Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 36


__ADS_3

Delta yang tahu rencana Meri hanya ikut dalam permainan Meri untuk menangkap dalang dari bisnis yang akan dijalankan Meri. “Kamu sudah tahu sejak kapan Delta,”kata Roro.


“Dari awal,”ucap Delta sambil memalingkan wajah.


“Apa kamu tidak setia kawan ternyata,”kata Petra.


“Sudahlah, yang penting ini barang yang kamu minta,”ucap Hendra.


Hendra yang memberikan baju pertunangan kepada Meri.”Terima kasih,”ucap Meri.


“Jadi dia yang namanya Hendra,”kata Ilyas yang dingin.


“Pakaian itu,”ucap Ilyas. “Ini adalah pakaian yang aku buat untuk pertunangan kita. kamu tidak suka,”ucap Meri menatap Ilyas.


“Ini kamu yang buat bukan Hendra,”kata Ilyas yang salah paham.


“Tidak aku hanya mengantar baju saja. Tapi tidak terduga kami juga mengalmi masalah di perusahaan. Tapi untung saja pakaian yang disempan di ruang bawah tanah masih aman. Tapi untuk desain yang sudah disiapkan tidak bisa dijual karena sudah dicuri,”kata Hendra.


“Bagimana kamu akan menangani sekarang Meri,”ucap mereka semua.


“Tenang saja,”ucap Meri yang sudah mempersiapkan semuanya.


“Jaksen kamu sudah bawa orangnya,”ucap Meri  yang keras sampai di bawah tanah. Jeksen yang mendengarnya hanya bisa membawa Firgo. Ahmad dan Tora yang meklihat Jaksen membawa Firgo yang bertanya.


“Kamu ingin membawa dia kemana,”kata Ahmad.


“Meri ingin bertemu dengan dia,”ucap Jeksen.”Kan bisa dibawa saja kenapa  harus menyeret dia ke atas,”ucap Ahmad.


Jeksen yang sudah membawa Firgo.”Hai Firgo,”ucap Meri dengan santai.


“Untuk apa kamu menyeretku,”kata Firgo.”Coba kamu lihat ini sebelum kamu bertindak,”kata Meri yang memberikan isyarat kepada Jaksen untuk melepaskan ikatan Firgo.


Firgo yang sudah terlepas dari ikatan dan menerima secarik kertas dari Meri. Dengan cepat dia mengambilnya dan membacanya sampai mata Firgo melihat ke arah Meri.

__ADS_1


“Bagaimana kamu bisa mendapatkannya?,”kata Firgo yang tidak percaya apa yang dia lihat.


Meri tidak menjawabnya karena beberapa alasan sampai Boya datang.”Ternyata pada kumpul disini,”ucap Boya.


“Apa semua sudah beres Boya,”ucap Meri. “Semua sudah aman, mereka akan diantarkan ke perusahaan yang ada di tiga negara untuk memulai proyek barunya,”kata Boya.


Ketiga orang yang menjadi wakil dari perusahaan tersebut sangat bingung. Sampai Petra berkata,”Apa yang kalian maksudkan, bukan proyek sudah dicuri bagaimana kita akan memulai bisnis ini.”


“Bukannya semua ini adalah rencana yang sudah dipersiapkan semua proyek yang kalian dapatkan adalah umpan mereka. Yang asli sudah ada di perusahaan di negara yang akan kalian tempati,”kata Delta.


“Jadi proyek akan berjalan seperti rencana awal,”kata Hendra.”Tepat. Boya yang akan mengantar kalian ke perusahaan,”ucap Meri.


Setelah pakaian sudah diantar mereka berempat pergi ke negara yang dimana perusahaan Meri bangun untuk memulai awal yang baru.”Meri apa yang sebenarnya terjadi?,”ucap nenek keluarga Sari.


“Itu temanku meminta aku untuk membantunya dalam bisnis yang dia kelola karena ada musuh yag selalu menggagalkan bisnisnya. Maka aku membantunya dengan rencana yang aku buat dan temanku menerima rencanaku,”ucap Meri yang berbohong.


“Jadi seperti itu, lalu pakain itu apa dari teman kamu,”ucap nenek keluarga Sari.”Tidak itu aku yangbuat. karena ayah dan ibu angkat pasti tidak akan membelikannya,”ucap Meri dengan suara rendah.


“Kenapa kalian berkata seperti itu Meri mungkin juga memperlukan kalian yang sudah membesarkannya dan menyanginya,”ucap nenek keluarga Celsi.


