Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 106


__ADS_3

Leo yang sudah ada digaris depan melihat Jaksen dan Tora yang saat itu bersama. “Kamu sudah datang,”ucap Jaksen yang menoleh. Tora yang juga ada disampingnya juga ikut menoleh ke arah suara tersebut.


“Aku ingin tahu peta ini benar apa tidak. Kenapa dari tadi lingkungan yang kita lewati tenang dan tidak ada pergerakan musuh yang datang,”ucap Jaksen.


“Bukan kamu harusnya senang kalau tidak ada yang menyerang. Tapi kenapa kamu malah gelisah,”kata Leo.


“Tidak bukan itu hanya saja aku merasa tidak nyaman dengan ketenangan ini,”kata Jaksen.


“Kamu tidak usah khawatir karena rute yang kita lewati semua musuh sudah di bersihkan oleh tim penyelidik. Jadi kamu hanya perluh menuju posko yang akan kita tujuh saja,”kata Leo.


“Kamu merasa tidak khawatir dengan semua ini Leo,”ucap Tora.


“Khawatir dengan apa yang kamu maksudkan,”kata Leo.”Semuanya,”ucap Tora.


“Tidak ada. Kita lanjut saja bagaimana?,”kata Leo. Jaksen dan Tora mulai melanjutkan perjalanan mereka dan Leo kembali ke  barisan belakang bersama dengan anak buah dia.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju posko perkemahan yang akan menjadi tempat mereka menjadi markas para tentara. Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sampai di tempat tujuan.”Kita sudah sampai semua buat tenda untuk perlindungan dan mebuat pelindung posko yang baru kita segera,”ucap Tora.


Semua anggota yang bisa bergerak mulai membuat posko baru mereka dengan memasang tenda dan batas pelindung posko yang akan menjadi tempat mereka. Sementara Leo yang anak buahnya yang berpencar mencari barang dan mata-mata yang tersisa di dalam kelompok.


Jaksen dan Tora yang melihat pergerakkan Leo dan anak buahnya tidak berkata apa-apa. Sampai Leo mendapatkan pesan dari elang pembawa pesan dari tim penyelidik. Leo yang membaca pesannya dan mulai memberi tahukan kepada anak buah dia. Untuk menanggkap mata-mata yang tersisa kerena datang yang sudah diberikan oleh tim penyelidik.


Jaksen dan Tora yang berjalan ke arah dia. Leo yang melihat itu hanya bisa memberikan informasi yang dia dapatkan kepada mereka berdua. Jaksen dan Tora membaca informasi yang diberikan kepada mereka berdua. Tidak lama Leo mendapatkan informasi dari tim penyelidik yang masuk ke dalam kelompok musuh.


Elang lain datang membawa pesan baru. Leo yang membaca pesan itu tertulis kalau tim penyelidik Meri membutuhkan bantuan tim penyelidik.”Bagaimana dia bisa tahu?,”ucap hati Leo.

__ADS_1


“Ada apa?,”kata Tora.


“Tidak ada,”ucap Leo yang membalas pesan kepada tim penyelidik Meri yang ada di wilayah lua zona. Leo yang memberitahukan kepada tim penyelidik 1 yang ada diluar zona untuk membantu tim penyelidik Meri.


Selesai dengan itu elang pun pergi untuk memberitahukan pesan kepada mereka. Jaksen yang tidka tahu informasi apa yang baru saja datang. Tapi dari perilaku Leo informasi itu bukan untuk mereka berdua. Tapi informasi bisnis yang dilakukan oleh Leo.


Leo melihat ke arah Jaksen yang melihat hanya bisa berkata.”Apa ada yang ingin kamu katakan Jaksen?,”ucap Leo dengan santai.


“Tidak aku hanya penasaran bisnis apa yang kamu lakukan,”kata Jaksen.


“Bisnis apa yang aku lakukan. Untuk sekarang belum ada, karena aku masih menjadai karyawaaan   Meri,”kata Leo.


“Maksud aku di dunia bawah,”kata Jaksen.”Soal itu aku tidak melakukan apa-apa semua dilakukan secara bebas aku hanya menuggu hasil yang baik saja. kerja santai,”kata Leo.


“Lalu informasi yang barusan itu apa?,’”kata Jaksen.


