Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 14


__ADS_3

Pagi yang indah dengan tubuh yang lelah semua karena kurang tidur Meri menyiapkan bekal makanan untuk masuk sekolah. Meri yang sudah selesai menyiapkan bekal bergegas berangkat menuju sekolahan. Di tengah perjalan dia berpasasan dengan Bita teman sebangkunya yang juga teman barunya di sekolah yang baru.


“Hai Meri,”ucap Bita yang menyapa dari belakang. Meri menoleh dan tersenyum kepada Bita.


“Kenapa dengan muka kamu Meri,”ucap Bita yang melihat wajah pucat Meri.


“Aku kurang tidur,”kata Meri dengan santai. “Tidak bisanya, apa kamu lembur tadi malam sampai tidak bisa tidur,”kata Bita.


“Tidak hanya ada kejadian yang tidak terduga,”ucap Meri. “Kejadian apa?,”kata Bita yang penasaran. Meri yang melihat ke arah Bita tidak ingin mengatakannya hanya berkata,”Rahasia.”


Bita hanya menghela nafas sampai dia berkata,”Kenapa kamu banyak sekali rahasia Meri, tapi bicara rahasia kamu sudah mengerjakan pr kamu belum?.”


Meri yang melirik ke arah Bita dengan tersenyum berkata,”Sudah dong, pasti kamu belum mengerjakanya ya. Tapi aku tidak ingin membagi jawabanku kepada kamu.”


“Tolonglah aku belum mengerjakan. Meri yang baik dan tidak sombong, bantu aku dong,”kata Bita yang membuju Meri karena belum mengerjakan tugas.


“Tidak. Tapi aku bisa membantu kamu mengerjakannya nanti jika sudah sampai dikelas,”kata Meri.


“Apa kamu mau membantuku,”kata Bita yang merangkul Meri karena senang.


Bita dan Meri yang berangkat bersama menuju sekolahan berhenti di toko  minimarket untuk membeli makanan kecil. “Bukan kamu bawa bekal Meri, kenapa masih beli makanan ringan,”ucap Bita.


“Kamu kira dengan bekal yang aku bawa sudah membuat aku kenyang apa lagi nanti ada part time,”ucap Mira.


“Iya juga ya,”kata Bita yang sudah membeli makanan ringan bersama dengan Meri.


Di perjalan menuju sekolahan mereka saling bertukar cerita untuk mengurangi kebosanan. Sampai di didepan gerbang sekolah yang sudah ada petugas osis yang mengecek pakaian.”Hari ini hari apa,”kata Meri.


“Kamu masih saja pikun ya Meri,”kata petugas osis yang ada dibelakang.


“Hari ini pengecekan seragam apa kamu tidak ingat,”kata Bita. “Tidak,”ucap Meri sambil tersenyum.


“Kurasa teman kamu banyak part timenya sampai lupa hari,”kata petugas osis kepada Bita.

__ADS_1


Setelah bercakap-cakap mereka berdua masuk setelah pengecekan barang telah dicek. Meri dan Bita masuk ke dalma ruangan kelas dan memulai membantu Bita mengerjakan tugasnya smapai bel berbunyi.


Di sekolahan yang tenang sampai bel selesai berbunyi. Meri yang segera keluar dari ruangan dihadang oleh Bita yang melihat keluar jendela. “Hai Meri kesini lihat itu siapa?,”kata Bita. Meri datang kerah Bita yang melihat dari luar jendela bersama dengan murid yang lain.


Meri yang melihat dari jauh merasa tidak asing dengan wajah yang dia lihat bukan itu Izam kenapa dia ada disini kata hati Meri. “Apa kamu mengenalnya?,”ucap Bita.


“Tidak,”kata Meri yang tidak tahu sampai dia melihat ke layar jam yang sudah menunjukankalua waktunya dia harus pergi.


“Bita aku pergi dulu ya, ada part time hari ini,”ucap Meri yang bergegas pergi dari sekolahan. Meri yang berlari dari sekolahan menuju cafe dimana dia part time. Di tengah jalan dia dihadang oleh beberapa orang yang tidak asing bagi Meri.


“Apa benar kamu Meri?,”ucap baju hitam didepannya.


“Kalian siapa?,”kata Meri dengan santai.


“Bos kami ingin bertemu dengan anda,”kata orang berbaju hitam.


“Siapa Bos kalian aku tidak bisa karena aku harus part time hari ini. Jika ingin bertemu bagaimana jika nanti malam saja,”kata Meri yang berjalan melewatinya begitu saja.


“Kenapa kamu tidak ingin bertemu denganku,”ucap Ahmad dari belakang.


