
Leo yang dengan santai mulai menghadapi mereka sampai mereka tidak bisa bergerak. Karena ini adalah keahlian Leo yang tidak terlihat. Leo yang sudah mengalahkan musuh satu persatu yang datang. Sampai Zen yang melihat terkejut dengan perkembangan Leo yang sangat pesat. Semua anak buah Zen yang sudah dikerahkan untuk membunuh Leo masih gagal.
Tapi pada saat terahir Zen menyuruh anak buahnya menggunakan senjata untuk menyerang Leo. Leo yang melihat gerak-gerik Zen yang sudha mulai gelisah hanya bisa menuggu diwaktu yang tepat. Untuk membunuh Zen, sampai waktu terkhir Zen menyuruh anak buahnya menggunakan senjata.
Leo yang sudah tahu juga bisa menghindar dan juga menyereang mereka sampai ada celah menuju arah Zen. Di depan hadapan Zen Leo berkata,”Apa sudah selesai bermainnya?.”
Zen yang mundur dnegan mengorbankan anak buahnya untuk menghalangi serangan Leo yang dilontarkan.”Aku tidak menyangka kamu membunuh anak buah kamu sendiri. Hanya untuk nyawa kamu sendiri. Tidak guna ternyata kamu,”ucap Leo yang menlanjutkan menyerang Zen.
Setelah semua anak buah Zen habis hanya tinggal mereka berdua yang tersisa.”Apa yang ingin kamu lakukan sekatang Zen, mau lanjut apa akhiri sekarang saja?,”kata Leo.
Zen yang memiliki harga diri melawan Leo yang tidak tahu apa yang akan terjadi selanjunya. Mereka yang berkelahi dengan imbang dan adil. Sampai di tengah pertarungan Zen mengunakan cara curang dengan memberikan racun bubuk untuk melumpuhkan Leo.
Tapi Leo yang tahu kalau Zen berlalu curang hanya bisa mengikuti permainannya sampai Zen puas. Zen yang merasa kalau rencananya yang digunakan berhasil dengan pede dan percaya diri dia mulai menghenuskan pisau untuk membunuh Leo. Tapi Leo yang menuggu Zen menyerang mendapatkan keuntungan yang tidak disangka oleh Zen. Kalau semua ini adalah jebakan yang dibuat oleh Leo. Kalau Leo tidak terkena racun yang diberikan olehnya.
Zen yang tidak waspada dan meremehkan Leo membuat keputusan yang salah sampai dia harus bisa mendapatkan serangan dari Leo. Leo yang sudah ada dibelakang dia mulai menyerang dengan satu tusukkan pisau mengenai perut Zen.
Zen yang bisa menghindar tapi dia mendapatkan luka. Leo yang tidak ingin maksanya keluar hidup-hiudp hanya bisa mengakhiri semuanya. Leo yang tidak sengan dengan Zen mulai membunuh Zen dengan tangannya. Zen yang bisa bertahan sampai akhir dengan luka yang serius mencoba untuk pergi melarikan diri. Saat Zen melihat ada kesempatan, tapi tidak disangka Zen masuk perangkap Leo.
“Maaf kamu adalah maksa yang harus aku bunuh juga,”ucap Leo menembakkan pistol kearah kepala Zen.
Setelah semua selesai anak buah Leo yang tadi kabur sudah kembali dengan kemenangan Leo.”Bos anda baik saja,”ucap anak buah mereka yang kembali.
“Aku baik saja, bagaimana dengan kalian. Apakah tidak terluka,”ucap Leo.
“Kami baik saja tapi bagaimana dengan mereka,”ucap anak buah Leo.”Cari informasi yang bisa membantu kita,”kata Leo yang menuju mayat Zen.
__ADS_1
Melihat Zen yang tidak berguna datang tanpa persiapan.”Kasihan,”ucap Leo.
Semua yang dibutuhkan dnegan informasi yang diingkan mereka kembali melanjutkan perjalan mereka untuk kembali. Di perjalan kembali Leo yang membaca datang email masuk dan data yang dibawa oleh Zen. Setelah semua terkumpul dia gabungan dengan data yang dia miliki.
“Tidak aku sangka mereka ingin menghancurkan hanya rahasia mereka tidak diketahui,”ucap Leo.
Sampai di zona aman Leo dan anak buahnya berpisah. Leo yang segera kembali ke rumah bertemu dengan Tika adiknya. Sementara anak buah Leo yang kembali ke markas dan untuk terus berlatih.
