Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 77


__ADS_3

Meri yang kembali ke ruang kerja tapi saat di dalam rumah Meri ingat kalau di dapur masih ada cemilan dan minuman.Meri yang tidak jadi keluar pergi ke dapur mengambil sedikit cemilan dan minuman untuk Leo. Sedangkan Leo yang masih di dalam ruang kerja tanpa dia sadari Firgo dan Tarkam masuk ke dalam ruang kerja Meri.


“Apa kamu sibuk?,”ucap Tarkam yang masuk sedangkan Firgo yang sudah masuk ke dalam melihat-lihat di ruang kerja Meri.


Sampai Firgo melihat ke arah Leo dan menatap dengan tajam.”Siapa dia Tarkam?,”kata Firgo.”Dia teman adikku yang membantu Meri mengerjakan semua ini. Dia juga satu jurusan dengan Meri,”kata Tarkam menjelaskan.


Leo yang mendengar suara Tarkam menoleh dan menghentikan aktifitasnya.”Ada apa?,”ucap Leo dengan santai.


“Aku ingin bertanya baju yang kami pesan sudah jadi belum,”kata Tarkam yang menayakan baju yang dua hari di minta. Leo yang berdiri dan membuka lemari penyimpanan dan melihat baju yang sudah di buat.


Setelah memeriksa lemari penyimpanan kalau baju kedua kakak Meri sudah jadi. Leo mengambilnya dan meletakkanya di meja.”Ini pakaiannya sudah jadi,”ucap Leo.


Sampai Meri yang baru saja datang sambil membawa makanan ringan dan minuman melihat mereka berdua di dalam ruang kerjanya.


“Kakak kenapa di sini?,”ucap Meri dari belakang.


Tarkam menoleh ke belakang dimana Meri memanggil.”Aku hanya ingin mengambil pakaian pesanku saja,”kata Tarkam. Meri yang sudah meletakkan makanan ringannya di meja bersama dengan minumannya. Menuju ke arah mereka,”Apa kamu sudah mengambilnya Leo?.”


“Sudah aku letakkan di atas meja,”kata Leo yang ada di dekat meja tersebut.


“Kakak mau mencobanya sebelum nanti malam berangkat,”kata Meri. Tarkam yang menganggukan kepalannya, Tarkam membawa pakaiannya menuju ruang ganti yang dibantu oleh Leo.


Meri yang diluar bersama dengan Firgo mereka membicarakan orang yang akan ikut dengan mereka kembali ke markas. “Apa kamu sudah mempersiapkan orang yang akan ikut dengan kami ke markas,”kata Firgo.

__ADS_1


“Iya dia akan datang dua hari lagi bersama pimpinan mereka. Kalian bisa membicarakan  dengan orang itu untuk namanya kalian kenalan sendiri,”kata Meri.


“Tapi kenapa kalian akan kembali dengan cepat apa terjadi masalah di markas kalian,”kata Meri yang ingin tahu.”Tidak ada hanya saja ada suatu hal yang harus kami lakukan,”kata Firgo.


“Jadi kalian berdua akan pergi,”kata Meri.”Tenang saja Jesi dan John akan tetap di sini kamu tidak usah khawatir apa-apa. Jika ada masalah kamu bisa menghubungi mereka berdua kalau tidak menghubungi kami berdua yang ada di markas,”kata Firgo.


Meri hanya tersenyum saja sampai dia berjalan mengambil satu baju untuk kakek Alexca.”Toong berikan ini kepada kakek,”ucap Meri yang sudah mengemas baju yang dia buat.


“Apa ini,”kata Firgo yang tidak tahu apa isinya. “Rahasia,”ucap Meri. Firgo hanya bisa membawanya dan berjalan keluar karena anak buahnya sudah menuggu didepan gerbang.”Beritahukan kepada Tarkam kalau aku pergi,”ucap Firgo yang sudah pergi menjauh.


Meri yang masih menuggu kakaknya berganti baju. Dia mengambil tabletnya yang ada di meja dan mencari pemandangan yang indah untuk inspirasinya membuat gaun yang indah. Meri yang masih melihat pemandangan di layar tabletnya. Sampai kakaknya keluar bersama dengan Leo dengan penampilan yang berbeda.


“Bagaimana Meri apa cocok dengan kakak?,”kata Tarkam yang sudah berjalan keluar.


“Apa sebagus itukah,”kata Tarkam yang melihat wajah adiknya yang binar. Leo yang juga senang dengan bajunya hanya bisa memberikan jempol dua kepada Tarkam.


