Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 64


__ADS_3

Meri dan Tarkam yang pergi dari perusahaan M diperjalanan menuju tempat wisata bersama dengan kakaknya. Mereke berhenti di satu kota yang sudah tidak berpenghuni.”Masuk,”ucap Tarkam.


“Masuk aku juga penasaran dengan tempat ini kenapa tidak ada penghuninya,”ucap Meri.


“Ada kalanya kamu harus seperti wanita Meri,”ucap Tarkam.”Iyalah, tapi aku juga butuh refeensi untuk mendapatkan ide,”ucap Meri.


Tarkam yang tidak ingin mengatakan apa-apa mengemudikan mobilnya sampai di dalam kora yang tidak penghuni. Sampai di dalam mereka di hadanag oleh beberapa musuh,”Siapa mereka?.”


Tarkam yang keluar dari mobil melihat kakaknya yang berbicara dengan mereka. Tapi alhasil mereka menyerang kakaknya dan perkelahian di mulau Meri yang masih di dalam mobil hanya melihatnya. Meri yang tidak ingin ikut campur hanya menonton sampai ada yang memberikan peluru ke arah mobi dimana Meri duduk.


Tapi mobil yang mereka gunakan anti peluru jadi peluru tidak akan bisa masuk ke dalam mobil. Meri yang melihat ke arah luar hanya bisa duduk diam. Sampai kakaknya yang mendengar itu sangat marah dan menyuruh anak buahnya yang ada diluar radius untuk membunuh si penempabak jitu. “Aku lihat mereka adalah dari organisasi kalajengking. Tapi kenapa mereka bisa ada di sini?,”ucap Meri.


Tarkam yang masih berkelahi dengan mereka sudah selesai dangan wajtu satu jam dan penembang jitu telah dilumpuhkan oleh anak buah Tarkam. Tarkam masuk ke dalam mobil,”Kamu tidak apa-apa?.”


“Tidak, tapi kakak bagaimana apa ada yang terluka?,”ucap Meri.


“Bukan kamu bisa mengamati apa kakak kamu ini terluka atau tidak,”ucap Tarkam yang tersenyum dan menyalakan mobil. Meri hanya bisa tersenyum setelah melihat kondisi kakaknya tidak apa-apa. Di perjalanan menuju kota lain, mereka berhenti setelah penyerangan.”Bukan ini perpustakaan kota yang sudah ditinggalkan,”ucap Meri yang ingin pergi masuk ke dalam.


“Kamu ingin masuk ke dalam,”ucap Tarkam. Meri yang sudah memegang pintu mobil sambil membuka Meri melirik ke arah kakaknya sambil tersenyum.


“Baiklah ayo kita masuk ke dalam,”ucap Tarkam. Meri dan Tarkam yang masuk ke dalam gedung tua perpustakan. Meri yang masuk dan melihat kursi dan rak buku yang sudah banyak lumut.”Mau berpecar,”ucap Tarkam.


“Boleh saja,”ucap Meri yang berjalan ke rak buku di lantai dasar. Meri yang melihat banyak buku dari buku yang sudah pernah dia baca sampai buku yang dia belum baca. Meri yang memiliki kesempatan ini menyempatkan diri membaca buku tapi tidak terduga ada musuh yang datang.Meri yang menyadarinya menghindar dan mendapatkan lemparan buku dari lantai dua dimana kakak Trakam berada.


“Bisa tidak kalau ingin berkelahi nanti saja, lihat itu di luar,”ucap Tarkam. Meri yang tidak tahu apa yang kakaknya lihat menoleh ke belakag.”Kabut,”ucap Meri.


“Bukan ini masih siang kenapa ada kabut apa lagi hari cerah dan tidak berawan hitam,”kata Meri yang ingin tahu apa yang terjadi.


“Iku kabut beracun,”ucap musuh.


“Kabut beracun dari mananya dia beracun,”ucap Meri sampai dia mendapatkan pukulan buku dari atas. “Hai kakak tidak punya hati lembar buku lihat ada orang atau tidak sakit tahu,”ucap Meri yang berteriak kepada kakaknya sendiri.’”Baca itu biar kamu tidak bodoh,”ucap Tarkam membalas.

__ADS_1


Musuh yang melihat mereka merasa bingung,”Kalian musuh atau kawan sebenarnya.”


“Musuh,”ucap mereka berdua setelah mereka beradu mulut.


“Musuh tapi kalian akur,”kata musuh.”Darimananya yang akur kamu buta apa?,”ucap Meri.


“Kurasa dia butu tidak bisa melihat,”kata Tarkam.


