Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 22


__ADS_3

Tea yang melihat Meri yang menatap ke arah para preman merasa bingung.”Kenapa kamu melihat dia Meri. Apa kamu kenal dengan mereka?,”ucap Tea.


“Tidak juga sih , tapi aku pernah melihat mereka,”kata Meri. Erik yang ada disampingnya melihat ke arah Meri menatap dan melihat para preman yang ada di rumah sakit xwaktu itu.


“Kenapa mereka ada disini?,”ucap Erik. “Mana aku tahu, coba kamu tanya mereka kenapa mereka ada ditempat ini. Jika ingin tahu,”lata Meri.


“Bukan kamu juga ingin tahu,”kata Erik yang kembali melihat ke arah adik Tea. Setelah diperiksa kondisi adiknya yang kurang gizi dan kelelahan dan lingkungan yang kurang mendukung membuat adiknya sakit.


Meri yang berjalan menuju kasir pembayaran rumah sakit.”Maaf mbak biaya atas nama keluarga Tea berapa ya?,”kata Meri. Tea yang bersama dengan Erik dan adiknya yang masih menuggu melihat ke arah lain.”Di mana Meri?,”kata Tea.


“Meri mungkin sedang jalan-jalan kamu tidak usah khawatir dengan dia,”kata Tae.


“Maaf pak sebelumnya. Apa bapak juga tahu kebenaran dari Meri waktu itu,”kata Tea yang ingin tahu.


“Bapak sudah tahu semuanya. Tapi dengan kedudukan bapak yang sebagai penjaga ruang kesehatan bagaimana bisa berani menentang atasan,”kata Erik.


“Bagaimana setelah ini apa kamu mau menerima tawaran Meri. Tempat tinggal dia cukup bagus untuk adik kamu. Bapak juga sudah melihatnya, dia anak yang baik. Bapak sarankan kamu terima saja tawarannya dan bayar biaya rumah kontrakkannya pelan-pelan saja, dia tidak akan keberatan,”kata Erik.


“Tapi dia juga kesusahan pak,”ucap Tea yang masih ragu.”Dia memang banyak masalah tapi dia bisa mengatasinya sedangkan kamu dan adik kamu bagaimana menurut kamu,”kata Erik.


Tae yang merenung dengan perkataan Erik hanya terdiam. Sedangkan di tempat Meri yangs ednag membayar biaya rumah sakit berpapasan dengan preman waktu itu. “Kamu,”ucap preman yang melihat Meri. Meri hanya tersenyum kepada preman yang melihatnya dan melihat sekitarnya.


“Bagaimana jika kita bicara di tempat lain?,,”usul Meri. Para preman yang juga waspada menyetujui permintaan Meri. Para preman menunjukan jalan yang berada di ruang pasien, Meri yang ikut hanya penasaran kenapa mereka membawa Meri ke tempat itu.


Sampai Meri melihat bos mereka yang terluka ada di kasur bersama dengan anak buah yang dia percayai.”Kamu Meri,”ucap wakil preman.


Meri hanya tersenyum dan berjalan ke arah mereka.”Kenapa kalian bisa ada disini, apa yang terjadi dengan bosmu,”ucap Meri dengan santai.


“Seharusnya aku yang bertanya kenapa kamu bisa hidup dari kecelakaan waktu itu dan bisa ada di tempat ini,”kata wakil preman.

__ADS_1


“Jadi kalian menyelidiki identitasku sampai kecelakaan,”kata Meri.


“Siapa kamu sebenarnya kenapa ada ornag yang ingin membunuh kamu?,”kata bos preman.


“Ada sudah bangun,”ucap Meri yang tahu kalau bos mereka sedang tidur. “Itu ya aku mana tahu apa yang mereka inginkan. Aku hanya ingin  hidup damai saja apa tidak boleh,”kata Meri.


Meri yang melihat sekitar sampai dia mendapatkan telepon darai Bita yang menayakan keberadaannya. Meri yang lupa kalau dirinya harus bertemu dengan Bita berjalan keluar. Tapi didepan pintu keluar dia berkata kepada mereka preman.”Tolong rahasiakan identitasku, tutup mulut kamu sebisa kalian jika ingin membalas budi,”ucap Meri yang membuka pintu ruangan dan berjalan keluar.


Meri yang menuju ke tempat Erik dan Tea sampai mereka melihat ke arah Meri yang berjalan ke arah mereka. “Kamu dari mana?,”uap Tea.


“Maaf aku jalan-jalan sampai lupa kalau aku ada janjian dengan teman. Bagaimana kamu mau tinggal di dekat kontrakanku, nanti Erik yang mengantarkan. Aku harus pergis ekarang sudah ditelepon,”ucap Meri.


“Baiklah,”ucap Tea yang sedikit ragu.”Erik nanti kamu antar Tea dan adiknya beres-beres ya. Aku pergi sekarang,”ucap Meri yang terburu-buru meninggalkan mereka semua.


“Dia ingin pergi kemana,”ucap Tea yang bingung.”Mungkin bertemmu dengan temannya yang sellau bersamanya,”kata Erik.


