Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 95


__ADS_3

Di dalam mobil Gay, Leo hanya melihat ke arah sepion belakang. Sampai Gay bertanya,”Kenapa tidka rela berpisah dengan atasan kamu.”


“Siapa juga.,”kata Leo.


Selesai dengan apa yang mereka bicarakan Gay fokus menyetir.”Bagaimana kondisi markas?,”kata Leo.


“Untuk sekarang mata yang menyusup telah di tangkap. Mereka sedang dalam intograsi, jadi tidak usah khawatir. Tapi aku mendapatkan informasi dari pusat kalau mereka sudah menyusp,”kata Gay.


“Kapan itu terjadi,”kata Leo.


“Tidak beberapa lama ini. Tapi aku dengar kamu hari ini sudah serang oleh musuh ya,”kata Gay.


“Itu benar. Tapi sudah selesai,”ucap Leo.


“Siapa mereka?,”kata Gay.”Masih belum di ketahui tapi tebakan saya mereka adalah dari keluarga tersembunyi dan kelompok Andre,”kata Leo yang memberikan usulan.


Gay hanya terdiam sampai mereka sampai di kontrakan Leo.”Kita sudah sampai,”ucap Gay.


“Ok terima kasih, mau mampir tidak,”kata Leo yang menawarkan dengan ramah.


“Tidak aku masih harus menyelesaikan semua urusanku. Nanti kalau ada masalah aku akan memberitahu kamu,”kata Gay. Leo yang sudah pergi keluar dan berjalan ke arah pintu. Gay yang sudha melaju mobilnya dan menjauh dari kontrakan Leo.


Leo yang sudah di depan pintu dan hendak ingin membuka pintu. Adiknya Tika membuka dari dalam,”Kakak.”


Leo langsung masuk sambil mengelus kepada Tika.”Ada apa. Apa terjadi sesuatu di rumah saat kakak tidak ada di rumah?,”kata Leo.

__ADS_1


“Itu kak,”ucap Tika yang memberikan lembaran kertas pemberitahuan dari pihak sekolah. Kalau Tika belum membayar uang spp dan uang makan di sekolah. Leo yang sudah membaca lembaran kertas yang sudah di berikan kepada Tika.


“Tunggu sebentar lagi ya kakak akan membayar uangnya,”kata Leo yang masih memikirkan banyak hal.


“Iya kak,”ucap Tika yang menganggukan kepalanya.


Selesai dengan pembicaraan Leo dan Tika melihat apa ada yang bisa mereka makan tapi melihat kulkas yang kosong hanya bisa terdiam.


“Ayo kita pergi ke supermarket terdekat. Sudah waktunya kita membeli barang yang belum terbeli,”kata Leo.


“Apa kakak masih ada uang sisa dari gaji kakak,”kata Tika.


“Masih ada ayo kita pergi,”ucap Leo yang mengajak Tika untuk memberil keperluan dapur. Mereka berdua yang pergi bersama untuk membeli sayuran dan buah dan beberapa barang dapur. Sampai di supermarket mereka mengambil kerangjang dorong. Dan memulai membeli sayuran yang dibutuhkan buah dan tidak lupa membeli sedikit daging. Selesai dengan belanjaannya Leo menuju kasir untuk membayar.


Selesai dengan semua urusan mereka kembali ke rumah tapi saat hendak kembali mereka dihadang oleh beberapa orang.”Siapa mereka kak?”ucpa Tika yang gelisah.


“Kalian ingin kabur, jangan harap,”ucap musuh.”Siapa kalian, unruk apa kalian datang ke sini,”kata Leo kepada mereka.


Mereka yang datang dengan niat membunuh Leo dan Tika. Tanpa basa-basi mereka mulai menyerang keduanya. Tapi Leo bisa menghindar bersama dengan Tika yang ada disamping mereka.”Kak,”ucap Tika yang bergetar tubuhnya.”Tidak apa-apa. Mereka akan segera menghilang. Kamu tetap didekat kakak ya Tika,”ucap Leo.


Mereka yang tidak mengenal menyerang mulai menyerang Leo dan Tika walaupun mereka bisa menghidar. Dari serangan pertama, Leo yang sudah tahu pergerakanan musuh mulai membalas serangan mereka. Sampai setengah jam mereka berkelahi datanglah bantuan dari wilayah tersebut yang membantu Leo.


