Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 137


__ADS_3

Meri menoleh dan tersenyum ke arah Tarkam.”Sebentar lagi selesai kak. Kakak masuk saja dulu, nanti aku menyusul,”ucap Meri.


Meri yang kembali melihat ke layar tabletnya. Dimana semua data yang masuk sudah diperiksa oleh Meri. Selesai dengan data yang masuk Meri membalas pesan ketiga email dari ketiga perusahaan. Meri berdiri dan merenggangkan tubuhnya karena sudah lelah melakukan aktifitasnya dari pagi sampai sore menjelang malam tiba.


Meri yang sudah membereskan semua laporan data berjalan keluar dimana Tarkam dan kakek sedang mengobrol. Meri yang tidak ingin mengganggu langsung naik ke lantai dua. Dimana Meri ingin membersihkan dirinya. Meri yang sudah masuk ke dalam kamar mandi melepaskan pakaiannya sampai dia telanjang.


Sementara di lantai dasar Tarkam yang berbicara dengan Kakek. Tarkam yang membahas soal Izam yang ingin datang melamar Meri. Tapi dari pembicaraan itu mereka harus tahu apa Meri suka dengan Izam atau tidak. Karena menyangkut kedua perasaan. Sampai nenek datang menghampiri mereka berdua dan melihat mereka berdua sedang dalam pikiran masing-masing.


“Apa yang sedang kalian bicarakan sampai wajah serius muncul diwajah kalian,”kata nenek.


“Nenek,”ucap Tarkam.


“Ini ada kabar dari Izam kalau dia ingin melamar Meri. Tapi tidak tahu dengan anak itu suka apa tidak dengan pemuda ini,”ucap Kakek.


“Biarkan mereka bertunangan lebih dulu saja untuk mendekatka hubungan mereka berdua,”kata nenek.


“Tapi nenek  masalahnya Meri mau apa tidak dengan Izam,”kata Tarkam


“Biar nanti nenek yang bicara dengan Meri,”kata Nenek.


Selesai dengan pembicaraan Meri yang sudah selesai turun dan melihat mereka bertiga masih duduk di ruang tengah. Meri ikut berkumpul dengan mereka bertiga. Dimana Nenek mendekati Meri yang duduk didekatnya.


“Sayang,”ucap Nenek.


“Ada apa nek?,”kata Meri yang bingung dengan sikap neneknya yang tidak seperti biasanya.


“Nenek ingin tahu bagaimana hubungan kamu dengan pemuda itu?,”kata Nenek.


“Pemuda yang mana nek?,”kata Meri yang tidak tahu arah pembicaraannya.

__ADS_1


“Itu pemuda yang bernama Izam. Katanya dia suka dengan kamu. Apa kamu juga suka dengan dia?,”kata nenek.


“Kenapa nenek bertanya soal itu,”ucap Meri yang merunduk kepalanya.


“Nenek hanya ingin tahu bagaiman perasaan kamu dengan pemuda itu. Jika kamu suka kita bisa meminta pemuda itu untuk datang ke rumah untuk pertunangan dengan kamu, jika kamu mau,”kata Nenek.


Meri yang mendengar merasa terkejut dengan apa yang dikatakan neneknya. Karena Meri masih berpikir apa dia pantas untuk Meri terima atau tidak setelah apa yang dia lalui.


“Jika kamu tidak suka kami tidak akan memaksa,”kata kakek.


Meri masih terdiam untuk memikirkan apa yang dikatakan oleh neneknya barusan. Tapi dia merasa kalau Izam dia orang yang baik dan bertanggung jawab. Hanya saja Meri yang terlalu percaya dengan Izam hanya bisa memberikan jawaban yang tidak pasti.


“Aku tidak tahu, aku akan memikirkan dulu,”ucap Meri yang bimbang.


Di tempat Izam yang masih menuggu kabar dari Tarkam soal lamaran dia dengan Meri. Iza yang masih menuggu dengan berharap kalau ada jawaban yang pasti dia inginkan datang. Sampai pagi datang Tarkam masih tidak menghubunginya membuat Izam hanya bisa pasrah. Kalau Meri tidak bisa memberikan kesempatan kepadanya.


Sedangka Meri yang bertemu dengan nenek dan Kakek membahas soal Izam. Meri yang masuk ke dalam ruang pribadi kakek. Dimana Tarkam sudah menuggu di sana.”Kenapa kakak ada sini?,”kata Meri yang masuk.


