Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 129


__ADS_3

Bela dan Rika yang terkejut dengan kemampuan yang disembunyikan oleh Meri. Membuat mereka bertanya-tanya. Apa yang dia rahasiakan dan apa yang sedang Meri sembunyikan selama ini kepada Bela. Meri yang melihat Bela dan Rika yang terkejut dengan apa yang mereka lihta. Tidak bisa berkata apa-apa dan berjalan ke arah mereka.


“Apa masih ada lagi yang ingin dikatakan. Jika tidak ada pergilah jika kamu ingin hidup,”kata Meri. Sementara Tarkam dan Jaksen bersama Izam yang sudah mengalahkan sebagian musuh.”Pergi jangan berharap. Apa kamu tidak sadar kalau kalian sudah terkepung,”kata Rika yang tidak melihat kondisi sekitarnya.


“Apa kalian serius tidak ingin kabur. Jika tidak ingin kita lanjutkan keronde dua bagaimana?,”kata Meri.


“Kamu menang hebat bisa mengalahkan mereka semua tapi tidak semua bisa kamu kalahkan Meri,”Kata Rika.


“Tidak semua. Apa maksdu kamu,”kata Meri. Rika melihat sekelilingnya kalua anak buah yang mereka bewa sudah dihabisi semua. Sedangkan di depan dan belakang jalan anak buah yang dibawa Jack dan Andre juga sudah berkurang. Rika yang tidak tahu kalau kondisi merekalah yang tidak menguntungkan.


“Kenapa diam saja?.”kata Meri yang masih terdiam dan tersenyum.


Waktu terus berjalan sampai semua musuh selesai dihadapi mereka pimpinan pergi menyelamatkan diri. Tarkam yang sudah melihat mereka kabur berjalan ke arah Meri. Jaksen dan Izam yang juga sudah selesai di belakang juga menghampiri Tarkam dan Meri.”Kalian tidak apa-apa?,”ucap Meri yang melihat ke arah Izam dan Jaksen.


“Kami baik saja, tapi bagaimana dengan kamu,”kata Izam. Meri hanya terdiam masuk ke dalam mobil. Ketiga orang tesebut juga ikut masuk ke dalam mobil. Izam yang mengemudikan mobil mulai menyalakannya dan melaju melanjutkan perjalanan menuju keluarga Sarca. Perjalan kembali damai sampai mereka didepan pintu gerbang rumah keluarga Sarca.


Izam yang masuk ke halaman rumah dan memakirkannya. Meri keluar dari mobil yang di ikuti oleh Tarkam, Jaksen dan Izam. Meri yang berjalan menuju pintu rumah dan masuk. Di sofa Meri yang duduk karena merasa hari ini melelahkan. Tarkam yang melihat hanya tersenyum dan duduk di samping Meri. Jaksen dan Izam yang juga ikut masuk ke dalam dan juga duduk di sofa yang berhadapan dengan Tarkam dan Meri.

__ADS_1


~ ~ ~ ~ ~ ~  ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~


Waktu terus berjalan hari demi hari telah berlalu dimana Meri dan Leo yang sudah menyipakan desain model yang akan dimamerkan. Meri dan Leo yang memulai membuat pakaian sesuai dengan model yang mereka buat. Sampai dimana tanggal pameran untuk ujian akhir sudah ditetapkan karena Meri dan Leo sudah mengajukan diri untuk mengadakan pameran bersama.


Leo dan Meri yang sudah menentukan teman dan busana apa saja yang akan mereka berdua pamerkan. Semua persiapan sudah selesai dan lokasi tempat pemeran busana mereka yang sudah di tetapkan oleh kampus.”Akhirnya selesai juga,”ucap Meri yang merenggangkan kedua tangannya.


“Selesai apanya, kita masih ada pameran dua hari lagi,”kata Leo.


“Aku tahu”ucap Meri.


Perjalan yang panjang. Keringat dan usaha mereka lakukan bersama. Jerih payah dari awal sampai akhir. Leo dan Meri yang dengan semagat menyelesaikan tugas mereka. sampai di tahap akhir pemaeran. Mereka masih dengan teliti, cermat dan kondusif. Hanya untuk bisa menyelesaikan dengan sempurna.


