
Setelah rapat keluarga membahas proyek bisnis yang akan dikembangkan oleh keluarga Sarca. Meri yang tertidur terbangun karena mendengar suara yang menyebalkan. Meri membuka matanya dan melihat kedua kakaknya masuk ke dalam kamarnya.”Sedang apa kalian berdua,”ucap Meri yang masih tidak sangka kalau kakaknya akan menyelinap masuk dan mengambil desain yang dia buat.
“Kamu bangun Meri,”ucap Tarkam yang melihat ke arah Jaksen.
“Apa yang kalian lakukan dengan buku desainku,”ucap Meri dengan tajam.
“Kami hanya ingin melihat saja,”kata Jaksen.
“Melihat atau mau mengambil,”ucap Meri.
Meri yang duduk di kasur ingin menghampiri kakaknya tapi Meri yang merasa sangat lelah hanya bisa berkata.”Untuk apa kakak ambil. Jika ada sesuatu bisa bilang tidak usah menyelinap seperti itu,”kata Meri.
“Jika kami cerita kamu tidak akan marah bukan,”ucap Jaksen.”Tidak,”ucap Meri yang masih mengantuk.
“Sebenarnya begini Meri kita membutuhkan uang yang jumlahnya tidak sedikit banyak. Kami ingin mengambil desain kamu untuk kami jual,”ucap Tarkam.
“Memangnya butuh berapa sampai harus menjual desain yang belum jadi,”kata Meri.
“Sekitar 10 M,”kata Jaksen.”10 M,”ucap Meri. Yang membuka lembari kecil didekat kasurnya dan membuka dan mengambil kota kecil.”Ini,”ucap Meri yang memberikan uang tabungan yang Meri kumpulkan.
Tarkam yang mengambilnya dan melihat angka yang jumlahnya lebih dari 100 M membuat Tarkam melihat ke arah Meri.
“Darimana kamu mendapatkan uang sebanyak ini,”ucap Tarkam.
“Itu uang hasil penjualan dan gaji di tiga perusahaan. Dan hasil dari pakaian yang di jual melalui pelelangan,”ucap Meri yang kembali berbaring setelah menutup lemarinya.
“Tapi ini terlalu banyak,”ucap Jaksen setelah melihat.”Bukan kalian ingin mengembangkan bisnis untuk keluarga baru kita. Tidak masalah uang bisa dijari. Asalkan gedung belakang yang masih kosong aku pakai untuk kerja pribadiku ya,”ucap Meri yang tertidur kembali.
Tarkam dan Jaksen yang melihat Meri yang kembali tetidur hanya bisa keluar dari kamarnya. Mereka berdua yang sudah diluar hanya bisa memandang satu sama lain.
“Jadi kita gunakan,”ucap Jaksen.
“Sudah dikasih kita gunakan untuk bisnis, jangan sampai gagal tapi,”ucap Tarkam.
__ADS_1
“Tentu saja,”kata Jaksen. Setelah mereka berunding mereka kembali ke kamar mereka untuk istirahat. Pagi yang indah Meri terbangun dari tidurnya melihat hari ini yang cerah Meri membuka pintu teras yang tercium bau pagi hari yang sejuk. Meri yang melihat kalau kedua kakaknya akan pergi bersama dengan kakek memulai bisnis yang akan dilakukannya hanya bisa mendoakan saja.
Meri yang menuju kamar mandi mendengar suara ketukan pintu sampai nenek masuk ke dalam kamar Meri.”Ada apa nek?,”ucap Meri yang ada di depan kamar mandi.
“Kamu hari ini pergi ke kampus,”ucap Nenek 1
“Iya nek. Tapi kenapa apa nenek akan pergi jalan-jalan sampai datang ke kamar Meri,”kata Meri.
“Itu benar nenek sari dan nenek calsi ingin pergi keluar kota. Kamu tidak apa-apa jika kami tinggal sendiri,”ucap nenek 2.
“Tidak apa-apa. Tapi jika nenek ingin pergi tolong bawa beberapa pengawal untuk menjaga kalian berdua,”ucap Meri. Setelah nenek berpamitan dengan Meri mereka langsung pergi Meri yang melihat dari teras hanya melanjutkan aktifitasnya.
Meri yang pergi menuju kamar mandi untuk membersihan diri. Air yang mengalir membasahi tubuh Meri yang terlihat putih dan bersih. Selesai dengan tubunya Meri duduk di teras untuk menikmati pagi itu. Sambil melihat laptop Meri yang pagi itu ada kuliah pada jam siang dan sore paginya Meri melihat laporan yang masuk dari perusahaan.
