
Di dalam rumah Meri dia berjalan menuju kulkas dimana bahan disimpan. Sementara menuggu Ilyas melihat laporan perusahaan yang belum dia baca. Di sela Ilyas membaca data perusahaan Dia juga melirik ke arah Meri yang sedang asik memasak. Meri yang tidak tahu hanya fokus membuat makanan malam untuk semua orang.
Sekertaris Jim yang sudah mendapatkan hasil laporannya segera dia keluar. Meri yang melihat hanya berkata,”Sekertaris Jim kamu mau kemana sebentar lagi makan malam sudah siap.”
“Maaf nona saya harus keluar sebentar. Jadi tidak bisa ikut berkabung,”ucap sekertaris Jim yang tidak ingin mengganggu tuan dan nonanya karena baru saja baikan. Meri yang mempersiapkan makanan malam di meja sampai meja penuh dengan hidangan Meri.
“Apa kita bisa menghabiskan semua ini. Aku masak karena tadi ada sekertaris Jim dan pak sopir agar mereka bisa ikut bergabung,”ucap Meri yang bingung.
“Untuk apa bingung. Aku bisa menghabiskannya,”ucap Ilyas yang memulai menyantap makanan Meri buat.
Mereka yang sedang menikmati makan malam bersama sampai Ilyas berkata,”Apa kamu tidak ingin kembali?.”Meri menatap ke arah ilyas yang sedang menikmati makanannya.
“Aku tidak ingin mengubah pikiranku. Selama aku kuliah aku akan tinggal disini, jika nanti ada masalah aku akan datang menemui kamu. Jika kamu mau sempatkan kamu datang ke kontrakan aku akan buatkan makanan. Jika kamu tidak ingin makan di rumah,”ucap Meri yang tersenyum.
Ilyas hanya bisa menerima tawaran Meri dan tidak ingin membuat dia kepikiran. Sampai mereka menyelesaikan makan malamnya dengan baik. Meri yang membereskan semua peralatan makan sampai dia membuat teh untuk Ilyas. Sambil menuggu sekertaris Jim datang menjemput Ilyas.”Aku minta maaf soal kemarin malam dan tadi sore diperpustakaan,”ucap Ilyas sambil memalingkan wajahnya.
Meri yang melihat sikap Ilyas hanya bisa tersenyum dan berkata,”Aku maafkan kamu, tapi lain kali jangan marah lagi ya.” Mereka yang baikan memulai bicara biasa lagi tanpa mereka sadari kalau sekertaris Jim sudah ada di dekat mereka.
“Tuan sudah waktunya kembali,”ucap Sekertaris Jim. “Aku mengerti,”kata Ilyas.
Ilyas dan sekertaris Jim yang sudah pergi dari kontrakan Meri. Tapi hati Meri yang melihat Ilyas yang tidak bisa berjalan membuat dia penasaran kenapa dia bisa seperti itu. Meri yang sedang berpikir dan masuk ke dalam rumah. Tidak lama kemudian Ilham dan Ahmad datang ke kontrakan Meri.
“Apa kami mengganggu,”ucap Ahmad yang berjalan ke arah Meri yang ingin menutup pintu.”Tidak, tapi kenapa kalian datang ke sini,”ucap Meri.
Mereka berdua yang tidak ingin langsung bicara hanya terdiam sampai Meri menawarkan mereka berdua masuk ke dalam kontrakannya.”Masuklah,”ucap Meri yang sudah masuk. Meri yang sudah di dalam berjalan menuju ke dapur untuk membuat minuman dan makan kecil untuk Ahmad dan Ilham yang sedang datang ke kontrakan Meri.
__ADS_1
Meri yang sudah membuat makanan dan minuman dia berikan kepada mereka. Sampai Meri duduk dia berkata,”Kenapa kalian datang ke sini. Apa ini ada kaitannya dengan kakak kalian?.”Mereka berdau hanya tersenyum sampai Ahmad berkata,”Pasti kamu ingin tahu kenapa kakak kami bisa duduk di kursi roda.”
“Awalna aku penasaran tadi, tapi aku tidak bisa mencari tahu masalalu orang lain bukan,”kata Meri.
“Kami bisa memberitahukan kamu. Karena kamu adalah kakak ipar kami,”kata Ilham.”kenapa kalian percaya denganku yang baru saja kalian kenal,”kata Meri.
“Kami tahu kamu tidak akan melukai kami bertiga, tidak sama dengan Bela yang hanya bisa memanfaatkan kami,”kata Ahmad.
“Bagaimana kalian bisa tahu kalau Bela memanfaatkan kalian. Tapi dari awal aku masih bingung, bukan kalian tahu yang bertunangan dengan kakak kalian itu adalah Bela bukan, bukan aku,”ucap Meri yang mencari tahu.
