Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 119


__ADS_3

Meri yang tidak perduli lagi dengan kejadian yang menimpa dirinya. Tapi dari perkataan Izam membuat dia sadar kenapa begitu banyak orang yang bisa dihasut dengan uang. Tanpa ada kebenaran kalau dipikirkan lagi Izam yang waktu itu bukannya dia anggota pemerintah. Tidak mungkin informasi yang diberikan adalah kepalsuan. Tapi dari ucapan Izam kenapa ada yang sedikit aneh.”Apakah pemerintah sudah disabotase oleh pihal lain?,”ucap hati Meri. Sampai Jesi memutar botol untuk ronde ketiga dimana putaran berhenti dia Tarkam dan John. John yang memberikan pertanyaan kepada Tarkam.


“Kenapa Kak Tarkam meninggalakan Meri sendirian saat di pantu asuhan,”kata John.


“Aku meninggalkan Meri karena untuk mencari orang tua kami berdua yang ada digurun pasir,”kata Tarkam.


John yang memutar kembali berhenti pada Jaksen dan Meri. Dimana Meri yang akan bertanya kepada Jaksen. “Kak Jaksen kenapa kamu tidak memiliki pacar?,”ucap Meri yang tersenyum.


“Kamu bertanya kenapa aku tidak memiliki pacara. Aku belum menemukan saja untuk saat ini. karena tipe orang yang aku sukai adalah sama dengan kakak perempuan kamu yang sudah tiada,”kata Jaksen.


“Masih belum move on kamu,”kat Tarkam.”Memangnya ada masalah,”kata Jaksen. Meri memutar botolnya yang berhenti di tempat Izam dan Leo. Dimana Leo memberikan pertanyaan kepada Izam. “Siapa yang kamu sukai dari mantan tunangan kamu dengan gadis disamping kamu?,”kata Leo yang memalingkan wajahnya ke arah lain sambil tersenyum.


“Tunggu pertanyaan apa itu,”kata Izam yang tdiam terima dengan pertanyaannya.”Namanya juga permainan. Jangan anggap serius pertanyaan Leo,”kata Tarkam yang membela Leo. Semua orang yang menuggu jawaban dari Izam.


Sampai izam berkata dengan malu dia melirik ke arah Meri. Meir yang melihat lirikan Izam memalingkan wajahnya. Sementara yang lain hanya bisa tersenyum dengan melanjutkan permainannya sampai akhir. Tanpa mereka sadari malam sudah tiba, Leo yang melihat kebelakang.”Sudah malam ternyata,”kata Leo yang berdiri.


“Apa kamu mau balik Leo,”kata John.”Tidak aku ada urusan aku hanya ingin memberitahukan kepada adikku kalau aku tidak balik ke kontrakan saja,”akat Leo yang menghubungi adiknya. Leo yang memberitahukan kepada Tika kalau dia tidak bisa pulang ke rumah. Karena ada perkejaan di luar bersama dengan Gay. Leo yang memberikan pesan untuk jaga rumah, jika ada suatu hal untuk keluar harus mengajak tetangga mereka untuk menemani.

__ADS_1


Leo yang sudah memberitahukan kepada Tika kalau dia tidak kembali ke rumah. Leo yang sudah bersiap-siap untuk pergi berpamitan dengan Meri. Tapi disusul oleh Jesi dan John serta Izam. Leo yang sudah keluar dari halaman rumah Meri.


“Selesai,”ucap Gay yang sudah menuggu. Leo yang masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan kediaman Sarca. Sementara Si kembar dan Izam yang pergi bersama dengan mobil keluar Izam lebih dulu. Di jalau yang sama mereka lewati. Meri dan kedua kakaknya yang membereskan semuanya dan masuk ke dalma rumah.


Leo yang menuju ke tempat pertemuan dimana dia akan bertemu dengan Firgo. Karena dia ingin bertemu dengan Leo dan Gay. Sampai di tempat pertemuan Leo da Gay melihat dua ornag yang bersama dengan Firgo. Gay yang tidak tahu siapa mereka melihat ke arah Leo. Tapi tidak ada respons dari Leo sampai mereka berhadapan.


“Kamu sudah datang Leo,”ucap Firgo yang seperti biasanya.”Kenapa kamu ingin bertemu denganku,”kata Leo.


