Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 131


__ADS_3

Izam yang ingin tahu apakah Leo memiliki niat lain dengan dia dekat dengan Meri. Tapi respons yang diberikan adalah senyuman. Yang membuat Izam merasa kalau Leo menyukai Meri. Hati Izam yang merasa kalaua da saingan yang harus dia hadapi. Tapi Leo yang melihat sikap frustasi Izam hanya bisa menepuk bahunya di depannya.”Untuk kamu kamu menayakan hal yang tidak jelas. Kalau Meri memilih kamu. Hanya saja waktu yang bisa menyatukan kalian,”kata Leo.


Leo yang melihat Dosennya dari jauh datang berjalan ke arah mereka. Tarkam dan Jaksen yang mendekati Izam denga memberitahukan kalau Meri mengizinkan kamu mendekatinya. Tapi hati tidak bisa memaksa, kalau kamu bisa berusaha mendapatkannya. Meri yang membuka pintu dan melihat mereka berempat masih didepan pintu.


“Kamu sudah selesai berganti baju,”kata Tarkam.


“Sudah kakak,”kata Meri berjalan perlahan. Sementara dosen mereka berdua datang dengan beberapa orang dibelakang dosen mereka. Leo yang menyapa dosennya dan dilanjutkan Meri juga menyapanya. Sampai ketiga orang yang merupakan seorang desainer, pengusaha dan model memperkenalkan diri kepada Meri dan Leo.


Kalau mereka sangat suka dengan desain busana yang mereka berdua buat. Perusahan yang menawarkan untuk memberikan kerja sama agar busana yang mereka pamerkan dan karya lain bisa di jual di saham miliknya. Sementara desainer yang menawarkan kalau dia ingin memperkejakan mereka berdua sebagai desainernya. Lalu model yang menawarkan diri sebagai model dari busana mereka berdua.


Meri dan Leo yang mendapatkan tawaran itu merasa sangat senang. Tapi Leo yang tidak ingin terlalu bahagia karena dia ingin membangun usahanya sendiri. Sementara Meri yang tahu kalau ketiganya sangat bagus untuk dirinya. Tapi ada hal yang membuat Meri tidak suka dengan mereka. karena mereka memiliki hal yang di rahasiakan.


“Bagaimana apa kalian mau menerima tawaran mereka bertiga,”kata dosen.


“Tawaran yang mereka berikan sangat bagus. Tapi maaf aku hanya ingin membuat usaha sendiri,”kata Leo.


“Aku juga sepadan dengan kata Leo. Aku juga merasa menyesal karena aku masih belum ingin bergabung dengan mereka bertiga,”kata Meri.


“Kenapa apa kalian tidak suka dengan tawaran yang kami berikan,”kata perusahaan.

__ADS_1


“Tidak, hanya saja saya ingin bebes dan tidak ingin dikengkang,”ucap Meri.


“Saya juga, apa lagi saya masih ada tanggungan menjaga adik saya. Maaf sekali. Tapi jika kalian ingin membeli hasik karya kami aku tidak masalah,”kata Leo.


“Apa kamu serius Leo ingin menjual karya yang kamu buat,”kata Meri yang melihat ke arah Leo.


“Iya. Karya bisa dibuat kapan saja. Sementara karya yang aku buat hari ini memang rencanya ingin aku jual dengan busananya,”kata Leo.


“Jika itu yang kalian inginkan bapak tidak bisa berkata apa-apa,”ucap dosen yang tidak memaksa kedua mahasiswanya yang berbakat.


Setelah pembicaraan yang panjang Meri juga menjual karya dan busananya pada hari itu bersama dengan Leo. Setelah membuat kesepakatan perjanjian kontra dna hak cipta mereka sudah menadatangani. Dan karya mereka berdua sudah menjadi milik perusahaan. Sementara mereka sudah pergi Meri dan Leo yang masih ada dilokasi pameran untuk melakukan persiapkan untuk besok.


Hari terakhir mereka melakukan pameran busana. “Apa kalian tidak sayang dengan karya kalian dijualn dan hak cipta menjadi milik orang lain,”kata Jaksen. Leo yang menggelengkan kepalanya kalau dia tidak menyesal karen hari pertama dan hari pembukaaan.


