
Jack yang meremehkan Leo menyuruh anak buahnya untuk membunuh Leo. Tapi hasil yang tidak terduga semua anak buah Jack yang maju menyereng. Sudha dikalahkan oleh Leo dengan sekejam. Leo yang tersenyum ada di samping Jack yang merasa terkejut.”Kenapa kamu hanya diam saja. Apa ini saja yang kamu miliki. Kamu pengganggu, sebentar lagi kamu akan menerima akibatnya,”ucap Leo yang mengabaikan Jack.
Leo yang berjalan ke arah Jesi dan John yang ada di belakang mereka.”Kalian tidak apa-apa,”ucap Leo.
“Tidak, tapi anda siapa dan kenapa anda menolong kami,”kata John yang mewaspadai Leo karena dia tidak tahu kalau didepan mereka berdua adalah Leo.
“Nanti kamu akan tahu,”ucap Leo yang menatap dengan santai. Tapi saat Leo memalingkan wajah dari Jack. Jack yang tidak terima menodongkan pistol ke arah Leo. Suara tembakan sudah dilontarkan tapi Leo dengan santai bisa menangkis peluruh yang mengarah ke kepala Leo. Hanya dengan kain yang dia bawa dengan satu hempasan kaian yang memutari peluruh ke arahnya dnegan cepat bisa menghentikan peluruh terssebut.
Leo melirik ke arah Jack dan melemparkan jarus ke arah mata Jack. Tapi Jack bisa menghindar jarus yang dilontarkan.”Tunggu saja pembalasanku,”ucap Jack yang pergi bersama dengan anak buah yang Jack bawa.
Jack dan anak buahnya yang sudah pergi dan hanya ada mereka bertiga. Leo membuka penutup wajahnya.”Leo,”ucap mereka berdua yang terkejut. Karena yang menyelamatkan mereka berdua adalah Leo.
“Sekarang kalian sudah legakan siapa aku,”kata Leo. Jesi dan John berdiri dan menatap ke arah leo.”Tapi bagaimana kamu bisa ada di sini Leo?,”ucap Jesi.
“Ohh soal itu aku ada di sini karena baru saja pulang dari sekolah adikku dan sekarang mau balik ke kontrakan untuk mengambil barang untuk praktek nanti siang,”ucap Leo.
John dan Jesi yang sudah tahu sebagian kalau Leo adalah pengganti dari organisasi tersmebunyi. Tapi dia tidak tahu kalau kemampuan Leo bisa dibilang sama dengan paman Firgo. Mereka berdua yang sudah mulai membaik dan bisa menggerakkan kaki dan tangannya. Ingin segera pergi dari tempat mereka.
“Jika sudah selesai kalian kembalilah, lebih baik kalian segera pergi ke rumah sakit untuk melakukan perawatan, bukan,”ucap Leo yang masih santai. Jesi dan John hanya saling memandang sampai mereka berkata,”Itu benar kami pergi dulu. Tapi kamu harus waspada pergerakan mereka sangan berbeda.”
__ADS_1
Leo hanya menganggukan kepalanya sampai mereka berdua pergi meninggalkan Leo. Sementara Leo yang masih terdiam menghubungi Gay. Untuk melakukan tindakan kedua karena mereka sudah melakukan tindakan terlebih dahulu. Leo yang sudah memberitahukan kondisi terbaru dari organisai harimau dan keluarga tersembunyi kepada Gay.
Leo kembali berjalan menuju kotrakan dimana dia berjalan melewati lorong untuk sampai di temoat kontrakannya. Sampai di kontrakan Leo membuka pintu dan melihat Gay ada id rumahnya. Leo yang melihat masuk dan menutup kembali pintunya.”Kenapa kamu ada di sini?,”ucap Leo.
“Maaf ada hal lain yang ingin aku berikan kepada kamu,”kata Gay yang menyerahkan dokumen terbaru. Leo yang membaca dokumennya kembali menatap ke arah Gay.”Apa semua ini yang terbaru,”kata Leo.
Gay menganggukan kepalanya sampai dia berjalan menuju dapur.”Jika seperti itu kita ubah formasinya menjadi empat kelompok,”kata Leo.
“Dari lima menjadi empat berkurang satu,”kata Gay.”Apa ada masalah,”ucap Leo yang masuk ke dalam kamar untuk mengambil bahan praktek.
“Kamu mau pergi ke kampus,”ucap Gay yang mencari makanan.”Iya, jika kamu mau masak silakan saja. Aku pergi dulu,”kata Leo. Tapi Leo mengingat sesuatu dan berhenti di depan pintu.
