Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 76


__ADS_3

Izam yang sudah menerima data darai Tarkam untuk mencari ahu daftra nama perusahaan yang bisa di percaya. Tapi Izam yang sudah membacanya tidak semudah itu menerima jika tawaran yang diberikan juga seimbang. Izam yang ingin meminta bantuan untuk rekannya yang ada di medan perarungan. Dengan Izam mengajukan kesempatan Itu Tarkam yang bisa terdiam sesaat sampai pesanan minuman datang.


Tarkam yang melihat ponselnya dan melihat kelayar kaca jendela yang ada di sampingnya. Sampai pelayan datang mengantarkan pesanan tamunya.”Silakan menikmati,”ucap Pelayan yang sudah mengantarkan pesanan.


Tarkam yang menikmati minumannya menatap Izam yang dengan gelisah menuggu jawaban Tarkam. Izam yang tidak tahu harus berbuat apa hanya itu yang bisa dia lakukan. Sampai Tarkam menghela nafas.”Baiklah aku terima tawarn kamu tapi kamu harus minta maaf kepada adikku,”ucap Tarkam yang kembali ingat kejadian yang lalu.


“Minta maaf kepada adik anda. Apa maksudnya?,”kata Izam yang tidak tahu.


“Apa benar kamu tidak memiliki dosa terhadapan adiku. Sampai adikku haru masuk penjara dan masuk jurang karena pihak lain. karena ulah kalian adikku harus sembunyi dan sampai sekarang dia mengalami patah hati karena tunangannya yang menyebalkan sudah menikah dengan orang lain,”kata Tarkam yang mulai kesal sendiri dengan apa yang dia ucapkan.


Izam yang di depannya merasa bingung sampai Izam berkata,”Siapa nama adik anda?.”


“Namanya adalah Meri Maratika Sari. Pasti kamu sudah kenal dia bukan,”ucpa Tarkam. Izam yang mendengar nama itu sedikit terkejut karena namanya hampir sama dengan Meri yang dai tuduh membunuh Jesika adiknya.


“Apa benar dia bernama Meri Maratika Sari yang dulu tinggal dengan keluarga Bram,”kata Izam yang masih tidak percaya.


Tarkam hanya menganggukan kepalanya sampai kue yang di pesan datang. Tarkam yang menikmati kuenya sambil menatap Izam.”Kenapa dengan wajah kamu,”ucap Tarkam dengan santainya.


“Saya tidak tahu kalau dia adalah adik anda. Tapi yang aku dengar kalau dia menghilang, bagaimana dia bisa muncul,”kata Izam yang mencari tahu.


“Apa yang kamu katakan memang benar dia menghilang hanya untuk singgah di perkumpulan rekannya saja. Sebenarnya dia hanya ingin hidup normal saja tanpa ada gangguan awalnya. Tapi tidak disangka dia akan mengalami nasib yang tidak enak. Jika seperti ini aku tidak akan meninggalkannya pergi dulu,”kata Tarkam.


Izam yang sudah memasitikan kalau dia adalah gadis yang dia cari meminta izin untuk bertemu dengan dia. Tarkam yang mengizinkannya hanya memberikan alam keluarganya kalau adiknya ada di rumah. Tapi jika dia ingin mencari di kampusnya dia ada di universitas x jurusan desainer. Tarkam yang sudah memberi tahukan kepada Izam hanya menatap kepada Izam.”Bagaimana dengan kesepakatannya kamu setuju atau tidak?,”kata Tarkam sebelum dia pergi meninggalkan tempat.

__ADS_1


Tarkam yang masih duduk sampai kueya habis menuggu jawaban dari Izam yang masih berpikir.”Jika kamu masih butuh waktu bisa kita bertemu besok. Karena hari ini aku haru menjemput kedua kakeknya yang baru saja kembali dari negara K,”kata Tarkam yang berdiri.


“Tunggu,”ucap Izam yang langsung berdiri. “Aku setuju dengan permintaanmu tapi tolong segera kirim bantuan untuk rekanku,”kata Izam.


“Baiklah aku akan menyuruh tentara elang hitam untuk membantu kalian. Apa itu tidak masalah,”ucap Tarkam. “Apa maksud kamu tentara elang hitam,”kata Izam yang terkejut.”Tenang saja mereka tidak memiliki dendam dengan kalian,”ucap Tarkam yang lengsung pergi dari tempat pertemuan.


Izam yang masih di tempat langsung duduk setelah Tarkam meninggalkan Izam di hotel bintang 5. Izam yang tidak tahu harus bagaimana hanya bisa termenung. Sambil berpikir kalau Tarkam memiliki hubungan dengan tentara elang hitam. Izam yang tidak tahu apa yang sedang terjadi hanya bisa merasa lega kalau rekannya mendapatkan apa yang seharunya.


