
Meri yang pergi ke gedung perpustakaan bertemu dengan si kembar Jesi dan John yang juga kuliah di kampus yang sama dengan Meri. Mereka berdua yang ingin mencari informasi satu sama lain menuju tempat lain untuk bicara. Sampai didepan gedung perpustakaan mereka masuk. Meri yang mencari buka yang kemarin belum selesai dia baca. Sedangkan John dan Jesi mencari buku lain, sampai di meja yang sama mereka duduk berhadapan.
“Bisa kamu bicara Meri sekarang,”kata John.
“Apa yang ingin kalian ketahui? Tapi aku juga ingin tahu kenapa kalian bisa ada dikampus ini,”ucap Meri. Mereka berdua tersenyum kepada Meri sampai mereka berkata,”Bela.”
“Terus kenapa,”ucap Meri yang tahu kalau topik pembicaraannya ada Bela.”Apa kalian memiliki masalah dengan Bela, sampai memulai pembicaraan dengan topik Bela,”kata Meri.
John dan Jesi yang saling menatap kemudian melihat di sekelilingnya sampai kondisi aman dia baru berkata.”Bukan Bela yang membuat kamu dituduh membunuh Jesika bukan dan kamu juga mengalami kecelakaan yang sudah direncanakan oleh keluarga Bram. Tapi di depan mata kami kamu tidak terluka. Apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu Meri?,”ucap John.
“Apa kalian hanya ingin tahu itu saja atau ada yang lain,”ucap Meri sambil membaca.
“Sebenarnya tidak hanya itu saja. Kami juga ingin tahu siapa kamu dan bagaimana kamu bisa mendapatkan informasi tentang kami berdua sementara kamu tidak mengernal kami dengan baik,”kata Jesi.
“Bukan kalian sudah tahu soal tuduhan dan kecelakaan itu. Kalian sudah bertemu dengan Tora dan Erik bukan,”ucap Meri dengan santai sambil menatap ke arah mereka sambil tersenyum tanpa beban.
“Apa maksud kamu mereka berdua adalah orang yang ada dipihak kamu,”kata John yang menyimpulkan. Meri hanya tersenyum dan melanjutkan menatap buku yang ada didepannya.
John dan Jesi yang tidak bertanya lagi fokus dengan buku yang dia ambil. Sambil menikmati waktu Jesi berkata,”Bagaimana kamu bisa bertunangan dengan tuan Ilyas Meri?.”
Meri yang bingung menatap mereka dan bertanya,”Maksud kalian apa, aku tidak mengerti.”
“Begini Meri bukan seharusnya yang bertunangan dengan Ilyas itu Bela dan kamu bertunangan dengan Aji. Tapi kenapa kalian malah berbalik,”ucap John.
“Darimana kalian mendapatkan informasi itu, aku tidak tahu kalau aku bertunangan dengan Aji. Tapi saat aku ditemukan oleh keluarga Sari aku mendapatkan kabar kalau aku bertunangan dengan Ilysa sedangkan Bela dengan Aji. Tapi aku juga mendapatkan informasi kalau Bela bertunangan dengan Ilyas itu benar tapi kemudian Bela membatalkannya karena tidak ingin dengan Ilyas yang cacat,”ucap Meri yang menyembunyikan sedikit kebenarannya.
__ADS_1
John dan Jesi yang sudah tahu kalau Meri menyembunyikan sesuatu hanya terdiam saja. Sampai mereka memulai membaca bukunya. Meri yang sudah menulis bagain penting dari buku yang dia baca melihat jam di tangannya yang sudah waktunya dia membuka bekal. Meri yang mengambil bekal yang dia bawa dan dia bagi kepada Jesi dan John yang masih menemaninya.
“Kalian mau,”ucap Meri menawarkan bekal yang dia bawa. Mereka berdua yang lapar tidak sungkan menerima tawaran Meri di dalam perpustakaan mereka makan bekalnya sambil membaca buku. “Hai Meri bagaimana menurut kamu Ilyas, apa kamu ingin membatalkan pertunangannya juga sama dengan Bela,”ucap John.
“Untuk apa membatalkan pertunangannya,”kata Meri dengan santai.
“Jadi kamu tidak ingin membatalkannya. Kenapa?,”ucap Jesi.”Aku tidak mengerti kalian ingin apa dariku yang tidak memiliki kedudukan ini. Aku hanya ingin menjalankan kehidupan normalku saja. Tapi ada juga yang ingin membunuhku, aku tidak tahu apa yang mereka inginkan dariku,”ucap Meri.
