
Meri yang memeriksa desain yang dibuat oleh Leo.”Ini sudah bagus,”kata Meri yang kagum dengan apa yang dibuat oleh Leo.
“Apa benar?,”kata Leo yang memastikan.
“Tentu saja,”kata Meri yang tidak bohong. Selesai dengan apa yang dikatakan mereka berdua kembali fokus dengan desain yang sudah ada. Mereka berdua yang sibuk dengan jahitan yang akan di pamerkan sampai. Malam tiba Leo mendapatkan pesan dari adiknya kalau para retenir datang menagih hutang.
Leo yang tidak sadar kalau dia sudah menjahit sampai larut malam.”Ada apa Leo?,”kata Meri yang melihat Leo yang sedikit pucat.
“Itu aku harus kembali Meri. Adik aku ada di kontrakan dan para retenisr sudah datang untuk menagih hutang. Aku takut jika adik saya diapain oleh mereka,”kata Leo yang gelisah.
“Kebetulan aku akan mentransfer uang gaji bulanan kamu,”kata Meri yang mengambil ponselnya.
Meri yang sudah mengirim uang dengan apa yang sudah dilakukan oleh Leo. Sedangkan Leo yang melihat kiriman dari Meri merasa terkejut dengan jumlah nominalnya.”Meri ini tidak salah kamu membayar uang gajiku sebanyak ini,”kata Leo yang tidak percaya.
“Iya. Kamu sudah menjahitt beberapa baju ini sementara baju ini yang akan di lelang seharga ini aku hanya membagi dua dari apa yang sudah kamu kejakan. Itu sudah sesuai, kamu terima saja. Cepat bayar hutang kamu sebelum adik kamu dalam bahaya,”kata Meri.
“Terima kasih Meri,”kata Leo yang segera pergi dari rumah Meri. Meri yang melihat Leo merasa sedikit kembali ke masa lalu dimana dia mendapatkan gaji pertama dia saat pekerja.
Meri yang melihat sisa bahan yang sudah tidak terpakai Meri kumpulkan. Hingga dia mendapatkan pesan dari kakaknya soal apa yang terjadi oleh Jaksen dan nenek. Kalau mereka mendapat seragan dari musuh yang tidak dikenal dan laga mereka sama seperti yang menyerang markas. Meri yang sudah tahu siapa dalang itu hanya bisa diam sampai waktunya tiba.
__ADS_1
Tapi Meri yang ingin tahu kondisi neneknya membalas pesan kakaknya menayakan kondisi nenek apa baik saja. Tarkam yang sudah mendapatkan hasil dari anak buahnya hanya membalas apa yang dia ketahui kalua nenek dan Jaksen dalam kondisi baik. karena bala bantuan datang pada waktu yang tepat.
Meri yang mendengarnya merasa senang dengan apa yang dia dapatkan dari kakaknya. Meri yang sudah selesai memasukkan semuanya duduk dan melihat ke layar kaca disampingnya.”Mereka sudah bergerak ternyata tapi sedikit menyebalkan juga. Kalau ketenanganku akan terganggu oleh mereka,”ucap Meri yang menghela nafas.
Meri yang sedang berpikir dengan apa yang sedang terjadi mendapatkan pesan masuk yang Mer tidak tahu.”Siapa ini?,”kata Meri yang hanya melihat saja tanpa mengangkat.
Sampai ponsel selesai berdering ornag yang baru saja menghubungi Meri memberikan pesan kalau yang menelepon itu adalah Izam. Meri yang tidak tahu nomor itu terkejut setelah mengetahui kalau itu adalah nomor Izam. Tapi Meri yang tidak ingin berhubungan dengan dia hanya bisa membalas kenapa kamu menghubungiku. Bukan urusan kita sudah selesai di kampus, tidak ada lagi yang perluh dilakukan.
Meri yang sudah mengatakan itu Izam menghubunginya. Meri yang tidak tahu hanya bisa mengangkat teleponnya sampai mereka mengobrol satu sama lain. Tanpa mereka sadari kalau mereka mengobrol sampai malam tiba. Meri yang melihat ke jendela yang sudah mulai gelap hanya bisa mengakhiri obrolan mereka.
