Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 120


__ADS_3

Meri hanya terdiam mendengar ucapan kakak Tarkam. Meri yang masih belum memikirkan itu hanya memandang langit luar jendela. Jaksen yang melihat adiknya Meri yang masih termenung dengan ucapan Tarkam hanya berkata.”Jika kamu memang masih belum melupakannya kamu bisa menguji Izam. Apa benar dia suka dengan kamu atau hanya ingin harta yang kamu miliki,”kata Jaksen.


Meri mendengar usulan Jaksen menoleh melihat ke arah Jaksen.”Bagaimana mengujinya kak?,”kata Meri.


“Kamu bisa meminta bantuan Leo untuk menjadi kekasih kamu atau kamu bisa menyuruh anak buah kakak kamu ini melukai kamu dimana kamu dalam bahaya,”kata Jaksen.”Bukan selama ini aku dalam bahaya ya kak dan untuk menjadi kekasi Leo itu tidak mungkin karena Izam sudah tahu kalau aku dan Leo hanya rekan kerja saja,”kata Meri.


“Lalu bagaimana ya,”kata Jaksen.”Aku saja tidak tahu, kenapa kakak tanya kepadaku,”ucap Meri.


“Jika seperti itu kenapa kamu tidak menolong paman kamu saja,”ucap Tarkam.”Maksud kakak adalah Figro untuk menjadi kekasi yang datang dan suka pada pandangan pertama. Tapi dengan musuh yang banyak cinta mereka dipisahkan karena sisi lain dari firgo begitu,”kata Meri.


Tarkam hanya mengangkat kedua tangan di samping sedangkan Jaksen hanya melihat. “biarkan aku memikirkan dulu usulan kakak. Tapi kenapa kakak mendesak aku untuk bersama dengan Izam,”kata Meri yang tidak tahu kenapa kakaknya ingin dia dekat dengan Izam.


“Karena dia setia kawan dan dapat di percaya walaupun dia pernah menyakiti kamu,”kata Tarkam.


“Aku sudah lupa dengan yang lalu,”kata Meri.


Tarkam dan Jaksen yang masih di dalam kamar Meri. Melihat Meri yang masih termenung, tapi disela Tarkam dan Jaksen melihat Meri. Tarkam berkata,”Apa kamu masih mengingat dua laki-laki itu yang meninggalkan kamu Meri?.”


Meri sedikit melirik dan kembali berjalan ke teras kamarnya. Di luar Meri yang melihat ke langit berkata,”Untuk apa kakak mengingatkan kejadian waktu itu.”


‘Bukan aku ingin kamu ingat. Tapi itu sudah sangat lama. Apa kamu masih tidak ingin melepaskan dia,”kata Tarkam.

__ADS_1


“Aku ingin kakak. Tapi hatiku masih ingin menyusul dia,”ucap Meri yang meneteskan air mata.


“Kalau sudah sayang dan suka dalam hati menang sulit melepaskan orang yang terlah berkorban untuk pasangannya,”ucap Jaksen yang sama menderita. Kejadian yang merengkut kekasih mereka berdua.


Tarkam yang melihat kedua adiknya yang dalam kondisi galau hanya bisa berbaring di kasur Meri. Sampai Tarkam berkata,”Lepaskan agar mereka bisa hidup tenang bersama dengan bintang. Apa kalian tidak kasihan dengan pasangan kalian yang melihat kalian masih bersedih karena kepergiannya.”


“Itu benar juga aku ingin dia bahagai di sana. Tapi aku masih belum bisa mencari yang lain,”kata Jaksen.”Tapi hati sulit untuk melepaskannya kenapa tidak menguji Izam dengan mencoba membuat kamu lepas dari masa lalu saja Meri,”kata Jaksen lagi.


“Itu ide yang bagus,”kata Tarkam yang langsung duduk kembali setelah dia mendengar usulan Jaksen.


“Itu ide yang bagus tapi bagaimana caranya dia bisa melakukannya,”kata Meri yang masih kosong pikirannya.


“Biarkan dia mendekatai kamu baik itu teman atau sedang pedekate,”kata Tarkam. Meri yang mendengarkan itu hanya bisa mencoba usulan kedua kakaknya. Tapi Meri yang tidak tahu akankan dia bisa luluh dengan cinta yang dimiliki Izam.