Tarkam yang tidak tahu kenapa pakaian yang di buat adiknya juga sangat nyaman dan mudah untuk bergerak.”Bagaimana kak ada yang tidak nyaman, jika memang ada yang tidak nyaman bilang biar kami ubah sebelum nanti malam,”kata Meri.


“Tidak ini sudah nyaman dan mudah untuk bergerak,”kata Tarkam yang suka dengan bajunya. Meri yang senang hanya bisa terdiam. Sedangkan Leo melanjutkan pekerjaannya sampai di tahap dia finising. Tarkam yang sudah mendapatkan baju berganti pakaian lagi di dalam.”Leo bantu aku berganti pakaian,”ucap Tarkam yang sudah masuk.


Leo yang berjalan ke ruang ganti membantu Tarkam melepaskan pakaiannya. Selesai di dalam Leo berjalan ke ruang kerjanya untuk melanjutkan finising. Tarkam yang sudah membawa bajunya pergi masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.


Meri yang melihat Leo berkata,”Leo kamu makanlah cemilan ini jika kamu lelah.”Leo hanya mengatakan baik setelah jika dia selesai dengan pekerjaannya. Karena sedang fokus Leo tidak bisa meninggalkannya sampai di tahap finising terakhir Leo menghias baju yang dia buat.

__ADS_1


“Akhirnya selesai juga,”ucap Leo yang sudah memeriksa kondisi pakaian yang dia buat. Tidak lama kemudian Leo datang ke arah Meja yang ada makanannya untuk beristirahat.”Apa yang kamu lakukan Meri?,”kata Leo yang melihat dia sedang fokus dengan coretannya.


“Sedang membuat yang baru,”kata Meri sambil mecoret kertasnya.”Tapi kamu sudah menentukan kapan tanggal pelelangan online akan dilakukan,”kata Leo.


“Sudah akan dilakukan bulan besok di tengah bulan besok yang pasti. Karena itu kita harus membuat sebanyak mungkin baju yang bisa kita jual nanti. Jika kamu mau kamu juga bisa membuat desain baju kamu sendiri,”kata Meri yang menoleh ke arahnya.


“Tapi ini semuakan untuk desain kamu sendiri. Aku tidak bisa mengambilnya,”kata Leo yang tahu diri.


“Tenang saja kamu bisa membuat dua atau tidak desain baju kamu sendiri. Untuk bahan kamu bisa mengambil yang tersisa jika kamu merasa ragu,”kata Meri memberikan usul.


“Apa tidak masalah,”kata Leo. Meri hanya menggelengkan kepalanya kepada Leo. Leo yang merasa senang dengan tawaran Meri sedang berpikir desain apa yang akan dia buat dengan sisa bahan yang ada.


Leo yang sedang menikmati cemilan dan minuman yang ada diberikan daftar bahan sisa kepada Meri.”Ini bahan sisa yang bisa kamu gunakan,”kata Meri sambil memberikan daftar nama bahannya.


“Terima kasih Meri,”ucap Leo sambil mengambilnya. Leo yang melihat bahan sisa yang ada baru dia membuat desain baju apa yang bias dia jual di pelelangan nanti. Leo yang sedang berpikir memenukan satau ide yang bisa mendapatkan uang.


Leo mengambil kertas disampingnya dan mulai mencoret-coret kertas yang dia ambil. Meri yang melihat kalau Leo sudah mendapatkan ide hanya bisa fokus dengan gambar yang dia buat. Leo yang selesai dengan desainnya menujukkannya kepada Meri yang masih di depannya.


“Menuru kamu ini bagus tidak Meri,”ucap Leo yang sudah selesai membuat desain. Meri yang mengambilya dan memeriksanya dengan seksama setelah di perhatikan dengan baik Meri hanya berkata kalau desain yang dibuat sangat bagus.


Leo yang senang dengan tanggapan Meri merasa bangga. Tapi dia berkata lagi,”Apa dengan desain ini bisa di jual di pelelangan?.”


“Bisa tapi jika kamu memeberikan sedikit ciri khas agar tambah menari di bagian ini,”kata Meri sambil menunjukkan tempat yang kurang. Leo yang sudah memperhatikan gambarnya sendiri lalu mendapatkan ide yang baru untuk memperbaik desainnya. Leo kembali memulai memperbaiki desainnya dengan saran yang diberikan oleh Meri.

__ADS_1


__ADS_2