Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 52


__ADS_3

Ahmad yang tidak tahu kalau Meri pernah di incar seorang pembunuh sampai nyawanya terancam.Jika dia tidak diberitahu dia mungkin tidak tahu kalau Meri juga sama dengan dirinya. Ahmad yang sudah tahu dengan apa yang terjadi membuat dia tidak ragu lagi dengan Meri tapi hatinya masih bertanya.”Siapa dia?,”ucap hati Ahmad dengan berbagai kebingungan yang datang.


Tora dan yang lain hanya menatap ke arah Ahmad yang bingung.”Jika kamu masih bingung tanyakan saja,”ucap Erik.


Ahmad yang tidak tahu ingin bertanya apa hanya bisa terdiam sampai Erika membawakan dia minuman dan makanan.”Terima kasih,”ucap Ahmad.


Erika hanya tersenyum dan melihat ke dapur apa yang dia bisa buat untuk mengisi perutnya yang sedang lapar.”Hai Tora kamu tadi beli bahan makanan, bukan,”ucap Erika.


“Iya di kulkas,”kata Tora.


Erika yang melihat ke arah kulkas dan menemukan bahan yang bisa dia gunakan untuk membuat makan malam. Erika yang sudah mengeluarkan semua bahan yang diperlukan dia memulai memasak. Sedangkan Meri yang di dalam kamar tidak tidur melainkan menuju ke ruang rahasia dimana dia akan mencoba bahan yang dia perlukan untuk membuat produk kecantikan dan parfum mawar.


Meri yang dengan wajah tenang memulai dengan bahan yang sudah ada dan mengolahnya dari memetik satu lembar bunga kuncup setelah semua dikumpulkan. Meri yang sudah memetik satu persatu dan mengeringkannya sampai dia membuat bahan pendukung untuk pembuatannya.


Meri yang dengan santai memulai uji coba setelah dia menyiapkan semua bahan dan memulai meracik satu persatu. Waktu terus berputar sampai Meri menyelesaikan parfum yang dia buat. Meri yang sudah memasukkannya ke dalam botol dan dia mencobanya. “Wanginya aku merasa seperti ada di padang bunga mawar dengan angin yang berhembus sejuk. Membuat aku tenang,”ucap Meri yang tidak sadar telah tenggelam dalam suasana nyaman wangi bunga mawar.


“Aku beri nama apa ya?,”ucap Meri sambil berpikir. Setelah dia menulis ulang bahan dan takarannya Meri mengirik sampel dan catatan bahannya ke perusahaan F. Dengan menulis nama produk parfumnya Roseall. Selesai dengan parfumnya Meri memulai dengan produk yang lain seperti liptik dan bedak dengan bahan mawar dan daun min.


Meri yang mulai kosentrasi dengan bahan yang ada memulai membuat satu persatu sampai dia menemukan ide baru. Satu persatu produk telah jadi Meri menulis sema takaran dan komposisinya untuk di kirim ke perusahaan F. Meri yang telah selesai dengan produk kecantikan dan naskah drama yang sudah dia kirim lewat email dan menyuruh anak buahnya dari perusahaan M untuk mengantarnya.


Meri yang sudah selesai dengan ruang rahasia kembali ke kamar untuk istirahat karena masih ada waktu untuk dia tertidur. Meri yang sudah di atas kasur dia mulai menutup mata untuk melepaskan lelah. Meri yang tertidur lepas sampai dia tidak tahu apa yang dilakukan empat orang yang ada diluar kamarnya.


Karena hari ini Meri lelah dia hanya ingin tertidur sampai pagi datang membangunkannya. Cahaya matahari yang masuk lewat celah jendela Meri terbangun dari tidurnya. Meri yang duduk dan merenggangkan tubuhnya sampai dia bisa merasakan kalau dirinya telah cukup beristirahat.

__ADS_1


“Hari ini aku harus ke kampus,”ucap Meri yang berdiri dari kasur nyamannya.


Meri yang sudah membersihkan diri keluar dari kamar dan melihat mereka semua masih tertidur.”Mereka menggadangkah,”ucap Meri. Meri yang menuju dapur untuk membuat makanan sampai dia tidak sadar kalau Ilham juga baru saja terbangun.


“Kakak ipar apa itu kamu yang di dapur,”ucap Ilham.


“Ada apa? Apa masih sakit,”ucap Meri sambil memasak.


“Tidak tubuhku merasa relaks dan nyaman,”ucap Ilham yang berdiri.


