
Meri yang memberikan handsat kepada pengawal agar dia tidak curiga kalau dia benar mendengarkan musik. Sampai pengawal yang mendengarnya hanya terdiam dan mengembalikan kepada Meri. Meri yang telah selesai membuat kue dan mengemasnya dalam toples. Menuju ke kamar bersama kue yang dia buat dan minuman yang dia bawa. Meri dengan santai masuk ke dalam dan pengawal menjaga di depan kamarnya. Meri melihat saja tanpa harus berkata serta menghela nafas sampai pintu kamar Meri dia tutup.
Meri yang biasanya langsung mengunci pintu tidak bisa karena pegangan pintu sudah berubah dan hanya bisa terkunci dari luar. Meri dengan santai meletakan kue dan minuman yang dia bawa didekat meja dimana dia akan memulai rapat bersama dengan wakil pimpinan dari perusahan yang sedang dibangun oleh Meri.
Sambil menikmati kue seperti biasa Meri menyabotases kamera yang memantau dia dan sedikit mesang radar di pintu agar dia tahu kalau ada yang masuk kedalam kamarnya. Meri memulai rapat dengan proyek pertama yang sudah diberikan kepada setiap wakil perusahan untuk memulai memproduksi hasil ide yang dibuat oleh Meri.
Perusahaan F yang sedang menjalankan proyek pakaian musiman pertama yang di desain oleh Meri dengan jumlah desain 100 jenis desain. Tapi Meri yang membuat desain pakaiannya hanya menijinkan perusahaan membuat 10 jenis pakaian pada bulan pertama. Untuk bulan kedua nanti juga ada 10 jenis pakaian yang akan di promosikan sampai akhir tahun. Setelah semua terjual sesuai dengan rencana prediksi Meri. Pada tahun berikutnya Meri akan meluncurkan jenis produk kecantian tapi itu baru rencana. Seledai dengan perusahan F yang diwakilkan oleh Hendra orang yang dipilih oleh Meri untuk menjalankan perusahaan F dengan ketentuan yang sudah dibuat oleh Meri. Agar perusahaan F bisa berjalan dengan lancar dengan syarat laporan setiap bulan dan tahun harus dilaporkan oleh Hendra.
Selesai dengan perusahaan F Meri berlanjut ke perusahaan H yang akan menjalankan bisnis berkaitan hiburan. Hiburan ini Meri ingin membuat film yang berkaitan pendidikan sejarah yang dimana aktor yang akan dipilih merupakan aktor terbaik dengan melakukan berbagai seleksi yang sudah ditentukan dengan peran yang didapan. Dalam proyek film ini naskah sekenario yang bertema Cinta pada musim semi yang di tulis oleh Meri. Dengan aktor yang memerankan karakter ini memalui seleksi yang adil dari berbagai kalangan yang memenuhi syarat. Meri yang sudah mengirim naskah Cinta Pada Musim Semi kepada wakil perusahaan H yang dipimpin oleh Roro dan Petra. Roro yang bertugas mencari bakat terpendam yang dimiliki oleh setiap karyawan dan pegawai yang akan masuk kedalam industri hiburan. Sedangkan Petra yang bertugas untuk menjalankan perusahaan baik itu penilaian dalam karya yang akan dipublikasikan.
Meri yang telah selesai membahas proyek perusahaan H dengan membuat film atau drama yeng bertema Cinta Pada Musim Semi dengan latar pedidikan sejarah dengan dipadukan suasana romatinc. Dimana kalangan remaja dan wanita yeng menyukainya. Setelah menyelesaikan Protek pertama dalam perusahaan H Meri juga merencanakan proyek lain yang akan dilakukan tiga bulan setelah proyek pertama di rilis.
Meri yang selesai dengan rapat perusahaan F dan H berjalan lancar. Dan perusahaan M yang akan terjun dalam dunia militer. Meri yang memilih salah satu orang dari elang hitam untuk menjalankan perusahaan ini. Delta yang merupakan wakil tentara elang hitam yang di tugaskan oleh Meri untuk menjalankan perusahaan M. Dalam rencana ini Meri berencana untuk membuat mencari orang yang memiliki bakat dalam bertarung, strategi dan ketrampilan dalam membuat sejata.
Tapi untuk mencari ketiga orang tersebut Meri membuat lowongan pekerja yang dimana mereka akan mendapatkan pelatihan dalam pertahan tubuh untuk menjadi pengawal maupun tentara bayaran. Meri yang memberikan kuasa penuh kepada Delta dengan syarat daftar nama yang ingin mendaftar harus melalui seleksi ganda dua. Ganda dua ini adalah seleksi pertama yang dilakukan oleh Delta yang sebagai pemimpin perusahaan dan akan dilanjutkan seleksi kedua yang dilakukan oleh Mer dengan melakukan riset data identitas.
