Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 109


__ADS_3

Jornat masuk ke dalam ruangan atasannya untuk menyapaikan kabar baik ini. Atasannya yang melihat Jornat mencarinya menyuruh dia masuk dan menayakan untuk apa dia datang ke ruangannya.


“Kabar baik Bos,”ucap Jornat datang ke meja atasanya dan meletakan data dan dokumen kepada atasannya. Melihat itu atasannya membuka lembaran data yang diberikan kepada Jornat. Selesai membaca data yang diberikan atasannya sangat senang dengan data yang diberikan.


“Kamu dapat dari mana ini,”ucap Atasannya.


“Dari teman yang akan bisa membantu kita dari kekuarangan dana,”ucap Jornat.


“Jika seperti itu, kita lakukan,”ucao atasanya tanpa ragu menerima tawaran itu.


Selesai dengan semua yang diperlukan atasannya mengajukkan pengadilan di pusat untuk banding pengadilan yang akan dilakukan oleh Jornat. Sampai waktu itu tiba, Meri menyuruh anak buahnya untuk membantu Jornat. Jangan sampai ada orang yang mengganggu kerja keras mereka. Dengan diam-diam mereka mulai mencari bukti dan membantu Jornat agar banding pengadilan yang dilakukan satu minggu ini bisa berjalan lencar.


Meri yang melakukannya dengan diam-diam. Di tempat lain Jornat yang sedang mengumpulkan data dan menggabungan data yang diberikan oleh Meri. Sementara di medan perang Jaksen dan Leo yang sudah mengumpulkan mata-mata yang menyusup. Dengan bantuan dari informasi yang diberikan mereka bisa menyelesaikan masalah dalam kelompok.


Leo dan Jaksen yang sudah selesai dengan musuh yang datang bisa ditangani dengan baik. Sampai informasi dari pimpinan penyelidik datang dengan pembawa pesan elang. Leo dan Jaksen yang saat itu sedang bersama membaca pesan itu. “Kurasa sudah semua selesai,”kata Jaksen.


“Kurasa iya, jadi aku bisa kembali pulang lebih dulukan,”kata Leo.


“Kenapa? Apa kamu ingin bertemu dengan Meri?,”kata Jaksen dengan waspada.


“Salah satunya iya karena dia atasan saya. Dan yang lain adalah aku ingin bertemu dengan adikku. Aku tidak bisa berlama-lama karena aku masih ada tanggungan menjaga adik saya,”ucap Leo.

__ADS_1


Leo yang sudah selesai dengan beberapa anak buahnya dia bawa kembali dan sebagian dia tinggal di posko untuk berjaga kalau terjadi masalah. Leo yang sudah mendapatkan izin dari Jaksen untuk kembali. Perjalanan kembali Leo pergi kesuatau tempat dimana informasi yang dia butuhkan sudha ada di pokos penyelidik di depan garis depan.


Leo dan anak buahnya yang dia bawa menuju posko penyelidik. Sebelum mereka kembali ke negara mereka untuk menjalankan kehidupan normal. Leo yang tidak lupa juga menyempatkan membaca buku dan membuat desain baju yang dia inginkan. Perjalana  yang dibutuhkan tidak terlalu lama kerena mereka menggunakan rute mereka yang sudah diamankan jalannya.


Sampai di tempat posko penyelidik Leo langsung bertemu dengan pimpinan penyelidik 2.”Kamu sudah datang,”kata pimpinan penyelidik.


“Mana informasi yang aku butuhkan,”kata Leo yang langsung ke inti masalahnya.


Pimpinan penyelidik langsung memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Leo. Leo yang sudah mendapatkan apa yang dia inginkan juga memberikan tugas tambahan kepada pimpinan penyelidik. Untuk mencari kelemahan  musuh sampai celah dimana orang kita bisa menyusup ke dalam kelompok musuh. Selesai menyampaikan Leo dan anak buah yang dia bawa segera pergi dari posko.Leo yang pergi menuju ke negaranya yang membutuhkan waktu kira-kira dua hari perjalanan menggunakan kendaraan.


Tapi tidak ada yang tahu kalau mereka dihadang oleh kelompok musuh yang juga mengincar Leo.


“Lama tidak bertemu Leo,”ucap musuh yang mengenal Leo.


