Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 124


__ADS_3

Setelah kepergian dari anggota pemerintah Tarkam dan Izam hanya terdiam dengan menghela nafas.Mereka berdua yang tidak tahu kalau mereka akan bisa ke datangan tamu dari pemerintahan. Tapi dalam pikiran keduanya yang tidak menyangka kalau anggota pemerintah datang. Tapi pikiran yang bertanya-tanya oleh Izam membuat dia bertanya kepada Tarkam yang masih santai.


“Kenapa kamu santai saja. Apa kamu tidak terlalu khawatir dengan mereka,”kata Izam.


“Khawatir untuk apa. Kalau kita tidak melakukan apa-apa. Dari pada memikirkan yang tidak pasti, kenapa kamu tidak melihat data yang baru saja masuk,”kata Tarkam sambil membaca datanya.


Izam yang tidak tahu apa data yang masuk kerena dari penyerangan yang sudah terjadi di perbatasan. Semua rekan Izam sudah kembali ke negara mereka. Tapi Izam yang membaca datanya dia sangat terkejut dengan dana yang dimiliki negaranya yang sudah mengalami penurnan.


Di tambah lagi kasus yang terjadi baru ini kalau ada penurunan uang pesangon dari setaip perusahaan. Karena saham yang dimiliki oleh pemerintah mengalami penurunan. Tapi Izam yang tidak menyangka kalau krisis negaranya. Perusahaan yang dibangun dengan Tarkam tidak mengalami kerugian sama sekali.


“Pasti kamu bertanya kenapa bisa perusahaan kita tidak mendapatkan dampak apa-apa,”kata Tarkam setelah dia melihat wajah Izam. Izam yang melihat ke arah Tarkam hanya bisa menebak saja. Tapi saat Izam menebak apa yang dipikirkan Tarkam. Meri datang ke perusahaan dan masuk ke dalam kantor Tarkam.


Izam yang tidak tahu kalau Meri akan datang ke kantor Tarkam. Karena dia ada di ruangan Tarkam setelah mereka menyambut anggota pemerintah. “Kak tadi aku perpapasan dengan anggota pemerintah. Kenapa dia ada di sini?,”ucap Meri.


“Mereka datang untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan kakak. Kamu kenapa datang ke sini,”kata Tarkam.


“Aku hanya ingin melihat saja. Aku tidak tahu kalau Izam ada di sini juga di ruangan kakak,”kata Meri yang tersenyum kepada Izam yang duduk. Sementara Izam yang melihat senyum Meri hanya bisa tersenyum balik. Sampai Meri duduk disofa dekat Tarkam.


“Tadi kakak bilang kalau mereka ingin menjalin kerja sama. Kerja sama apa sampai anggota pemerintah datang,”kata Meri yang mencari tahu.


“Bukan kamu sudah tahu kalau pemerintah sekarang dalam masa krisis,”kata Tarkam.”Aku tahu itu tapi, bukan orang yang datang tadi bukan orang yang menjadi garis hitamkan,”kata Meri.

__ADS_1


Tarkam dan Izam yang memcari datang orang tersebut. sampai mereka melihat kalau ornag yang datang tersebut memang masih bersih. Tapi melihat Tarkam hanya bisa menghela nafas, dengan pikiran kalau dia tidak salah memberikan data itu kepada orang tersebut.


“Kenapa dengan kalian berdua. Dari sikap kalian apa kalian mengatakan yang tidak enak di dengar oleh orang tersebut,”ucap Meri sambil melihat ke arah mereka berdua.”Tidaklah,”ucap mereka berdua.


Meri yang mendengar ucapan mereka berdua merasa ada yang disembunyikan oleh mereka. Tapi Meri hanya bisa terdiam saja, sampai Meri memberikan data terbaru yang harus dilakukan. Izam yang tidak tahu apa isi dari kertas yang diberikan oleh Meri untuk Tarkamm.


Tarkam membaca kertas tersebut grafik data perusahaan sekarang. Sampai perusahaan yang sedang menjalin kerja sama dan orang yang mencuri proyek mereka sudah terlihat dalam isi kertas yang diberikan oleh Meri.


“Bagaimana kamu bisa mendapatkannya?,”ucap Tarkam melihat ke arah Meri.