Izam dan kedua kakak Meri yang menemani mereka berdua untuk menyiapkan pameran besok. Gay datang bersama dengan Tika.”Selamat ya pameran kalian sukses untuk hari pertama,”kata Gay.


“Kakak,”ucap Tika yang berlari ke arah Leo dan memeluknya.


“Soal apa yang kamu suruh aku sudah ada hasilnya. Kalau model kelima kalian sudah mati, karena ada yang membunuhnya. Dan ada yang aneh juga pangung kalian dan beberapa tempat sudah dipasang oleh bom. Jika kita tidak memantau dengan baik mungkin saja acara pameran yang kalian buat akan kacau dan akan dituntuu oleh pihak yang menonton pameran ini,”kata Gay.

__ADS_1


“Kak tahu tidak kalau pameran kakak berdua itu sangat sukses sampai diluar sana ada yang melihat sreming yang dilakuka oleh salah satu penonton. Apa lagi tanggapan komentar mereka sangat bagus. Sampai ada yang berkata kenapa tidak dilelang saja busana yang kalian pamerkan,”ucap Tika.


“Apa sehebob itukah sampai ada yang ingin menggagalkan rencana pamerran ini,”kata Leo.


“Kurasa kita aman untuk sekarang Leo. Kau tidak tahu kalau ada yang tidak suka dengan kita sampai melakukan tindakan kejahatan,”kata Meri.


“Tapi kalian sudah tahu siapa yang melakukan itu,”kata Jaksen.”Aku masih belum menemukan jejek dari pelaku,”kata Gay.


Hari sudah berganti malam dan mereka pergi ke restoran terdekat untuk mengisi perut mereka semua. Tapi Gay dan Izam yang menyuruh anak buah mereka untuk memantau lokasi pameran untuk mencari tahu siapa yang telah melakukannya.  Di dalam restoran mereka berbincang biasa. Sampai Meri dan Leo mendapatkan ide baru untuk pameran kedua serta sekaligus untuk hari penutupan.


Mereka yang membicarakan untuk ide pamaeran ini kalau mereka juga akan melakukan lelang dengan busana yang dipamerkan. Tapi untuk mencegah hal yang tidak diinginkan Meri meminta kedua kakaknya untuk mengawasi jalan pameran dan lelang. Leo yang mendengar usulan itu merasa setuju menyelesaikan tugas akhir sambil menjual busana mereka dengan tingkat harga tertentu.


Setelah semua persiapan dan tema yang diubah agar ada suasana yang baru. Makanan yang dihidangkan sudah sampai mereka menikmati makanan. Rasa lelah ada untuk Leo dan Meri. Tapi lelah itu mereka tahan sampai pameran selesai. setelah selesai beristirahat dan menikmati makanannya. Mereka kembali ke lokasi pameran, tapi mereka dikejutkan dengan ledakkan yang ada didalam bangunan.


Meri dan Leo yang mendengarnya merasa terkejut dengan ledakkan yang terjadi. Tidak lama ledakakn terjadi bangunan yang ada didepan mereka semua ambruk. Untung tidak ada korban hanya saja barang dan dekorasi sudah hancur dengan ledakan yang sudah terjadi. Polisi dan ambulan serta pemadan bakaran juga datang untuk mengevakuasi apakaha ada koran dari kecelakaan yang terjadi.


“Sekarang bagaimana,”ucap Leo.


“Kita lakukan di luar bangunan dan untuk suasananya kita harus membuatnya,”kata Meri.

__ADS_1


Leo yang memberitahukan kepada dosennya kalau tempat pameran mengalami ledakakn. Dan dalam kondisi tidak bisa dipakai. Leo yang meminta izin untuk mengubah lokasi diluar arena. Tempat sama hanya saja di pameran kedua ini diluar arena terbuka untuk memamerkan busana.


Meri yang meminat Izam dan kedua kakaknya untuk membantu memulai dekorasi siang hari, pagi hari dan malam hari. Dimana dalam pemeran kedua ini ada tiga suasana yang akan di tunjukan karena kita ada di arena terbuka. Berbeda dengan didalam ruangan mereka bisa mengubah dengan cahaya yang ada. Tapi karena kondisi berubah mereka juga harua membuat ide untuk tema menyatuh dengan ketiga suasana yang ada.


__ADS_2