Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 73


__ADS_3

Meri yang masuk ke dalam rumah dan menuju dapur dimana bibi masih memasaka. “Bibi bisa bungkus sebagian makanan ini untu teman Meri. Dia mau pulang,”kata Meri.


“Baik Nona,”ucap Bibi. Selesai mengemasi makanan yang akan dibawa oleh Leo. Meri keluar dan memberikan makanan tersebut kepda Leo untuk dia makan bersama adiknya.”Ini,”ucap Meri sambil memberikannya.


“Apa ini,”kata Leo yang tidak tahu.”Ambil saja untuk makan malam bersama keluarga kamu,”kata Meri yang ramah. Leo yang tidak tahu hanya menerima pemberian Meri sampai Leo di antar oleh sopir ke kontrakan Leo.


Setelah melihat Leo yang sudah pergi diantar oleh sopir Meri masuk dan menuju kamar untuk manarun barang sekalian dia juga berganti pakaian. Meri kembali turun setelah urusannya di lantai dua selesai dan menuju ruang makan dimana sudah disiapkan makanan. Meri yang malam itu makan sendiri karena semua sibuk masing-masing.


Meri menikmati makan malamnya samapi semua hidangnya sudah selesai di santap oleh Meri. Meri kembali ke gudang dimana dia menaruh barang yang dia beli. Yang sekarang menjadi tempat kerja pribadinya. Semua perlengkapan jahit sudah di tempatnya dan kain yang sudah di tata rapi. Meri menuju kursi didekat jendela taman dimana dia akan memulai membuat desain baju untuk di lelangkan.


~  ~ ~ ~ ~ ~~ ~


Di tempat lain Ilyas yang sudah bersama dengan Beti menjalani hidup yang baru dengan kondisi keluarga yang sudah cukup stabil. Setelah pertemuan Ilyas dan Meri yang waktu itu membuat ilyas melupakan semua yang sudah terjadi. Beti yang juga fokus dengan perkembangan bisnis.


Setelah pengumuman berlangsung Bela yang bersama Aji juga sedang mempersipakan pernikahan mereka. Tanpa Meri tahu Bela mengundang Meri di acara pernikahaanya. Atpi apa yang akan di rencanakan Bela adalah membuat Meri di permalukukan di depan umum. Karena pertunangan  Meri dangan Ilyas gagal karena istri sah sudah datang.


Meri yang tidak tahu akan itu hanya menikmati malam yang tenang sebelum badai datang. Meri yan sibuk dengan proyek pelenganan kedua yang akan dia lakukan dengan bantuan Leo. Tapi Meri yang belum menceritakan kepada Leo sedang mempersiapkan semua yang di butuhkan.


Malam itu Meri yang juga sibuk dengan proyek pelelangan mendapatkan pesan dari seorang yang tidak di kenal.”Siapa ini?,”kata Meri yang tidak membalas. Tapi Meri tetap melanjutkan kegiatannya sampai dia mendapat panggilan dari seorang yang dia kenal pengacara Jornat.


“Halo,”ucap Meri yang mengangkatnya.


“Meri apa benar ini kamu,”ucap Jornat yang masih tidak percaya kalau Meri masih hidup.”Iya ini aku kenapa anda menghubungiku dan kamu dapat nomorku dari mana,”kata Meri.

__ADS_1


“Itu tidak penting. Apa besok kita bisa bertemu,”ucap Jornat.


“Besok aku ada agenda jadi tidak bisa. Lain kali saja bagaimana,”kata Meri. Jornet yang sudah mendapatkan kabar tentang Meri merasa senang dan lega.”Jika kamu ada waktu kita bertemu ya,”ucap Jornat.


“Ok. Ada lagi tidak jika tidak ada aku aka tutup,”ucap Meri yang ingin segera mengakhiri teleponnya.


Jornat yang tidak keberatan mengakhiri teleponnya Meri yang sudah selesai dengan Jornat mendapat pesan dari markas. Kalau tentara serigala Hitam mencari Meri. Meri yang bertanya-tanya kenapa tentara serigala hitam mencarinya.


Meri yang tidak tahu hanya bisa menolak dan di gantikan Boya saja karena dia tidak bisa bertemu dengan mereka. Karena ada urusan lain yang harus diselesaikan Meri kembali melanjutkan membuat desainnya. Di ruang kerja pribadi Meri yang masih sibuk sampai dia lupa kalau dia harus mengerjakan tugas sampai pagi datang.


