Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 139


__ADS_3

“Kalian siapa mengganggu saja,”kata orang suruhan orang tua Izam.”Mengganggu, itu bukan kalian,”ucap Tarkam yang berjalan ke arah mereka berdua.


Nenek dan kakek Izam yang tidak tahu dengan mereka berdua hanya bisa terdiam. Tapi kakek yang melihat Izam menggenal mereka hanya bisa sampai semua selesai. Jaksen yang tidak segan dengan musuh yang masuk ke wilayahnya meladani mereka.


Perkelahian dimulai dengan pukulan yang dilontarkan. Tapi Jaksen yang bisa menghindar dengan santai meledek mereka dengan berkata apa hanya ini saja kemampuan kalian. Sangat memalukan, untuk musuh yang datang tidak tahu lawan mereka dengan baik. Musuh yang tidak bisa menerima mulai bergerak.


Sementara ayah dan ibunya yang juga tidak tahu siapa mereka terus menyuruh mereka untuk mengeluarkan kedua orang tamu yang tidak di undang.”Percuma saja jika kamu menyuruh mereka untuk mengeluarkan kedua orang yang masuk,”kata Izam yang sudah tahu kemampuan kedua kakak Meri.


“Siapa mereka Izam?,”kata Ibu.


“Siapa mereka tidak penting untuk kalian berdua,”ucap Izam yang berjalan ke arah nenek dan kakeknya.


“Nenek kakak apa kalian baik saja,”kata Izam yang melihat kondisi keduanya.


“Kami baik saja. Tapi bagaimana dengan teman kamu Izam, mungkin mereka dalam bahaya bantulah mereka,”kata kakek.


Izam hanya menggelengkan kepalanya karena mereka berdua tidak membutuhkan bantuan Izam.”Kenapa kamu tidak membantu mereka?,”kata nenek.


“Karena aku percaya mereka bisa menyelesaikan dengan baik,”kata Izam.


Waktu terus berjalan sampai Jaksen telah menyelesaikan urusan dia dengan musuh yang menghampirinya. Sementara Tarkam yang duduk dengan santai melihat mereka.


“Kamu enak duduk di sini,”kata Izam. Tarkam hanya tersenyum sambil meminum teh yang masih hangat.”Tarkam,”kata Jaksen yang telah selesai membereskan musuh yang datang dan membawa mereka ke tempat dimana mereka bisa diadili.


Tarkam menoleh ke arah Jaksen yang datang menghampirinya. Orang tua Izam dan mantan tunangan yang terkejut karena orang yang mereka bawa telah dihabisi oleh satu orang saja.”Apa masih ada lagi?,”kata Jaksen.


“Siapa kalian?,”kata ayah Izam.


“Siapa kami itu tidak penting. Kami hanya mendapatkan kabar kalau ada penyusup yang masuk ke wilayah kami saja. lokasi yang kami dapatkan ada di tempat ini,”kata Tarkam dengan santai.

__ADS_1


Tarkam dan Jaksen yang sudah selesai dengan urusannya mereka kembali.”Izam urusan kami telah selesai. kamu selesaikan urusan kamu di sini, jika kamu ingin mendapatkan Meri,”kata Tarkam sebelum dia pergi meninggalkan rumah keluarga Izam.


“Izam,”kata ayahnya. Izam menghela nafas dan menjelaskan kepada orang tuanya dan kakek serta neneknya.


“Aku tidak ingin balikkan dengan dia, aku sudah mendapatkan gadis yang aku sukai. Dia yang perduli denganku saat aku mengalami masa sulit. Aku ingin menikahi dia, jangan paksa aku untuk kembali dengan mantan tunanganku yang tidak tahu malu,”kata Izam.


“Izam,”ucap mantan tunangannya yang tidak bisa terima.


“Kamu tidak suka, jika tidak suka silakan pergi dari rumah ini,”kata Izam.


“Izam kamu jangan berkata seperti itu. Dia bisa membantu kamu dalam perusahaan,”kata Ibunya.


“Membantuku, apa kalian sudah tidak memiliki uang lagi sampai menjual anak kalian lagi,”kata Izam.


“Kedua orang tadi adalah rekan bisnis yang aku kerjakan bersama mereka. Dan aku ingin menikahi adik dari mereka berdua. Mereka yang tidak melihat aku dalam kesusahan mereka membantuku, saat semua orang pergi mereka membantuku. Sementara kalian apa yang kalian berikan kepadaku,”kata Izam.


“Nenek kakek, aku datang ke sini sebenarnya ingin memberitahukan kabar baik kepada kalian berdua. Kalau aku minta doa nya untuk melamar bertunangan dengan gadis yang aku sukai,”kata Izam.