Musuh yang awalnya ingin membunuh Meri dia urungkan karena diluar ada kabut beracun membuat mereka harus berhati-hati. “Semua telah di tutup kabut tidak akan bisa masuk,”ucap Tarkam.


Mereka yang awalnya ingin membunuh Meri berhenti karena kabut Meri yang tidak perduli tetap membca buku yang dia bawa. Sedangkan Tarkam yang pergi ke lantai dua mencari buku yang dai bisa baca.”Kalian masih ingin mengikutiku,”ucap Meri.


“Tarket kami adalah kamu,”ucap musuh.


“Dari siapa keluarga Brata atau kalajengking yang mengirim kalian,”ucap Meri.


“Kamu tidak takut dengan kami,”ucap musuh yang merasa kalau ornag yang kami bunuh terlihat santai.


“Aku juga manusia biasa tapi yang ini bagus juga,”ucap Meri tanpa sadar.


Musuh hanya terdiam sampai mereka berpikir.”Kamu orang baik tapi kenapa banyak orang yang tidak suka dengan kamu?,”ucap Musuh.


“Bukan aku yang mencari masalah tapi mereka duluan. Aku awalnya hanya ingin hidup damai sambil mencari tahu keberadaan orang tuaku saja,”kata Meri.


“Tapi kalian datang silih berganti, mau tidak mau aku juga harus menjaga nyawaku sendiri bukan,”ucap Meri lagi.


Musuh yang telah mendengar ucapannya berkata,”Apa kamu memiliki pekerjaan yang pantas untuk kami, jika kami tidak membunuh kamu dan memberikan informasi yang kamu butuhkan. Tapi lindungi kami.”


“Itu tawaran yang bagus,”ucap Tarkam yang berjalan ke arah mereka.


“Tapi apa kalian benar akan memberikan informasi itu hanya untuk nyawa kalian. Tapi alasannya apa?,”ucap Tarlam.

__ADS_1


“Sudahlah kak mereka ingin bertobat,”ucap Meri yang memberikan kartu nama perusahaan M.


Musuh yang menerima kartu nama itu terkejut dan langsung tunduk kepada mereka berdua.”Maaf membuat anda terusik karena kedatangan kami. Kami berjanji akan selalu setia kepada anda berdua,”ucap mereka semua yang ingin membunuh Meri.


Setelah kabut menghilang dan Meri yang telah selesai dengan buku di gedung  melihat di tempat yang lain. Sementara musuh itu pergi ke perusahaan M untuk mendaftarkan diri. Tarkam yang tidak perduli dengan apa yang dilakukan adiknya hanya melihat keselilingnya sapai Meri melihat pintu yang aneh.


“Kak sini,”ucap Meri. Tarkam yang melihat Meri memanggilnya menuju ke tempat dia dan meilhat pintu yang bertulis  bahasa kuno.”Apa ini?,”ucap Tarkam.


“Aku baru saja selesai tapi aku butuh kakak,”ucap Meri yang memberikan kertas yang sudah dia artikan di tulisan dinding.


Tarkam yang telah membaca melihat ke arah adiknya.”Kamu mulai cepat paham bahasa kuno ya dik,”ucap Tarkam.


“Apa kamu mengambil jurusan bahasa lama,”kata Tarkam lagi sambil berpikir.


“Tidak aku mengambil jurusan desainer. Tapi kenapa kakak berkata seperti itu, bukan ini kakak yang mengajariku bahasa kuno,”ucap Meri.


“Itu benar hanya saja aku tidak tahu kalau kamu sampai berkembang pada tahan lanjut seperti ini tentang bahasa kuno. Apa kamu belajar dari buku yang kakak berikan,”ucap Tarkam.


“Iya, untuk mengisi waktu luang,”kata Meri.


“Ayo kita masuk karena sudah selesai di pahami tulisan pintu ini,”ucap Tarkam yang sudah membuka pintunya.


Tarkam dan Meri yang sudah bisa membuka pintu yang tersegel dengan bahasa kuno masuk ke dalam ruangan. Tapi mereka di kejutkan dengan suatu hal yang menguntungkan.”Bukan ini senjata yang bagus yang dik,”ucap Tarkam sambil mengambil satu senjata dengan puluhan senjata modern dan senjata kuno.


“Itu bagus kak, tapi bagaimana kita membawanya,”ucap Meri.


“Kenapa kamu berpikir panjang, kita bangun saja kota ini sebagai markas rahasia perusahaan M,”ucap Tarkam yang memberikan usal.


“Itu bagus tapi bagaimana dengan kabut beracun itu,”ucap Meri.


“Kamu jangan khawatir biarkan kakak yang mengurusnya sekarang kita harus pergi ke pertemuan,”ucap Tarkam yang mengelus kepada Meri.

__ADS_1


__ADS_2