
Meri yang merasa senang langsung menghampi kedua kakaknya dan memeluknya.”Kakak baik saja,”ucap Meri.
“Kami baik saja, untuk Leo menyuruh anak buah dia menjaga kami saat kami sudha kehabisan dan terpojok saat itu,”kata Tarkam.
“Hanya membayar utang karena mengizinkan aku tinggal dan mendapatkan uang untuk menghidupi adikku,”kata Leo.
Selesai dengan rasa gelisah mereka duduk untuk membicarakan apa yang sedang terjadi. Sampai Erika dan Erik datang karena undangan Leo. Meri yang tidak tahu merasa senang melihat mereka berdua.”Kamu baik saja Meri,”ucap Erika.
“Aku baik saja hanya saja bagaimana kalian bisa ada di sini,”kata Meri.
“Itu karena undangan Leo,”ucap Erik. Meri menatap ke arah Leo, tapi Leo yang tidak tahu harau berkata apa hanya diam saja. Sampai Erik berkata,”Wabah harus di hentikan secepatnya.”
“Wabah ini maksud kamu ini berbahaya,”kata Izam yang tidak tahu apa-apa.
“Kurang tahu juga karena kami berdua datang untuk melakukan penelitain wabah ini,”kata Erik.
Meri yang sudah tahu arah pembicaraan mereka setelah beberapa menit Meri berpikir. “Kita lakukan saja,”ucap Meri.
“Tapi apa ada tempat untuk kita melakukan penelitian,”ucap Meri lagi.”Ada,”kata Erika.
Selesai dengan percakapan Meri pegi bersama dengan Erik dan Erika menuju tempat penelitian.Tapi Tarkam dan Izma juga mencari tempat lain untuk mereka diskusi. Hanya ada Jaksen dan leo yang ada di tempat.
Leo yang masih terdiam bersama dengan Jaksen sampai anak buah Loe datang memberikan laporan terbaru. Leo yang sudah memengang laporan yang diberikan oleh anak buah Leo. Tapi dia hampir terkejut dengan laporan yang diberikan. Tapi wajah Leo sudah terlihat oleh Jaksen yang ada didekatnya dan mengambil laporan itu di tangan Leo.
Leo hanya melihat saja saat laporan yang dia pegang diambil oleh Jaksen. Jaksen yang melihat laporan yang dibaca oleh Leo juga terkejut.”Bagaimana kamu bisa mendapatkannya Leo?,”kata Jaksen dengan tajam.
__ADS_1
“Informan yang menyebar ke seluruh tempat,”kata Leo dengan santai.
Jaksen yang tidak bisa berkata lagi setelah jawaban dari Leo. Mereka berdua hanya duduk sambil memikirkan apa yang mereka baca. Sampai Tarkam dan Izam datang melihat mereka duduk berdekatan.
“Kalian sedang apa dengan wajah yang tidak enak dipandanga seperti itu,”ucap Tarkam. Meri dan kedua rekannya datang bersama melihat Tarkam yang sedang berbicara dengan Jaksen atau dengan Leo. Tapi Meri yang melihat dari jauh kalau tatapan Leo dan Jaksen sangat berbeda. Karena merasa penasaran Meri menghampiri mereka semua.
“Kalian sedang membahas apa sampai tegang seperti itu,”kata Meri.
“Aku juga tidak tahu kenapa dengan mereka berdua,”kata Tarkam yang sedang mencari tahu. Sampai anak buah Leo datang membawa laporan terbaru. Leo yang mengambil dan membacanya. Sednagkan Jaksen mengintip laporan yang dibaca oleh Leo. Kembali mereka saling menatap dan saling tersenyum.
Sampai Jaksen,”Kita harus selesaikan sekarang.”
“Membicarakannyaitu mudah tapi bagaimana kita menyelesaikannya dengan data dan laporan yang didapatkan,”kata Leo.
“Kalian sedang membahas apa sebenarnya dengan wajah tegang dan penuh kegelisahan,”kata Meri yang mencari tahu dari mereka berdua.
“Tinggal sedikit lagi kami bisa menemukan hasil yang untuk obat penawarnya,”kata Meri.
“Butuh berapa lama lagi untuk selesai,”kata Jaksen.
