Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 17


__ADS_3

Ahmad yang percaya dengan Meri tidak meragukan apa yang dia sembunyikan. Sementara Meri yang sudah sampai disekolahan dengan tepat waktu mendapat teguran dari teman sekelasnya kalau dia tidak membantu membersihkan kelas. Meri yang bersalah hanya meminta maaf dan temannya juga memaafkan Meri yang juga ada kesibukan karena dia harus menjalani hidup sendiri.


“Tapi kalau kamu tidak bisa membantu, kabari kami lain kali ya Meri,”ucap Temannya.


“Iya, maaf ya,”ucap Meri yang merasa bersalah.


Setelah permasalahan diselesaikan dengan damai mereka mulai belajar seperti biasanya. Pelajaran dimana murid yang lain ada yang fokus dan ada juga yang tidak kerena pelajaan pertama adala sejarah dimana dongeng pagi di mulai membuat murid yang lain tidak fokus.


Selesai pelajaran sejarah mereka akhirnya terbebas dari dongeng.”Akhirnya selesai juga,”ucap murid yang lain. Meri yang juga sempat tertidur karena kelelahan tapi juga bisa mendengarkan penjelaskan pak sejarah.


“Tadi kamu tidur ya Meri,”ucap Bita.


“Habis aku lelah dan masih ngantung ada dongeng yang langsung tidur,”kata Meri.


“Tidak seperti bisanya, kalau kamu lelah atau capat tidak akan sampai kamu tertidur. Apa kamu ada masalah,”kata Bita.


“Tidak ada, mungkin karena sibuk akhir ini. Bukannya sebentar lagi adalah ujian kelulusan kita. Kamu sudah mempersiapkan masuk universitas mana kamu Bita,”kata Meri.


“Aku masih binggung, kalau kamu?,”ucap Bita.


“Aku rencananya akan masuk ke bidang fasion, jika aku dapat beasiswa,”kata Meri sambil tersenyum.


“Kalau kamu pasti akan dapat beasiswa Meri,”kata Bita yang mendukung.


Meri hanya tersenyum kepada Bita yang mendukungnya. Waktu berjalan cepat aktivitas disekolah telah selesai Meri yang pergi ke cafe seperti biasanya untuk part time. Meri yang sudah mengganti pakaian melihat ke arah kerumunan dan bertanya kepada rekan kerjanya apa yang sedang terjadi. Tapi rekannya yang juga baru sampai ke tempat kerja juga tidak tahu sampai Meri dipanggil oleh bosnya.

__ADS_1


“Ada apa bos mencariku,”kata Meri yang tidak tahu.


“Maaf Meri bukan saya ingin mengeluarkan kamu. Hanya saja bukti sudah menunjuk kamu,”kata Bos.


Meri yang bingung hanya menebak kalau dirinya dituduh oleh cafe kalau dirinya sudah berbuat tidak baik dan mencoreng nama cafe.”Bos, saya tidak tahu. Tapi saya salah apa ya?,”kata Meri yang mencari tahu.


“Begini Meri cafe kehilangan uang 20 juta setelah dicari bersama dengan karyawna yang lain di setiap sudut kami menemukan uang tersebut ada 10 juta di loker milikmu..


ucap Bos.


“Tapi saya tidak mengambil uang itu Bos, saya saja baru tahu. Bos juga sudah tahu kalau aku tidak akan melakukan tindakan kejahatan seperti itu,”kata Meri.


“Tapi bukti sudah ada di loker kamu, saya tidak bisa melakukannya lagi. Aku Aku tahu kalua kamu tidak akan melakukannya tapi ada karyawan lain yang melihat kamu mengambil uangnya,”kata Bos.


“Jadi maksud Bos saya harus dikeluarkan dari cafe ini. Lalu saya harus mencari uang dari mana Bos, aku tidak memiliki pekerjaan lain, hanya ini yang bisa saya lakukan. Tolong beri aku kesempatan sekali saja,”kata Meri yang memelas.


Meri yang tidak tahu harus bagaimana hanya terdiam sampai Bos berkata,”Kamu harus mengembalikan uang 10 juta yang sudah kamu ambil. Gaji kamu bulan ini tidak saya akan berikan. Krena aku melihat kamu yang yatim piatu aku akan memberikan kamu keringanan. Kamu bisa membayar setengah dari uang yang kamu ambil.”