“Sudah selesai dengan Izam. Tapi kita memiliki masalah yang lain,”kata Tarkam.


“Masalah apa,”ucap Meri.”Aku dapat kabar darai Green dan Blue kalau mata-mata yang menyerang mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan tentang infomasi yang berkaitan dengan orang tua kita,”ucap Jaksen.


“Lalu kenapa jika mereka sudah tahu,”kata Meri.”Apa kamu sudah tahu semuanya Meri,”ucap Tarkam.


“Sudah,”kata Meri.

__ADS_1


Selesai dengan pembicaraan yang panjang dan melelahkan mereka hanya bisa waspada dengan musuh yang akan datang. Meri, Tarkam dan Jaksen yang masih bekerja masing-masing untuk mendapatkan informasi. Masih tidak ingin menggunakan organisasi mereka yang sudah mereka bangun.


Didalam kegelapan yang sangat dangkal musuh mereka yang siap untuk menyerang mereka kapan saja. Lelah dan gelisah mereka sembunyikan agar musuh tidak tahu keberadaan mereka. TapI hati yang tenang dijalankan oleh mereka Meri yang mencoba untuk membuka hati untuk Izam.


Dimana ada kesempatan Izam selalu dekat dengan Meri walaupun Leo juga ada ditempat. Mereka yang bersama dan ada juga saatnya mereka berdua. Membicarakan hal yang semestinya, Izam yang masih berusaha mendapatkan hari Meri.


Sampai Izam mendapatkan kabar kalau rekan dia sudah kembali ke negaranya. Izam yang senang ingin bertemu dengan rekan mereka yang masih selamat dan percaya dengan dia. Sementara di pengadilan Jornat yang memberitahukan kepada keluarga Sarca kalau mereka menang banding di pengadilan. Nama baik keluarga Sarca yang sudah pulih dan usaha yang dimiliki keluarga Sarca kembali bangkit.


Jornat yang sudah mendapatkan tanggal tetepa untuk pengadilan yang diberikan oleh Jaksen. Masih menuggu dengan bantuan dari Izam dan rekannya yang sudah kembali. Jornat yang selamat saat mencari bukti yang berkaitan dengan kasus penyalah gunaan kekuasaan pemerintah.


Di tempat lain Jesi dan John yang sudah menyelesaikan semua kegiatan kampus mendapatkan kabar dari ayah mereka untuk kembali ke negaranya. Untuk mewarisi perusahaan ayah mereka berdua. Jesi dan John kembali ke negara K setelah dia menyelesaikan kampus mereka dengan cepat. Sedangkan Meri dan Leo yang sedang melakukan pemeran busana bersama untuk bisa lulus dari kampus x.


Meri dan Leo yang sedang mengotak pikiran mereka hanya untuk desain yang bisa menarik perhatian mereka. Mereka yang juga menyempatkan diri untuk melakukan lelang dimalam hari. pagi hari mereka mencari inspirasi untuk desain yang mereka buat.


Wkatu yang panjang dan melelahakan semua kegiatan berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan. Tapi kedamaian mereka tidak akan berlanjut lama kerena ada satu organisasi yang masuk ke negara mereka yang damai. Pemerintah yang salah memasukkan orang membuat kekacauan yang tidak terduga dengan kedatangan pimpinan organisasi yang tidak dikenal.


Tarkam dan Jaksen yang tidak tahu siapa mereka hanya bisa mencari tahu lewah perusahaa M dinegara L. Informasi yang dibutugkan membutuhkan waktu. Meri dan Leo yang saat itu sedang berjalan mencari bahan kain untuk busana mereka. Tidak sengaja melihat organisasi itu mereka yang melihat hanya saling menatap dan tidak memperdulikan mereka.


Sampai mereka mengganggu salah satu toko dan mengobrak-abrik toko tersebut. Meri yang tidak ingin campur urusan mereka sangat tidak suka dengan perilaku mereka.”Kita pergi ke sana untuk melihat apa yang sedang terjadi bagaimana,”kata Leo yang melihat wajah Meri.


Leo yang berjalan menuju mereka bersama dengan Meri. Tapi saat mereka berdua hendak menghampiri organisasi tersebut. Izam ada di sana dan sedang berbicara yang Meri dan Leo tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

__ADS_1


“Itu Izam bukan,”ucap Leo yang tidak jelas melihatnya karena terhalang kerumunan.


__ADS_2