Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 6


__ADS_3

Meri yang terkurung di dalam kamar mencari tahu apa penyebab dia disalah pahami oleh kedua orang tua angkatnya. Setelah mencari tahu dan membobol sistem keamanan sekolah Meri melihat kalau Bela mendorong wakil ketua OSIS ada di gudang sedang bersi-bersih. Tapi saat Bela mendorong dia tidak tahu kalau di belakang dia ada pisau atau bedan tajam yang siap menembus tubuh wakil OSIS.


Tapi anehnya Meri melihat cctv yang lain, memperlihatkan kalau Meri yang mendorong wakil ketua OSIS. Setelah diamati ada yang menyabotase sistem keamanan sekolah. “Pasti besok aku di tuduh membunuh, tapi kenapa aku tidak mendapatkan kabar dari pihak sekolah,”ucap Meri.


“Pasti masuk penjara,”ucap Meri dengan santainya. “Tapi tidak aku duga kalau adiknya Bela yang membunuh wakil OSIS. Tapi kenapa ya,”ucap Meri setelah menganalisis.


Setelah memeriksa data cctv Meri baru sadar kalau Bela menyukai wakil kelas yang merupakan kekasih dari wakil Osis. Wakil Osis yang tahu marah kepada wakil kelas karena dia diduakan dan mengajak Bela untuk bertemu di gudang. Hingga akhirnya mereka berselisih dan membuat wakil Osis tewas karena ketidaksengajaan Bela yang mendorong yang berakibat dia tewas tertusuk bedan tajam di belakang dia.


Meri yang sudah membaca semuanya hanya bersandar di kursi belajar.”Apa yang terjadi besok ya? Itu semua bukan aku yang melakukannya tapi aku yang dituduh,”ucap Meri.


“Apa besok ada pilihan ya,”kata Meri yang tidak tahu harus apa yang dia lakukan besok. Selesai dengan urusan dunia yang membuat Meri pusing dia kembali ke kasur untuk istirahat.


Pagi yang indah Meri bangun lebih awal dan hendak membuka pintu tapi tidak bisa terbuka. Meri baru sadar kalau dirinya dihukum tidak boleh keluar rumah termasuk pergi ke sekolah. Tapi waktu itu Bela datang membawa makan.”Ini makanan kamu,”ucap Bela sambil melemparnya.


Sebelum Bela pergi Bela berkata,”Sebentar lagi kamu akan masuk penjara, nikmati makan kamu yang terakhir ini.” Meri yang melihat gerak gerik Bela hanya bisa terdiam sampai pintu kembali terkunci dia berjalan ke arah jendela. Melihat Bela bersama dengan kedua orang tuanya pergi bersama.”Apa mereka pergi ke sekolah?,”ucap Meri yang membuka laptop dan menyalahkan sistem cctv untuk melihat apa yang dilakukan oleh keluarga Sari.


Sambil menikmati sarapan pagi Meri memantau kedua orang tua angkatnya bersama dengan Bela. “Mereka sudah sampai,”ucap Meri dengan santai. Kelurga Sri yang berjalan menuju ruang kepala sekolah yang merupakan penyumbang dana sekolah memiliki pengaruh yang hebat. “Tuan dan Nyoya kenapa anda datang ke sini,”ucap kepala sekolah.


“Bela juga datang tapi kenapa Meri tidak ada disini,”ucap Kelapa sekolah yang bingung. Setelah mereka semua duduk barulah ayah berbicara kalau dia ingin memberitahukan soal kasus pembunuhnya yang terjadi karena kesalahan Bela. “Bisakah anda membuat laporan kalau yang membunuh murid di gudang itu adalah Meri bukan Bela,”ucap Ayah yang tidak ingin anaknya masuk penjara karena orang yang dibunuh adalah keluarga Karta adik dari komandan serigala hitam.


“Tapi bukti menunjukan kalau Bela yang mendorong Jesika sampai dia tewas,”ucap kepala sekolah yang adik dan bertanggung jawab. Sampai ibu memberikan cek uang yang tertulis 100 juta untuk menutup mulut.”Ini,”ucap kepala sekolah yang pertahanannya mulia roboh melihat uang sebesar itu didepan matanya.


“Bagaimana apa bisa,”ucap Ibu. Bela yang berpura-pura tidak bersalah hanya terdiam melihat kedua orang tuanya bertransaksi ilegal.


Meri yang masih mengamati hanya terdiam sampai dia selesai sarapan pagi dan pelayan datang untuk mengambil dia berpura-pura sedang belajar seperti biasa.

__ADS_1


“Maaf nona saya ingin mengambil bekas sarapan nona,”ucap pelayan.


“Iya, Tapi bisa saya minta tolong, bawakan saya cemilan dan minuman yang dingin. Untuk menemani saya belajar,”ucap Meri dengan santai.


“Baik Nona saya persiapkan,”ucap pelayan. Setelah Meri di hukum semua pekerjaan dikerjakan oleh pelayan dan ada hari dimana Meri santai walaupun dalam hukuman. Tapi setelah hukuman dia akan dituduh membunuh orang.


