
Leo yang sudah sampai di kontrakan melihat Gay masih di dalam. Leo masuk ke dalam dan meletakan barang bawaannya.”Kakak apa kamu lapar, jika lapar aku sudah siapkan makanan untuk kamu di dapur,”kata Tika yang sedikit keluar dari kamar tidurnya.
“Makasi Tika,”ucap Leo. Berjalan ke arah dapur dan mengambil masakan buatan Tika. Leo yang melihta Gay menawarkan makanan apa dia mau. Gay dengan senang hati menerima tawaran Leo dan berdiri dan berjalan ke arah Leo yang masih didapur. Leo yang mengambil makanannya sendiri dan membuka kulkas untuk meliha apakah ada cemilan dan minuman dingin untuk Leo makan.
Setelah mencari dan menemukan sedikit minuman jus di kulkas Leo duduk untuk memakan nasi yang dia bawa. Bersama dengan Gay dia menikmatai hidangan hari itu. Di sela menikmati makanan Gay bertanya kepada Leo apa dia sudah bertemu dengan Alexca.
Leo yang tidak langsung menjawab pertanyaan Gay karena dia sedang menikmati masakan Tika. Selesai dengan makanan di depannya Leo baru berkata kalau dia sudah bertemu dengan Alexca. Gay yang juga sudah selesai makanan berbincang dengan Leo. Sampai Leo selesai mencuci piring yang dia kenakan.
“Sana istirahat aku yang akan di sini,”kata Gay. Leo yang berjalan masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya. Leo yang langsung terjatuh di kasur yang membuat dia bisa beristirahat. Leo yang merasa lelah bisa melepaskannya di kasur yang nyaman.
Sementara di kediaman Sarca Meri yang tadi di antar oleh Izam pulang langsung pergi ke kamar untuk membersihkan diri karena diperjalanan menuju rumah Meri tertidur. Sampai Di rumah Meir membuka mata dan kembali membaringkan dirinya di kasur setelah Meri membersihkan dirinya.
Lelah di rasakan oleh Meri dan Leo setelah pameran karena apa yang dirasakan oleh mereka berdua. Tapi usaha mereka tidak sia-sia karena usaha mereka menjalankan pamerean berjalan sukses. Walaupun dia juga merasa sesak karena ada yang mengganggu mereka berdua dalam menjalankan proses lelang.
Dengan hasil yang maksimal mereka bisa menyelesaikan pameran dengan hasil yang tidak terduga. Dari hari pertama mereka menjual desain mereka kepada perusahaan dan hari kedua yang menjual hasil busana mereka dengan cara lelang. Tapi perjalanan mereka sangat panjang untuk mereka bisa tenang. Karena setelah pamerean Leo dan Meri harus memberikan laporan dari pemaran yang mereka selenggarakan.
Agar mereka bisa menyelesaikan tugas kuliah mereka. karena masih ada waktu setelah pameran. Meri dan Leo akan di tugaskan dengan beberapa laporan yang harus diurus untuk bisa menyelesaikan laporan. Tapi akankah berjalan lancar laporan yang mereka buat.
__ADS_1
Hari berganti hari dimana Meri dan Leo bertemu dengan dosen mereka berdua. Untuk memberikan laporan yang sudah mereka selesaikan setelah mereka beristirahat saru hari. Meri dan Leo menyelesaikan laporan dari pameran.
“Apa kamu sudah selesai laporannya,”kata Meri yang melihat Leo berjalan ke arahnya yang berada didepan ruang dosen.
“Sudah makanya aku ingin memberikannya kepada dosen. Kamu sendiri apa sudah selesai,”kata balik Leo.
Meri hanya tersenyum kepada Leo setelah Meri mengetuk pintunya. Meri dan Leo masuk ke dalam ruangan dosen pembimbing mereka berdua. Dan menyerahkan hasil laporan akhir dari pemeran. Dosen yang sudah menerima laporan mereka berdua. Mulai memeriksa hasil laporan akhirnya dan dengan seksama melihat apa ada kesalahan dalam menulis laporanya.
