
Jesi yang melihat John tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa menuggu John redah dengan kemarahannya. Tapi Meri yang melihat ke arah luar melihat Erik dan Erika yang sudah menyelesaikan tugasnya.”Apa sudah selesai?,”kata Meri.
“Tenang saja semua sudah selesai, dan beres semua sudah ditangani oleh mereka. Semua penduduk sudah pulih dan lingkungan disekitarnya juga sudah mulai membaik,”kara Erik yang duduk karena kelelangan
.sementara Erika yang juga kelelahan langsung tertidur. Meri yang melihat mereka kelelahan hanya bisa membuat mereka santai. Setelah John menyelesaikan semua pertarungan saham. Semua kembali semula dan informasi dari anak buah Leo datang kepada Jesi dan Johm.
“Ada apa?,”ucap Jesi. Anak buah Leo hanya memberikan informasi di medan perang dan informasi yang saat ini terjadi. Jesi mengambil kertas yang diberikan oleh anak buah Leo dan membacanya. John yang melihat mengintip apa yang dibaca oleh Jesi. Sampai data tentang medan perang diberikan kepada Tarkam dan informasi tentang musuh diberikan kepada Meri.
Tarkam dan Meri yang mendapatkan kertas karena Jesi dan John hanya bisa melihat apa isi dari data yang diberikan oleh mereka. Selesai membaca Meri dan Tarkam bertukar data untuk memahami keseluruhan data. Selesai dengan semua itu Tarkam memberikan kepada Izam.”Ini kondisi terkini rekan kita di medan perang,”ucap Tarkam.
Izam mengambilnya dan membaca dengan perlahan. Izam kembali merasa tenang kalau rekannya tidak apa-apa. Tapi di raut wajah Izam juga ada kekecewaan karena ada penghianat dalam kelompok yang dia bangun.
Meri yang ada didekatnya hanya bisa berkata menghibur agar Izam tidak merasa menyesal dengan apa yang sudah terjadi. Izam yang mendapatkan ucapan dukungan dan motivasi oleh Meir hanya bisa tersenyum. Izam bangkit lagi dalam keputusasaannya dan memulai yang baru. Selesai dengan semua kekacuan yang ada mereka bisa kembali beristirahat.
Dimalam yang gelap dan tenang Meri yang masih terbangun didatangni oleh anak buahnya yang saat itu mencari tahu.”Kamu datang,”ucap Meri yang melihat ke arah jendela.
“Iya maaf baru datang. Karena ada masalah yang harus diselesaikan di tambah lagi kami mendapatkan informasi yang tidak biasa dari gurun pasir dan kedua keluarga tersembunyi berkaitan dengan pulau terlarang,”kata anak buahnya menjelaskan.
__ADS_1
“Informasi apa sampai kamu tidak memberitahukan keberadaan kamu kepadaku,”kata Meri yang masih menerima kesalahan anak buahnya.
Anak buah Meri memberikan informasi yang dia dapatkan dalam satu ampol coklat. Meri yang menerima ampol coklat tersebut mulai membuka dan melihat apa isi dalam ampol tersebut. Setelah dia mengambil lembaran kertas yang ada didalam ampol coklat. Meri mulai membaca dan merasa tersenyum dengan informasi yang dia dapatkan.
“Kamu boleh pergi sekarang,”ucap Meri membuka laptopnya untuk menghubungi Green dan Blue yang ada di organisasi tersembunyi dan di pulau terlarang. Meri yang memberikan pesan kalau rencana berubah karena data yang baru saja masuk.
Meri yang memberitahukan kepada Green yang ada di organisasi tersembunyi untuk memperluas jangkauan pencarian mata-mata. Memberitahukan kepada Blue untuk mencari lokasi tanamana beracun dan penawarnya dengan informasi yang sedetail mungkin. Dalam pesan tersebut Meri juga memberitahukan kepada mereka berdua untuk menjaga kewaspadaan mereka karena ada ornag yang tidak harus mereka percayai dalam kelompok mereka.