Meri yang sudah menyampaikan apa yang harus dilakuakan kepada ketiga perusahaan tersebut dengan lancar. Sampai Meri mendengar suara langkah kaki yang menuju kamar Meri. Meri mengakhir pertemuan yang dibuat dengan membuka situs pencarian tentang jenis bunga dilayar lepotopnya. Hingga suara pintu terdengar, Meri menoleh dan melihat ibu masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
“Apa ibu mengganggu kamu Meri?,”kata Ibu.
“Tidak, aku hanya mencari inspirasi dari bunga yang indah ini. Ada apa ibu datang ke kamarku, apa ada yang ingin dibicarakan,”ucap Meri. Ibu yang masuk dan duduk dikasur Meri dan menatap Meri yangs ibuk dengan layar leptopnya.
“Kapan kamu masuk ke kampus Meri?,”ucap Ibu.
“Jika tidak salah bulan besok sudah masuk,”kata Meri dengan santai sampai dia melihat kue didepannya.
Meri berdiri dan menawarkan ibu angkat kue yang dia buat.”Ibu mau kuenya, ini aku yang buta tadi,”ucap Meri yang tersenyum. Ibu mengambil sepotong kuenya dan mencicipinya,”Enak.”
“Saya mengambil jurusan desain pakaian, bu. Kenapa?,”kata Meri.
“Tidak ibu hanya ingin tahu saja. kenapa kamu tidak mengambil jurusan bisnis, nantikan kamu bisa membantu ayah dan adik kamu dalam perusahaan,”kata Ibu dengan tersenyum yang memiliki isyarat.
“Maaf ibu aku tidak tertarik dengan bisnis. Aku tidak ingin bersing dengan adik. Aku lebih suka mengambil jurusan yang tidak ada dalam perusahaan. Aku ingin hidup mandiri,”kata Meri.
Ibu angkat hanya tersenyum dan berdiri.”Maafkan ibu jika mengganggu kamu ya nak. Sekarang kamu boleh melanjutkan aktifitas kamu,”kata Ibu yang berjalan menuju pintu. Ibu yang sudah keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Meri yang merasa ada sesuatu yang disembunyikan ibunya hanya menebak dari perkataan yang dilontarkan. Kalau perusahaan yang dimiliki ayah akan diberikan kepada Bela sebagai anak kandungnya dan Meri yang merupakan anak adobsi tidak di ijinkan untuk memimpin perusahaan. Meri tahu akan itu hanya terdiam karena dia tidak ingin bersaing dengan adiknya Bela.
Di tempat lain Ibu yang masuk ke dalam kamar Bela yang sedang membaca buku. Memberitahukan kalau perusahaan akan menjadi milik Bela. Bela yang tidak yakin bertanya kepada ibunya,”Apa maksud dari ucapan ibu, bukannya seharusnya perusahaan itu akan menjadi milik Meri karena nenek dan kakek yang sudah menyetujui.”
“Sayang kamu harus tahu, Meri tidak tertarik dengan perusahaan ayah kamu. Dia memilih jurusan yang berbeda dengan bisnis ayah kamu kembangkan. Dia juga berkata kalau dia tidak ingin bersaing dengan kamu,”kata Ibu.
“Ibu percaya begitu dengan ucapan Meri. Bisa saja dia berkata seperti itu karena dia tidak ingin ibu tahu apa yang dia rencanakan,”kata Bela yang masih tidak percaya.
“Apa maksud kamu kalau Meri merencanakan hal yang buruk,”kata Ibu.
“Coba ibu pikirkan saham milik ayah setengah milik Meri dan milikku. Tapi apa Meri tidak keberatan dengan pembagiannya apa lagi kita selalu mencelakai dia sampai membuat dia mati. Bisa jadi dia ingin balas dendam dengan dia muncul dihadapan kita ibu. Apa lagi dia muncul setelah aku ingin menikah dengan Aji, apa tidak aneh. Jika dia perduli dan tidak benci dengan kita seharusnya pada saat dia selamat dia mencari kita bukan,”kat Bela yang ingin Meri hancur dan menghilang dari hadapannya.
“Apa yang kamu katakan memang benar, tapi tidak ada bukti kalau dia akan memberontak. Sampai sekarang perilaku dia masih santai seperti biasa,”kata Ibu dengan kepala dingin.
“Apa yang ibu katakan memang benar. Tapi aku masih tidak suka dengan dia ada di rumah kita ibu aku benci dia. Yang sudah mengambil milikku,”kata Bela yang menangis dipelukan ibunya.
“Tunggulah sampai waktu yang tepat,”kata Ibu yang menenangkan putrinya.”Kamu tidak boleh terlalu stres apalagi kamu lagi mengandung,”ucap ibu lagi.
__ADS_1