Di tempat lain Meri dan Tarkam yang masih bertahan dengan kemungkinan yang ada. Izam yang tidak diam membantu mereka sampai ada kabar dari rekan mereka yang ada di dalam medan perang. Kalau bala bantuan datang dan mereka sudah pindah ke posko yang baru dengan bantuan Leo.


Mereka bertiga yang mendapatkan pesan itu merasa senang dengan kabar baik. Tapi Meri yang menuggu kabar dari tim penyelidik masih resah. Sampai Izam yang menyadari itu hanya bisa melihat saja. sampai Izma merasa ikut gelisah dengan sikap yang diberikan.


“Apa yang membuat kamu khawatir  Meri, bukan sudah ada kabar baik dari serangan yang kalian lakukan,”kata Izam.


“Itu benar hanya saja aku masih memikirkan orangku yang masih belum kembali sampai sekarang,”kata Meri.


“Kamu tidak usah khawatir mereka akan baik saja,”kata Tarkam. Tapi saat mereka sedang gelisah dengan apa yangs udah terjadi, tiba-tiba badai datang dengan saham yang dimiliki Tarkam dan dua perusahaan yang ada di bawah kendali Meri mengalami serangan.

__ADS_1


“Meri,”ucap Tarkam yang terkejut dengan angka yang ditunjukkan.”Ada apa kak?,”kata Meri yang berjalan ke arah Tarkam. Meri yang melihat angka didepan layar komputer merasa tercengang.


“Bagaimana bisa saham kita mengalami penurunan,”kata Meri yang tidak percaya. Meri yang mencoba tenang sampai bala bantuan datang.”Kalian butuh bantaun,”ucap Jesi bersama dengan John.


“Jesi John bagaimana kalian bisa masuk ke tempat ini,”kata Meri.


“Kenapa karena ini tempat kami. Tentu saja kami bisa masuk. Lagi pula ada yang ingin bertemu dengan kamu Meri,”kata John.


“Nona,”ucap anak buah Meri yang dia suruh mencari informasi.


“Bagaimana kamu bisa terluka. Apa yang terjadi sebenarnya?,”kata Meri.


“Penghianat ada di sekitar kalian. Apa kamu tidak menyadarinya Meri. Jika aku tidak diberitahukan Leo soal informasi ini. Aku juga tidak ada disini sekarang,”kata John.


John dan Jesi yang mengambil ahli.”Biarkan kami yang membantu memulihkan saham kalian,”kata Jesi.


“Bagaimana bisa dengan sedikit saham yang kita miliki itu percuma jika kita memberikan suntikan dana,”kata Meri.


“Untuk apa suntikan dana jika jumlah yang dimiliki sudah cukup untuk bangkit,”kata John.”Kalian berdau bisa melakukannya,”kata Tarkam.


Jesi dan John mulai menggerakkan kedua tangan mereka. Perkelahian angka dimulai yang di pimpin oleh Jesi dan John dan anak buah mereka yang ada di tempat lain. Satu serangan mulai di lontrakan oleh Jesi dan John bersama dengan anak buah mereka berdua. Sampai waktu terus berjalan Meri yang melihat yang berpura-pura khawatir dan gelisah.


Karena ada yang bisa dilakukan pada orang yang membantunya. Meri yang melihat semua itu hanya bisa menyembunyikan identitasnya sampai dalam kondisi genting saja. Jika pada saat seperti ini mereka yang datang menolong bisa menyelesaikan krisis yang ada Meri tidak bisa menujukkan identitasnya.


Sampai waktu yang ditentukan, hingga waktu terus berjalan anak buah Meri yang memberikan laporang terbaru dari tim penyelidik. Kalau mereka meminta bantuan tim penyelidik dari Leo. Meri yang tahu akan itu hanya bisa diam. Sampai kondisi mulai membaik dan stabail. Dan harapan dan keinginan Meri terkabur kabar baik datang dengan hasil yang membuat Tarkam, Meri dan Izam terkejut.

__ADS_1


“Kalian melakukan dengan bagus,”ucap Tarkam.”Tentu saja siapa dulu teman Meri,”kata Jesi.


“Tapi ita belum boleh santai, kita harus membalas mereka yang melakukan serangan sembunyi ini bukan,”kata John dengan tatapan serisu dan dingin. Sampai Jesi menepuk punggung John yang dalam kondisi ingin membantai dengan taktik sembunyi.”Kenapa kamu menepukku, lagi seru ini jangan sampai aku salah memasukkan angkanya,”kata John yang masih fokus membalas mereka.


__ADS_2