Meri yang tidak mengambilnya uang itu merasa kalau dirinya dirugikan. Tapi dengan kondidi dia sekarang mau bagaimana juga dia harus mengembalikannya.Meri mengambi buku tabungannya dan dia berikan kepada Bosnya untuk bertanggung jawab.


“Di sini ada uang 7 juta bos hasil kerja saya selama ini. saya berikan kepada anda untuk mebayar uang yang saya ambil. Maaf telah membuat keributan, uang sisanya saya akan kirim lewat rekening cafe,”ucap Meri yang langsung keluar.


Meri yang menatap rekan yang lain tidak tahu kenapa ada seorang yang ingin membuat keributan dengan Meri. Tapi Meri tetap diam dan berjalan keluar di tengah jalan Meri hanya termenung sambil memikirkan bagaimana dia bisa mengumpulkan uang lagi.


Sampai ditaman Meri duduk menikmati suasana taman dan melihat ke layar ponsel dan mengirimkan sisa dari uang yang dia tidak ambil. Meri sudah mengirim uang 3 juta di dalam rekeningnya untuk melunasi utang yang tidak dia miliki.

__ADS_1


“Kurasa aku harus mengambil uang di bank,”ucap Meri yang melihat kantong  dompet yang sudah tidak ada uang sisa.


Meri yang pergi dari taman menuju Bank yang terdekat untuk menari sejumlah uang untuk kebutuhha keseharian. Di tengah jalan menuju bank dia sambil berpikir apa yang harus aku lakukan ya setelah ini. Di depan bank Meri masuk dan mengantri sampai tiba gilirannya dia berkata kepada petugas kalau dia ingin mengambil uang dari rekening ini sejumlah 2 juta. Pegawai bank memberikan berkas surat penarikan uang kepada Meri.


Meri yang sudah mengisi baru bisa mendapatkan uang yang telah dia tarik. Meri yang sudah selesai dengan urusan Bank pergi ke toko kain untuk membeli beberapa barang yang mungkin dia bisa menjual baju jadi hasil buatannya.


Meri yang sudah masuk ke dalam toko kain tastil melihat berbagai jenis kain sambil melihat dia juga membuat beberapa desain baju untuk dia buat dan jual online. Satu persatu dia lihat sampai wkatu menujukan malam.”Sudah jam 8 mala, tidak aku sangka akan cepat berlalu kain yang aku beli juga sudah semua. Aku harus pergi pulang,”ucap Meri.


Meri yang menuju kontrakan melihat banyak orang di rumahnya awalnya santai tidak ada keributan. Atpi saat hendak melangkah menaiki anak tangga ada keributan dan satu orang terjatuh. Meri yang menghela nafas dan merasakan hawa pembunuh yang dia kenal hanya tetep berjalan.


“Untuk saja tempat ini sudah disewa semua kalau tidak pasti tetangga akan ketakutan. Meri yang berjalan menuju pintu rumahnya yang terbuka saat hendak masuk ada orang yang terbang menuju ke bawah.


“Apa yang kalian lakukan di rumah orang?,”kata Meri yang melihat dengan santai tapi tajam.


“Meri kamu sudah kembali,”ucap Erik. “Kenapa kalian berdua datang lagi dan keributan apa ini,”ucap Meri yang masuk. Rumah yang awalnya bersih berubah menjadi berantakan dengan perabotan yang jatuh dan pecah.


“Bagaimana kalian akan membereskannya?,”kata Meri dengan tajam melihat ke arah mereka.


Tanpa mereka sadari semua orang di dalam ruangan membereskan rumah Meri. Meri yang membuka kultas mengambil minuman.


“Kamu sudah kembali,”ucap Mui yang baru saja keluar dari ruang Ilyas.


“Iya, bagaimana dengan orang didalam,”kata Meri sambil bersandar di dinding.


“Kondisinya sudah mulia baik, saya mengucpkan terima kasih telah menolong tuan saya,”kata Mui.

__ADS_1


“Sama-sama. Tapi bisakah kamu jelaskan apa yang terjadi disini,”kata Meri melihat sekelilingnya.


__ADS_2