“Jangan lupa pertemukan kami dengan gadis itu dengan kami, Izam,”kata Nenek. Izam hanya tersenyum dan segera pergi meninggalkan rumah utama sementara orang tua Izam dan mantan tunangannya merasa tidak senang. Sampai Izam pergi orang tua Izam mencoba ingin melukai orang tuanya sendiri.


Tapi Jaksen yang masih di tempat melihat itu hanya berkata,”Anak yang tidak berbakti.” Orang tua Izam menoleh ke arah suara tersebut.


“Kamu bukan orang yang tadi,”ucap mantan tunangan Izam.


“Kenapa kalian terkejut aku masih ada di sini,”kata Jaksen yang menggerakkan satu tangannya menyuruh anak buah mereka masuk untuk menyeret orang tua Izam dan mantannya.”Apa yang kalian ingin lakukan, lepaskan,”ucap Ibu Izam.


Sampai di luar mereka melepaskan orang tua Izam dan mantan tunangannya.”Apa kalian tidak apa-apa?,”ucap Jaksen dengan sopan.


“Kami baik saja, tapi nak anda kenapa datang ke sini. Izam sudah pergi barusan,”kata Kakek.

__ADS_1


“Saya tahu kalau Izam sudah pergi, hanya saja aku datang karena merasa gelisah dengan kalian berdua,”kata Jaksen.


Nenek dan kakek Izam merasa berterima kasih dengan kedatangan Jaksen yang telah menolong mereka berdua. “Kalian berlima jaga rumah ini, beritahu aku jika ada yang tidak beres. Dan tetap bersembunyi,”kata Jaksen.


“Tolong jangan beritahu kepada Izam kalau aku menyuruh anak buah saya untuk menjaga rumah ini,”kata Jaksen yang segera pergi karena orang tua Izam telah pergi dari rumah utama.


Di tempat lain Meri yang sudah kembali dari jalan-jalan sampai malam tiba. Meri yang masuk ke dalam  rumah melihat lampu menyala tidak seperti biasanya. Meri berjalan berlahan dan melihat keluarganya telah berkumpul di ruang tamu.


“Ada apa ini?,”kata Meri yang tidak melihat Izam ada di tempat.


“Meri sini duduk dekat nenek,”ucap nenek 1.


Meri berjalan ke arah kedua nenek yang meminta dia untuk duduk disebelah mereka. Baru sadar kalau Meri melihat Izam sedang mengobrol bersama dengan kedua kakaknya.”Izam,”ucap Meri dengan suara kecil.


“Ada apa ini nenek?,”kata Meri yang tidak tahu apa yang sedang terjadi.


“Meri nak Izam datang ke sini karena ingin bertemu dengan kamu,”kata Kakek. Izam yang melihat Meri merasa jantungan berdebar karena dia ingin menyatakan perasaannya kepada Meri.


“Meri apa kita bisa bicara di taman belakang,”ucap Izam mengubah suasan tempat dia akan membicarakannya. Meri hanya menganggukan kepalanya dan berjalan mengikuti Izam dari belakang. Sampai di taman belakang suasana di taman sedikit berubah.


“Izam kenapa kamu ingin bicara di sini,”kata Meri. Sampai Izam berhenti dan berbalik melihat ke arah Meri. Izam langsung memosikan dirinya dengan dia jongkok didepan Meri sambil mengulurkan sebuat kota kecil yang berisi cincin.”Mau tidak kamu menikah denganku Meri,”kata Izam yang percaya diri.


Meri yang tidak tahu apa yang dia inginkan hanya bisa melihat ke arah belakang Izam yang tiba-tiba ada cahaya yang membentu hati.”Izam ini..,”ucap Meri yang tidak selesai karena merasa tekjub dan sedikit terkejut.


Tapi Meri yang masih bimbang hanya terdiam setelah dia melihat ke arah Izam yang masih menuggu jawaban dari Meri.”Aku akan menuggu kamu sampai kita menikah nanti. Jika kamu masih ragu dengan hatiku kita bisa bertunangan lebih dulu, jika kamu mau,”kata Izam yang tahu kalau Meri masih ragu dengan cintanya.


“Aku mau jika itu bertunangan. Tapi jika menikah aku masih tidak yakin dengan perasaanku,”kata Meri.


Izam memasangkan cincin di jari Meri sambil berkata,”Aku akan menuggu sampai kamu benar memeluk hatiku.” Izam lalu mencium pungung telapa tangan Meri. Meri hanya terdiam saat tanganya dicium oleh Izam.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2