Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 121


__ADS_3

Leo yang bertanya kepada Meri apa yang ada dikerumunan adalah Izam. Meri hanya menganggukan kepalanya saat Leo melihat ke arahnya. Tapi mereka berdua hanya melihat sampai Izam dan kerumunan yang merupakan salah satu organisasi yang masu ke dalam negaranya.


Izam yang datang ke arah mereka karena tidak terima kalau warga negaranya di aniayah oleh mereka yang masuk ke negaranya.”Kalian mau apa mengganggu orang ini,”ucap Izam kepada kerumuanan.


“Itu bukan urusan kamu,”kata satu anak buah berpakaian hitam.


Izam yang membantu satu orang yang sudah tergeletak karena di siksa oleh mereka. Tapi mereka dari organisasi yang melihat merasa tidak perduli dengan sikap Izam. Karena Izam yang sedang menolong mengulurkan tangannya sampai salah satu dari mereka menendang pantat Izam.


Izam yang terdorong karena tendangan mereka terjatuh tersungkur. Izam yang masih tenang berdiri sampai satu dari mereka mulai mengobrak-abrik dan mengganggu para pejalan. Izam dan kawannya yang melihat tidak terima. Karena sudah bersikap sabar dengan mereka, sampai mereka melewati batas.


Izam yang merasa kelakuan mereka sudah tidak bisa dimanfaatkan mulai beraduh mulut. Sampai pihak organisasi tidak terima dan mulai membalas dengan tindakan fisik. Izam yang tidak mau kalah juga melawan mereka sampai terjadi perkelahian diantara keduanya.


Meri dan Leo yang tadi ingin membantu warga tersebut melihat Izam yang sudah beraduh fisik hanya bisa menonton dari jauh saja. Leo dan Meri hanya menadang satu sama lain.”Ke sana atau tidak,”ucap Leo yang sedikit ragu kerena mereka sudah memulai perkelahian.


“Ke sana saja,”ucap Meri yang memberikan usulan. Mereka berdua berjalan ke arah perkelahian sampai salah satu pihak musuh satu persatu tumbang di depan Meri dan Leo yang datang ke arah mereka.


Meri hanya terdiam sampai satu dari mereka tumpang dihadangannya sedangkan Leo yang melihat hanya menonton saja sampai Leo juga mendapatkan satu serangan dari kerombolan tersebut. leo yang menyadari itu langsung menghindar dan menendang dengan santai ke arah musuh yang menargetkan Leo.


“Maaf aku tidak ingin ambil ribut dengan kalian,”ucap Leo setelah menendang satu musuh datang dihadapannya.


Tapi tidak disangka setelah satu orang datang untuk menghadapi Leo. Datang lain musuh yang ingin mencari masalah dengan Leo. Leo yang santai melihat ke arah Meri yang juga di kepung oleh mereka.”Meri bantu tidak,”ucpa Leo yang ke arahnya.

__ADS_1


“Tidak,”ucap Meri yang sudah mengalahkan mereka mengepung. “Kamu mengatakan di waktu yang tidak tepat leo,”ucap Meri yang sudah selesai mengalahkan musuh. Leo hanya tertawa sambil menghindar musuh yang menyerang. Tapi saat Leo menghindar anak buah dia yang mengawasi dari jauh menembakan peluruh kearah musuh yang menyerang pimpinan mereka.


Peluruh yang digunakan tidak bersuara hanya mereka yang tidak bisa menyerang Leo semua terjatuh. Leo hanya tersenyum saja kepada mereka yang terjatuh. Sedangkan Izam yang sudah selesai melihat Meri dan Leo yang juga dikepung oleh musuh. Tapi Izam tidak khawatir karena dia tahu kalau Meri bisa menangani musuh yang datang.


Apa lagi ada Leo yang menjaganya. Tapi Izam yang tidak tahu kalau musuh datang dengan diam-diam menyerang dia. Leo yang melihat menyuruh anak buahnya untuk membantunya dengan satu isyarat tangan.


Izam yang saat itu tidak sadarkan diri langsung menoloh ke arah musuh yang ada dibelakangnya. Dia melihat kalau musuh yang ingin menusukan pisau kepada sudah terjatuh dijalan. Izam dan rekannya berjalan ke arah Meri dan Leo yang juga datang berjalan ke arah mereka.