“Tidak aku sangka kalau kedua orang tuaku yang sudah aku anggap keluarga sudah berubah setelah kelahiran Bela. Apa salahku sampai mereka ingin mendorongku ke sarang kegelapan,”kata Meri yang kembali bersandar dan menutup matanya.


Sampai pelayan datang membawa makanan dan minuman yang dia minta.”Maaf nona makanan dan minuman yang ada minta saya taruh dimeja,”ucap pelayan.”Iya, terima kasih ya,”kata Meri yang mencoba tersenyum kepada pelayan dengan ramah.


Setelah pelayan pergi dia kembali termenung dan kembali melihat dan mendengarkan semua apa yang dilakukan orang tua angkatnya bersama dengan adiknya. Meri yang kembali tersadar untuk melihat apa yang mereka lakukan sampai di akhir kalau Meri yang akan disalahkan atas pembunuhan Jesika.


Setelah pembicaraan selesai Keluarga Karta datang yaitu kakak Jesika yang meminta pertanggung jawaban atas kematian adiknya. “Tuan Izam anda sudah datang,”ucap Kelapa sekolah.


Izam yang merupakan salah satu keluarga Jesika yang masih hidup setelah kedua orang tuanya yang telah meninggal karena kecelakaan mobil. Tapi setelah Jesika tidak ada di marah kepada pihak sekolah untuk mencari tahu siapa pelaku dari kematian adiknya.


“Meri dan kalian apa keluarga Meri untuk memberikan penjelasan kepada saya,”kata Izam.


“Itu baner tuan, kami disini ingin meminta belah kasihan anda Meri bersikap seperti itu pasti ada alasannya. Dia tidak mungkin melakukan itu kepada adik anada,”ucap Ibu yang berakting.


“Dia adalah adiknya mungkin bisa kamu jelaskan kepada kakak kamu melakukan itu kepada Jesika, Bela,”ucap Ibunya.


“Itu...,”ucap Bela yang berpura-pura dramatis dihadapan Izam.


“Kenapa kamu diam saja katakan,”ucap Izam dengan tegas.

__ADS_1


Bela yang awalnya tidak ingin mengatakannya lalu membuat cerita kalau Meri berselisih kalau dia merebut seorang yang dia cintai makanya terjadilah perselisihan diantara keduanya. Sampai Meri mendorong Jesika yang tidak tahu kalau di sana ada benda tajam. Meri yang ketakutan langsung kabur dan tidak menolong Jesika.


“Di mana dia sekarang,”ucap Izam.”Anak itu saya hukum di rumah tuan, jadi saya tidak membawanya karena anak itu keras kepala dan tidak ingin mengakui kalau dia berbuat salah,”ucap ayah.


“Aku ingin anak itu dihukum sesuai dengan undang-undang di negara ini,”kata Izam.


“Jika kalian keluarganya masih membalas anak yang tidak tahu diri itu. kalian juga akan saya masukkan ke dalam hukum yang berlalu membantu seorang pembunuh,”ucap Izam yang langsung berdiri.


“Hari ini saya akan membawa polisi untuk menangkap putri anda,”ucap Izam yang langsung pergi.


Sementara Meri yang melihat drama hanya terdiam. “Pemain yang bagus apa setelah ini, aku juga akan dikeluarkan di akte keluarga karena aku hanya anak adopsi,”ucap Meri yang sudah selesai menonton drama.


Meri yang menuggu datangnya polisi yang mereka sebutnya setelah semua data yang dia miliki disegel dan sembunyikan dengan keamanan sistem dan virus komputer Meri kembali bersantai melihat ke luar jendela. Hari yang menunjukan siang hari,”Apa hari yang indah akan berubah menjadi penderitaan.”


Sampai siang keluarganya telah kembali bersama dengan tuan Izam beserta polisi yang siap untuk menangkap Meri. Meri yang tidak tahu kalua waktunya dia masuk ke dalam sel akan cepat.”Pasti dia akan bahagia karena semua yang dia inginkan akan terkabul,”ucap Meri dalam hati.


Hingga pintu terbuka ayah dan Ibu masuk,”Bawa dia keluar.”Meri hanya mengikuti keinginan ayah dan ibunya dan bertemu dengan Izam bersama dengan para polisi.


“Dia anaknya tuan, dia putri angkat saja Meri yang saya adopsi yang melakukan kejahatan itu,”ucap ayah.


Meri dengan bingung menatap ayah dan ibunya,”Kejahatan apa yang dimaksud ayah dan ibu, aku tidak melakukan apa-apa.”


“Apa kamu masih berpura-pura tidak tahu kalau kamu telah membunuh adik saya. Bukti semua menunjuk ke arah kamu, apa kamu masih mau menyela,”ucap Izam dengan tajam ke arah Meri.


Meri hanya menundukkan kepalanya sampai polisi didekatnya menyeret Meri. “Aku benar tidka tahu, apa yang kalian bicarakan lepaskan aku,”ucap Meri. Tapi para polisi tetap menjalankan tugas sampai di dalam mobil  Meri yang melihat kebelakang Bela yang tersenyum bahagia dan ayah dan ibunya yang memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Meri hanya pasrah menerima tuduhan yang tidak pernah dia lakukan, masuk ke dalam mobil menuju kantor polisi.


__ADS_2