“Apa ada yang bisa aku bantu kakak Ipar,”ucap Ilham yang ingin membantu. Tapi Meri yang sudah terbiasa menolak tawaran Ilham.”Sebaiknya kamu mandi sana, biar tubuh kmau segar. Di dekat kamar mandi ada lemarai coklat kamu ambil saja pakaian yang ada didalamnya,”kata Meri yang masih sibuk memasak.


Ilham yang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat dia di dalam kamar mandi Ilyas datang berkunjung ke kontrakan Meri dan melihat mereka tidur di lantai.”Meri,”ucap Ilyas yang didepan pintu karena pintunya tidak terkunci karena ada mereka. Ilyas membuka pintunya yang dibantu oleh sekertaris Jim dan melihat pemandangan yang membuat Ilyas berwajah dingin.


“Apa yang terjadi di sini kenapa mereka ada disni,”ucap tajam Ilyas.


“Mereka datang setelah kamu pergi kemarin hanya untuk mengobrol,”ucap Meri dengan santai.


“Kamu masuklah. Kedua adik kamu juga ada di sini,”ucap Meri lagi yang menyelesaikan masakanya. Ilham yang baru saja selesai mandi dengan handuk menutup bagian bawah dan sedangkan tubuh bagian atas masih telanjang. Ilham yang tidak tahu kalau kakaknya ada di sini keluar dengan santai dan menuju lemari coklat. Sampai dia menemukan pakaian yang sesuai dengan tubuhnya.


“Ilham apa yang kamu lakukan di sini dengan tubuh seperti itu,”ucap Ilyas yang dingin dari belakang Ilham yang masih setengah telanjang. Ilham yang merasakan hawa dingin di belakang dan mendengar suara kakaknya dia berbalik melihat ke belakang. Apa yang dilihat Ilham membuat dia terkejut karena aura kakaknya yang dingin seperti ingin menghukumnya. Membuat dia masuk lagi ke dalam kamar mandi dan memakai bajunya sambil berkata,”Bagaimana kakak bisa ada di sini. Apa kakak ipar yang menghubungi kakak.”


Ilham yang keluar perlahan melihat kakak masih ada di ruang tamu. Ilham yang berjalan langsung duduk didekatnya tanpa berkata apa-apa.

__ADS_1


“Kamu tidak usah marah Ilyas kedua adik kamu datang ke sini hanya untuk kamu,”ucap Meri yang sudah selesai memasak.


“Kamu membela kedua anak nakal ini Meri,”ucap Ilyas yang masih marah.


Meri menghela nafas,”Mereka datang hanya ingin menjelaskan dan membantu kamu untuk berbaikkan dengan kamu. Sekalian aku memeriksa kondisi adik kamu.” Ilyas yang mendengar ucapan Meri hanya bisa menaham amarahnya sampai semua orang terbangun karena suara bisik.


“Kenapa ramai sekali,”ucap Tora yang membuka mata dan melihat Ilyas di depannya.


“Tuan Ilyas kenapa kamu datang ke kontrakan Meri,”ucap Tora sambil merenggangkan tubuhnya.


“Seharusnya aku yang tanya kenapa kalian ada di kontrakan tunanganku,”ucap Ilyas yang dingin.


“Itu aku tidak tahu kalau dia akan kembali ke sini. Sejak dia pergi ke kediaman Rendra aku dan dua rekanku selalu mampir ke kontrakan ini untuk bersantai,”ucap Tora.


“Jadi seperti itu dan kamu Ilham,”ucap ilyas.


Ilham yang bingung ingin berkata apa kepada kakaknya hanya bisa berkata,”Maaf kakak aku hanya ingin membujuk kakak ipar untuk kembali ke rumah tapi dia tidak mau. Tapi malah aku yang kurang sehat diobati oleh kakak Ipar dan tertidur disini karena efek obatnya.”


“Apa itu benar Meri?,”kata Ilyas. Meri menganggukan kepalanya,”Dia terkena racun akrena belum sampai fatal aku bisa membuatkan obat penawarnya. Mungkin saja racun yang kamu dapatkan dan racun yang didapatkan adik kamu sama jenisnya melumpuhkan syaraf otot.”


Ilyas yang mendengarnya hanya terdiam dan mengingat apa yang terjadi dengan kakinya. Ilyas yang tidak ingin menatap Meri hanya bisa terdiam. Meri yang tahu kalau dia mengingat kejadian yang dia alami oleh Bela.


Meri yang ingin mengubah suasana menyiapkan makanan yang sudah dia siapkan.”Bagaimana jika kita makan bersama dari pada membuat hati tidak tenang,”ucap Meri sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2