
Meri yang telah selesai sarapan pegi keluar untuk bertemu seorang. Di perjalanan menuju tempat yang dijanjikan Meri di ikuti oleh anak buah Ahmad atas suruhan Ilyas yang masih khawatir dengan Meri.Meri menoleh kebelakang dan menghela nafas sampai dia masuk ke dalam toko dan menuju kebelakang Meri menyamar menjadi orang lain agar tidak di ikuti.
Meri yang sudah menyamar merasa dirinya tidak diawasi dan menuju ke tempat pertemuan organisasi Mawar Naga Hitam. Di perjalan menuju markas Meri mampir ke toko bunga untuk membeli satu kuntu bunga putih dan dan merah. Di dalam toko yang beranenka bunga Meri melihat bunga yang dengan jenis berbeda membuat mata Meri sejuk. Sampai pelayan datang menghampirnya menayakan bunga apa yang ingin dibeli oleh Meri.
Meri berkata kalau dirinya ingin membelu dua bunga mawar putih dan merah satu ikat. Sambil menuggu Meri melihat ke layar ponsel dimana ada pesan masuk dari Ahmad yang menayakan dirinya ada dimana. Tapi Meri tidak membalasnya sampai Ahmad melajak ke ponselku tapi tidak bisa ditembus oleh sistem Ahmad.
Meri yang tidak ingin ketahuan hanya mematikan ponselnya dan mengganti ponsel khusus markas. Pelayan datang membawa sekucup bunga yang dipesan Meri.”Maaf menuggu lama ini bunga yang ada pesan,”ucap Pelayan
Meri mengambil sekucup bunganya sampai dia membayar bunga yang dibeli. Meri bergegeas pergi ke tempat pertemuan tapi sebelum dia pergi dia mampir di satu tempat dimana dia selalu merenung.”Kakak Meri,”ucap anak kecil di panti yang dekat dengan danau.
“Canti, kamu disini,”ucap Meri sambil memeluk anak kecil.
“Kenapa kakak ada disini?,”kata anak kecil.
“Kakak ingin memberikan bunga ini untuk si cantik yang sudah menang lomba melukis,”kata Meri.
“Terima kasih kak. Cantik suka dengan bunganya sangat indah dan wangi,”kat anak kecil.
Meri yang sudah memberikan bunganya kepada anak itu langsung pergi meninggalkannya. Meri berjalan menjauh menuju tempat pertemuan yang letaknya tidak jauh dari panti asuhan cahaya indah. Meri yang masuk ke dalam hutan dekat panti asuhan dimana di tengah hutan terdapat rumah tua dimana perkumpulan ada dibawah tanah rumah tua.
Meri masuk ke dalam rumah tua yang masih terjaga kebersihannya dan menuju rak buku yang ada didekat pintu. Meri yang menekan buku dibarisa ketiga dari atas buku 4 dari kanan. Pintu masuk ruang bawah tanah telah terbuka Meri masuk ke dalamnya. Tangga yang menuju ruang bawah tanah Meri berjalan sampai pintu masuk tertutup kembali dan cahaya di setiap lorong menyala.
Meri yang membuka satu pintu yang terhubung dengan lorong. Dimana semua anggota sudah berkumpul.”Kamu terlambat,”ucap Blue.
“Kemana saja kamu. Apa kamu memberikan bunga kepada cantik ya,”ucap Greesn. Meri berjalan sambil tersenyum dan menghela nafas.
“Maaf terlambat dan bagaimana laporan pencarian mereka di gurun pasir. Apa sudah ada hasilnya?,”kata Meri yang duduk di kursi yang kosong. Di ruangan pertemuan hanya ada tiga orang termasuk Meri yang merupakan ketua dari Organisasi Mawar Naga Hitam.
“Kamu ingin hasil yang mana?,”ucap Blue.
__ADS_1
“Hasil yang bagus, masak hasil yang tidak jelas,”kata Meri yang bersandar.
“Untuk hasil nanti saja. Ada yang lebih penting, Meri kamu menjalankan bisnis baru lagi ya,”kata Green.
“Tepat sekali tapi dalam bidang pakian produk kecantikan, hiburan dan militer. Apa ada masalah?,”kata Meri yang tersenyum.
“Tapi kenapa kamu baru sekarang melakukannya,”kata Blue.
“Karena masalah datang tanpa di undang, hanya untuk berjaga-jaga saja,”kata Meri.
“Apa mereka sudah mulai bergerak?,”kata Green sambil berpikir.
“Tidak tahulah. Tapi bagaimana hasil penyelidikan kalian,”kata Meri yang mengganti topik pembicaraan.