“Itu benar juga. Mugkin mereka tidak suka dengan kamu Meri,”ucap John.
“Apa?,”ucap Meri yang kesal.”Tapi apa motif dari pembunuhan kamu Meri. Soal Bela,”kata John.
“Aku juga tidak tahu. Kalian tahu belum kalau Bela mengandung anak Aji,”ucap Meri.
Jesi dan John yang tidak tahu informasi itu terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Meri sampai keduanya bertatap mata dan menyimpulan dari apa yang mereka dapat.”Apa kamu yakin dia anak Aji?,”ucap Jesi.
“Apa maksud kamu Jesi,dia bukan anak Aji begitu. Lalu jika bukan dia mengandung anak siapa. Terus kalian kok bisa menyimpulkan sampai seperti itu,”kata Meri.
John dan Jesi hanya menatap Meri dengan tatapan tajam setelah makanan selesai dihabiskan. Meri yang tidak tahu masih santai memasukkan tempat bekalnya dan kemudian melihat ke arah mereka berdua. Yang Meri lihat adalah aura dingin yang menyelimuti Jesi dan John.”Apa benar kamu tidak tahu Meri, selama ini kamu ada dimana?,”ucap John.
“Aku ada dimana, tentu saja aku mencari kehidupan normallah masak harus mencari musuh,”kata Meri yang tersenyum.
“Tidak, mungkin kami tahu kalau kamu menyembunyika sesuatu dari kami berdua,”kata John.
Meri hanya tersenyum mendengar perkataan mereka berdua tapi Meri yang masih ingin tenang belum bisa memberitahu mereka berdua. John dan Jesi hanya menuggu jawaban sampai mereka melihat wajah Meri yang masih santai.”Jadi kamu masih tidak ingin mengatakannya, tidak masalah tapi. Kamu masuk jurusan apa?,”kata Jesi.
__ADS_1
“Jurusan Desainer,”kata Meri.”Kenapa tidak ambil bisnis tapi malah ambil desainer. Apa kamu tidak ingin bersaing dengan Bela,”kata John.
“Aku tidak tertarik dengan bisnis. Lebih baik aku ambil yang memang aku sukai. Tapi kenapa kalian bisa ada di sini,”ucap Meri yang balik bertanya.
“Kami memang berencana balik karena paman kami beberapa hari lalu datang ke sini,”ucap John.
“Maksud kamu Firgo,”kata Meri.”Bagaimana kamu bisa tahu nama itu Meri?,”ucap John.
“Itu karena saat hari dimana pengumuman pertunangan aku dan Ilyas mereka datang mengacau,”kata Meri.
“Bagaimana mungkin,”ucap Jesi yang tidak percaya.
Jesi dan John yang merupakan salah satu anak dari adik kedua dari organisasi Tersembunyi yang di pimpin oleh Alexca. “Apa dia baik saja Meri,”ucap John.
“Yang kamu tanyakan siapa?,”kata Meri.”Tentu saja paman Firgo. Masak orang lain,”ucap John.”Dia baik saja dan sudah kembali ke organisasi,”kata Meri.
John dan Jesi yang ingin tahu kenapa paman firgo bisa mengacaukan di kediaman Rendra. Membuat mereka menatap Meri karena ingin tahu apa yang sedang terjadi waktu itu. Tapi mereka berdua tidak ingin bertanya karena sudah menyinggung Meri apa lagi paman Firgo datang dan mengacaukan pertunangannya. Tapi membuat Jesi dan John tambah bingung adalah kenapa di kediaman Rendra bukan paman Firgo mencari keluarga Celsi.
Karena rasa penasaran itu Jesi dan John hanya terdiam saja dengan menatap Meri. Meri yang tidak tahu kenapa mereka menatapnya hany bisa terdiam. Sampai Meri merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka berdua.
“Apa yang ingin kalian tanyakan?,”ucap Meri yang menghela nafas.
Mereka berdua yang ingin bertanya tapi ragu untuk mengatakannya dan hanya kesunyian saja. sampai Meri berkata,”Mereka datang untuk membunuh kakek dan nenekku yang baru saja aku temui saat pertunanganku dengan Ilyas.”
John dan Jesi yang mendengar merasa bingung dan terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Meri barusan.”Maksud kamu apa Meri. Kamu bertemu dengan nenek dan kakek kamu. Jika boleh tahu darai keluarga mana kamu, setelah bertemu dengan nenek dan kakek aslimu,”ucap John yang waspada.
__ADS_1