“Itu benar kami juga melakukannya sampai malam itu dia melakukannya,”ucap Ilham.
“Melakukan apa,”ucap Meri.
“Mereka melakukan kecelakaan yang dibuat untuk membunuh Ilyas dan itu dilakukan oleh organisasi kelajengking,”kata Tora.
“Kamu bertanya kenapa aku di sini. Lihat ini,”ucap Tora yang membawa bahan makanan.
“Jadi kamu yang membersihkannya,”ucap Meri yang tersenyum.”Tapi kalian berdua datang ke sini apa hanya ingin menceritakan kejadian waktu itu saja atau hanya yang lain,”kata Tora yang menuju dapur untuk menaruh bahan makanan dan membuat teh.
“Kami disini ada dua hal pertama ingin menceritakan waktu lalu dan meminta bantuan,”ucap Ahmad.
“Bantuan apa dan waktu lalu apa itu cerita dimana Ilyas mengalami kecelakaan,”ucap Meri. Mereka berdua hanya menganggukan kepalanya saja sampai Ahamd bercerita. Kalau kecelakaan yang menimpa Ilyas ada ulah organisasi kelajengki yang dibantu oleh Bela. Meri yang tidak terkejut dengna ceritanya hanya membuat dia binggung.”Tapi kenapa dia bisa cacat apa tidak bisa disembuhkan kakinya,”ucap Meri.
Mereka berdua hanya terdiam sampai Tora datang memberikan laporannya. Meri hanya mengamabilnya dan membaca datang yang diberikan. Sampai Meri tahu kenapa mereka berdua hanya terdiam saja.
__ADS_1
“Jadi kakak kamu cacat karena kecelakaan tapi saat dia menjalankan operasi ada dokter palsu yang membuat kaki kakak kamu terkena racun yang membuat dia tidak bisa berjalan selamanya,”kata Meri.
“Itu benar karena itu keluarga Rendra mengalami krisis,”ucap Ilham.
Meri yang tahu sebagian dari cerita mereka hanya bisa terdiam sampai mereka berkata,”Apa kamu bisa membantu kami memulai lagi kedudukan keluarga Rendra?.”
“Bukan kalian sudah aku bantu yang memulai jalan baru lewat kecelakaan kemarin, untuk selanjutnya adalah bagian kalian. Bagaimana kalian akan memanfaatkan semua itu,”ucap Meri.
“Itu benar hanya saja masih kurang untuk melawan musuh,”kata Ilham.
“Jika kalian mau menerima sarankau kerja samalah dengan ketiga perusahanan ini,”ucap Meri yang memberikan kartu nama perusahaan.”Ini,”ucap ilham.
“Bagaimana kamu memilikinya?,”ucap Ilham yang tidak percaya.
“Aku hanya bisa memberikan itu, untuk yang lain aku tidak bisa mengatakannya,”ucap Meri. Ilham yang menerima tiga kartu nama perusahan eklusif membuat mereka tersenyum.
“Tapi lanjutkan ceritanya soal kakak kalian yang mengalami kecelakaan,”ucpa Meri.
“Bukan Tora sudah memberikan datanya kepada kamu,”ucap Ahmad.”Iya tapi males baca semuanya,”ucap Meri.
Tora hanya tertawa sampai mereka berdua terdiam.”Ceritakanlah,”ucap Tora yang menahan tawa.
“Kami akan ceritakan. Itu dimulai saat Bela dan kakak kami sudah bertunangan yaitu saat kamu SMP.Mereka berdua sudah bertunangan berjalannya waktu kakakku tertarik dengan Bela yang polos dan kami juga mendengar darai dia kalau kamu selalu memperlakukan adik kamu tidak baik. Sampai kakak kami melakukan semua yang di inginkan oleh Bela hingga harta dan kedudukan keluarga Rendra ditaruhkan. Sampai semua hilang kakak kami mengalami kecelakaan mobil, Bela yang sebagai tunangan selalu mendukung dia hingga dia mengusulkan untuk menjalankan operasi kakinya agar bisa berjalan lagi.
Tapi akhirnya kakak mengalami keracunan saat dia dalam operasi kakinya. Setelah tidak sadar untuk beberapa bulan karena racun dan Bela yang membatalkan pertunangan kereka sepihak serta semua pendukung keluarga Rendra yang sudah tidak ada. Kami selalu mendapatakn serangan dari pihak musuh yang ingin menghancurkan kami,”ucap Ahmad dengan cerita panjang.
__ADS_1
“Jadi waktu itu Ilham diserang juga akibat krisis keluarga,”kata Meri.
“Itu benar,”ucap Ahmad. “Lanjut apa yang terjadi setelah itu,”kata Meri.