
Meri yang mengajak Jesi dna John untuk pergi bersama mencari kain. Leo yang saat itu hanya bisa memandang saja, sampai dia mendapatkan pesan masuk dari Gay. Kalau pihak musuh menyerang markas kedua dari organisasi tersembunyi. Leo yang membaca pesan itu hanya santai dan tidak memperlihatkan gerakkan yang mencurigakan.
Tapi Meri yang melihat bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Leo.”Apa kamu ada masalah lagi Leo?,”kata Meri dengan santai.
“Tidak ada. Kapan kita berangkat mencari kainnya,”kata Leo yang mengganti topik.
“Bagaimana jika sekarang saja?,”kata John yang memberikan usulan.
Mereka semua hanya menganggukan kepalanya dan bergegas menuju oarkiran mobil. Dimana mereka akan berangkat dengan mobil John. Sampai di parkiran John menuju mobil biru dengan perpaduan putih dan hitam yang tidak terlalu mencolok.
Mereka semua naik ke dalam mobil John yang mengambil ahli pengemudi mulai menyetir ke tempat yang dituju. Di perjalanan menuju ke tempat yang di tujuh mereka saling mengobrol sampai datang tamu yang menghampiri mereka.”Siapa mereka?,”kata Leo yang melihat ke kaca sepion belakang.
“Ada apa Leo?,”kata Jesi yang menoleh ke belakang.
“John tukar tempat tidak kita harus menjauh dari empat mobil di belakang,”kata Meri dengan santai.
“Tidak aku bisa mengendarainya dengan mulus,”kata John. John mulai mempercepat mobilnya dengan kecepatan dimana mobil di belakang tidak mengikutinya. “Siapa dia Meri?,”ucap Leo di depan.
“Aku tidak tahu. Mungkin saja orang yang sama saat aku mengantar Jesi dan John untuk kembali waktu itu,”kata Meri.
“Apa maksud kamu mereka orang yang menyererang Jesi dan John di kampus,”kata Leo.
“Itu bisa jadi karena kita tidak tahu kita harus menghindara. John cari tempat yang ramai agar mereka tidak mengikuti lagi,”kata Meri.
John yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang kecang sampai di persimpangan John berhenti tiba-tiba. Membuat mereka bertiga terkejut karena rem dadakan dari John.”Apa yang terjadi John,”kata Jesi. Leo yang melihat ke depan hanya menghela nafas.”Kita sudah terkepung. Kurasa mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan baik,”kata Leo.
Jesi dan Meri yang sudah duduk dengan benar setelah mendapartkan dorongan sampai mereka hampir terbentur oleh kursi depan. Meri dan Jesi melihat ke depan di mana banyak mobil dan orang yang sudah mengepung mereka.”Mau bagaimana sekarang,”ucap Leo.
__ADS_1
“Mau bagaimana lagi kita sudah dikepung. Minta bantuan saja,”kata John.
“Tapi membutuhkan waktu berapa lama sampai mereka datang,”kaa Leo.
“Itu juga tidak pasti,”lata Jesi. “Sekarang bagaimana?,”kata Jesi lagi.
Musuh telah mengepung Meri dan ketiga kawannya yang membuat mereka bingung ingin melakukan apa. Sementara Meri sudah meminta bala bantuan untuk membantu mereka, Tapi masih membutuhkan kira-kira satu jam perjalanan jika tidak ada kendala. Leo melihat ke arah mereka dan menghela nafas,”Biarkan aku yang menghadapi mereka.”
“Bagaimana kamu bisa menghabisi mereka, biar aku bantu kamu,”kata John di sampignya.
“Sudah.. sudah kita keluar dan menghadapi bersama. Dari pada pusing siapa yang akan melawan mereka sampai bala bantua datang,”kata Meri yang memberikan usul.
“Apa kamu bisa berkelahi Leo,”kata Jesi.”Aku bisa,”kata Leo.
Leo membuka pintu di susul dengan John, Meri dan Jesi. Mereka yang sudah disamping mobil dan melihat sekitarnya.”Kalian siapa apa mau kalian mengepung kami?,”kata John dnegan suara lantang.
“Percuma saja berbicara dengan mereka, tidak ada gunanya. Karena kita sudah dikepung depan belakang. Kita bagi dua saja bagaimana?,”kata Meri.
“Tidak masalah,”kata John.
“Jika tidak masalah Aku dan Jesi di belakang. Kalian berdua di depan,”kata Meri.