“Katanya kamu sudah membunuh salah satu orang dari keluaga Black. Apa itu benar,”kata Firgo.


“Jadi kamu datang ke sini hanya menayakan orang yang sudah  mati itu,”kata Leo.


“Tenang saja itu tidak akan mengganggu rencana kita. Tapi dengan ketidakhadiran satu orang kita bisa masuk ke dalam kandang naga bukan,”ucap Leo.


Pembicaraan yang panjang dan melelahkan Firgo yang bersama dengan yang lain selesai dengan pertemuan. Dengan informasi yang sudah diperbarui oleh mereka berdua. Yang dibantu oleh Green dan Blue yang bersama dengan Firgo. Di pembicaraan terakhir Firgo yang menayakan kabar Meri.


Leo yang memberikan kabar kalau Meri baik saja dan percintaan mereka juga sangat rumit. Firgo yang mendengar ucapan Leo hanya menebak siapa laki-laki yang dekat dengan Meri. Tapi tidak menemukan siapa orang tersebut. Karena penasaran Forgo bertanya kepada Leo siapa ornag yang dekat dengan Meri dan ingin mendapatkan hati si kecil.

__ADS_1


“Dia adalah Izam,”ucap Leo.”Izam yang dulu ingin Meri masuk ke dalam penjara bukan,”kata Firgo.”Tepat sekali aku juga tidak tahu kenapa ada butiran bunga yang masuk ke dalam Izam. Tapi baru perkembangan saja. Apa kamu mencoba menggagalkan hubungan mereka berdua,”kata Leo.


“Jika boleh aku ingin melakukan itu. Tapi tidak mungkin bisa dilakukan bukan,”kata Firgo. Green dan Blue yang juga mendengar informasi itu hanya bisa menebak. Berjalan lancar atau tidak hubungan mereka berdua.


Selesai dengan pembicaraan Firgo bersama dengan Green dan Blue pergi meninggalkan Leo dan Gay di dalam tempat pertemuan.”Hai Leo,”ucap Gay.”Apa apa?,”kata Leo yang masih santai.


“Kamu kenal dengan mereka berdua yang dibawa Firgo,”kata Gay yang masih penasaran dengan mereka berdua.


“Dia adalah reka dari Meri yang disembunyikan. Green dan Blue,”kata Leo. Gay yang sudha tahu hanya terdiam sampai merek berdua keluar dari tempat tersebut dan mengumpulkan semua anak buah yang ada untuk membuat rute yang baru. Karena rencana sudah berubah dengan menggabungkan semua informasi yang ada.


Di tempat lain Izam yang sudah sampai rumah masih teringat dengan apa yang disukai oleh Meri. Izam yang membaringkan tubuhnya di kasur dan terbayang Meri yang mengukur tubuhnya. Di hadapan dirinya Meri dekat dengan tubuhnya. Izam yang tidak tahu kenapa hanya bisa mengingat apa yang dia ingin lakukan dengan Meri. Jika dia tidak bisa menahan nafsunya sendiri.


Tapi lama kelamaan hati Izam yang sudah yakin dengan Meri ingin memilikinya. Tapi Izam yang tidka tahu apa yang harus dia lakukan. Sampai Izam yang memikirkan itu tertidur di kasur karena memikirkan Meri. Sementara Meri yang masih melamun dengan tatapan Izam saat menjawab pertanyaan Leo.


Meri yang masih memikirkan apa dia bisa membuka hatinya kepada Izam. Masih membuat Meri kepikiran. Hati Meri yang tidak ingin disakiti dan terluka lagi karena kehilangan ornag yang dia sayangani. Sampai suara ketukan membuat Meri menoleh ke arah pintu. Meri yang berjalan ke arah pintu dimana ada Tarkam dan Jaksen yang ada di depan pintu.


“Boleh masuk,”ucap Tarkam. Meri yang mengizinkan kedua kakaknya masuk ke dalam kamar Meri.”Kenapa kakak ke sini. Apa ada yang ingin dibicarakan denganku?,”kata Meri.

__ADS_1


Jaksen dan Tarkam saling melihat sekelilingnya. Sampai Tarkam berkata kepada Meri,”Apa yang membuat kamu sulit untuk memberikan kesempatan kepada Izam Meri?.”


__ADS_2