“Kakak tidak tahu kalau aku juga pembisnis hanya saja aku tidak suka kalau dipublikasikan. Itu membuat aku males,”kata Mari.”Tidak pernah berubah,”ucap Tarkam.


“Siapa juga yang akan memberikan surat cinta kepada kamu,”kata Izam yang dengan kesal mengambil kertasnya. Izam melihat dan membaca grafik data perusahaan dan data perusahaan yang lain termasuk orang yang bersekongkol dengan perusahaan lain.


Izam menatap ke arah Meri yang duduk santai.”Kenapa kamu tidak membuat satu perusahaan kamu sendiri Meri,”kata Izma yang kagum dengan ketrampilan Meri dalam mengolah data.


“Tidak tertarik. Jika aku mau aku serahkan kepada orang lain, bukan aku yang mengurus,”kata Meri.


“Kenapa?,”ucap Izam merasa sayang dengan bakat yang dimiliki oleh Meri.


“Malas saja terlalu ribet. Lebih suka dengan yang kecil tidak terlalu banyak yang dilakukan,”kata Meri.

__ADS_1


“Kamu tidak usah memaksa Meri. Jika sudah waktunya kamu akan tahu siapa dia,”kata Tarkam. Izam yang tidak tahu apa yang dikatakan oleh Tarkam hanya bisa tediam. Sampai pesanan Meri datang,”Ayo makan.”


“Sejak kapan kamu pesan,”kata Tarkam.”Sejak sebelum aku datang ke sini,”kata Meri yang membuka makanannya satu persatu. Meri yang melihat penampilan makanannya yang enak membuat dia ingin segera memakannya. Karena dia lapar dan ingin segera menikmati makanan yang dia pesan.


Tarkam dan Izam yang juga ikut membuka pesanan makanan Meri. Karena mereka juga lapar dan ingin segera mengisi perut mereka berdua. Mereka bertiga yang menikmati makanan mereka sambil mengobrol hal yang biasa.


Di tempat lain Leo yang pergi bersama dengan Tika untuk menabur bunga di mana makam orang tua mereka.Di tempat yang sepi dan sunyi mereka berdua menaburkan bunga yang mereka bawa setelah mereka membersihkan rumput yang panjang di sekitar makan orang tua mereka. Leo dan Tika yang berdoa kepada orang tua mereka kalau mereka baik-baik saja.


Selesai dengan berkunjung di makan orang tua Tika dan Leo. Mereka segera pergi karena mereka jarang keluar bersama karena kesibukan. Tika yang mengusulkan untuk jalan-jalan bersama dengan kakaknya berkeliling di sekitar tempat wilayah mereka berkunjung.


Leo yang melihat Tika berantusias tidak bisa menolah usulan Tika. Leo yang dengan senang hati hanya bisa mengikuti Tika sampai mereka berdua melihat taman yang indah. Pemandangan yang indah dan nyaman. Tika yang ingin mengambil gambar mereka berdua meminat bantuan pengunjung jalan yang lewat untuk memoto mereka berdua.


Selesai dengan foto bersama mereka mengambil foto sendiri-sendiri. Tika yang juga tidak lupa berterima kasih dengan pengunjung jalan yang lewat. Karena sudah mau memoto mereka berdua. Setelah puas dengan taman Tika yang melihat jajanan di pinggiran jalan menghampirinya.


“Kak aku mau itu,”ucap Tika sambil menunjuk ke arah kedai makanan dipinggilan jalan.


Leo hanya menganggukan kepalanya dan menghampiri kedai makanan di pinggiran jalan tersebut. Tapi saat hendak berjalan ke arah kedai makanan yang akan mereka tujuh. Leo melihat beberapa orang yang merupakan salah satu pimpinan dari organisasi yang datang ke negara mereka.


Karena khawatir dengan Tika yang ada disampingnya. Leo menghentikan jalan Tika. Tika yang tidak tahu apa yang terjadi dengan kakaknya hanya bisa melihat ke arahnya.”Ada apa kak?,”ucap Tika di samping.


“Lihat disebelah sana,”ucap Leo sambil menunjuk ke arah pimpinan organisasi yang sedang berjalan santai di pinggiran. Tika yang tidak tahu hanya bisa melihat ke arah kakaknya.”Siapa mereka?,”ucap Tika.

__ADS_1


__ADS_2