“Bagaimana Meri apa kamu sudah memikirkan soal pertunangan kamu dengan Izam,”kata Kakek.


“Aku sudah memikirkannya, ini hanya pertunangan sajakan,”ucap Meri.


“Iya hanya pertunangan saja dulu. Pemererat hubungan kamu dengan Izam,”kata Nenek.


“Jika itu baik untuk keluarga kita, aku mau sedikit lebih kenal dengan Izam,”kata Meri yang sudah memulatkan diri. Tarkam yang sudah mendapatkan kabar itu memberitahukan kepada Izam. Kalau Meri mau kalau bertunangan lebih dulu untuk mengenal satu sama lain.


Izam yang mendapatkan kabar itu merasa senang dan segera keluar rumah untuk pergi menemui orang tuanya. Izam yang ingin menceritakan kepada orang tuanya yang ada di rumah utama. Izam yang segera menyalakan mobil dan mulai mengendari mobilnya dengan cepat.


Di perjalanan menuju rumah utama Izam yang sangat senang ingin bertemu dengan kakek dan neneknya. Waktu terus berjalan sampai di depan gerbang rumah utama. Izam yang melihat mobil milik ayahnya. Izam yang tidak tahu kenapa mobil ayahnya ada di depan rumah utama. Izam yang tidak perduli masuk ke dalam setelah dia memarkirkan mobilnya masuk ke dalam rumah. Dimana pelayan pribadi kakek menyambut kedatangan Izam dengan ramah.

__ADS_1


“Tuan muda anda datang,”ucap pelayan pribadi.


“Iya, aku ingin bertemu dengan kakek dan nenek,”kata Izam.


“Tuan muda, ayah dan ibu tuan anda datang berkunjung dan membawa seorang gadis bersamanya. Untuk diperkenalkan dengan taun besan dan nyoya besar,”ucap Pelayan pribadi.


“Gadis, siapa dia,”kata Izam yang tidak tahu akan pemberitahuan darai ayah dan ibunya yang selama ini mengabaikan Izam.


Izam yang masuk bersama dengan pelayan pribadi kakek. Sampai di dalam rumah Izam yang melihat ayah dan ibunya bersama dengan mantan tunangan Izam yang dulu membatalkannya. Izam yang tidak tahu kenapa dia bisa ada disini bersama dengan kedua orang tuanya.


“Izam kamu datang,”ucap ayah.


Izam yang terdiam dan tidak menyapa dan duduk di dekat nenek dan kakeknya.”Izam apa ini perlaluan kamu kepada kami,”kata Ayah.


“Untuk apa kalian datang ke sini, setelah kalian mengabaikan aku yang sedang kesusahan,”kata Izam.


“Kamu harus tahu kalau ayah dan ibu juga sedang kesusahan. Kamu harus bisa mengerti kami bukan Izam,”kata Ibu.


“Iya aku tahu kalau ayah dan ibu juga kesusahan. Tapi saat aku sedang membutuhkan kalian, ada dimana. Sementara ayah dan ibu membawa dia ke sini. Untuk apa?,”kata Izam yang tidak suka dengan wajah mantan tunangannya.


“Bika ingin balikkan dengan kamu dan maafkan dia Izam,”kata Ibu.


“Maafkan dia tidak salah. Saat aku kesusahan dan sangat kritis dia meninggalkan aku dan saat aku sudah memiliki kekayaan lagi dia datang. Kalian kira aku ini apa buat kalian,”kata Izam.


Izam yang merasa pengang di dalam rumah mencari udara segar. Tapi saat hendak berdiri ada tamu yang tidak terduga datang.”Izam,”ucap Tarkam yang dibelakangnya ada Jaksen.


“Tarkam Jaksen. Kenapa kalian ada di sini?,”kata Izam yang terkejut.


“Kami hanya ingin datang berkunjung saja. Tapi kurasa kamu dalam masalah yang harus kamu selesaikan sebelum kamu menyakiti adikku. Kamu tahukan kalau aku tidak suka kalau adiku terluka karena laki-laki lagi,”kata Tarkam yang berwajah dingin karena mendengar perkataan keluarga mereka.

__ADS_1


“Siapa kamu?,”kata Ayah.


__ADS_2