Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 111


__ADS_3

Tarkam dan Izam yang masih memikrkan ucapan Meri yang membuat mereka berdebat satu sama lain. Tapi pada detik terakhir mereka mengakhirinya dengan Izam yang pergi meninggalkan kediaman Sarca. Tarkam yang masuk ke dalam rumah melihat kakek dan neneknya yang sudah menyambut mereka berdua.


Tapi Jaksen yang belum kembali dari medan perang. Mereka yang di rumah berharap kalau Jaksen bisa kembali dengan selamat. Sampai Meri diberitaukan kalau Leo sudah kembali ke rumah kontrakan mereka. Meri yang mendengar kabar itu hanya bisa menebak kalau kondisi di posko tempat mereka di wilayah perbatasan sudah terkendali.


Sedangkan Tarkam yang tidak terlalu khawatir dengan Jaksen karena dia bisa menjaga dirinya sendiri.  Meri dan Tarkam yang kembali ke aktifitas seperti biasanya. Karena kasus yang didapatkan keluarganya sudah ada yang menangani.


Meri yang mempercayakan Jornat untuk menyelesaikan perkara yang terjadi yang menimpa mereka. Di tempat lain Jorant dan rekannya yang sudah mendapatkan tanggal pengadilan dan semua dokumen yang dibutuhkan. Siap untuk menaikkan status pengadilan yang di tempati Jornat. Tanpa ragu dan percaya diri Jornat siap untuk pertarung merebutkan hak asasi mereka dan orang yang di tuduh.


Bersama dengan rekan kerja mereka mencari informasi lain. Tpi saat mereka hendak mencari informasi lain mereka dihadang oleh musuh. Tapi untung saja ada anak buah Meri yang selalu menjaga mereka. sehingga mereka terhindar dari maha bahaya yang datang menimpa mereka.waktu terus berjalan malam berganti pagi. Leo yang bangun dari tempat tidurnya sudah siap untuk pergi ke kampus.


Karena dia sudah ketinggalan beberapa materi saat dia di medan pertarungan di wilayah perbatasan negara. Leo yang sudah selesai mandi dan adiknya Tika yang sudah mempersiapkan makanan untuk mereka makan pagi itu.”Kak, soal uang sekolah bagaimana?,”ucap Tika yang sedikit ragu kepada kakaknya yang sudah kembali.


“Jangan khawatir sedikit lagi uangnya sudah terkumpul. Kamu tunggu dulu ya,”ucap Leo sambil menghusap kepala Tika.


Leo yang tahu kalau dia masih ada tanggungan. Selesai mempersiapkan semua keperluan untuk pergi ke kampus. Leo berangkat dan disusul oleh Tika yang juga mau berangkat sekolah. Tea dan adiknya yang pagi itu juga mau berangkat sekolah sambil mengantarkan adiknya.


Di perjalan mereka berangkat bersama sampai mereka berisah karena jalur mereka yang berbeda. Leo yang pergi ke kampus dan Tika yang pergi sekolah yang satu arah. Sampai disekolahan Tika Leo hanya bisa melihat adiknya masuk dan dia melanjutkan perjalanan menuju ke kampus.


Perjalanan yang panjang tapi berguna untuk Leo mencari ide untuk busanan yang akan dia buat. Sampai di pemberhentian bus Leo turun karena sudah hampir dekat kampus. Leo yang berjalan melihat mobil Meri yang juga baru saja berangkat. Leo tidak langsung menghanpiri, tapi Meri yang menuggu didepan gerbang kampus.

__ADS_1


“Kamu sudah kembali,”ucap Meri yang tersenyum ke arah Leo.


“Iya, bagaimana kabar kamu,”kata Leo.”Aku baik, nanti kamu tidak lupakan kalau ada pekerjaan yang menanti di rumah,”kata Meri sebagai bos Leo.


“Tentu saja. Kita masuk sekarang,”kata Leo. Meri dan Leo yang masuk bersama, tanpa mereka sadari kalau Izam melihat mereka berdua.”Mereka serasi ya,”ucap temannya yang ada disampingnya.


“Siapa?,”kata Izam yang tidak perduli.”Meri dan Leo,”kata temannya.