Indah, cantik, penuh makna mereka perlihatkan kepada seluruh dunia. Apa yang mereka siapkan untuk para tamu. Mereka yang memperlihatkan bakat dan ketrampilan mereka masing-masing. Agar mereka dengan hati bisa merasakan apa yang ingin dikatakan. Dalam semua pakaian yang mereka berdua siapkan.


Hari yang di tunggu telah tiba Meri dan Leo yang sudah membawa model mereka dengan pakaian yang akan di pamerkan. “Tiba juga hari ini,”ucap Meri. Leo yang melihat ke arah Meri melihat lokasi yang sudah di dekor dengan tema Indahnya Dunia. Dengan menonjolkan keindahan alam bersama keindahan yang bisa memancarkan alam semestar.


Meri dan Leo yang berjalan di belakang panggung untuk mempersiapkan model mereka. Mereka yang akan mempertunjukan dengan bergilir dengan jumalah desain model busana mereka yang sama Pertunjukan pertama yang diberikan oleh mereka adalah indahnya Dunia tahap pertama adalah kecantikan yang dengan beragan warna dan hidupnya dunia ini.

__ADS_1


Leo yang memberikan makna pertama adalah warna yang indah saat malam berbintang dengan didampingi karya Meri yang dengan warna pagi hari yang indah dengan kehangatan pagi datang menjemput kehangatan dunia.


Selesai dengan pertunjukan pertama pertunjukan kedua dimulai. Leo yang memberikan keindahan pakaian yang memperlihatkan pada kehidupan jalanan yang damai dengan indah kerumunan. Sementara Meri yang memperlihatkan pada jenis dan ragan macan manusia yang berbeda-beda dengan warna yang dikombinasi yang saling bersinkronasi.


Sampai pada pertunjukan ke tiga mereka berdua semua tamu yang datang sangat takjut kombinasi mereka berdua. Melanjutkan busana pameran ketiga ini Meri yang memperlihatkan keindangan alam yang hijau dengan warna yang halus bagaikan hembusan aingin. Leo yang memperlihatkan pakaian ketiga ini dengan suasana laut biru yang indah dipagi senja dengan burung-burung yang berterbangan.


Pada petunjukan keempat Meri dan Leo menghentikan untuk sesaat. Karena melihat jumlah tamu yang datang melebihi perkiraan mereka berdua.”Mau lanjut tidak,”kata Leo.


“Lanjut saja. Pasti mereka sedang menuggu karya yang lain. Apa lagi untuk pameran pertama ini kita hanya memperlihatkan 10 busana dari kita berdua yang dibagi setengah. Kamu lima aku Lima,”kata Meri.


“Ok. Kalian sudah siap untuk pertunjukakan ke empat ini,”kata Leo yang melihat model yang akan meragakan busana mereka yang ke empat.


Semua model yang sudah siap untuk memperlihatkan karya ini berjalan keluar dari pintu menuju panggu dimana mereka semua sangat kagum dengan kombinasi kedua pakaian yang dibuat oleh desainer.


Busana keempat milik Meri yang berlaatar taman bunga dimalam hari bermekaran dengan warna polos dan cerah dan terlihat anggung dimalam yang biru disinar bulan. Pakaia yang indah dengan paduan hiasan di rambut dan kaki hak merka. Memperlihatkan keindangan sang pemakai. Sementaran Leo yang juga menginbangi baju berjas dengan belakang panjang depan sedikit menutupi perut. Warna yang digunakan Leo adalah warna polos yang sedikit agak gelap dengan hiasan yang bercahaya seperi perak dan kilauan yang sesuai dengan pakaian yang dibuat.


Tamu yang melihat seperti dua pasangan dimalam berbunga dimana si pria siap untuk melampar si wanita yang begitu cantik dan menawan. Indah dan elegan untuk kedua pakaian. Mata para tamu yang melihat sangat terkejut sampai ada yang mengambil gambarnya untuk diabadikan atau sebagai inspirasi mereka.

__ADS_1


“Indah dan cantik. Gagah dan elegan,”ucap tamu yang melihat. Meri dan Leo yang tidak sadar kalau pameran yang mereka tunjukan di pamerkan lewat striming oleh salah satu penonton.


__ADS_2