
Pertemuan yang akan di adakan malam ini telah tiba dimana Meri dan Tarkam yang ada di kota yang ditinggalkan. Setelah mendapatkan apa yang mereka dan meninggalkan senjata kepada anak buah Tarkam. Mereka segera pergi ke tempat pertemuan, karena hari sudah malam dimana pertemuan akan di adakan di malam hari. Tapi sebelum mereka berdua pergi mereka akan menuju tempat lain dimana mereka mengganti pakaian di vila yang sudah mereka beli. Tampat tinggal sementara di negara L.
Sampai di Vila pergi masuk bersama dengan Tarkam karena kamar mereka juga ada di lantai dua mereka pergi bersama. Kamar mereka yang berhadapan bisa memantau kondisi satu sama lain. Meri dan Tarkam yang masuk untuk membersihkan diri sebelum mereka pergi ke tempat pertemuan. Meri yang melihat ponselnya banyak pesan masuk dari nama yang dia lupakan membuat dia bingung.”Siapa sih ini mengganggu saja, aku blokir saja nomornya,”ucap Meri yang kesal dan masuk ke dalam kamar mandi.
Di tempat lain Ilyas yang telah bertemu dengan keluarga Meri yang masih ada mencoba menghubunginya tapi tidak sekalipun Meri mengangkat. Dia juga meminta tolong kepada dua adiknya untuk membantu samapi mencarinya tapi hasilnya nihil. Seperti ada yang menghalangi sambungan mereka tapi saat ponselnya terhubung Meri tidak mengangkatnya. Sampai dai mengubunginya Meri lagi tapi yang terakhir kali Meri memblokir nomornya. Ilyas yang bertanya kenapa dia memblokir nomornya dan kenapa dia tidak mengakatnya. Ilyas yang tidak tahu membuat dai frustasi. Sementara Bita yang selalu ada di sisi Ilyas merasa kalau dirinya tidak ada.
“Apa yang kamu pikirkan?,”ucap Bita. Tapi ilyas tidak menjawab membuat Bita tidak tahu harus melakukan apa sampai dia berkata. “Apa kamu mencoba menghubungi Meri dan mencoba meninggalkan tanggung jawab kamu kepadaku?,”ucap Bita.
Ilyas langsung menoleh ke arah Bita dan memeluknya dan meminta maaf. Setelah Ilyas meminta maaf semua kondisi berubah Ilyas yang tidak bisa apa-apa dengan Meri. Dia juga memiliki beben yang harus dia jaga.
Setelah semua selesai satu hati telah terlewatkan Ilyas yang sudah memulai bisnisnya telah berkembang dan pernikahan Ilyas dan Bita telah di umumkan kepada publik. Tapi Meri yang ada di negara L yang tidak tahu akan itu berada dalam pertemuan.
“Hai Meri sudah selesai belum, aku turun dulu cari makan,”ucap Tarkam yang sudah selesai dengan tubuhnya.
Tapi Meri tidak menjawab panggilan Tarkam karena dia sedang berendam air hangat di bak mandi. Meri yang tidka tahu kenapa dia menangis begitu saja. Meri yang tahu hatinya sakit hanya bisa menangis di dalam kamar mandi. Sampai dia selesai dia mengubah penampilannya untuk pertemuan dengan menutupi wajahnya.
Dia turun dari lantai dua yang sudah di tunggu oleh Tarkam di dapur. Meri yang mencium bau enak menuju dapur,”Masak apa kak?.”
Meri yang berjalan ke arah Tarkam.”Kamu duduklah biarkan kakak yang menyiapkan makan malamnya. TapI kenapa dengan mata kamu?,”kata Tarkam.
“Apa kelihatan merah,”ucap Meri yang mencari kaca untuk melihat. “Lumayan,”ucap Tarkam yang telah menyiapkan makanannnya.
__ADS_1
Meri yang melihat dirinya hanya bisa menutup dengan apa yang dia miliki. Sampai dia lupa kalau ada makanan yang enak di depannya.”Kamu mau tidak jika tidak aku habiskan,”ucap Tarkam yang mencoba membuat adiknya bisa tenang.
Tapi respon yang diberikan adalah Meri menghentikan Tarkam yang sedang mengambil sampai hanya tersisa dikit di piring.”Jangan habiskan, kakak tega sekali. Aku juga lapar tahu tidak,”ucap Meri yang merebut makanannya.
Tarkam hanya tersenyum melihat adiknya yang kembali tersenyum dan makan yang lahap.”Apa setelah pertemuan kita bali ke rumah pasti kakek dan nenek menuggu kita?,”kata Tarkam.
“Tentu saja,”ucap Meri sambil melahap makanannya. Tarkam yang melihat adiknya kelaparan menghabiskan makanannya sampai dia berkata,”Jangan buru-buru aku tidak akan merebutnya dari kamu.”