“Serasi dari mana,”kata Izam. Izam yang juga saat itu melihat hanya merasakan kalau memang mereka serasi tapi hatinya tidak bisa menerima itu. Apa lagi dengan kondisi sebelumnya Leo banyak membantu mereka.


Izam yang merasa dirinya tidak berguna, saat ada Leo disamping Meri. Tapi di tempat lain Leo yang sudah menyadari kalau Izam melihat mereka hanya bisa berperilaku seperi biasanya. Karena Leo tidak menyukai Meri. Dia hanya menganggap Meri itu adalah atasannya saja dan tidak lebih.


“Mungkin saja, apa lagi sikap dia itu sudah terlihat bukan,”kata Jesi.


“Kurasa iya. Tapi dibandingan  itu apa dia cemburu dengan Leo yang selalu di sisi Meri,”kata John.”Soal itu mungkin dia cemburu tapi tidak bisa berkata karena dia masih belum mendapatkan hari Meri bukan,”kata Jesi.


Jesi dan John yang sudah selesai berbindang kembali ke kelas mereka yang saat itu mereka mengambil kelas yang sama. Di tempat Meri dan leo yang sudah ada dikelas praktek. Leo dan Meri yang siap untuk memotong kain mereka untuk membuat pakaian yang sesuai dengan model. Waktu terus berjalan sampai jam praktek selesai.


Meri dan Leo yang keluar bersama, sampai didepan pintu keluar Izam sudah ada di depan mereka.”Izam kenapa kamu ada di sini?,”ucap Meri yang ramah.

__ADS_1


“Hanya ingin mengobrol dengan kamu. Apa ada waktu luang,”kata Izam yang mulai mendekati Meri.


“Hari ini aku sudah ada janjian untuk menyelesaikan pekerjaanku bersama dengan Leo. Jika kamu mau bisa ikut ke rumah untuk mengobrol,”kata Meri.


Izam yang sedikit ragu untuk menerima tawaran Meri untuk ke rumahnya. Sampai Izam mendapatkan panggilan dari markas karena ada laporan yang masuk.”Kurasa lain kali saja, jika kamu sibuk,”kata Izam.


“Baillah,”kata Meri yang tersenyum. Tapi Leo yang melihat hanya bisa menebak saja pasti ingin lebih dekat dengan Meri. Tapi Meri dengan ramah menolak undangan izam. Sampai Leo melihat ke arah Meri. Meri yang sadar akan tatapan Leo hanya berkata,”Kenapa dengan kamu Leo.”


“Tidak ada hanya saja kenapa kamu tidak mencoba dengan Izam mungkinsaja dia jodoh kamu,”kata Leo. Meri yang tidak perduli dengan ucapan Leo hanya berjalan didepan mereka. Leo hanya mengikuti saja sampai di mobil mereka membahas hasil lelang.


Di perjalanan menuju rumah Meri yang santai dan damai. Hingga sampai di tempat tujuan mereka berdua keluar dari mobil dan menuju ruang kerja mereka. sampai di dalam ruangan Meri mengatakan kalau dia sudah mengirim uang pendapatan lelang yang dia hasilkan. Bersama  dengan gaji bulan itu. Leo yang mengicek uang dikirim oleh Meri.


Total uang yang dikirimkan oleh Meri adalah 1.250 M Leo yang sedang dengan hasil yang diperoleh. Sampai Meri berkata,”Uang itu kamu buat apa selain untuk membayar utang Leo?.”


“Untuk membayar sekolah adikku jika ada sisa untuk membuat bisnis kecil yang bisa aku jalankan bersama dengan adikku,”kata Leo menjelaskan.


“Aku masih tidak percaya kalau kamu memiliki koneksi yang banyak sampai mengetahi identitas lain dariku Leo,”kata Meri.


“Identitas yang mana?,”kata leo yang tidak tahu arah pembicaraannya. Meri yang mencari tahu memberikan amplop kepada Leo. Leo hanya mengambilnya dan membacanya dengan seksama, sampai Leo paham arah pembicaraan Meri.

__ADS_1


Leo tersenyum kepada Meri. Meri yang melihat hanya bingung dengan sikap yang diberikan olehnya.”Apa ada yang salah dengan data yang aku berikan kepada kamu?,”kata Meri.


__ADS_2