Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 50


__ADS_3

Meri yang masih menuggu kelanjutan cerita dari kedua adik Ilyas sampai Erik dan Erika datang malam-malam. “Apa yang kalian lakukan di sini?,”ucap Erika yang masuk bersama dengan Erik kembarannya. Meri yang melihat melirik ke arah mereka dan melihat seorang yang tidak asing.


“Kenapa kamu bawa dia kesini Erik?,”kata Meri yang tahu dia adalah bos preman yang diselamatkan oleh Meri saat kecelakaan.


“Dia ingin bertemu dengan kamu,”ucap Erik yang tidak bisa menghalangi anak buah bos preman. Meri yang melihat hanya bisa menatap sampai dia masuk dan menundukan kepalanya mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan keluarga bosnya. Meri hanya bisa menerka ucapan terima kasih dari wakil preman yang datang ke kontrakannya sampai dia melihat ada yang ganjil.


“Apa ada lagi yang ingin kamu ucapkan,”kata Meri yang merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh mereka.


“Apa kamu kenal dengan jenis peluru ini,”ucap Wakil preman. Tora yang mengambil peluru itu dengan wajah terkejut langsung menatap ke arah preman.”Dari mana kamu mendapatkannya?,”ucap Tora.


“Aku mendapatkannya saat penyerangan itu berlangsung dan kecelakaan itu terjadi,”ucap wakil preman.


“Maksud kamu kecelakaan itu terjadi karena pihak lain. Begitu,”ucap Tora. Meri dan yang lian yang di tempat hanya bisa mendengar sampai Meri berkata,”Apa yang terjadi Tora? Wajah kamu tidak enak dipandang.”


Tora yang mendengar ucapan Meri langsung memberikan peluru itu kepadanya. Meri yang menerima perluru tersebut langsung mengetahui kalau ini peluru dari organisasi kalajengking yan baru saja di produksi dengan olesan racun.


“Siapa yang terkena peluru ini?,”ucap Meri.


“Anak buah saya dan bos. Apa ada masalah dengan peluru itu?,”ucap wakil preman.


“Perluru ini sudah di oleskan racun dan ini adalah prosuk dari organisasi kalajengking,”kata Meri.


Ahmad dan Ilham yang melihat ke arah Meri yang tahu tentang peluru itu membuat dia yakin kalau dia menyembunyikan banyak rahasia.”Dari mana kamu tahu soal peluru itu,”ucap Ilham.


“Kamu tanya kepadaku apa tanya kepada mereka,”ucap Meri yang bingung.

__ADS_1


“Aku tanya kepada kamu,”ucpa Ilham yang kesal.”Maaf...maaf hanya bercanda,”ucap Meri.


“Kamu tanya yang aneh. Seharusnya kamu tanya racun apa itu, bukan dari mana kamu tahu kalau itu perlutunya beracun,”kata Erik.


“Bukan itu sama saja ya,”ucap Meri yang tersenyum. “Apa maksud kamu bos saya terkena racun dari peluru tersebut,”kata Wakil preman.


“Itu yang aku tahu tentang peluru ini lihat ini jika kamu ingin tahu beracun apa tidak,”kata Meri yang mengambil gelas yang berisi air yang dilarutkan oleh garam. Gelas yang sudah dimasukkan peluru dengan air larutan garam. Berubah warna menjadi gelapa yang menandakan kalau peluruh sudah dioleskan racun.


“Apa dengan ini sudah jelas,”ucap Meri.”Apa kamu memiliki obat penawarnya,”ucap wakil preman yang mulai gelisah dengan bosnya.


“Obat penawar ya,”ucap Meri yang melihat ke arah Tora. Wakil preman yang melihat kearah Meri beralih ke arah Tora yang tidak jauh dari tempat Meri duduk.”Ada,”ucap Tora.


“Tapi harga mahal kamu tahukan, kami ini pembisnis ilegal yang baik,”ucap Tora.


“Pembisnis ilegal yang baik, bilang saja tidak baik. Kenapa ribut sekali,”ucap Ahmad yang menatap.


“Jika kalian suka lakukan ditempat lain aku tidak ingin melihat kemesraan kalian berdua,”kata Meri dengan tatapan terpesona kepada mereka berdua yang berpikir sepasang dua pria yang saling suka tapi tidak bisa mengatakan.