“Mungkin satu atau tiga hari lagi,”kata Meri. Leo dan Jaksen saling menatap sampai ada kebutusan yang dibuat oleh mereka berdua. “Jika seperti itu kalian akan tetap disini perlindung sampai obat penawar wabah selesai didapatkan. Kami berdua akan pergi menyelesaikan beberapa urusna di lar sana,”kata Jaksen.
“Kalian sedang merencanakan apa,”kata Tarkam dengan dingin.
“Tidak ada. Karena semua sudah dipersiapkan waktunya pergi. Dan ini di buka setelah kami berdua pergi dari tempat ini,”kata Leo.
__ADS_1
Jaksen dan Leo yang pergi dari tempat perlindungan menuju tempat medan pertarungan di perbatasan negara yang sedang dalam masalah. Karena pihak Tora yang tidak memberikan kabar setelah diselidiki oleh Leo. Tora dan anak buah yang lain mengalami kesulitan karena musuh yang datang tidak terduga dengan mata-mata yang lebih dari satu orang.
Membuat Jaksen dan Leo membaca data yang diberikan oleh informan Leo tercengang. Leo dan Jaksen yang segera pergi dari tempat perlinduangan dengan beberapa pasukan yang cukup untuk dibawa oleh mereka. Sementara Tarkam yang melihat membuat dia tidak bisa berkata hanya bisa menebak kalau terjadi masalah yang besar. Membuat mereka berdua harus pergi dari tempat perlindungan.
Meri yang menatap mereka hanya bisa memutar otaknya apa yang sedang terjadi. Apa lagi anak buah Meri yang dia suruh untuk mencari tahu apa yang terjadi masih belum kembali. Meir yang melihat sikap Jaksen dan Leo yang sudah pergi dengan tatapan Tarkam setelah melihat laporan yang diberikan kepadanya.
Meir yang mengambil ditangan Tarkamyang masih terdiam. Meri memulai membaca datanya dan dengan tenang dia mulai berubah sikapa. “Erika Erik selesaikan penelitan ini dalam waktu satu jam sekarang,”kata Meri dengan wajah yang dingin dan tegas.
Tarkam yang mulai mencari kompuer atau lapotop dirumah perlindungan mulai memberitahukan kepada semua anggota untuk bersiap ledakan pertama dari serangan musuh yang datang. Meri yang mengambik telepon satelit yang selelu dia bawa di kakinya. Mulai menghubungi rekan dan ornag yang ada diluar zona untuk mulai bekerja karena musuh mulai menyeranng.
Erika dan Erik yang sudah mendapatkan perintah langsung dari Meri dengan tegas mulai pergi le ruang laboratorium mulai menyelesaikan penelitian mereka. Izam yang melihat sikap mereka yang berbeda mengambil kertas yang sudah berjatuhan dan mulai membacanya.
“Apa yang terjadi sebenarnya di sini,”ucap Izam yang mulai membaca data yang dia pegang. Smapai di tengah informasi dia mulai paham kalau rekan Izam dalam bahaya hanya sekilat dia membaca.
Izam mencari Tarkam dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan rekan dan anak buah yang mereka di medan perang. “Tarkam kamu harus jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi di sini,”kata Izam.
Tarkam yang masih sibuk dengan data yang dikirim oleh anak buahnya yang ada diluar zona dan rekan kerja yang di dalam satu organisasi. “Seperti yang kamu baca mereka dalam bahaya aku saja tidak tahu bagaimana Leo bisa mendapatkan informasi yang akurat seperti itu. Tapi kamu tidak usah khawatir karena mereka berdua pergi ketempat itu,”kata Tarkam.
“Lalu kenapa kamu masih duduk di sana bukan membawa lebih bala bantuan,”kata Izam.
“Itu percuma dilakukan karena sekarang musuh tidak hanya dalam satu tempat saja,”kata Tarkam.
“Apa maksud kamu tidak hanya satu tempat saja. Apa maksud kamu kalua tempat ini juga perbuatan mereka juga,”kata Izam.
“Iya,”ucap Meri yang ada dibelakang Izam. Izam menoleh ke belakang dan melihat Meri dengan bingung.
__ADS_1
“Bagaimana dengan mereka kakak, apa semua sudah pada posisi,”kata Meri.