“Apa sebegitu pentingnya part time kamu,”ucap Ahmad.


“Kurasa aku ingin sekali memukul wajah kamu yang tampan,”kata Meri yang berjalan meninggalkan Ahmad.


“Tuan apa perluh saya kejar Meri,”kata anak buahnya.” Tidak, kita akan berkunjung di kontrakannya nanti,”kata Ahmad.


Meri yang sudaj jauh dari Ahmad sampai di cafe tempat dia bekerja.”Kamu baru sampai Meri,”ucap teman satu tempat kerja.


“Iya,”ucap Meri.


Hari yang panjang dan melelahkan Meri yang bekerja sambil memikirkan kedatangan Izam disekolahan membuat dia penasaran sampai dia mendapatkan pesan dari Tora. Kalau Izam datang hanya untuk kunjungan biasa karena dia baru saja memiliki adik baru dari orang tuanya yang telah menikah.


Meri yang sudah membaca pesan merasa penasaran siapa adik baru ini. Hingga dia membaca pesannya dilanjutkan nanti setelah pulang kerja karena masih banyak pengunjung yang berdatangan di cafe. Meri yang sudah terbiasa dengan para tamu melayani dengan santai dan profesiolan, sampai bosnya di cafe merasa senang dengan kerja Meri.

__ADS_1


Waktu bergitu cepat sampai cafe waktunya tutup.”Akhirnya selesai juga,”ucap pegawai 1. “Iya,”kata pegawai 3.


“Meri apa kamu akan langsung pulang hari ini,”kata Pegawai 2. “Iya besok aku masih berangkat pagi,”kata Meri.


Selesai membereskan pakaian Meri bergegas pergi di tengah jalan menuju kontrakan Meri mampir ke supermarket untuk membeli keperluan kontra yang  sudah habis. “Besok bawa apa ya,”ucap Meri yang memilih jenis sayuran.


Meri yang masih memilih sayuran dan membeli barang lain untuk mengisi kulkas sampai dia mendapatkan pesan dari markas kalau para tentara elang hitam akan kembali ke markas. Meri hanya tersenyum mendapatkan pesan tersebut sampai didepan kasir.


Meri membayar barang yang dia beli dan berjalan menuju kontrakan. Tapi dari jauh Meri melihat banyak orang berbaju hitam yang menuggu. Meri yang melihat ke tempat kontrakannya yang sudah ditunggu oleh seorang. Setelah diamati Meri melihat Ahamd didepan rumahnya.


“Kenapa dia didepan pintu rumahku?,”ucap Meri yang berjalan ke atas.


Sampai didepan pintu Meri membuka pintunya dan masuk kedalam Ahmad yang juga ikut masuk ke dalam. Meri yang menuju dapur menaruh barang bawaannya dan membuat minuman untuk mereka yang datang.


“Kenapa kamu datang ke sini?,”kata Meri yang memberikan minumannya kepda Ahmad.


“Hanya ingin berkunjung,”kata Ahmad. “Aku tahu kamu kamu hanya ingin berkunjung, tapi ada alasan apa sampai kamu datang ke kontrakanku,”ucao Meri.


“Aku ingin mengucapkan terima kasih telah membantu adikku,”kata Ahmad.


“Ucapan terima kasih sudah aku terima silakan kamu pergi dari rumahku sekarang. Karena aku tidak ingin terlibat dalam urusan kamu dan adik kamu,”kata Meri yang tidak senang.


“Apa kamu tidak ingin meminta apa-apa, aku bisa mengabulkan keinginan kamu,”kata Ahmad Meri hanya menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin apa-apa.


Sampai Erik dan Tora berkunjung ke kontrakan Meri.”Hai Meri siapa mereka yang berbaju hitam,”kata Tora. Mereka saling berpadangan satu sama lain.”Untuk apa Bos mafia ada didepan Meri,”ucap Tora.


“Seharusnya aku yang bertanya untuk apa salah satu tentara elang hitam ada disini,”kata Tora.


“Jika kalian ingin beradu mulut dan fisik, silakan keluar dari rumahku sekarang,”kata Meri. “ini,”ucap Erik yang memberikan barang yang diminta.


“Terima kasih Erik,”kata Meri. Ahmad yang merasa ada yang aneh melihat Meri yang santai dengan sikap kedatangan kedua orang ke rumahnya.


“Apa kamu mengenal mereka berdua Meri?,”ucap Ahmad.

__ADS_1


“Kenal, tapi aku tidak akan berbicara rahasiaku kepada kamu,”kata Meri yang menuju dapur.


__ADS_2