Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 130


__ADS_3

Petunjukkan busana yang dipamerkan oleh Meri dan Leo sudah sampai pada tahan keempat busana yang membuat mata begitu tertarik. Tapi pada busana kelima mereka jedeh untuk sementara karena sedang mempersiapkan model.


Meri yang tidak tahu kalau model kelima ini masih belum datang di lokasi. Leo yang mencari dan menghubunginya tidak tersambung. Leo yang harus memutuskan ini bersama denga Meri mencarinya. Leo yang mencari Meri yang ada di ruang ganti menuggu Leo dan modelnya.


Meri yang menuggu di ruang ganti beserta ruang rias. Leo membuka pintu dan me;ihat Meri menuggu sambil duduk gelisah.”Bagamana modelnya sudah datang belum?,”kata Meri.


Leo hanya menggelengka kepalanya kalau modelnya tidak bisa dihubungi. Meri yang sedang mencari ide untuk peragaan busana kelima ini.”Bagaimana sekarang mau cari model dari para pengunjung atau tidak diperagakan,”kata Leo yang gelisah da memberikan usulan karena dalam kondisi genting.


Meri yang melihat Leo hanya bisa berpikir tenang dengan usulan yang diberikan kepada Leo.”Kita cari dari para tamu saja kalau begitu. Tapi waktu,”kata Meri.


“Jika tidak ada bagaimana jika kita saja menjadi model,”kata Leo yang juga berpikir.


Meri terdiam dan melihat kerah model busana yang mereka buat. Lama kelamaan Meri melihat ke arah Leo.”Kita jadi model saja,”kata Meri yang memutuskan.


“Jika seperti itu kita persiapkan sekarang,”kata Leo. Meri dan Leo dengan segera merias dirinya dengan karakter baju yang akan dipakai oleh mereka. Karena kejadian ini tidak terduga kalau mereka berdua harus menjadi model untuk pameran busana pameran pertama tahan kelima.


Meri yang mengubah dirinya merias semaksimal mungkin bersama dengan Leo yang juga di rias sesuai dengan busana mereka. Selesai dengan riasasan mereke berdua mulai berganti pakaian. Meri yang memakai busana milik dirinya yang memperlihatkan keindahan dan kecantikan serta keelegan gaun dengan warna merah cerah dengan motif daun dan bunga yang berguguran.


Gaun yang cantik dengan perpaduan riasan rambut yang digerai dengan hiasan cepit rambut mengikat rambutnya dengan hak tinggi. Sementara Leo yang menggunakan jas hitam agak pekat dengan bentuk elegan dan gagah seperti pangeran yang memegang pedang dan tombak yang begitu tangguh. Dengan setelan celana yang hitam dengan kemeja putih berseri keemasan.

__ADS_1


Rambut Leo yang ditata rapi dengan memperlihatkan aura ketampanan dan kedudukan yang sangat berkuasa. Leo yang keluar dari ruang ganti yang disusul dengan Meri.”Sudah siap,”ucap Leo yang mengulurkan tangan untuk menggandeng tangan Meri.


Meri yang terlihat berbeda dengan pakaian yang begiti cantik dan menawan dengan pasangan Leo ayng gagah dan berani. Meri yang mengulurkan tangan siap untuk memperlihatkan busana mereka pada busana kelima ini. setelah pembawa acara menyampaikan kalau busana kelima akan di modelkan oleh desainernya masing-masing.


Semua orang yang terkejut dengan siapa desainer dan pakaian apa yang akan diperlihatkan oleh para tamu. Meri dan Leo yang memandang sebelum mereka menuju panggung. Tapi saat hendak menaiki tangga Meri menahan Leo.”Ada apa?,”ucap Leo melihat ke arah Meri.


Meri yang mendekat dan berbisik kalau dia meminta bantuan Leo untuk bermesraan dan menganggap Meri sebagai pasanganya. Untuk menguji Izam yang juga menonton pameran busana Meri dan Leo. Leo yang tahu akan hati Meri hanya bisa dengan senyuman menggandeng Meri naik tangga. Meri yang tersenyum memegang tangan Leo. Mereka berdua yang naik panggung bersama. Semua penonton terkejut dengan penampilan Meri dan Leo.