“Aku berharap kamu bisa dipercaya,”kata Izam yang melihat ke jendela hotel.


Izam yang masih termenung mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Tarkam soal adiknya yang bernama Meri. Izam yang tidak tahu kenapa kalau Meri masih hidup dan dia bisa meminta maaf atas kesalahan yang sudah lalu. Tapi Izam merasa kalau dirinya masih bersalah karena sudah menuduh dia dan masuk ke dalam perangkap musuh.


“Meri Maratika Sari,”ucap Izam yang tersenyum.


Izam yang pergi setelah pertemuan dan hendak ingin membayar tapi kata pelayan semua makanan sudah di bayar oleh orang yang bersama dengan Izam tadi. Izam yang merasa senang juga merasa kalau dia harus membalas dengan informasi yang dia butuhkan. Dengan pikiran mungkin saja ke depannya dia bisa menjadi rekan bisnis yang bisa diandalkan.


Izam pergi keluar gedung dan melihat temannya sudah menuggu dia di dalam mobi. Izam yang masuk ke dalam mobil di tanyakan bagaimana proses pertemuan mereka.”Bagaimana apa berjalan lancar?,”kata teman yang hendak mengemudikan mobilnya.


“Semua lancar tinggal menuggu hasilnya saja,”kata Izam.


Izam yang sudah pergi ke markas bersama dengan temannya sedangkan Tarkam yang pergi ke bandara untuk menjemput kedua kakeknya yang baru saja pergi menemui sahabat lamanya. Tarkam yang sudah menuggu samapi pesawat mendarat.


“Kakek apa baik saja,”ucap Tarkam yang keluar dari mobil.

__ADS_1


“Kami baik saja bagimana dengan kamu dan kedua adik kamu,”kata Kakek 1.


“Mereka baik saja Jakesen yang sedang pergi menyusul ke tempat nenek Meri sedang sibuk menjahit bersama dengan teman barunya,”kata Tarkam menjelaskan.


“Kita bicara di rumah saja,”kata kakek 2. Mereka semua yang masuk ke dalam mobil yang di kemudian oleh Tarkam. Di perjalanan menuju rumah mereka dihadang oleh musuh yang ingin membunuh mereka bertiga. Tarkam yang sudah tahu juga sudah mempersiapkan hadiah untuk para musuh.


“Kamu baik saja,”ucap Firgo yang masuk ke dalam mobil.”Senang bertemu dengan anda lagi,”kat firgo yang menoleh kebelakang.


“Kamu datang untuk apa?,”ucap kakek 2.”Tenang saja kami tidak ingin mencari masalah dengan anda. Saya di tugaskan oleh Alexca untuk menjaga kalian berdua,”kata Firgo.


Setelah musuh diselesaikan oleh anak buah Firgo yang menjaga daerah sekitar rumah Sarca. Perjalanan di lanjutkann oleh Tarkam yang memegang kemudi. Sampai di gerbang keluarga Sarca Meir yang yang melihat mobil kakaknya dari jendela kerja.”Kakak kamu sudah kembali Meri,”kata Leo yang melirik sesaat dia menjahit bajunya.


“Aku akan keluar menyapa mereka kamu di sini saja,”kata Meri yang berjalan ke arah pintu.Leo yang tahu hanya kembali memfokuskan dirinya dengan kain di depan dia.


Meri yang berjalan ke arah kakek dan kakaknya. Tapi Meri juga melihat Firgo juga keluar darai mobil kakak Tarkam.”Kenapa kalian bisa bersama,”ucap Meri yang sudah mendekat.


“Lama tidak bertemu Meri. Bagaimana kabar kamu?,”kata Firgo yang tersenyum.


“Aku baik saja hanya saja bukan tadi kakak hanya bilang ingin menjemput kakek saja tapi kenapa ada Firgo,”kata Meri yang tidak tahu apa yang sedang terjadi. Kakek yang berjalan menceritkan kepada Meri kalau saat mereka di jalan diserang oleh musuh. Firgo membantu mereka untuk menghadapi musuh sampailah mereka datang ke sini.


Meri yang paham hanya menganggukan kepalanya dan menggandeng kedua kakeknya masuk ke dalam rumah.”Bagaiman akuliah kamu apa baik saja?,”kata kakek 1.


“Baik saja sekarang aku sedang menjahit yang dibantu oleh temanku yang satu jurusan di ruang kerja. Bagaimana kondisi kakek apa baik saja, tidak terjadi apa-apa bukan saat melakukan perjalanan,”kata Meri yang merasa senang mereka kembali dengan selamat.

__ADS_1


“Kau tidak usah khawatir kami berdua baik saja,”kata kakek 2. Meri yang mendengarnya merasa senang dan membiarkan kakeknya beristirahat.


__ADS_2