
Meri melihat anak buah mereka yang menghadapi musuh yang menghalangi jalan mereka. sampai di tengah pertarungan pimpinan mereka keluar. Meri sangat terkejut melihat sosok pimpinan mereka yang datang langsung dihadapan Meri.
“Andre kenapa kamu ada disini. Aku tidak menyangka kalau seorang pimpinan dan bos di dunia bawah datang lansung memimpin penyerangan,”kata Meri. Tapi Meri yang melihat ke belakang mereka seperti tidak asing.
“Rika,”ucap Meri.
“Lama tidak bertemu ya Meri. Bagaimana kabar kamu sekarang?,”ucap Rika sambil memeluk Andre.
“Sejak kapan kamu menjadi kekasih Andre Rika. Atau sejak awal kamu dan Andre memang sudah memanfaatkan Bela dan Aji,”ucap Meri yang melihat kedepan.
“Kamu cukup pintar. Tapi aku tidak menyangka kalau kamu yang akan menggagalkan rencana yang sudah aku buat dengan Andre,”kata Rika.
“Rencana untuk mendapatkan kekuasaan untuk melawan kelurga Sarca yang baru saja dibangun,”kata Meri yang menebak.Rika dan Andre tertawa melihat Meri.
“Sebaiknya kamu menyerah saja dan berikan semua yang kamu miliki kepada kami. Jika kamu ingin hidup bersama dengan keluarga kamu,”kata Andre.
“Kenapa kalian mendesakku sampai titik ini. Aku tidak ingin membuat masalah dengan kamu. Tapi kamu membuat semua ini menjadi kacau,”kata Meri.
“Yang membuat kacau itu adalah kamu,”kata Rika.”Kenapa aku bukan kalian yang duluan mengusik ketenangan diriku,”kata Meri.
“Apa?,”ucap Andre.
Mereka berdau yang tidak sadar kalau mereka juga baru saja membangunkan rubuh yang baru saja tertidur. Andre dan Rika yang melihat sekelilingnya tidak menyadari kalau semua sebagain anak buah yang mereka suruh menyerang sudah habis dibantai oleh anak buah Meri yangjumlahnya sedikit.
Meri yang melihat itu hanya menyuruh anak buah mereka yang masih bersembunyi untuk menyerang pimpian mereka. Tapi tidak disangka kalau Andre dan Rika menyadari serangan tersebut. Andre dan Rika masuk ke dalam mobil dan menyuruh mereka mundur. Tapi sangat disayangkan mereka terlambat untuk pergi.
__ADS_1
Karena semua anak buah Meri bersama dengan bala bantuan sudah tiba dan mengepung Andre dan Rika.”Kalian mau pergi kemana?,”ucap Meri dengan santai.
Meri yang ingin mengakhiri semuanya. Tapi tanpa disangaka mereka juga memiliki rencana cadangan yang membuat mereka bisa melarikan diri berdua. Tapi anak buah mereka yang bawa semua sudah ditangkap oleh anak buah Meri.
Meri menghela nafas dan menoleh kebelakang melihat nenek dan kakek mereka yang masih didalam mobil. Meri senang kalau mereka selamat dari serangan musuh. Tapi sampai kapan mereka semua bisa bertahan. Meri yang segera mencari infomasi untuk melawan balik musuh. Selesai dengan semua Meri kembali masuk ke dalam mobil.
Perjalanan menuju ke kediaman Sarca. Nenek dan kakek yang sudah lega kalau musuh sudah dikalahkan dan Meri juga sudah aman. Tapi mereka berempat yang tidak tahu kalau cucu mereka yang bisa menangani semua masalah yang datang dengan santai dan tegas. Membuat mereka tidak gelisha lagi jika suatu hari mereka berempat pergi meninggalkan Meri sendirian.
Perjalanan yang panjang dan melelahkan mereka sampai di rumah yang kebetulan Jaksen bar saja kembali dari perbatasan. Meri bersama dengan nenek dan kakek menghampiri Jaksen yang berbicara dengan Tarkam.
“Meri apa kamu baik saja?,”kata Jaksen.”Aku baik saja tapi kenapa dengan wajah kalian berdua,”kata Meri.
“Kami mendapatkan laporan kalau kamu diserang saat keluar dari keluarga Bram. Apa itu benar?,”kata Jaksen. Meri hanya menganggukan kepalanya kepada mereka. sampai nenek dan kakek menjelaskan apa yang sedang terjadi hari itu.