“Kita pergi sekarang,”ucap Erik yang mengendong adiknya yang kecil. Tea hanya mengikuti Erik keluar sampai di rumah lamanya mereka mengemasi barang yang bisa dibawa. Setelah selesai mengemasi barang Tea dan adiknya bersama dengan Erik pergi ke kontraka yang disebutkan Meri.


“Maaf kalian menuggu lama ya,”ucap Meri yang duduk didepan mereka.


“Tidak apa-apa,”ucap Bita.”Tapi kenapa kamu bawa Jeremi,”kata Meri.


“Dia juga penasaran dengan kebenarannya, makanya dia ikut denganku,”kata Tea.


“Apa yang ingin kalian ketahui tentang diriku?,”kata Meri yang langsung ke poinnya. “Bagaimana mereka bisa mengeluarkan kamu sementara waktu itu kamu bersama kami berdua. Apa kamu memiliki musuh smapai mereka mengeluarkan kamu?,”kata Jeremi.


“Banyak juga yang kamu tanyakan Jeremi,”kata Meri. “Jawab saja aku ingin kebenarannya karena ku tidak percaya dengan pihak sekolah. Apa lagi kasus ini sama dengan sekolah di kota y Meri yang dituduh membunuh temannya tapi ternyata bukan Meri yang melakukannya,”kata Jeremi.


“Kamu tahu gosip itu juga Jeremi,”kata Meri yang tersenyum.”Tentu saja,”kata Jeremi.

__ADS_1


“Tunggu dulu kenapa sampai situ kita bahasnya yang aku inginkan hanya kebenaran Meri,”ucap Bita.


“Itu mungkin ada kaitannya dengan sekolah di kota y,”ucpa Meri. Mereka berdua terkejut dnegan perkataan Meri sampai Jeremi berkata.”Apa kamu Meri Maratika Sari yang dituduh membunuh temannya yang mengalami kecelakaan,”kata Jeremi.


Meri hanya tersenyum,”Itu masalalu dan aku juga tidak melakukannya.”Bita dan Jeremi terdiam nedenagr ucapan Meri seperti dia adalah Meri yang ditanggap oleh polisi.


“Meri apa kamu ini memilki identitas lain,”ucap Bita dengan ragu. Meri hanya tersenyum sampai makanan dan minuman yang dia pesan datang.”Kita makan dulu ya aku lapar,”ucap Meri. Bita dan Jermi hanya menganggukan kepalanya samoai mereka menikmati makanan mereka.


Selesai dengan hidapangn dicafe selesai dicicikpi Bita dan Jeremi mulai menatap Meri yang masih santai.”Apa yang ingin kalian ketahui tentang diriku?,”kata Meri.


“Semuanya,”ucap mereka bersama.”Tidak bisa, aku hanya akan mengatakan kalau kalian bertanya,”ucap Meri dengan santai sambil melihat sekitar. Meri yang merasa waspada kalau ada seorang mengawasinya membuat dia gelisah.


“Baik kami akan bertanya kepada kamu Meri. Apa kamu tidak menyelal telah dikeluarkan dari sekolah?,”kata Bita.


“Tidak, karena aku sudah mendapatkan beasiswa dari universitas x sebelum aku di keluarha dari sekolah. Dan pihak sekolah juga sudha tahu kalau akan ada kejadian yang tidak enak pada diriku,”kata Meri.


“Bagaimana mungkin kamu bisa mendapatkan beasiswa itu,”ucap Bita yang terkejut.


“Kamu tidak tahu, kalau teman kamu ini memiliki banyak ide dan kepintaran yang tidak bisa dikatakan,”ucap Meri sambil menyombongkan dirinya. Bita dan Jeremi yang melihat langsung memalingkan wajah sambil berkata,”Iya memikili ide yang cermelang tapi selalu terlambat ke sekolahan.”


“Janganlah ungkit itu,”ucap Meri yang malu. “Terus kenapa kontrakanmu terjadi kebakaran dna kamu sekarang tinggal dimana Meri,”kata Bita.


“Itu terjadi karena kebocoran gas yang berakibat kebakaran dan untuk tempat tinggal aku sudha mendapatkanny di daerah sekitar kontrakan yang lama,”ucap Meri.


Bita yang mendengarnya merasa lega kalau temannya baik-baik saja. Sampai Jeremi berkata,”Apa kamu Meri Maratika Sari dari kota y?.”


Dengan santai Meri berkata,”Iya. Karena alasan lain aku menyembunyikan identitasku. Bagaimana kamu bisa tahu kalau ini adalah aku.” Bita hanya terkejut bersama dengan Jeremi tapi tidak terlalu lama mereka terkejut sampai pertanyaan kedua dilontarkan oleh Jeremi.


“Kenapa mereka mengincar kamu,”ucap Jeremi. Meri hanya menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.”Apa ini ada kaitannya dengan adik kamu dari orang tua ankat kamu?,”kata Jeremi.

__ADS_1


“Dari mana kamu tahu kalau aku adalah anak angkat,”ucap Meri yang ingin tahu.


__ADS_2