“Ok,”ucap John sementara Leo hanya menghela nafas.”Apa kamu tidak aapa-apa Leo,”kata Meri sambil tersenyum.
“Tidak hanya saja kenapa hari ini banyak sekali tamu yang tidak terduga ya,”kata Leo mengepalka tangannya.
John yang sudah melangkah di depan mobilnya sementara Leo maish di samping pintu mobil. Melihata John bergerak terlebih dahulu. John yang menahan amarah sampai musuh datang persatu-satu untuk menyerang John. Tapi Leo yang masih terdiam hanya melihat John saja.
__ADS_1
“Kenapa kamu tidak membantu teman kamu. Apa kamu tidak bisa berkelahi lagi?,”ucap Musuh.
“Tidak hanya saja aku masih ingin melihat sampai mana kalian bisa bertahan,”kata Leo yang berjalan pelan menuju depan. Tapi musuh yang tidak sabaran sudah siap menyerang Leo yang hendak ingin berjalan. Tapi sangat disayangkan musuh bukannya mendapatkan keuntungan tapi mereka mendapatkan musibah karena Leo sudah tahu pergerakan mereka.
“Tidak aku sangka hanya ini saja kemampuan kalian,”kata Leo yang sudah mematahkan tangan musuh yang datang lebih dulu.
John yang masih fokus tidak melihat apa Leo baik-baik saja. Tapi saat John mendapatkan kesempatan dia melihat kalau Leo sudah menumbangkan beberapa orang. Setelah meliihat kalau leo baik saja, John bisa fokus kembali bertarung.”Kalian akan binasah hari ini,”ucap John dengan tatapan dingin.
Leo yang masih santai berkelahi dengan mereka melihat kondisi dibelakang. Meri dan Jesi yang sedang bertarung dengan musuh. Tapi Leo yang hendak ingin melawan pimpinan mereka datang dan ingin melawan Meri. Tapi Leo yang melihatnya langsung menghentikanya.”Jangan berharap kamu bisa melukai tuanku,”kata Leo yang memukul musuh saat dia menuju ke arah Meri.
Dengan tendangan kakinya musuh terpental mundur tapi hanya sedikit saja.”Tidak aku sangka ada yang berani melawanku,”kata musuh.
“Kenapa kamu kira aku akan takut dengan kamu,”kata Leo yang tersenyum.
Musuh yang telah terpental mundur berbalik menyerang Leo. Tapi Leo yang sudah siap juga menangkis semua serangan mereka. Batu hantan kedua belah pihak terjadi sampai diantara mereka berdua mundur. Musuh yang sudah kelelahan hanya bisa menatap ke arah Leo yang merasa tidak berkeringan sama sekali.
“Kenapa kamu diam saja, apa sudah lelah,”kata Leo yang berjalan santai maju ke arah musuh.”Kamu datang tanpa di undang mengganggu ke tenangan kami. Harus mati.” Leo yang sudah di depan mata dengan tatapan dingin dan mengeluarkan hawa pembunuh yang tajam. Leo yang sudah siap mulai memukul musuh dengan kencang sampai pihak musuh tidak bisa bergerak lagi.
Leo yang mengeluarkan satu serangan dengan kekuatan yang bisa menghantam batu besar dihadapanya. Dia lontarkan kepada musuh di depannya yang sudah babak belur karena serangan yang barusan terjadi.
Selesai dengan pimpinan mereka Leo mulai membantu John yang sudah terpojok karena musuh datang silih berganti.”Maaf terlambat,”ucap Leo disampingnya.
“Tidak masalah. Tapi bagaimana dengan lawan kamu apa dia kabur atau sudah kamu kalahkan,”kata John.
“Kamu tidak usah khawatir. Kamu hadapi saja yang di depan aku akan menjaga punggung kamu,”kata Leo. John yang merasa lega karana ada yang menjaga di belakangnya, dia bisa fokus melihat ke depan. John dan Leo yang menghandapi musuh sementara Meri dan Jesi yang juga tidak ketinggalan mereka dengan tanggunh juga melawan para musuh. Sampai Meri yang belum mengeluarkan semua kemampuannya dengan santai masih menghadapi tanpa mengeluarkan daya tenaga yang kuat.
“Sampai kapan mereka akan bermain seperti ini,”ucap Meri yang menatap ke arah musuh yang datang bergantian.
__ADS_1