Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 26


__ADS_3

Meri yang masih membuka matanya melihat hasil saham yang akan dijual di pelelangan malam itu. Meri yang tidak tahu apa yang akan terjadi menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan. Dengan hati-hati dia membeli saham dengan harga yang sudah ditetepkan. Waktu berjalan cepata sampai Meri mendapatkan tiga saham yang memang dalam masa kritis. Semua surat saham dan perusahan yang didapatkan atas nama Meri.


“Akhirnya selesai juga,”kata Meri yang melihat ke layar leptop.”Ternyata sudah malam,”ucap Meri yang menuju kasur. Meri menutup mata setelah membeli beberapa saham perusahaan yang mengalami krisis.


Malam yang panjang dan melelahkan Meri tertidur tanpa ada gangguan. Sampai pagi datang Meri terbangun karena terdengar suara pintu kamarnya terbuka. Meri membuka matanya karena mendengar suara pintu terbuka.”Maaf nona saya membangunkan anda, saya hanya mengantarkan makanan pagi,”ucap pelayan.


“Tidak, apa-apa. Tapi apa aku boleh meminta cemilan tidak dan persediaan minuman,”kata Meri. “Tentu saja saya akan menyampaikan kepada nyonya dan tuan besar,”kata Pelayan.


Pelayan menaruh makanan pagi yang kemudian dia langsung pergi keluar. Meri yang tidak bisa tidur lagi hanya bisa duduk sebentar dan langsung menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi Meri yang sedang berpikir untuk mencari uang. Sampai dia mendengar namanya di panggi. Meri keluar dan dia melihat ayah dan ibunya yang sudah menuggu.


“Ada apa ayah dan ibu ke sini?,”kata Meri yang keluar dari kamar mandi.


“Tadi pelayan mengatakan kalau kamu ingin makanan ringan dan minuman. Apa itu benar?,”ucap Ibu.


“Iya, apa tidak boleh. Akukan tidak boleh keluar dari kamar makanya aku minta lebih makanannya,”ucap Meri.


“Apa ada lagi yang kamu inginkan?,”ucap Ayah.


“Tidak ada itu saja. Tapi kapan aku boleh keluar ayah ibu. Aku pasti akan bosan kalau di dalam kamar terus. Bagaimana jika nenek dan kakek serta keluarga Rendra tahu kalau ayah dan ibu mengurungku di kamar,”kata Meri yang mencoba mencari kelonggaran.


Ayah dan Ibu hanya menatap sampai Bela datang masuk ke kamar Meri.”Kamu tidak boleh keluar sampai tanggal pertunangan kamu dengan keluarga Rendra di tetapkan,”kata Bela yang menuju ke arah mereka bertiga.

__ADS_1


“Apa masih belum di tetapkan tanggalnya,”kata Meri yang tidak mengerti.


“Karena awalnya pertunangannya dibatalkan jadi masih belum membuat tanggal tetapnya. Tapi setelah kamu masih hidup tanggalnya akan di tetapkan, tunggu saja ya kakakku yang cantik,”ucap Bela yang keluar.


Setelah mereka berbincang dengan Meri. Pintu kembali dikunci oleh penjaga yang mengawasi pintu Meri.”Lagi-lagi aku di kurung dikamar,”ucap Meri yang melihat makanan pagi yang sudah tersedia.


“Lebih baik makan saja,”kata Meri sampai dia mendapatkan pesan dari Tea yang menayakan kabar Meri. Meri yang membalas kalau dirinya baik-baik saja sambil berkata jangan khawatir kalau dirinya baik saja dan tidak usah memperdulikan dirinya. Karena dirinya akan baik-baik saja.


Meri yang menikmati makanan paginya, setelah dia selesai sarapan pelayan datang masuk.”Nona apa sudah selesai sarapannya,”kata pelayaan.


“Sudah,”ucap Meri. Pelayan yang meletakan makanan dan minuman yang diminta sambil mengambil bekas sarapan Meri. Pelayan yang sudah keluar dari kamarnya Meri mulai membuka leptop, tapi dia merasa kalau dirinya seperti diawasi.Meri yang melihat ke atas ternyata ada kamer yang terpasang. “Untung saja kemarin aku sudah mengeceknya jadi bisa aku manipulasi kameranya. Kurasa hari ini juga aku harus melakukannya lagi,”kata Meri dalam hati.