“kita bisa menjadi satu keluarga,”kata kakek keluarga Celsi.”Sama-sama memiliki cucu yang cantik dan polos dan baik,”kata kakek keluarga Sari yang tersenyum.


“Tapi kalian harus tetap menyembunyikan identitas kalian kalau ingin selamat dari kedua keluara tersembunyi bukan,”kata Firgo.


“Itu benar, kenapa kamu sadar. Apa yang diberika kepad Meri sampai kamu bisa tenang,”ucap kakek keluarga Celsi.


“Dia adalah putri dari Mawar bagaimana aku bisa membantah dan aku aku melaporkannya kepada bosku,”ucap Firgo. Ahmad dan Tora menghentikan langkah Firgo yang ingin pergi.”Kamu mau kemana,’ucap Ahmad.


“Belum waktunya kamu pergi,”kata Tora. Meri yang melihat hanya bisa terdiam sampai ponselnye berdering. Meri yang melihat ke layar ponsel dan Tea yang tertulis memanggil.”Hallo Tea ada apa kamu meneleponku,”ucap Meri yang sudah mengakat teleponnya.


“Meri bagaimana kondisi kamu,”ucao Tea yang khawati sampai suara adiknya juga itu bersuara.


“Aku baik saja, kenapa memangnya,”kata Meri.

__ADS_1


“Aku dapat kabar kalau kamu bertunangan dengan tuan llyas. Apa itu benar?,”kata Tea.


“itu benar, ini aku lagi mempersiapkan acara nanti malam,”akata Meri.


Tea yang terdiam sampai dia mendengar suara Bita dan Jeremi.”Apa maksud kamu Meri akmu bertunangan dengan tuan Ilyas,”ucap Meri dalam telepon.


“Kalian sejak kapan kenal dengan Tea,”ucap Meri yang mencari tahu.


“Kami akan memberitahu kamu asalkan kamu jawab kami apa benar kamu bertunangan dengan tuan Ilyas yang cacat itu. tapi bagaimana bisa bukannya yang bertunangan dengan dia itu adalah Bela bukan kamu Meri,”ucap Jeremi.


Meri tidak tahu ingin mengatakan apa hanya bisa terdiam hingga dua menit telah berlalu. “Aku akan katakan nanti jika kita bertemu,”ucap Meri yang menutup teleponnya.


“Kenapa kamu,”ucap Ilham yang baru saja masuk.


“Tidak ada,”ucap Meri. Sementara Ahmad  Tora dan Firgo yang masih beraduh mulut. Jeksen yang menatap Meri setelah Meri melihatnya. Meri berjalan kearah Jeksen yang menuju ruang bawah tanah.


“Ada apa?,”ucap Meri yang tahu gerak gerik Jaksen setelah mengintograsi Firgo.


“Ka,mu tahu kalau mereka berselisih karena ada campur tangan pihak lain yang membuat kedua keluarga itu menjadi musuh,”ucap Jaksen.


“Jadi itu benarnya ada rahasia yang membuat kedua keluarga itu permusuhan. Apa itu ada kaitannya dengan keluarga Black yang membuat perselisihan keduanya,”kata Meri


“Itu benar, tapi ada yang aneh dengan mereka seperti ada ornag lain yang mendalangi,”kata Jeksen.


“Kurasa masalah ini akan menjadi rumit dengan menghilangnya ayah dan ibuku. Dan perselisihan keluarga tersembunyi ini. Apa yang mereka inginkan?,”ucap Meri yang penuh dengan pikiran.


“Jeksen aku tugaskan kamu mencari tahu latar berlakang ketiga leurga tersembunyi ini bisa berkembang,”kata Meri. Jeksen yang meneriman perintah langsung pergi meninggalkan Meri di dalam raung bawah tanah.


Meri yang masih di dalam ruang bawah tanah didatangi oleh anggota organisasi mawar naga hitam. Meri tahu kalau mereka adalah bawahannya yang memberi kabar soal gurun pasir.”Kenapa kalian datang dan yang datang bukan anak buahnya tapi kenapa kamu, bodoh,”ucap Meri kepada Blue karena mata dia biru laut.


“Aku hanya ingin bertemu dengan kamu Meri. Kamu harus jelaskan apa yang sedang terjadi kepad kami,”ucap Blue yang menuggu jawaban karena banyak kejadian yang tidak terduga.


Meri hanya terdiam dan berjalan menuju anak tangga karena belum waktunya mereka untuk menampakan diri.”Nanti aku akan berkunjung, sekarang kalian pergilah dari tempat ini. Untuk laporannya kirim lewat email khusus,”ucap Meri yang meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2