Meri baru ingat kalau dia ada tugas yang harus diselesaikan.”Kenapa aku lupa dengan tugasnya,”ucap Meri yang hanya tinggal sedikit waktu.


Dengan waktu yang singkat Meri mulai mengerjakan tugasnya dan menyuruh bibi membuatkan bekal makanan. Sambil menuggu belak jadi Meri sempatkan menyicik mengerjakan tugasnya. Sampai waktu sudah berlalu bekal sudah selesai Meri segera berkata ke kampus.


“Itu anak kelas bisnis berantem dengan anak kelas otomotif karena cewek,”ucap teman di sebelahnya.


“Berantem hanya merebut cewek,”ucap Meri.


“Iya kamu tidak tahu kalau Senior yang kelas bisnis sudah bertunangan dengan cewek itu. tapi si cewek selingkuh dengan anak otomotif. Katanya sih dia sudah tidak suka dengan senior itu, Tapi aku juga mendapatkan kabar kalau si cewek sudah membatalkan pertunangan karena si cowok sudah jatuh dari bisnis keluarga,”ucap Temannya.


“Balik karena tidak mau susah. Maksi ya,”ucap Meri yang berjalan melewat ke rumunan menuju kelas. Sampai Meri yang lewat kena imbas oleh perkelahian mereka berdua.


Jesi dan John yang melihat langsung membantu Meri yang terjatuh kerena mereka berdua.”Kamu tidak apa-apa Meri,”ucap John.

__ADS_1


“Aku tidak apa-apa,”kata Meri yang bangun. Sampai Izam yang mendengarnya melihat ke arah Meri. Izam yang terkejut karena mendengar nama Meri hingga dia tidak tahu kalau dia akan mendapatkan serangan dadakan oleh anak otomotif.


“Izam kita sudah putus dan pertunangan kita juga sudah berakhir karena kamu sudah tidak memiliki apa-apa,”ucap Cewek. Setelah mereka berdua pergi bersama Izam bangun dan melihat ke segala arah mencari Meri. Karena dia mendengar nama Meri sampai temannya datang menayakan kondisi dia. Izam yang tidak menemukan gadis itu pergi bersama dengan teman baiknya menuju ruang kesehatan.


Izam yang bersama dengan temannya menuju ke ruang kesehatan bertemu dengan Meri yang ada di sana karena dorongan tadi saat ada perkelahian. Jesi dan John yang terkejut karena ada Erika di ruangan kesehatan. Membuat mereka bengong sampai Meri berkata,”Dia kerja sampingan di sini sebagai dokter. Kenapa kalian melihat hantu saja.”


“Tidak kami merasa tidak percaya saja kalau Erika rekan kamu ada di sini,”ucap Jesi.


“Tapi kalian bertiga kenapa di sini,”ucap Erika yang melihat ke tiga orang di depannya.


“Meri kamu buat masalah lagi ya. Nanti aku aduhkan kamu kepada kakak kamu kalau kamu buat ulah lagi,”ucap Erika.


“Siapa juga yang buat ulah aku terdorong karena ada perkelahian di depan gerbang tadi. Lihat ini aku terluka,”ucap Meri sambil menunjukkan yang berdarah.


“Luka kecil saja biasanya kamu tidak di obati,”kata Erika.


“Akukan anak yang baik,”kata Meri yang menuju kursi di depan Erika. Erika yang mengobati luka Meri dengan cekatan sampai ada yang datang masuk.


“Bu Erika Izam minta di obati,”ucap teman Izam yang mengantar.


Jesi dan John yang masih di dalam langsung keluar setelah ada pasien baru datang.”Meri kami pergi ke kelas dulu ya,”ucap John.


“Ok, makasi ya,”kata Meri.

__ADS_1


“Apa kamu ada kelas, jika ada biar nanti aku bilang ke dosen kamu kalau kamu terluka,”kata Erika. Meri yang tidak ingin ketinggalan kelas tetap ingin masuk kelas. Setelah dia selesai Izam dan temannya datang dan mereka saling menatap satu sama lain. Meri yang tidak terlalu ingat wajah izam hanya langsung pergi menuju kelas.


__ADS_2