Di perjalanan pulang Leo yang mampir membeli makanan untuk kebutuhan sehari-hari. Leo yang senang bisa kembali sampai didepan rumah dia masih melihat banyak penjaga. Leo juga melihat Gay yang bersama dengan Tika.
Leo berjalan menghampiri mereka berdua sampai Tika melihat Leo dan berlari kearahnya.”Kakak,”cuap Tika yang senang melihat Leo kembali.
“Aku kembali, apa kamu baik saja di rumah,”kata Leo yang memberikan belanjaan kepada Tika.
“Aku baik mereka baik padaku dan kak Tea juga sudah membaik,”ucap Tika.
Leo yang berbicara dengan Gay perkembangan kondisi di tempat itu. Gay yang melihat hanya bisa mengganti pertanyaan melihat Leo yang berpakaian habis perang.
“Kamu dari mana baru kembali,”ucpa Gay.
“Soal itu aku pergi ke medan perang menyelesaikan masalah dan bertemu dengan kekasih gelap kamu,”ucap Leo.
“Kekasih gelap ku darai keluarga Black maksud kamu,”kata Gay yang langsung ke poin utama.
“Jadi kamu ingat kekasih gelap kamu,”kata Leo.
__ADS_1
“Dimana dia sekarang,”ucap Gay melihat ke arah Leo Leo tidak menjawab hanya menatap langit. Gay yang melihat sikap itu hanya menebak kalau Zen telah tewas di bunuh oleh Leo.
“Untuk perkembangan saat ini masih di proses. Jadi kamu tidak usah khawatir, apalagi keamanan tempat ini juga terjaga dengan baik,”ucap Gay.
Leo yang sudah tahu hasilnya dia masuk ke dalam bersama dengan Gay. Leo yang pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sementara Tika yang masih sibuk memasak. Sampai Tea datang melihat Tika apa dia baik saja.
“Tika,”ucap Tea. “Iya kak ada apa,”ucap Tika dari dapur. Tea masuk ke dalam rumah Tika,”Apa kamu baik saja?.”
“Aku baik saja kakak tidak usah khawatir kak Leo sudah kembali baru saja,”kata Tika menjelaskan.”Baguslah jika seperti itu,”kata Tea yang kembali ke rumahnya.
Tea yang kembali ke rumah bersama dengan adiknya yang menuggu. Leo yang mendengar dari dalam kamar mandi hanya diam saja. karena Leo masih menikmati air dingin sejuk yang membasahi tubuhnya. Karena dia sudah lama tidak mandi karena ada dimedan perang.
“Nyamannya,”ucap Leo yang menikmati air yang mengalir.
Di tempat lain Meri yang sudah bisa kembali ke rumah Sarca bersama dengan Tarkam. Izam yang mengantar mereka berdua sampai dikediaman.”Terima kasih sudah mau mengantar kami,”ucap Meri.
“Sama-sama,”ucap Izam yang sudah kembali fokus.
Izam yang melihat Meri sudah membuat dia terkagum. Tapi sampai hatinya memang benar menyukainya Izam tidak bisa mengatakan hatinya kepada Meri. Sementara Tarkam yang melihat Izam menatap Meri hanya bisa mengelurkan suara batuk. Untuk membuyarkan Izam yang masih menatap. Izam yang kembali sadar setelah dia mendengar suara Tarkam.
Meri yang ada didekatnya hanya bisa melihat kearah Tarkam. Sampai ucapan itu dilontarkan oleh Meri.”Kakak suka dengan Izam,”ucap Meri.
Tarkam dan Izam yang mendengarnya mengela ucapan Meri hingga mereka berdua saling memalingkan wajah mereka. Meri yang melihat hanya bisa tersenyum dan berjalan masuk.”Kita bisa bertemu lagi di kampus Izam. Jika kamu ada waktu luang,”kata Meri sambil pergi.
Setelah Meri pergi meninggalkan mereka berdua. Tarkam dan Izam saling memandang satu sama lain, hingga mereka sedikit kesal dengan ucapan Meri.”Bagaimana aku bisa suka dengan kamu,”kata Izam yang tidak percaya dnegan apa yang dia dengar.
__ADS_1
“Kamu kira aku suka dengan kamu. Aku masih normal kali,”kata Tarkam.