Izam yang duduk di kursi penonton merasa terkejut lagi gelisah. Karena yang ada disamping Meri bukan dia tapi leo. Melihat mereka semua orang mengira kalau mereka adalah pasanagan. Leo yang membantu Meri berjalan sampai di ujung pangung mereka memperlihatkan keindahan pakaian yang mereka gunakan.


Semua yang tajub dengan pakaian yang mereka gunakan dengan model adalah desainer itu sendiri. Mereka yang awal hanya membayangkan kalau desainer itu orang biasa dan tidak cocok untuk dijadikan model. Tapi saat mereka berdua muncul dengan anggun dan elegan sesuai dengan karalter baju yang mereka kenakan.


Pameran pertama telah usal dan akan dilanjutkan pada besok hari pada jam yang sama. Mata para tamu yang masih melihat sampai. Orang yang menginginkan karya meraka masih menuggu di ruangan. Meri dan Leo yang sudah selesai kembali menuju ke ruang ganti. Tapi tidak disangka Meri sudah di tunggu oleh Izam.


“Kalian sangat serasi,”ucap Izam yang melotok ke arah Leo yang ada disampingnya.


“Kenapa kamu begitu emosi merekakan hanya menjadi model bukan kekasih,”kata Jaksen.


“itu benar cemburu boleh tapi kamu harus tahu situasi yang dialami oleh mereka berdua terlebih dahulu bukan,”kata Tarkam yang merangkul Izam.

__ADS_1


“Aku tahu tapi aku tidak suka. Apa lagi Meri begitu menawan dengan pakaian yang dia buat. Sebenarnya apa yang sedang terjadi kenapa kalian berdua jadi model busana kelima. Bukan sudah ada model,”kata Izam yang meminta penjelasan kepada Leo dan Meri.


“Siapa yang cemburu dan siapa yang di intograsi,”kata Leo yang masuk ke dalam ruang ganti. Sebelum Leo masuk dia menepuk Meri sambil tersenyum.”Tugasku sudah selesai, untuk bagian akhit kamu yang menjelaskan,”kata Leo yang masuk.


“Leo tunggu,”kata Izam yang hendak menghalangi tapi dihentikan oleh Meri yang ada didepan.”Aku yang akan menjelaskan kepada kamu izam,”kata Meri.


“Kenapa kamu,”ucap Izam yang tidak tega melihat Meri. Izam yang melihat gaun yang sedikit terbuka membuat Izam melepaskan Jasnya dan memberikan kepada Meri untuk menutupi bagian yang terbuka.


Meri yang dengan senang hati menerimanya sampai Meri menjelaskan kalau model yang mereka dapatkan tidak hadir pada hari hak. Karena sedang genting Leo dan Meri hanya bisa menjadikan  diri mereka model. Agar tidak mengganggu kelancaran pameran. Apalagi melihat tamu yang antusias ingin melihat hasil karya kami berdua.


Izam yang sudah mendengat penjelasan Meri hanya bisa memaafkan Leo. Selesai pembicarana dan Leo yang sudah selesai berganti pakaian dan menghapus riasannya. Leo keluar dan melihat mereka masih ada di depan pintu.”Meri sana ganti. Kita masih harus menyambut dosen kita bukan,”kata Leo yang mengingatkan.


Meri menganggukan kepalanya dan berjalan masuk setelah Leo berjalan keluardari pintu digantikan oleh Meri yang masuk dan menutup pintunya. Izam yang masih menapa Leo hanya bisa terdiam. Sampai Tarkam dan Jaksen hanya bisa terdiam.”kenapa kamu melihatku seperti itu, bukan Meri sudah menjelaskan kepada kamu,”kata Leo.


“Meri menang sudah menjelaskan kepadaku tapi kamu,”kata Izam.


“Apa yang ingin kamu dengar dariku,”kata Leo.


“Kenapa kamu memegang Meri saat dipanggung,”ucap Izam yang tajam.”Kenapa bukan sudah pasti aku melakukannya untuk melindungi Meri. Aku tidak mau kalau acara yang dibuat berantakan walaupun itu hanya kecil. Kamu tahukan banyak orang yang melihat, jika sedikit saja salah langkah. Itu akan membuat semua kacau,”kata Leo menjelaskan kondisi saat di panggung

__ADS_1


“Apa kamu tidak ada niat lain,”ucap Izam yang masih curiga.”Niat apa yang kamu maksud?,”ucap Leo.


__ADS_2