Setelah Meri mengecek semua data yang masuk Meri bersiap untuk berangkat menuju kampus. Sopir yang mengantar Meri sudah ada diluar sampai Meri datang.”Mau berangkat nona,”ucap sopir.
“Iya pak, bisa antar saya ke kampus sekarang,”kata Meri.
“Aku balik sekitar jam 7,”ucap Meri.
Setelah sopir tahu jam pulang nonanya dia segera pergi setelah Meri masuk ke area kampus. Meri yang berjalan ke kelas melihat Leo bersama dengan John. Meri yang tidak tahu apa yang mereka lakukan hanya menghanpirinya.”Sedang apa kalian,”ucap Meri setelah sampai di dekat mereka berdua.
“Hai Meri,”ucap Leo.
“Hai Meri,”ucap Jesi dari belakang sambil memeluknya.
“Apa kamu kemarin pulang selamat,”ucap Jesi.”Iya aku balik dengan selamat,”kata Meri.
“Kakek titip pesan untuk kamu mau mampir lagi tidak,”ucap John.
“Malam ini tidak kayaknya aku harus jaga rumah. Karena semua pada sibuk proyek baru,”kata Meri.
“Jadi kamu di rumah sendiri,”kata John.”Iya hanya bersama pegawai yang lain. kenapa?,”kata Meri.
__ADS_1
Meri yang melihat jam tangannya kalau kelas akan segera dimulai Meri pergi dari mereka. Tapi Leo yang juga ada kelas yang sama dengan Meri pergi bersama. Mereka yang duduk bersama dan mendengarkan materi sampai Leo berkata kepada Meri.
Leo yang masih ragu untuk berkata apa kepada Meri hany bisa terdiam sampai mereka pindah kelas berikutnya. Meri yang merasa Leo sikapnya berbeda seperti kemarin membuat dia berkatanya.”Kamu memikirkan apa sampai melamun seperti itu,”ucap Meri. Setelah mereka pindah kelas materi yang lain.
“Itu Meri apa kamu membutuhkan pegawai baru di rumah kamu,”ucap Leo yang sedikit ragu.
“Kenapa memangnya kamu butuh pekerjaan,”kata Meri yang langsung ke poin.
“Itu benar karena kemarin aku membuat masalah bosku memecatku. Dan aku butuh pekerjaan untuk membayar hutang bulan ini yang sudah jatuh tempo,”ucap Leo menjelaskan.
“Di rumahku sudha tidak ada pekerjaan. Tapi jika kamu mau bekerja sama denganku aku bisa membayar kamu,”kata Meri.
“Pekerjaan apa?,”ucap Leo yang senang mendengarnya.
“Pekerjaan yang sesuai dengan bidang kamu tapi masih dalam proses rencana awal. Jika kamu mau datanglah ke rumahku di hari pekan saat tidak ada kuliah,”ucap Meri sambil menulis alamat rumahnya.
Meri yang sudah menulis alamat rumahnya dan memberikannya kepada Leo. Sampai dosen yang mengajar datang untuk memberikan dasar bahan materi sampai minggu besok mereka akan melakukan praktek. Selesai dengan materi yang ada Meri berjalan keluar bersama dengan Leo. Sampai Meri ingat sesuatu untuk dia harus pergi mencari bahan untuk pelengkap.”Leo hari ini kamu ada part time tidak,”ucap Meri.
“Bukan tadi aku sudah bilang kalau aku dipecat Meri,”ucap Leo.
“Part time yang lain maksudnya atau kamu part time hanya satu tempat saja,”ucap Meri sambil berjalan.
“Aku part time hanya satu tempat karena aku juga sibuk menjahit,”ucap Leo.
“Bertai hari ini kamu tidak ada kegiatan bukan. Jika tidak ada ayo temani aku belanja barang pelangkap,”ucap Meri.
Leo yang hanya mengikuti Meri sampai di depan sudah di tunggu pak sopir.”Ayo naik,”ucap Meri.
“Pak antar saya ke beberapa teman yang di tulis di kertas itu ya sekarang. Ada barang yang ingin aku beli bersama temanku,”ucap Meri.
“Baik nona,”ucap Pak sopir. Meri dan Leo yang pergi ke tempat dimana ada barang yang dicari oleh Meri sampai di tempat mereka membeli barangnya sampai di rumah Meri dibanu oleh Leo membawanya.”Ayo masuk kita makan bersama,”ucap Meri.”Tapi aku harus balik,”kata Leo.
“Baiklah jika seperti itu biar sopirku yang mengantar kamu pulang. Tapi tunggu dulu,”ucap Meri yang berlari menuju dapur.
__ADS_1