Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 12


__ADS_3

Erik dan Tora yang melihat wajah Jesi merasa tertekan setelah dia mendapatkan pesan membuat mereka berdua bertanya.”Apa yang sedang terjadi dengan kamu Jesi?,”kata Erik.


“Tidak ada,”ucap Jesi yang ragu untuk mengatakannya. John yang melihat sikap Jesi hanya menebak saja kalau ayah sudah kembali dan mengharuskan kita berdua harus kembali sebelum mendapatkan hukuman.


“Pak Erik kami balik pulang dulu,”ucap John.


“Baiklah tapi kalian harus berhati-hati ya,”kata Erik. John dan Jesi yang berdiri langsung keluar darai kontrakan Erik. Di perjalanan pulang Jesi berkata kepada John kalau ayah sudah kembali dari luar negeri. Jika kita kembali terlambat kita akan mendapatkan hukuman dari ayah. John yang sudah tahu langsung hanya menenangkan Jesi yang masih gelisah.


“Kamu tidak usah khawatir ada kakak disini,”ucap John menenangkan adiknya Jesi.


Jesi dan John yang kembali ke rumah mereka sedangkan Erik dan Tora yang masih melihat hasil foto yang diperoleh oleh John.


“Tidak aku sangka kalau dalang kebakaran adalah organisasi kalajengking,”ucap Tora.


“Itu banar hanya saja, bagaimana mereka bisa menyewa organisasi ini,”ucap Erik yang tersenyum.


“Kurasa banyak hal yang akan terjadi nanti,”ucap Tora.


Selesai mendapatkan apa yang Tora cari dia segera pergi dari kontrakan Erik. Tora yang menuju markas elang hitam mendapatkan kabar kalau Meri sudah siuman. Tora yang tidak basa-basi langsung datang ke ruangan Meri yang didalamnya masih ada Erika yang merawatnya.


“Kamu sudah datang Tora,”ucap Meri yang bersandar di kasur.


“Bagaimana kondisi kamu?,”ucap Tora. “Kondisiku sudah mulai baik, tapi apa kamu sudah menemukan siapa dalang darai sabotase kecelakaan yang terjadi padaku,”kata Meri.


“Sudah mereka adalah orang tua angkat kamu yang melakukannya. Tapi dibalik itu juga organisasi kalajengking juga terlibat dalam masalah kecelakaan yang menimpa kamu,”kata Tora.


“Kenapa mereka melakukannya, bukannya elang hitam tidak pernah mencari masalah dengan organisasi kalajengking,”ucap Meri.

__ADS_1


“Itu benar. Tapi semua itu masih belum sempurna. Bagaimana setelah kamu sembuh akan keluar dari markas atau bagaimana,”kata Tora yang ingin tahu.


Meri yang terdiam tidak langsung menjawab pertanyaan Tora sampai dia berpikir untuk melanjutkan sekolahnya di tempat lain dengan identitas yang lain. “Aku akan melanjutkannya tapi nanti jika para tentara elang hitam sudah kembali. Rencananya aku akan menyusul mereka,”kata Meri.


“Apa,”ucap Erika.”Apa kamu tidak salah,”kata Tora.


“Tidak karena sampai sekarang mereka belum mendapatkan kabar apa-apa. Dan aku juga meminta kalian buatkan identitas baru untukku jika aku sudah kembali,”kata Meri.


“Nama apa yang ingin kamu gunakan,”kata Tora yang tidak bisa membantah atasannya.


“Nama tetap sama hanya wajah saja yang berubah,”kata Meri.


“Wajah,”kata Erika. Meri langsung memberika foto dia saat SMP dengan kacamata.”Maksud kamu ingin menggunakan wajah culun untuk menyembunyikan identitas kamu dengan beberapa perubahan. Begitu maksud kamu?,”kata Erika.


“Iya,”ucap Meri.


Satu bulan telah berlalu Meri yang diyatakan mati oleh kepolisian dan orang tua angkatnya. Meri yang mulai menjalani kehidupan baru dimulai tapi sebelum dia menjalankan kehidupan baru dia harus pergi ke pedang pertempuran dimana tentara elang hitam berada. Meri yang berangkat sendirian menuju medan pertempuran dengan berbagai musuh yang siap menembakan peluru ke arah Meri. Di perjalan menuju posisi tentara elang hitam berada Meri bertemu dengan beberapa tentara bayaran.


“Bagaimana kondisi kalian?,”ucap Meri di balik kain tenda yang hendak dia masuki.


“Siapa disana?,”ucap Delta dan berapa orang yang bersiaga jika ada musuh yang datang.


“Ini aku Meri,”kata Meri yang berjalan masuk.


