
Meri yang tidak tahu apa yang sedang terjadi di rumahnya bertanya kepada Mui yang baru saja keluar dari ruang Ilyas. Setelah Meri bertanya kepada Mui kalau mereka berkelahi karena kami mengganggu rumah Meri. Meri yang paham akan masalah sedang terjadi hanya bisa melihat mereka setelah membersihkan rumahnya.
“Apa kalian sudah selesai membersihkannya?,”kata Meri. Erik dan Tora yang melihat Meri tidak seperti biasanya hanya terdiam sampai dia berkata.”Bisa kalian jelaskan permasalahan kalian membuat keributan di rumahku. Kalian tahukan aku sudah lelah, tapi kalian membuat kekacauan di rumah orang. Bukan sudah aku bilang kalau mau berkelahi silakan keluar dari rumahku, bukan,”kata Meri dengan dingin.
“Jika kalian masih belum puas, silakan pergi sekarang sebelum aku melakukannya kepada kalian semua,”kata Meri dengan tajam dan dingin.
“Kami minta maaf Meri, kami datang hanya ingin memberikan ini saja,”kata Erik yang memberikan data. “Kami akan pergi selamat malam,”kata Tora. Mereka berdua setelah memberikan dokumen langsung pergi bergitu saja karena mereka tahu apa yang akan terjadi kalau berlama-lama di rumah Meri jika dalam kondisi Meri tidak baik.
Ahmad yang duduk dengan santai mengabaikan Meri.”Kenapa kamu masih disini, jika tidak ada urusan lagi bisa tidak kamu bawa kakak kamu pergi,”kata Meri.
“Tidak bisa, kondisi kakakku masih belum sadarkan diri kalau aku membawa dia. Dia akan dalam masalah,”ucap Ahmad.
“Bahaya apa sampai kalian diincar dan membuat aku juga ikut terliba. Aku hanya ingin hidup damai,”kata Meri.
Ahmad hanya diam sampai Mui berkata,”Dokumen apa itu Meri dan kenapa kamu mengenal mereka berdua. Bukan mereka berasal dari markas elang hitam.”
“Kalian tidak usah terlalu banyak tahu. Aku punya kehidupanku sendiri dan kalian juga,”kata Meri yang menuju kamarnya. Sebelum Meri masuk dia menoleh ke belakang dan berkata,”Sampai kapan kalian akan disini?.”
“Sampai kakakku bangun dan kondisinya sudah stabil,”kata Ahmad.
“Jika seperti itu kenapa kamu tidak mengurangi penjagaannya agar aku merasa nyaman,”kata Meri.
Meri yang telah berkata seperti itu langsung masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan barang bawaannya di lemari yang sudah ada mesin jahit portabel yang bisa dibawa kemana saja. Meri yang sudah membuat desain mulai memilih kain yang sudah dibeli dan memotongnya dengan desain yang sudah dibuat.
Meri yang sedang memotong kain mendengar suara ketukan pintu. Meri membuka pintunya dan melihat Mui bersama dengan Ahmad.”Ada apa?,”ucap Meri dengan santai.
“Apa kamu tidak memiliki tempat lain,”ucap Mui. Meri yang keluar dan menutup kembali kamarnya.”Tidak ada. Jika kalian tidak suka bawa di ke rumah sakit,”kata Meri.
__ADS_1
“Mustahil kamu tidak memiliki ruang rahasia sementara kamu kenal dengan Erik dan Tora dari elang Hitam. Di tambah lagi kalian sangat akbar dan kedua orang itu sangkat takut dengan kamu. Siapa kamu sebenarnya?,”kata Ahmad.
“Bukan kamu sudah mencari tahu siapa identitasku. Apa masih belum menemukannya?,”kata Meri yang tersenyum.
Meri yang sudah lelah mendengar suara tembakan di dekat kontrakan Meri.”Siapa lagi yang datang malam-malam,”ucap Meri yang melihat dari jendela dapur.
Meri yang mengamati berpikir,”Kenapa mereka ada disini?.” Ahmad dan Mui yang juga penasaran ikut melihat dan terkejut kalau organisasi kalajengking ada di tempat ini.
“Kenapa mereka ada disini?,”kata Mui.”Sebenarnya kalian punya masalaha apa dengan mereka,”ucap Meri yang masih melihat keluar jendela.
“Kami tidak memiliki masalah apa-apa,”kata Ahmad yang ragu. Meri yang melihat sekilas merasa kalau ada yang aneh. Melihat seorang yang dia tidak asing.”Bukan itu Bela. Kenapa dia ada di sana dan bersama dengan gerombolan organisasi kalajengking,”kata Meri yang masih mengamati.
