergi menolong Jaksen dan nenek yang ada dikota X. Tarkam yang baru saja selesai dari rapat mendapatkan pesan dari Meri untuk mengirim bala bantuan untuk Jaksen dan nenek sperti di sana terjadi masalah. Tarkam yang sudah membaca menyuruh anak buahnya untuk pergi ke kota X dan menyuruh mereka membawa beberapa orang untuk membantu.


Jika terjadi sesuatu yang tidak terduga saat mereka sampai disana. Tarkam yang menyuruh sekertasrisnya apa yang sedang terjadi di kota X. Sampai informasi itu data Tarkam masih santai dengan data yang ada didepannya karena Izam baru saja mengirim dokumen yang dia minta.


“Sebenarnya apa yang terjadi kenapa ada masalah yang datang yang tidak terduga,”kata Tarkam yang melihat tidak senang dengan dokumen yang menumpuk.


Meri yang masih menulis naskah drama filmnya sampai semua selesai di atasi mobil kembali melaju menuju rumah Sarca. Meri yang sudah selesai membuat naskah mengirim kepada Petra yang ada di perusahaan. “Nona kita sudah sampai,”ucap Sopir yang sudah sampai di rumah.


“Baiklah aku aku akan turun,”kata Meri.


“Nona, teman anda sudah datang dan sudah menjahit di ruangan,”kata kepala pelayan rumah.


“Aku mengerti, apa kamu sudah menyiapkan makanan untuk Leo dan satu hal lagi siapkan makanan untuk dia bawa seperti biasanya,”kata Meri yang berjalan ke arah ruangan.


“Hai Leo, maaf menuggu lama. Apa kamu baik saja?,”kata Meri yang masuk. Leo yang menoleh ke arah suara dan melihat Meri yang baru saja sampai. Leo tersenyum ke arah Meri dan berkata,”Aku baik saja. Tapi bagaimana dengan Jesi dan John apa mereka sudah kamu antar pulang.”

__ADS_1


“Sudah kamu jangan khawatir, sampai mana kamu menjahit,”kata Meri yang datang ke arah Leo yang masih menjahit.


“Sudah sampai tahap penggabungan dan Lihat ini. Apa ini sudah sesuai dengan pelelangan nanti. iNI desain yang aku buat tadi malam,”kata Leo yang memberikan desainnya kepada Meri.


__ADS_2