Meri yang memikirkan itu mendapatkan ide naska drama yang bagus. Meri berjalan dan mengambil leptopnya dan dia buka untuk memulai menulis naskah. Mereka yang ada didalam ruangan melihat Meri yang tidak bisanya tersenyum seperti itu.”Apa yang dia lakukan?,”ucap wakil preman.


“Sebaiknya kalian diam saja sampai dia selesai. Jika kalian mengganggu apa lagi dengan tatapan Meri yang tenang itu. Kalian bisa saja dimaksa oleh dia nanti,”ucap Erika yang sudah mengenal Meri dengan jelas termasuk anak buah yang lain.


Meri yang dengan fokus dengan naskah yang baru saja dia mendapatkan ide yang berjudul Cinta Beda Dunia. Dimana cerita ini menceritakan dua pasang laki-laki yang saling menyukaia tapi karena suatu kondisi dimana dia tidak bisa bersama. Sampai akhirnya mereka memiliki pasangan masing-masing.


Meri yang tidak hanya menulis naskah dia juga membuat cerita baru yang bergender boylover gender novel antara dua pasang pria. Meri yang mulai mengerjakan naskah dan novelnya sampai dia membuat ide baru yang terlintas tentang produk baru. Sampai mereka yang  melihat hanya terdiam, hingga Meri menyelesaikannya. Tiga jam telah berlalu dimana Meri sudah menyelesaikan semua tugas. “Kenapa kalian masih disini?,”ucap Meri yang menatap ke arah mereka semua.

__ADS_1


Mereka yang di dalam ruangan hanya bisa menatap Meri. “Urusan kamu sudah selesai,”ucap Ahmad.”Sudah, tapi kalian sendiri,”kata Meri.


“Kamu masih belum jawab pertanyaan kami dari mana kamu tahu kalau itu beracun dari mana kamu bisa mengenali peluru itu,”kata Ahmd.


“Jadi kalian disini hanya ingin tahu itu. Kenapa kalian tidak bertanya kepada Tora,”kata Meri.


“Apa maksud kamu?,”kata Ahmad.”Mereka tahu jika kalian mau bertanya kepada mereka,”ucap Meri dengan santai.


Ahmad dan Ilham hanya tersenyum sampai dia berkata,”Mereka  melemparkan semua jawabannya kepada kamu,”ucap Ilham.


“Ohhh jadi seperti itu. Aku tahu karena pernah melihatnya di penjualan ilegar di bawah tanah,”kata Meri.


“Apa maksud kamu pernah ke penjualan ilegal di bawah tanah. Apa kamu salah satu organisasi tersebut,”ucap Ahmad. Meri yang tidak tahu apa yang mereka pikirkan sampai hari sudah tengah malam.”Tora kamu sudah memberikan obat penawarnya kepada orang itu,”ucap Meri sambil menunjuk ke arah wakil preman.


Tora yang menganggukan kepalanya sampai Ilham berkata,”Kakak ipar siapa kamu sebenarnya dan waktu itu juga kamu menyelamatkan aku dari kejaran organisasi kalajengking. Aku mengucapkan terima kasih.”


Meri yang mengingar masa lalu dan menatap ke arah Ilham.”Kamu adalah orang yang ada di gang itu ya,”ucap Meri yang berakting.


“Meri,”ucap Erika.”Apa?Jangan menatap aku seperti itu aku hanya bercanda,”kata Meri.


“Aku terima ucapan terima kasih kamu. Kau juga tidak tahu kenapa kamu dikejar oleh mereka,”kata Meri.


“Aku dikejar karena Bela, bukan kamu sudah tahu ceritanya,”ucap Ilham.”Cerita yang mana, kalian saja belum cerita tadi karena kedatangan tamu. Mana aku tahu apa yang terjadi dengan kalian dan kakak kamu,”kata Meri.


Ilham yang menatap ke arah Ahmad dengan tatapan ingin tahu.”Memang benar belum cerita kita soal apa yang terjadi dengan kakak,”ucap Ahmad.”Apa ingatakan kamu bermasalah,”kata Meri yang melihat ke arah Ilham yang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


“Itu benar karena dia juga terkena racun itu,”ucap Ahmad.”Bukan kamu tadi mengatakan kalau peluru dari organisasi kalajengking itu sudah dilumuri racun,”kata Ahmad.”Meri hanya menganggukan kepalanya dengan menatap Ahmad.


“Tapi aku sudah memberi dia obat penawarnya. Apa masih ada efek lain,”ucap Meri yang berdiri dan mendekat ke arah Ilham untuk dia memeriksa nadinya.


__ADS_2