“Apa yang membuatmu serius, apa kamu kenal dengan organisasi itu,”ucap Mui.
“Tahu dan tidak tahu,”ucap Meri. Mui adan Ahmad yang terdiam mendenar ucapan Meri sampai mereka juga ikut melihat.”Bukan itu Bela kenapa bisa bersama dengan organisasi itu,”ucap Mui.
“Bela puri dari Bram dan Intan yang sudah membatalkan pertunangan dengan Ilyas,”kata Mui.
“Kenapa dibatalkan apa mereka tidak saling suka sama lain atau ada hal yang lain,”ucap Meri yang kepo. Tapi saat Meri yang ingin tahu dia mendapatkan pesan dari kepala sekolah, kabar yang tidak menyenangkan.
Meri yang sudah membaca pesannya hanya terdiam dan berpikir.”Sebenarnya apa yang sedang terjadi, dua kali dikeluarkan siapa yang tidak suka denganku. Sampai melakukan ini semua,”kata Meri dalam hati.
Meri yang merasa didirnya terganggu dengan apa yang terjadi menghubungi Tora.”Kenapa kamu menghubungiku, apa terjadi masalah?,”kata Tora.
“Apa ada kabar terbaru?,”ucap Meri dengan singkat.
“Aku akan mencari tahu kamu tunggu saja kabar baiknya,”kata Tora yang mematikan teleponnya. Sedangkan Mui dan Ahmad yang mendengarnya merasa yakin kalau Meri memiliki identitas yang lain.
__ADS_1
Meri yang melihat mereka berdua hanya menatap sampai wkatu jam menunjukan 12 malam. Keributan mulai terjadi organisasi kalajengking dengan organisasi mawar. Meri yang masih mengamati bersama dengan kedua orang dari keluarga Rendra hingga perkelahian terjadi.
“Menurut kalian siapa yang menang?,”kata Meri yang berjalan menuju kamarnya.
“Kami juga tidak tahu, kamu mau kemana?,”kata Ahmad. “Istirahat,”ucap Meri yang menjauh.
Meri yang sudah masuk kedalam kamar dan bersandar di dekat jendela kamar melihat kondisi diluar yang masih ada pertikaian kedua organisasi. Di sela melihat Meri membaca dokumen yang diberikan oleh Erik. Setelah membaca dokumennya Meri sadar kenapa dia dikeluarkan dari sekolah. Ada seorang yang mengetahui identitas asliku tapi bagaimana mereka bisa. Hanya satu orang yang bisa melakukannya Bela.
Meri yang sedang berpikir tiba-tiba ada suara ketukan yang sangat kerjas Meri yang mendengarnya keluar dari kamar. Hingga dia melihat Bela di depan matanya.
“Meri bagaimana kamu bisa hidup setelah kecelakaan itu?,”ucap Bela dengan dingin. Di belakang Bel terdapat beberpa orang dari organisasi kelajengking.
“Aku tidak tahu kalua kamu itu adalah pimpinan dari tentara elang hitam,”ucap Bela yang sudah mengetahui sebagian dari identitasnya.
Meri yang tersenyum juga sudah menyiapkan hadiah untuk Bela.”Untuk apa kamu datang ke sini Bela adik kecilku yang manis,”kata Meri sambil tersenum.
“Seret dia dan bunuh dia sekarang,”kata Bela dengan keras. Meri hanya terdiam sampai ornag suruhannya pada posisi yang sudah ditetapkan. Peluruh sudah dilontarkan Bela dan organisasi kalajengking bertiarap.”Ada apa dengan kalian?Bukan kalian ingin menakapku,”ucap Meri.
“Mundur,”ucap salah satu organisasi kelajengking. Meri yang sudah tahu kalau mereka akan pergi sudah mengepung tempat yang ditinggali oleh Meri.
“Apa kalian bisa kabur,”ucap Meri dengan santai.
“Bela, bukan kamu harus menjelaskan apa yang sedang terjadi. Kenapa kamu ingin membunuhku, sementara aku tidak melakukan kejahatan apa-apa,”kata Meri dengan dingin.
“Itu karena identitas kamu aku benci kamu. Sebaiknya apa yang kamu miliki adalah milikku,”kata Bela sampai ledakan yang besar terjadi dan kebakaran di daerah kontrakan Meri. Meri dan yang lain terkejut dengan ledakan yang terjadi membuat Bela dan oraganisasi kalajengking bisa kabur.
Meri yang melihat ledakan dan kebakaran membuat dia harus pindah tempat lain.”Kita harus pergi dari sini?,”ucap Meri yang mengambil barang yang penting. Mereka berdua yang membawa Ilyas keluar dari kontrakan sebelum api membakar mereka yang ada dikontarakan 1235.
__ADS_1