“Karena ada urusan yang harus diselesaikan jadi tidak bisa pulang bersama. Apa kamu merindukan kakak kamu ini,”kata Jaksen.
“Tentu saja jika kakak tidak ada siapa dong yang akan beradu mulut denganku,”ucao Meri. “Kamu bisa saja,”kata Jaksen sambil mengelus rambut Meri.
Jaksen dan Tarkam kalau nenek dan kakak juga kembali dengan selamat hanya bisa tenang. Tapi sampai akhir Tarkam yang mendengar cerita dari kakak kalau yang menyerang mereka adalah kelompok Andre. Tarkam dan Jaksen melihat ke arah Meri.
“Ada apa kalian melihat aku seperti itu. Aku melakukan karena sudah melewati batas itu saja,”kaa Meri yang berjalan mendekat ke arah nenek dan kakeknya yang masih diluar.
Jaksen dan Tarkam menghela nafas dan masuk berjalan ke dalam rumah. Mereka berdua yang tidak mengatakan apa-apa karena sudah tahu kalau mereka akan tidak akan bisa menghentikna Meri. Jika Meri sudah melewati batasan dia melawan musuh. Tapi melihat kondisi saat ini memang pantas kalau Meri marah dengan musuh yang datang.
Saat mereka sudah di dalam rumah satu karyawan yang bekerja di keluarga Sarca memberitahukan kalau ada tamu. Yang datang berkunjung ke kediaman Sarca. Mereka semua saling melihat satu sama lain sampai mengizinkan tamu itu masuk. Tapi Meri yang melihat langsung memangiil nama Jordan.
__ADS_1
“Kamu mengenal dia Meri,”ucap Kakek 2.
“Dia dalah pengacara Jordan yang akan menangani kasus keluarga kita,”kata Meri.”Jordan seperti aku mengenal nama ini,”kata Jaksen sambil mengingat nama itu.
Setelah beberapa menit Jaksen mengingat baru dia tahu siapa Jordan. Dia adalah pengacara yang selalu berkerja sama dengan Meri. Saat Meri ada di keluarga Bram, semua kegiatan bisnis dia lakukan bersama dengan Jordan. Sampai Jaksen melihat ke arah Meri.
“Kamu meminta bantuan Jordan untuk menyelesaikan kasus nama baik keluarga kita Meri,”jata Jaksen.”Iya.Karena dia juga membutuhkan bantuan sekalian saja saling membantu,”kata Meri.
“Apa itu benar Jordan?,”kata Jaksen.”Itu benar, aku datang ke sini untuk memberitahukan hasil dari pengadilan yang akan dilaksanakan tiga hari lagi,”kata Jordan.
“Tapi apa kamu yakin bisa menang melawan musuh kamu. Katanya lawan kamu di pengadilan pusat kedua setelah pengadilan yang kamu tinggalkan,”kata kakek 1.
“Itu banar tapi tenang saja. pihak kita yang akan menang dengan semua data yangs udah terkumpulkan,”kata Jordan yang percaya diri.
“Tapi apa aku datang pada wkatu yang salah. Melihat kalian yang bingung dan gelisah ini membuat aku bingung,”kata Jordan lagi.
“Tidak kamu datang pada waktu yang tepat. Aku juga ingin meminta bantuan kamu untuk menyelesaikan beberapa masalah berkaitan dengan pemerintahan,”kata Jaksen.
“Apa yang kamu maksudkan,”kata Jordan yang tidak tahu. Sampai Jaksen memberikan data soal perbatasan wilayah dengan informasi yang bisa menurunkan satu orang dalam pemerintahan. Jordan yang membaca dokumen yang diberikan kepada Jaksen. Setelah membaca dengan teliti dia melihat ke arah Jaksen dengan tatapan terkejut dan bingung.
“Apa semua ini benat Jaksen. Jika apa yang kamu berikan ini benar, maka pemerintah yang harus menangani kasus ini. Tapi jika pemerintah hanya bisa mendiamkan saja berati itu tidak biasanya mereka ingin menghancurkan beberapa orang,”kata Jordan.
“Karena itu aku meminta kamu menyelesaikannya. Untuk keselamatan kamu tidak perluh khawatir. Aku akan meminta Izam untuk menyelesaikannya dan membantu kamu,”kata Jaksen.
“Apa Izam ada kaitannya dengan ini semua,”kata Jordan yang mencari tahu.
__ADS_1