Sampai mereka semua berhadapan.”Kamu tidak apa-apa Meri?,”ucap Izam.


“Aku baik saja, hanya saja kenapa kalian berkelahi dengan mereka,”kata Meri yang mencari tahu apa yang sedang terjadi.


“Mereka dulu yang memulai kami hanya bicara dan menolong warga saja. Tapi sikap mereka yang tidak terima mulai perkelahian dan terjadilah seperti ini,”kata Izam menjelaskan.


“Mereka adalah organisasi yang masuk ke dalam negara kita karena masalah sistem keaman negara kita sudha kendur. Untuk yang terjadi di pemerintahan aku tidak tahu,”ucap Izam sedikit menjelaskan.


Leo yang mendengarkan penjelasan mereka hanya bisa diam. Sampai Leo melihat ke arah musuh yang sudah berbaring tidak berdaya. Leo yang ingin mencari tahu menyuruh anak buahnya datang untuk membawa mereka dan mebereskan semua perkelahian yang terjadi saai tiu.


Izam yang melihat menatap ke arah Leo.”Kamu mau apakan mereka?,”kata Izam.


“Kamu tenang saja, aku membawa mereka hanya ingin informasi yang lengkap,”kata Leo. Izam yang tidak tahu kenapa mereka berdua bisa ada disini. Karena dari tadi mereka tidak melihat mereka berdua sampai mereka datang menghampiri mereka semua di kerumunan.

__ADS_1


“Kalian awalnya datang ke sini untuk apa?,”ucap Izam.


“Kami datang ke sini hanya untuk mencari inspirasi untuk desain baju yang akan kita buat saja,”KATA Meri. Leo yang mencari tahu dari Leo yang ada disamping Meri.


“Kenapa kamu menatap aku seperti itu,”ucap Leo yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Izam.


Leo yang tahu hanya bisa berkata,”Apa yang dia katakan memang benar. Jadi kamu tidak usah khawatir aku mengambol Meri dari kamu.”


Izam yang sudah mendapatkan jawabannya hanya bisa memalingkan wajahnya dan Meri yang tersenyum dengan dia menutup bibirnya dengan tangannya.  Leo yang melihat mereka berdua mendapatkan ide dan langsung duduk dan mulai menggambar. Leo yang tersenyum sampai dia mendapatkan panggilan dari Tarkam untuk menayakan kondisi mereka berdua.


Leo yang mengangkat dan memberitahukan apa yang sedang terjadi sampai Meri sedang berbincang dengan Izam saat itu juga. Tarkam yang sudah mendapatkan kabar itu hanya bisa menutup teleponnya. Leo melanjutkan mencoret keras agar idenya tidak hilang begitu saja.


Sedangkan Meri dan Izam yang masih mengobrol sampai rekannya yang ada didekatnya diabaikan. Seperti dunia itu milik mereka berdua. Rekan Izam mendatangi Leo yang sedang mendesain bajunya.”Apa yang kamu lakukan?,”kata rekannya Izam.


Leo melihat ke arah rekan Izam dan tersenyum.”Aku sedang mengerjakan tugas akhirku untuk pameran busana nanti. Kalian kenapa?,”kata Leo.


Rekan Izam hanya menujuk ke arah Meri dan Izam saja. Leo yang tahu apa yang mereka rasakan hanya bisa terdiam. Sampai salah satu dagangan penjual kaki jalan merasa rugi karena dagangan mereka sudah rusak. Leo yang melihat itu berjalan ke arah pedangan tersebut. Tapi sebelum dia pergi ke arah pedangan tersebut.


Leo menawarkan kepada rekan Izam apa mereka mau makan itu. Rekan kerja Izam hany bisa tersenyum sampai Leo berjalan ke arah pedangan.”Pak saya mau beli,”ucap Leo.


Pedagang itu merasa senang dan menayakan rasa apa yang ingin dia beli. Leo yang tidak tahu ingin bertanya kepada rekan Izam. Sampai rekan Izam datang dan menuju menu yang tertulis. Leo yang melihat menatap ke arah Meri dan Izam.

__ADS_1


“Kalian tahu tidak yang tidak disukai dari Izam apa dari menu ini,”kata Leo


__ADS_2