Sebelum Dosen pembimbing menadatangani laporan yang mereka berikan. Setelah sesuai dengan apa yang menjadi ketentuan kampus dosen pembimbing menadatangani laporan keduanya. Meri dan Leo yang senang karena semua sudah selesai dan mereka berdua bisa bersantai. Karena semua usaha mereka tidak sia-sia.
“Tentu saja. Apa masih ada pekerjaan yang belum selesai dikerjaakan di rumah,”kata Leo membahas soal pekerjaan yang belum selesai dengan pesenan mereka berdua.
“Untuk pesenan memang sudah selesai, hanya saja ada yang baru datang,”kata Meri menjelaskannya kepada Leo. Leo yang sudah paham langsung pergi bersama dengan Meri menuju keluarga Sarca. Dimana mereka berdua kembali mengerjakan tugas harian mereka persoalan pesenan yang baru saja datang.
Leo yang masuk ke dalam mobil Meri yang dimana sudah di tunggu oleh sopir.”Apa nona sudah selesai dengan laporannya?,”kata sopir.
“Sudah, kita sekarang balik,”kata Meri. Sopir yang menghidupkan mobilnya mulai keluar dari arena kampus dan menuju jalan. Dimana mobil yang mereka naiki segera meninggalkan kampus untuk pergi ke kediaman Sarca.
__ADS_1
Di perjalana yang damai dan tidak ada hambatan mereka sampai di kediamaan Sarca. Meri dan Leo yang turun dari mobil dan menuju ruang kerja mereka. Dimana ruangan mereka sangat berantakan karena baru saja menyelesaikan pameran. Meri dan Leo mulai mebersihakan ruangan tersebut agar mereka bisa mulai menjahit.
Selesai dengan perbirsh-bersih mereka berdua melihat pesanan yang belum dijahir. Setelah melihat Leo segera menjahit dengan desain yang di inginkan oleh konstumer. Leo dan Meri yang mulai mengerjakan tugas mereka sampai. Baju untuk tanggal minggu ini telah selesai mereka buat.
Leo yang merenggangkan tangannya ke atas dan melihat Meri yang melihat pesenan.”Apa masih ada yang belum dijahit Meri?,”kata Leo.
“Semua sudah selesai untuk minggu ini untuk minggu besok masih kosong,”ucap Meri menjeleskan dengan santai.
Sampai hari beranjak sore Leo yang melihat ponselnya kalau dia harus segera kembali ke rumah.”Kamu sudah boleh kembali Leo,”kata Meri karena jam kerja dan pekerjaan mereka sudah selesai. Leo yang membereskan semua pekerjaannya dan mengambil tasnya.
Segera Leo keluar setelah dia berpamitan dengan Meri. Leo yang saat itu pergi bersama dengan Meri hanya bisa pulang dengan sketeboard yang dia bawa. Tapi Meri yang sadar menyuruh sopirnya untuk mengantarkan Leo.
Tapi Leo menolak karena dia ingin pulang dengan sketeboardnya. Meri hanya bisa menerima itu saja sampai Leo pergi meninggalkan tempat Meri. Leo yang melanju dengan Sketeboard yang dia bawa menuju kontrakan. Leo yang dengan santai mendorong sketeboard sampai di ujung jalan yang ramai. Perjalanan yang damai sampai dia berhenti untuk membeli cemilan untuk mengisi perutnya.
Meri yang masih didalam ruangan kerja melihat hasil laporan perusahan dan menentukan jadwal ulang lelang onlinenya. Karena Meri dan Leo harus istirahat untuk beberapa hari, karena beberapa hari ini sibuk dengan pameran kegiatan kampus.
Tapi Tarkam yang saat itu melihat lampu ruang kerja Meri masih menyala datang untuk melhat. Sampai di depan pintu Tarkam melihat adiknya Meri yang masih melihat layar laptopnya.”Kamu tidak istirahat,”ucap Tarkam.
__ADS_1