
Meri yang bersama dengan kedua nenek dan kedua kakeknya pergi ke keluarga Bram. Sampai di keluarga Brama mereka melihat satu mobil yang dinyata itu adalah mobil Bela dan Aji yang saat itu sedang berkunjung. Meri bersama dengan kakek dan neneknya masuk ke dalam rumah yang sudah disambut oleh keluarga Bram.
“Meri,”ucap Ibu Bela. Meri yang menghindar sentuhan ibu Bela kerena apa yangs udah terjadi dimasa lalu.
“Kenapa anda mengirimku surat. Apa yang kalian inginkan dariku lagi.,”kata Meri yang berseterus terang.
“Kenapa kamu menjauh dari ibu. Ibu sangat rindu dengan kamu, sudah lama tidak ada kabar dari kamu. Kamu sekarang tinggal dimana,”kata Ibu Bela.
“Untuk apa kalian ingin tahu,”ucap Meri yang masih bersembunyi didekat kedua neneknya.
“Kak kenapa kamu seperti itu ayah dan ibukan hanya ingin melihat kamu. Kenapa sikap kamu seperti itu,”kata Bela.
Meri yang tahu kalua dia berlama-lama di tempat itu akan membuat dia sulit untuk kleuar. Smapai kakek Meri berkata kalau Meri sekarang ada di bawah pengawasan keluarga Sarca. Jadi kalian tidak usah memperdulikan apa yang akan terjadi dengan Meri. Sambil memberikan hak asuh Meri. Tapi keluarga Bram tidak bisa menerima semuanya. Karena mereka yang sudah merawat Meri sejak mereka mengabdopsinya.
“Tidak bisa Meri akan tetap menjadi keluarga Bram,”kata ayah Bela.
“Kenapa tidak bisa apa kalian masih ingin memanfaatkan aku lagi. Hanya untuk mendapatkan keinginan kalian, dari awal kalian tidak menginginkan aku saat Bela lahir bukan. Aku selalu dijadikan budak untuk kalian, tapi untuk sekarang aku menolak karena aku sudah menemukan keluargaku lagi,”kata Meri yang berseterus terang.
“Dia bukan keluarga kamu Meri,”kata Ibu Bela.
__ADS_1
“Iya kalian bukan keluargaku, karena kalian sudah merawta aku sampai sekarang dan aku juga sudah tahu maksud kalian mengundangku. Untuk menjalin sebuah pertunangan dengan keluarga ternama bukan,”kata Meri dengan sini.
“Apa masksud kamu Kak Meri,”kat Bela yang berpura-pura akting.
“Kamu tidak perluh pura-pura lagi, aku sudah tahu semuanya. Jika kamu masih mengusik ketenanganku. Aku juga tidak akan segan untuk menghacurkan keluarga yyyaaang baru saja kamu capai,”kata Meri dengan dingin kearah Bela dan Aji.
Aji yang tidak tahu kenapa sikap Meri berbeda saat dia bertemu. Di tambah lagi kenapa Meir sangat tidka suka dengan sikap kleuarga Bram. Aji yang tahu kalau pertunangan dia dan Meri sudah dibatalkan karena Meri ingin bersama dengan Ilham. Tapi aku juga tidak menyangka kalau pertunanga Meri akan kacau karena Ilham sudah memiliki istri.
Aji yang ingin mencari tahu kenapa semua itu menjadi rumit melihat ke arah Meri yang masih sedikit marah dengan keluarga Bram. “Meri aku ingin bertanya?,”ucap Aji disela pembicarana mereka.
“Apa yang ingin kamu bicarakan denganku,”kata Meri dengan santai.
“Apa benar kamu tidak tahu kalua sebelum kamu bertunangan dengan ilham kamu bertunangan denganku,”kata Aji. Meri hanya menggelengkan kepalanya sementara Bela yang ada di sampaingnya mersa tertekan karena pembicaraan Aji.
Aji yang awalnya melihat ke arah Meri beralih ke arah Bela dan keluarganya.”Apa yang kalian sembunyikan lagi dariku. Bukan kalian sudah tahu kalua aku bertunangan dengan Meri tapi dibatalkan karena Meir tidak ingin dan memilih bertunangan dengan Ilham,”kata Aji yang berdiri.