“Ada baik saja?,”ucap bala bantuan yang datang.”Saya baik saja hanya saja mereka,”kata Leo.”Bairkan kami yang mengatasi mereka, jangan khawatir,”ucap bala bantuan.


Setelah bala bantuan datang Leo dan Tika sudah aman. Mereka kembali ke rumah tanpa terluka karena ada yang menolong mereka. Sampai di rumah Tika mulai membereskan semua barang belanjaannya. Sementara Leo memilih sayuran yang hendak ingin dia masak.

__ADS_1


Selesai memilih sayuran Leo mulai membersihkan saurannya dan mulai memotong. Tika yang sudah selesai dengan barang belanjaannya membantu Leo memasak. Satu jam telah berlalu masakan mereka berdua sudah jadi dan siap untuk dimakan. Tapi saat hendak ingin makan mereka berdua mendengar suara tangisan dari kamar sebelah.


“Ada apa yang di tempat kak Tea?,”ucap Tika.


“Kita lihat apa yang terjadi di sana,”ucap Leo yang berdiri di susul dengan Tika mengikuti dari belakang.


Leo yang sudah di depan pintu Tea mengetuk pintunya dan tidak ada jawaban sampai Leo memanggil nama dia. Tidak lama kemudian adiknya datang dengan wajah sedih.”Kenapa kamu menangis dimana kakak kamu Tea,”ucap Leo dengan lembut.


“Kakak,”ucap adik Tea.


Karena Leo tidak tahu apa yang sedang terjadi Leo masuk bersama dengan Tika tapi dai melihat adiknya Tea yang kecil berbaring. Tika yang datang menghampirinya kalau kondisi adiknya yang kecil tidak apa-apa. Setelah adiknya sudah mulai tenang. Leo bertanya kepadanya lagi apa yangs ednag terjadi.


Adik Tea bekata kalau kakak Tea sedang tidak ada di rumah dan dia mengetuk pintu kamar kakaknya dan tidak ada jawabannya. Sampai adiknya mendengar suara jatuh di dalam kamar kakaknya. Karena dia takut dia hanya bisa menangis sambil memeluk adik kecilnya dan memanggil nama kak Tea. Leo yang sudah mendengar cerita dari adik Tea membuta kamar Tea. Tapi kamar terkunci,”Tika pinjam jepit rambut kamu.”


Tika memberikan jepit rambut kepada Leo. Leo yang membuka pintu kamar Tea dengan paksa sampai pintu terbuka. Leo melihat kalau Tea ada di dalam dengan kondisi jatuh di lantai.”Tea,”ucap Leo yang langsung menuju arah Tea yang sudah berbaring di lantai.


Adik Tea dan Tika yang ikut menyusul sampai adiknya memanggil nama kakaknya tapi tidak terbangun. Leo yang menyentuh tubuhnya panas,”Apa dia demam?.”Leo yang membnatu mengangkat Tea untuk tidur di kasur. “Tika ambilkan air dingin untuk mengobres Tea,”ucap Leo.


Tika yang sudah membawa air kompresan membantu Tea menurunkan panas. Sedangkan leo yang berjaga diluar bersama dengan adik Tea.”Kak, apa kakak Tea tidak apa-apa?,”ucap adik Tea.


“Kakak tidak tahu. Tapi dia hanya demam saja, mungkin dengan istirahat dia bisa sembuh jadi jangan khawatir,”ucap Leo yang menenangkan adik Tea yang sedih.


Tika yang sudah selesai mengopres dahi Tea langsung keluar kamar.”Bagaimana kondisinya?,”kata Leo.


“Panas,”ucap Tika dengan singkat.”Kamu sudah makan,”ucpa Leo yang memastikan kalau mereka sudah makan apa belum. Tapi respons yang diberikan oleh kedua adiknya belum dengan menggelengkan kepalanya.”Bagaiman jika makan di tempat kakak. Karena kakak baru saja selesai memasak. Kita makan bersama bagaimana?,”ucap Tika yang menawarkan.

__ADS_1


“Apa boleh,”kata adik Tea yang melihat ke arah Leo.”Tentu saja boleh. Ayo,”ucap Leo. Mereka langsung menuju rumah Leo yang ada di samping. Mereka makan bersama selesai dengan hidangan yang dibuat oleh Tika dan Leo. Mereka kembali ke rumah yang di temanai oleh Tika.


Leo yang ada di rumah membereskan semua piring dan gelas yang kotor. Selesai membereskan dia menuju rumah Tea. Melihat kondisi Tea apa sudah membaik.


__ADS_2