“Meri kenapa kamu ada disini,”kata Boya. “Itu karena kalian tidak memberikan kabar terbaru, apa yang terjadi kenapa banyak darai rekan kita terluka,”kata Meri yang telah melihat sekelilingnya saat dia masuk ke dalam.


“Kami mendapatkan serangan mendadak dari tentara bayaran amerika dan korea,”ucap Boya.

__ADS_1


“Kalian tidak mengatasinya hanya tentara bayaran yang tidak tahu rute pertahanan elang hitam,”ucap Meri dengan tatapan dingin.


“Maaf Jendral,”ucap semua yang berada di dalam tenda. “Jelaskan situasinya sekarang juga,”kata Meri yang mendekat.


“Untuk saat ini semua dalam kondisi terluka karena serangan mendadak. Sedangkan persediaan makan dan minum dan persediaan persenjataan mengalami penurunan karena beberapa hari ini  mendapatkan kalau persediaan makan dan minum ada racunnya,”kata Delta.


Meri yang mendengarkan penjelaskan anak buahnya mendapatkan firasat kalau mereka akan diserang. Karena ingin semua anggota dan bawahannya selamat Meri memutuskan untuk memindahkan posisi posko yang berada di liri sunga di sebelah barat dari posko elang hitam berada. Setelah semua dipindahkan Meri yang melihat persediaan makanan dan minuman yang sudah teracuni oleh pihak lain mememeriksanya dengan seksama dan mendapatkan kalau suplay makanan dan minuman yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakatai oleh pihak pemerintah.


Karena khawatir dengan kondisi yang lain Meri menghubungi markas untuk mengirimkan bantuan suplay makanan dan minuman berserta tenaga medis dua orang. Tiga hari dia sudah memberikan kabar oleh markas elang hitam dia mendapatkan hasil bahan makanan sudah datang dan semua dilakukan dengan adil.


Meri yang menjalankan semua rencana setelah semua kondisi tentara elang hitam sudah kembali dengan kondisi bagus. Rencana yang sudah disiapkan di bagikan kepada semua anggota termasuk kepada kapten dan wakil kapten yang ada di posko.  “Kita bergerak sekarang, untuk menghancurkan musuh seperti rencana baru yang telah dibuat. Mulai berpencar sekarang,”ucap Meri dengan tegas.


Semua anggota dengan kelompok yang sudah di bentuk dengan wkatu yang singkat berjalan sesuai dengan intruksi Mer. Meri yang memantau perkembangan rekannya darai jauh dengan melihat kondisi medan pertarungan yang akan dihadapi. Suara tembakan dan ledakan sudah mulai berbunyi dari berbagai posisi.


Satu minggu telah berlalu rencana yang dibuat oleh Meri berjalan dengan sukses dengan kemenangan yang dirahi. Setelah semua mendapatkan kemenangan semua anggota yang berpencar kembali ke posko tentara elang hitam. Meri yang santai menuggu kabar dari rekannya mendapatkan kabar kalau ajaran baru akan segera dibuka. Dimana Meri harus kembali menjalani kehidupan sekolah di tempat yang baru dengan rumah yang baru.


“Kalian sudah kembali, bagaimana hasilnya?,”kata Meri yang mendengar langkah mereka semua yang masuk kedalam tenda.


“Semua berjalan lancar pimpinan dari tentara bayaran sudah dihabisi dan anak buah mereka sudah di intograsi,”kata Boya.


“Baguslah jika seperti itu. Di atas meja ada rencana cadangan jika suatu-suatau terjadi kegagalan. Karena semua sudah aman dan terkendali, aku akan kembali ke dalam negeri,”kata Meri.


“Apa anda ingin kembali, kenapa begitu cepat,”ucap Delta.


“Untuk apa aku harus berlama-lama jika semuanya sudah terkendali. Aku juga harus menyelesaikan pendidikanku,”kata Meri.


“Bukannya kamu sudah dinyatakan sudah mati ya dari kepolisian,”kata Boya.”Itu baner tapi aku buat identitas baru,”kata Meri.

__ADS_1


Mereka yang di dalam hanya menghela nafas melihat kepergian jendral Meri untuk kembali menyelesaikan pendidikannya.”Jika kamu ada masalah hubungi kami,”kata Boya. Meri yang tersenyum meninggalkan tentara elang hitam dan menuggu kota B. Di mana dia akan hidup baru dengan identitas baru anak yatim piatu yang sudah hidup mandiri.


Kehidupan apa lagi yang akan diterima oleh Meri setelah sampai di kota B. Meri yang tidak tahu ayah dan ibunya siapa dan kenapa dia bisa ada dipanti asuhan cahaya indah. Meri yang mencari tahu siapa dirinya dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman hidupnya mencari uang tidak mendapatkan hasil apa-apa. Meri yang tidak menyerah mencari tahu orang tua aslinya hanya berharap  Meri bisa bertemu dengan mereka.


__ADS_2