Meri yang menyenbutkan nama orang penghianat yang ada didalam kelompoknya untuk tidak terlalu diberikan tugas. Tapi harus melakukan tugas seperti biasanya agar mereka tidak kabur dan mencurigai kalau mereka sudah ketahuan.
Sampai Meri mendengar suara musik yang membuat dia tenang dan damai. Meri yang tidak tahu asal dari musik tersebut mencari tahu. Tapi saat dia sampai di lokasi musik itu dimainkan, tidak ada siapapun disana. Hanya ada pantulan bulan dan bintang di dalam air danau yang indah.
Meri yang terdiam karena tidak bisa menemukan siapa yang sedang memainkan musik. Tapi Izma yang saat itu bermain melihat ada gerakan membuat dia berhenti. Sampai Izam bersembunyi dan melihat kalua yang sedang ketempanya ada Meri.
“Meri kenapa dia ada disini. Apa yang aku rasakan barusan adalah Meri mendengar musik yang aku mainkan,”kata Izam yang bersembunyi.
Meri yang tidak tahu kalau Izam yang memainkan musik tersebut. Sampai Meri bisa datang ke tempat di dekat danau. Meri yang sudah sampai di danau karena tidak ingin menyiakan pemadangan yang indah tersebut. Meri mulai memainkan satu lagu bersyair untuk membuat hati dia tenang. Setelah Meri mendengar alunan musik yang dia dengarkan tadi. Meri mendapatkan satu lagu bersyai yang berjudul Kerinduan.
__ADS_1
Malam-malam berbintang bersama bulan. Di danau yang penuh dengan ketenangan. Aku duduk dan menuggu kehadiran sang belahan hati.
Dimalam yang dingin ini aku selalu merindukannya. Aku yang selalu menatap langit. Berharap kamu datang dalam kehidupanku.
Siapakah kamu? Aku ingin memeluk kamu agar hati ini menjadi satu. Aku selalu menuggu kehadirian kamu. Sampai aku pergi menyusul kamu di langit.
Tapi aku tidak menemukan kamu. Aku hanya ingin melihat wajah kamu. Untuk terakhir kalinya. Tolong datang temui aku di sini. Walaupun itu hanya sebentar saja. Aku ingin memeluk, mencium dan menangis dihadapan kamu.
Izam yang masih di sana mendengar lagu bersyair Meri membuat dia tergoya. Tapi hanya sedikit gerakan saja. Meri mendengar satu patahan ranting membuat dia berhenti berlagu syair.”Siapa disana?,”ucap Meri yang berjalan ke arah pohon dan rerumputan.
Tapi Izam yang tidak ingin ketahuan langsung segera pergi sebelum Meri menemukan dia. Meri yang menuju pohon tidak menemukan siapa-siapa disana.”Apa hanya hewan kecil saja yang lewat,”ucap Meri yang tidak terlalu curiga.
Karena malam itu tidak terlalu bercahaya karena cahaya bulan sudah tertutup oleh awan yang berhembus. Karena hari semakin dingin Meri kembali kemarnya dan segera tertidur. Tapi saat itu Izam yang melihat Meri yang sudah kembali. Hanya bisa ikut kembali sampai di dalam kamar Izam masih teringat suara merdu Meri yang berlagu syair.
“Suara yang indah dan nyaman,”ucap Izam yang menatap langit dinding sambil membayangkan Meri yang bernyanyi bermerdu. Izam yang tanpa sadar mengingat Meri sampai terbawa mimpi. Didalam mimpi Izam yang bercanda tawa dengan Meri memadukan musik dan merdunya suara Meri. Hingga Izam membuka mata kalau dia merasa hasrat seksual dia mempengaruhi Izam.
Izam yang melihat dibalik selimut kalau bagian bawa berdiri, membuat Izam merasa sedikit malu.”Bagaimana mungkin aku bisa terangsang oleh suara Meri sampai memimpikan dia,”ucap Izam yang tidak habis pikir. Izam bangun dan menuju kamar mandi untuk menyelesaikan urusan seksualnya yang terbangun karena mimpi indah bermain dengan Meri.
__ADS_1