“Kurasa hari ini kamu kurang beruntung ya, membawa sedikit anak buah,”ucap Zen.


“Beruntung atau tidak itu bukan hal yang penting. Tapi kenapa kamu datang menemuiku Zen. Apa ada masalah yang harus kita selesaikan atau hanya berbincang saja,”kata Leo.


Zen yang tahu kalua Leo sedang mengulur waku untuk memberitahukan anak buah mereka. Tapi Zen yang sudah tahu sudah mengepug tempat mereka. Leo yang melihat hanya tersenyum dengan tanggapan Zen mengepung mereka.”Bos kita sudah terkepung, apa yang harus kita lakukan sekarang,”ucap kata anak buah Leo.


“Mau bagaimana lagi sudah terkepung tinggal membuat jalan kita masing-masing saja,”kata Leo kepada anak buah yang dia bawa.

__ADS_1


Semua anak buah Leo yang ada di tempat itu hanya bisa menundukan kepala. Karena itu adalah perintah untuk menjaga mereka masing-masing keluar pergi dari kepungan dnegan selamat. Jangan khawatorkan Bos mereka jangan lindungi Bos mereka. Dengan kata lain mereka harus menyelamatkan diri mereka sendiri dengan kemampuan mereka. Karena mereka sudah terlatih untuk bisa menjaga nyawa mereka jika dalam kondisi mendesak.


Zen yang melihat Leo tanpa ada rasa takut diwajahnya. Bersama dengan anak buah yang Leo bawa Zen menyuruh mereka untuk membunuhnya. Tapi Zen yang tidak tahu kalau mereka tidak lagi dalam perintah Leo pimpinan mereka.


Mereka yang fokus untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Melihat sikap itu Zen merasa terkejut sampai Zen yang tidak tahu kalau dia yang dalam bahaya. Karena Leo juga akan menjaga nyawa dia sendiri hanya untuk lepas dari kepungan Zen. Semua anak buah Leo yangs udah berpencar mencari jalan mereka masing-masing.


Sedangkan Leo yang masih terdiam diri menuggu semua anak buah mereka keluar. Karena jika mereka masih disini akan menghambat kerja Leo untuk menghabisi semua. Leo yang sudah menuggu jawaban dari anak buah mereka kalau mereka sudah keluar dari kepungan.


Leo mendapatkan kabar baik kalau anak buah mereka sudah keluar dari kepungan musuh dan musuh tidak mengejar mereka. Sedangkan Leo masih didalam kepungan menatap Zen dengan tatapan senang dan bangga.


“Apa kamu yakin ingin memualinya sekarang,”ucap Leo.


“Kenapa tidak, semua anak buah kamu sudah pergi meninggalkan kamu. Aku merasa kasihan dengan kamu yang di tinggalkan di tempat ini sendiri. Hanya untuk mati,”kata Zen yang menyuruh anak buah mereka menbunuh Leo.


Leo yang dihadapankan dengan anak buah Zen dengan santai menghadapi dia sampai dia bisa berhadapan dengan Zen.”Kamu yakin mereka bisa menghentikan aku,”ucap Leo yang melontarkan pukulan di depan wajah Zen. Tapi Zen bisa menghindar dengan dia mundur sebelum dia mendapatkan serangan dari Leo.


“Tidak aku sangka kamu masih bisa bergerak,”ucap Zen yang menghela nafas.


Zen yang tidak menyangka kalau Leo bisa menghabisi setengah anak buah yang dia bawa. Tapi sikap yang diberikan oleh Leo bukan kelelahan. Tapi menikmati suasana ini, Zen yang merasa kalau dirinya dalam bahaya dengan sikap yang diberikan oleh Leo. Menyuruh anak buahnya untuk maju membunuh Leo. Tapi Leo yang tersenyum melihat musuh yang datang menuju ke arah dia.


“Kalian ternyata ingin mati di sini, akan aku kapulkan keinginan kalian,”ucap Leo.

__ADS_1


Leo maju dan mulai menyerang mereka satu persatu sampai mereka jatuh tumpang di tepat mereka melawan Leo. Leo yang memiliki strategi dan kemampuan untuk melawan musuh yang lebih banyak. Dengan pengalaman dia yang pernah masuk dalam medan perang, masuk penjara sampai menjadi mata-mata dia lakukan hanya untuk mendapatkan uang.


__ADS_2