TapI Meri dengan tajam menatap ke arah kakaknya,”Aku tidak percaya dulu saat kita di panti kakak merebut jatahku.”
Tarkam yang tidak bisa mengelak soal apa yang terjadi di panti dna hanya bisa meminta maaf. Meri yang telah selesai makan dan duduk sebentar sampai kakaknya membereskan semua perlengkapan makan. “Kita berangkat sekarang,”ucap Trakam yang sudah selesai.
Semua persiapan telah selesai Tarkam dan Meri berangkat menuju pertemuan organisasi. Dengan rombongan anak buah kakaknya mereka berangkat. Tapi di tengah perjalanan menuju pertemuan mereka dihdang oleh musuh. Tarkam dan Meri yang masih di dalam dengan santai menuggu anak buahnya yang menyelesaikan semua musuh yang ada.
“Kamu menangi apa itu karena Ilyas,”ucap Tarkam yang langsung ke poinnya.
“Aku tidak tahu, tapi kak siapa Ilyas. Beberapa hari lalu dan tadi ada nomor yang tertulis Ilyas. Tapi aku blokir. Kakak mengenalnya,”ucap Meri yang sudah lupa dengan orangnya.
“Apa kamu tidak ingat kalau dia adalah mantan tunangan kamu karena si laki sudah memilik istri sah. Lihat ini,”ucap Tarkam yang memberikan siaran langsung pengumuman pernikahan mereka berdua.
Meri yang melihat hanya biasa saja tanpa ada ekspresi.”Dia Ilyas,”ucap Meri kepada kakaknya.
__ADS_1
“Iya apa hati kamu masih sakit melihat mereka,”kata Tarkam.”Tidak aku biasa saja kak. Kurasa lebih rendah dari orang pertama,”ucap Meri.
“Kamu,”ucap Tarkam. Sampai semua musuh yang menghalangi mereka menuju pertemuan sudah dihabisi.”Siapa yang datang itu?,”ucap Meri.
“Mereka adalah organisasi kalajengking,”ucap anak buahnya yang masuk setelah semua selesai. Perjalanan kembali berlanjut menuju pertemuan. Tapi ada saja yang terduga datang dari oranisasi kalajengking sampai organisasi lain datang menghadang.”Sampai kapan kita sampai kalau begini. Satu selesai datang yang lain,”ucap Meri yang menggelengkan kepalanya.
“Lewat jalan lain saja bagaimana,”ucap Meri.
“Adakah jalan lain,”ucap Tarkam.”Ada hanya saja tidak menggunakan mobil jalan kaki mau,”ucap Meri.
“Jika itu yang paling aman ayo tapi kita taruhan bagaimana,”ucap Tarkam yang tersenyum licik.”Kakak apa yang kamu pikirkan. Jika kakak terlihat seperti itu pasti kakak menyembunyikan sesuatu. Wanita mana lagi,”ucap Meri dengan dingin.
“Kenapa kamu bersikap seperti itu,”ucap Tarkam yang memalingkan wajahnya.”Wanita mana yang kakak masukkan ke dalam neraka,”kata Meri.
“Ayolah kakak tidak sejahat itu juga kali mempermainkan wanita,”kata Tarkam.”Tidak mempermainkan wanita. Ok. Tapi lihat ini semua kakak, apa kakak akan menjelaskannya kepada adik kamu ini,”ucap Meri yang memberikan data yang sudah dia kumpulkan selama kakaknya tidak ada.
Tarkam yang melihat data yang diberikan kepada Meri dan menatap kearah adiknya sambil tersenyum. Wajah Tarkam yang awalnya biasa kembali dingin den tajam mengerluaka aura hitam disekelilingnya ke arah Meri. Tapi Meri yang sudah terbiasa hanya tersenyum,”Yang mana kak?.”
Meri yang santai sambil tersenyum sampai mobil berhenti mendadak. Membuat keduanya terkejut dan melihat kedapan.”Apa yang sedang terjadi,”ucap mereka dengan serentak dengan emosi yang meluap.
Anak buah mereka yang kena imbas karena pertengkaran kedua adiknya yang membuat mereka tutup mulut. Sampai Meri dan Tarkam melihat bongkahan batu jatuh dari atas.”Siapa lagi ini?,”ucap Tarkam yang mencoba mendinginkan kepalanya.
__ADS_1
Meri yang menghela nafas hanya bisa keluar dari mobil.”Kita jalan kaki saja,”ucap Meri yang sudah membuka pintu mobil. Tapi tidak disangka ada serangan yang datang tiba-tiba membuat Tarkam menarik adiknya masuk lagi dari belakang.”Apa kamu baik saja Meri?,”ucap Tarkam yang terengah.