Meri yang berdiri dan merenggangkan tubuhnya berjalan ke arah pintU. Tapi saat Meri yang hendak masuk ke dalam mendengar suara mobil yang berhenti.”Kakak dan kakek sudah pulang,”ucap Meri yang masih terdiam. Sampai Meri yang kembali berjalan masuk ke dalam menuju kamarnya.
“Maaf menuggu lama,”kata Meri.
“Apa hari ini kamu terlalu sibuk Meri sampai kamu datang terlambat,”kata kakek 1.
“Lumayan kek, tapi bagaimana perkembangan bisnisnya apa berjalan lancar,”kata Meri.
“Untuk sekarang masih bisa diatasi. Jadi kamu tidak usah khawatir,”kata Kakek 2.
__ADS_1
Meri yang senang dengan kabar dari mereka sampai hidangan makan malam disipakan. Mereka yang sudah ada didepan makanan mulai menyantap hidangannya.”Bagaimana dengan kuliah kamu apa berjalan lancar,”kata kakek 2.
“Iya berjalan k=lancar masih normal pada umumnya. Tapi bagainama dengan nenek?,”kata Meri yang mengganti topik.
“Meraka baik saja kamu tidak usah khawatir. Kamu fokus saja untuk menyelesaikan studi kamu,”kata kakek 1. Meri hanya menganggukan kepalanya dan menikmati hidangan makan malam bersama keluaganya.
Selesai dengan makan bersama Meri kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Meri yang sudah lelah langsung berbaring di atas kasur yang dia bisa merasakan bisa tenang. Meri yang sudah di atas kasur langsung tertidur. Sementara di tempat lain Izam yang tidak sadar kalau dia berbicara banyak dengan Meri yang telah membuat kesalahan dengan dia.
“Tidak aku sangka dia baik juga. Tapi kenapa aku bisa salah paham dulu dengan dia, bodohnya aku,”kata Izam yang merasa bersala. Izam yang masih di ruang kerjanya menyelesaikan semua data yang masuk. Tapi berita tentang rekannya masih belum dia dapatkan sampai sekarang.
“Apa mereka berhasil atau tidak ya?,”kata Izam yang masih khawatir dengan rekan seperjuangannya yang ada di medan pertempuran. Izam yang kembali menyelesaikan semua dokumen yang masuk setelah dia mengobrol dengan Meri.
Izam yang tidak tahu kenapa terbanyang suara Meri yang begitu merdu dan nyaman. Sampai Izam tidak bisa berkonsentrasi dengan apa yang ada di depannya.”Kenapa dengan diriku,”kata Izam yang mencoba tenang.
Izam yang tidak bisa tenang mencoba membuka pintur terasnya untuk menghirup udara segar dimalam hari. sampai ponselnya berdering Izam masuk dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja dan melihat siapa yang membuat dia merasa gelisah.
Izam yang sudah membaca pesannya kalua bala bantuan sudah datang ke markas tentara serigala hitam. Tapi di dalam pesan yang hanya sebagian itu membuat izam merasa bingung.”Apa yang sedang terjadi kenapa pesan yang masuk hanya sebagian saja,”kata Izam yang gelisah.
Karena dia ingin tahu apa yang sedang terjadi dia mencoba menghubungi Tarkam untuk menayaka apa yang sedang terjadi. Tapi Izam yang masih ragu untuk bertanya hanya bisa mengurungkan niatnya menuggu kabar dari dia langsung. Jika Tarkam mau memberitahunya, tapi belum sempat dia meletakan ponselnya dia mendapatkan pesan dari Tarkam kalau dia tidak usah khawatir apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
Karena tentara elang hitam juga sudah berangkat menuju tempat posko mereka berada. Karena ada beberapa hal yang akan membuat Izam bahaya mereka hanya bisa mengirim sebagain darai apa yang sudah terjadi. Izam yang sudah mendapatkan kabar itu merasa lega dengan apa yang diberitahukan kepada Tarkam