“Masih belum mendapatkan hasil hanya saja kami menemukan keberadaan mereka. Tapi tidak pasti tempatnya karena zona Merah dimana racun bisa ada dimana-mana,”kata Blue.
“Masih belum ketemu ternyata,”kata Meri.
“Pulau langkah,”ucpa Meri.
“Itu benar,”kata Blue.”Tapi bagaimana bisa gurun pasir dan pulau langkah ada kaitannya jarak mereka tidak konsisten dengan tatak letak,”kata Meri.
“Awalnya kami juga berpikir seperti itu, tapi setelah diselidiki Pulau Langkah menyembunyikan peta gurun pasir,”kata Green.
“Peta,”ucap Meri. Mereka berdua menganggukan kepalanya sampai minuman yang mereka buat telah siap untuk diseduh.
Mereka bertiga jeda untuk menikmati teh yang sudah disiapkan oleh Blue. Sambil menikmati mereka tidak membahas masalah musuh. Tapi mereka hanya bersantai sampai suasana menjadi tenang. Meri yang menuju ke arah meja lain dimana dia bisa menulis cerita novelnya.
Satu rangkaian cerita dia mulai dengan pengenalan tokoh yang selalu tangguh dan pemberani. Dimana sampai Blue datang membawakan cemilan kepada Meri.”Untuk produk kecantikan kapan liris Meri?,”kata Green yang membaca dokumen perusahaan.
__ADS_1
“Sedang dalam proses peracikan, butuh waktu. Apa perusahaan kamu ingin menjalin kerjas sama dengan perusahaan F,”kata Meri.
“Maunya iya agar bisnis berkembang lebih luas lagi,”kata Green.
“Soal perusahaan M siapa yang mimpin Meri,”kata Blue.
“Dia Delta,”ucap Meri.
Blue yang sudah tahu namanya hanya bisa bertemu dengan Delta untuk membahas kerja sama sampai Meri melihat sikap Blur yang rencana kerja samanya.”Kamu ingin apa dengan kerja sama itu,”kata Meri yang sudah menyelesaikan setengah dari novelnya.
“Untuk mengembangkan bisnis senjata dan pengawal pribadi,”kata Blue.
“Boleh saja asalkan sesuai standar perjanjian,”kata Meri yang kembali mengetik untuk menyelesaikan novelnya.
Meri yang menyelesaikan Novelnya Green yang masih sibuk dengan dokumen perusahaan sedangkan Blue yang sedang asik dengan menu penutup. Di dalam ruangan bawah tanah mereka masih sibuk dengan kerja masing-masing. Tapi dengan kehangatan yang selalu ada di dalam ruangan untuk menjadi nyaman. Sampai suara lonceng berbunyi mereka bertiga kembali ke tempat runding di tengah dan membahas masalah musuh yang menyerang. Dengan suasana tegang dan dingin mereka memulai kembali rapatnya.
Suasana kembali hening dimana mereka masih menuggu Meri bersuara. “Dimana Peta gurun pasir itu sekarang?,”ucap Meri.
“Peta kemungkinan ada ditempat keluarga Brata. Tapi masih dalam penyelidikan,”kata Blue.
“Selidiki terus dan soal kelurga Clesi dan organisasi tersembunyi apa kalian sudah menemukan penyebab perselisihan keduanya,”kata Meri.
“Itu terjadi setelah Mawar ibu anda menghilang di gurun pasir. Ada mata-mata yang mengacaukan pimpinan Alexsa kalau mawar di bunuh oleh Satya,”kata Green.
“Dari ucapan kamu ada yang ganjil, bukan organisasi tersembunyi bisa mencari informasi tentang mereka berdua yang kabur dari kejaran musuh. Tapi kenapa mereka ingin membunuh keluaga Celsi karena telah membunuh Mawar. Sementara mereka berdua kabur bersama. Apa informasi yang mereka dapatkan sudah dimanipulasi oleh mata tersebut,”ucap Meri.
“itu benar informasi organisasi Tersembunyi telah dimanipulasi oleh mata yang masuk ke dalam organisasi. Sampai sekarang mereka masih juga mendapatkan informasi palsu soal kebearan satya dan mawar yang menghilang di gurun pasir,”kata Green.
“Jika seperti itu kita menyuruh anak buah kita untuk masuk ke dalam organisasi saja untuk mencari mata-mata tersebut. sekalian mencaria informasi yang lain,”kata Blue yang memberikan usul.
__ADS_1
“Itu sudah aku jalankan tapi sampai sekarang masih belum mendapatkan kabar. Tapi minggu ini kabar terputus dan aku menyuruh anak buah lain untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi,”kata Green.