“Tunggu dulu Aji aku akan jelaskan kepada kamu,”kata Bela yang sedikit melirik ke arah Meri. Meri yang mennyadari itu hanya bisa berkata,”Aji aku akan beritahu kamu. Kamu percaya atau tidak itu terserah kamu. Anak yang dikandung oleh Bela itu anak kamu apa bukan.”Meri yang ingin segera pergi dari rumah Bram.
“Meri kamu anak yang tidak berterima kasih,”ucap Ibu dan ayah Bela juga berjalan langsung menampar Meri di depan semuanya. Meri yang menerima hanya bisa terdiam dan berkata,”Apa sudah puas, kalian selalu melakukan aku seperti ini. Apa kalian tidak memiliki hati.”
__ADS_1
Meri yang langsung berjalan bersama dengan nenek dan kakek. Awalnya kakek dan nenek tidak bisa di terima kalau cucu mereka berdua di tampat oleh keluarga Bram. Tapi Meri yang menghentikannya membuat kedua nenek dan kedua kakek hanya menuruti keinginan Meri.
Aji yang disana melihat hanya bisa terdiam dan juga ikut pergi.”Kamu mau kemana Aji,”ucap Bela yang menahan Aji pergi.
Tapi Aji sudah tidak perduli lagi dengan Bela dan menghempaskan tangannya dan melanjutkan pergi keluar rumah. Meri yang ada di luar menuggu Aji. Meri yang sudah menuggu melihat Aji keluar dari rumah.”Kamu sudah keluar,”kata Meri didepan Aji.
“Jadi kamu tahu kalau aku akan keluar,”kata Aji. “Aku tidak akan berlama-lama karena aku merasa kasihan dengan kamu. Aku akan memberikan kamu satu poin saja,”kata Meri memberikan ampol coklat kepada Aji.
“Apa ini?,”kata Aji yang menerima tapi dia tidak tahu apa isi dari ampol coklatnya.”Sebaiknya kamu segera membacanya atau kamu bisa menyimpan itu ditempat yang aman jika kamu lupa akan jati diri kamu,”kata Meri.
Meri dan Aji yang sedang berbincang sampai Bela datang menghampiri mereka berdua.”Apa yang kalian bicarakan. Meri kamu tidak ingin mengganggu hubungan aku dengan Aji bukan,”kat Bela yang sedikit kesal.
Meri yang sudah melihat Bela langsung masuk ke dalam mobil dan tidak menjawab pertanyaan Bela. Karena bagi Meir itu tidak ada gunanya. Sampai di tengah jalan keluarga Meri di hadang oleh sekelompok mobil hitam. Meri yang sudah menebak siapa mereka meminta bala bantuan untuk segera datang.
Mobil yang dinaiki nenek dan kakek Meri semua berhenti. Karena mobil musuh Meri yang keluar bersama sopirnya menuju mobil didepan. Karena Meri tidak ingin kluarga yang baru saja terkumpul menghilang. “Bunuh mereka semua,”ucap Meri kepada anak buah mereka yang sudah mengikuti mereka sejak perjalanan.
Meri tahu setelah di pergi dari keluarga Bram akan terjadi masalah seperti ini. Tapi dia tidak menduga kalau masalah akan secepat ini akan terjadi. Meri dengan semua anak buah yang dia bawa melindungi nenek dan kakek. Tapi mereka berdua yang melihat Meri ada diluar hendak membuka pintu. Tapi anak buah yang berjaga tidak mengizinkan mereka keluar sampai bala bantuan datang dan kondisi sudah aman.
Tapi kegelisahan mereka masih menjadi melihat perkelahian sudah dimulai dan Meri masih di luar. Tapi saat mereka gelisah dan khawator dengan Meri. Sopir mereka yang ada di depan yang belum keluar berkata,”Nona akan baik saja, dia kuat. Mendengar ucapan dari sopir mereka hanya bisa berharap kalau Meri akan selamat sampai bala bantuan datang.
__ADS_1