Setelah beberapa jam dia melihat dan menganalisi Meri sudah memutuskan untuk menjalankan sebuah perusahan kecil dengan ide yang pertama tentang Fasion pakaian dan produk kecantikan, ide kedua adalah dunia hiburan dan ide terakhir adalah kemiliteran.


Meri yang sudah menemukan ide itu memulai dengan perusahaan fasion atau pakaian serta produk kecantikan yang dia akan mulai merancang sistem perencanaan yang akan dia terapkan dalam perusahan. Meri yang menghubunungi orang yang bisa dia percayai dalam perusahaan dengan menyaring karyawan yang masuk kedalam perusahaan F. Meri yang berhati-hati dalam melikih karyawan yang bisa dia percayai untuk menjalani perusahaan. Meri yang tidak ingin identitasnya ketahuan hanya bisa melakukannya di balik layar.


Waktu berjalan cepat sampai hari sudah berancak sore. Dimana Meri mengakhir semua aktifitasnya dan memulai membaca buku untuk mengurangi ke waspadaan orang tua angkatnya. Meri yang sudah selesai membaca melihat ke luar jendela sampai pelayan datang. “Nona ini makan malamnya,”ucap Pelayan.


“Terima kasih,”ucap Meri yang masih menatap ke luar jendela. Meri yang sudah mulai bosan dengan kondisi yang dia rasakan. Satu minggu dia lalui dikamar sampai semua urusan perusahaan dia selesai bereskan ketiga perusahaan yang dijalankan oleh Meri berjalan lancar tanpa ada hambatan apa-apa. Meri yang dikurung mencoba mencari aktivitas didalam kamar dengan barang yang ada. Dari dia membaca buku, mendesain pakaian, membuat produk kecantikan menulis novel dan lain sebagainya.


Meri yang tidak lupa dengan apa yang dia alami hanya bisa menuggu dia keluar sampai tanggal pertunangannya di tetapkan. Meri yang sudah lama menuggu akhirnya tanggalnya telah ditetapkan. Ayah dan ibu masuk ke dalam kamar Meri kalau dia boleh keluar dari kamar asalahkan dia selalu membawa pengawal di setiap dia pergi dari rumah.

__ADS_1


Meri yang mendapatkan kabar itu merasa senang, sampai Bela juga ikut datang.”Selamat ya kak, tanggal pertunangan kamu sudak ditetapkan,”ucap Bela sambil tersenyum. Meri yang tahu kalau pikiran Bela memberi tahunya kalau selamat karena sudah bertunangan dengan orang cacat  dan kalian sangay cocok bersama. Meri yang tidak memperdulikan ucapan Bela merasa lega kalau dirinya bisa keluar dari kamarnya.


Karena sudak waktunya dia menjalankan aktivitas dia dalam dunia universitas. “Meri,”ucap Ibu.


“Iya ibu, ada apa?,”kata Meri yang menatap ke arah Ibunya.


“Bagaimana dengan sekolah kamu?,”kata Ibu. “Ibu tidak usah khawatir karena aku sudah mendaftar di universitas x dalam bidang desain. Bulan besok sudah mulai masuk perkuliahannya. Apa ayah dan ibu mengijinkannya,”kata meri.


“Sejaka kapan kamu mendaftar ke universitas x?,”kata Bela.


“Sudah lama, tapi aku belum sempat memberitahu ayah dan ibu karena aku di kurung dalam kamar,”kata Meri.


“Boleh tapi kamu harus tinggal di rumah dan bukan di asrama dan selalu harus membawa pengawal,”kata ayah.


“Baik ayah, tapi apa boleh kalau pengawalnya hanya satu saja. Aku tidak mau menjadi sorotan orang lain,”kata Meri sambil memelas.


“Baiklah, tapi apa yang kamu lakukan harus dilaporkan kepad ayah atau ibu,”kata ayah. Meri hanya tersenyum mendengar kalau dia di ijinkan untuk menjalankan pendidikannya.


Setalah Meri dibebaskan dari kurungan dia bisa melakukan apa saja. Tapi dia harus waspada dengan apa yang akan terjadi, karena pengawal yang mengawasi Meri dipilih oleh Bela.


Meri yang melihat pengawal itu merasa kalau dia adalah anak buah dari organisasi kalajengking. Tapi Meri yang sudah tahu hanya bisa menjalankan dengan santai tanpa diketaui oleh mereka semua. Hari yang indah akan dimulai dengan hari dengan penuh tekanan akan mulai bermunculkan. Meri yang sudah siap akan semua itu hanya bisa melakukannya dengan santai dan perlahan.

__ADS_1


__ADS_2