“OK,”ucap Gay. Leo yang berjalan pergi ke pempemberhentian bis untuk dia pergi ke kampus. Leo yang suah sampai di pemberhentian Bis merasakan kalau ada yang mengikuti dia. Tapi Leo mengabaikan orang yang bersembunyi tersebut dan tetap masuk ke dalam bis yang biasa dia naiki.
Leo yang masuk ke dalam bis sambil mendengarkan musik. Leo melihat ke arah jalan sampai pemberhentian selanjutnya. Leo keluar dan melihat teman mahasiswa yang lain juga sedang berjalan menuju kampus.
Meri yang tidak seperti biasanya di antar oleh sopir diantar oleh Tarkam dengan rat wajah yang berbeda. Leo yang melihat hanya bisa menebak apa hak asuh Meri sudah diberitahukan kepada keluarga Bram. Leo yang menebak sampai dia berjalan ke arah Meri. Tapi Loe yang berjalan melihat Izam yang juga menghampiri Meri.
Leo yang tadinya ingin menghampiri Meir tapi dia urungkan karena ada Izam. Leo yang tidka ingin mengganggu mereka berdua hanya berjalan menuju kelas. Sedangkan Meri yang menyadari langsung berlari ke arah Leo yang mengabaikannya. Sedangkan Izam yang sudah sampai di hadapan Meri hanya melihat Meri berlari ke arah leo.
__ADS_1
Izam yang menghela nafas sampai Tarkam yang melihat menepuk pinggung Izam.”Sabar masih ada waktu,”kata Tarkam.
Izam yang menundukan kepala melihat ke arah bawah saat Meri menghindar darinya.Tapi Tarkam yang melihat hanya bisa menepuk punggung Izam. Sampai Izam berkata,”Apa Meri suka dengan Leo?.”
“Leo kurasa tidak. Meri hanya menganggap leo itu rekan kerja saja dna tidak lebih. Kurasa kamu harus mulai pendekatan dengan Meri dari awal Izam jika kamu ingin mendapatkan hatinya,”kata Tarkam.
Suara helaan nafas Izam yang merasa berat untuk mendapatkan hati Meri. Sementara Leo yang melihat hanya merasa bersalah melihat Meri menghampirinya.”Kenapa kamu datang ke sini?,”ucap Leo.
“Memangnya kenapa apa aku tidak boleh menemui teman kerjaku dan teman kelasku,”ucap Meri.
“Bukan tidak mau. Tapi apa kamu baru saja mengabaikan Izam,”kata Leo.”Izam,”ucap Meri yang merasa bersalah.
Leo yang melihat hanya bisa terdiam karena wajah Meri yang merasa kalau ada hal yang membuat mereka tidak bisa bersama.”Jika ada masalah kamu bisa cerita. Aku bisa membatu kamu jika itu mudah,”kata Leo.
Meir yang mendengar tawaran Leo hanya bisa memikirkan apa yang dikatakannya. Sampai mereka masuk ke dalam kelas dan prakte mulai berlangsung. Meri yang masih memikirkan tentang Izam apakah dia pantas untuk dirinya. Setelah apa yang terjadi dulu dan sekarang. Meri yang masih tidak ingin membuka hatinya kepada orang lain karena rasa sakit yang dia rasakan masih belum pulih.
Sampai selesai praktek Meri yang masih memikirkan masa lalu dan masa depan. Leo yang melihat Meri seperti banyak pikiran hanya bisa menatapnya dari belakang. Sampai kelas praktek selesai Leo menghampiri Meri dan menepuk bahunya dengan pelan. “Apa yang sedang kamu pikirkan Meri sampai kamu terlihat banyak masalah?,”kata Leo yang ingin mengurangi beban pikiran Meri dengan mengajukan apa yang sedang terjadi.
Tapi Meri hanya menatap Leo dan tersenyum. “Aku ... tidak banyak pikiran kok Leo,”ucap Meri yang sedikit ragu. Leo yang melihat hanya berkata,”Aku tidak memaksa kamu untuk bercerita kok. Tapi jika kamu memang ada masalah aku bisa membantu dan kedua kakak kamu juga mungkin akan membantu kamu. Kamu tidak sendiri lagi Meri.”
__ADS_1
Meri hanya tersenyum kepada Leo sampai mereka berjalan keluar bersama. Di depan kelas yang sudah di tunggu Izam untuk mengantarkan Meri ke rumah. Meri yang melihat bertanya-tanya kenapa Izam ada di depan kelasnya sampai Leo mencari tahu kenapa Izam ada di depan kelasnya.