Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 30


__ADS_3

Bela yag masih tidak suka dengan Meri merencanakan hal yang buruk. Apa lagi Meri tahu kalau dai bersama organisasi kalajengking waktu itu. Bela yang tidak tahu kenapa Meri memiliki kemampuan untuk menghancurkan rencana yang dia buat. Karena rencana yang dibuat Bela tidak ingin gagal untuk menjadi nyonya dari keluarga Pram bersama dengan organisasi kelajengking.


Tapi Bela yang merasa ada yang ganjil meminta bantuan kepada organisasi kelajengking untuk mencari tahu apa yang disembunyikan Meri. Bela yang melihat ibunya keluar dari kamarnya menatap ke layar ponsel. Bela menghubungi Jeck yang sekutu dengan Bela karena sebuah pertemuan yang tidak terduga dan membuat Bela hamil anak dia. Karena itu juga dia membuat rencana dengan Jeck agar Bela menikah dengan Aji keluarga pram.


“Hai sayang kenapa kamu menghubungiku. Apa terjadi masalah?,”ucap Jeck.


“Sayang aku ingin kamu mencari tahu tentang kakak angkatku. Aku merasa kalau dia memiliki rahasia. Hatiku sangat khawatir dengan dirinya, aku tidak ingin rencana yang kita buat gagal karena dia,”ucap Bela dengan manja.


“Kamu tidak usah khawatir aku akan mencari tahu tentang dia. Kamu hanya perlu membuat Aji jatuh kepelukan kamu saja,”kata Jack yang licik.


“Tentu saja,”ucap Bela. Bela yang masih menelepon mendengar suara bisik-bisik di tempat Jack.


“Apa yang sedang terjadi disana sayang, kenapa ramai sekali,”kata Bela yang ingin tahu.


“Tidak ada hanya sedikit urusan pertemuan. Kita bicara lain kali lagi ya sayang,”ucap Jeck sambil mencium ponselnya dan bersuara kasih sayang.


Meri yang sedang santai membuat desain baju mendapatkan pesan kalau Bela dan Jeck baru saja berkomunikasi yang membicarakan identitas Meri.”Dia ingin tahu identitasku. Apa dia bisa mencarinya dengan sistem yang terpasang,”kata Meri yang menggelengkan kepalanya.


Meri membalas pesan dari Tora untuk mengaktifkan keamanan level 5 agar mereka tidak bisa masuk ke dalam identitas Meri. Dengan memberikan identitas yang biasa saja agar mereka tidak curiga. Meri yang sudah mempersiapkan semuanya hanya bisa menonton mereka bersusah paya dalam mencari identitas Meri.


Meri mendapatkan inspirasi lain setelah kabar baik dari Tora dia mulai mencoret setiap kertas yang ada didepan matanya sampai malam tiba. Dan kue yang dia bawa sudah habis. Meri yang merogoh ke dalam toples dan mencarinya sampai dia melihat ke arah toples.


“Apa sudah habis aku masih laper lagi,”kata Meri yang meminum air yang tersisa.

__ADS_1


“Aku harus kedapur lagi, tapi sudah malam,”ucap Meri yang melihat kelayar leptop.


“Kurasa hari ini sampai disini saja,”ucap Meri yang menutup leptopnya dan menyimpan desainnya dengan beberapa tumpuk kertas desain gagal agar tidak diketahui oleh Bela. Meri berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan langsung menuju kasur dimana dia sudah berbaring.


Meri yang tertidur pulas sampai dia tidak tahu kalau pengawalnya masuk ke dalam kamarnya. Pengawal itu mengledakh semua barang milik Meri untuk mencari apa yang disembunyikan Meri. Sampai leptop ia geledah hingga diloker meja. Pengawal yang mencari diseluk beluk ruangan tidka menemukan yang ganjil dan hanya bisa keluar dengan tangan kosong.


Meri membuka mata karena dia merasa kalau ada yang masuk ke dalam kamarnya tapi saat dia membuka mata dia tidak meliha seorangpun.”Apa aku salah melihat tadi,”ucap Meri yang setengah sadar. Meri kembali tertidur dengan nyenyak. Sedangkan pengawal yang sudah menjauh dari kamar Meri menuju kamar Bela dan melaporkan apa semua yang tentang apa yang didalam kamar Meri. Pengawal mengetuk pintu Bela sedangkan Meri yang awalnya ingin tidur lagi memasang handsatnya.


Bela yang sudah memberikan ijin untuk pengawal itu masuk berkata,”Apa yang kamu temukan dikamar Meri?.”


“Maaf nona saya tidak menemukan apa-apa. Di dalam kamar Meri hanya ada kertas desain baju yang sudah dicoret. Saya juga sudah mengambil gamabar Meri,”ucap pangawal yang memberikan kepada Bela.


Bela melihatnya dengan saksama kalau desain yang dibuat Meri tidak menari dan tidak pantas untuk dijual. Jadi dia hanya mengembalikan ponsel pengawal.”Terus awasi dia, jika ada yang aneh beritahu aku,”ucap Bela.


Meri yang sudah mendengar percakapan mereka kembali melepaskan handsatnya dan kembali tertidur. Hingga pagi datang Meri terbangun dari tidurnya. Meri merenggangkan tubuhnya dan menuju kamar mandi untuk bersih-bersih. Selesai di kamar mandi Meri melihat pelayan yang membersihkan kamarnya.


“Nona tuan dan nyonya sudah menuggu anda di ruang makan,”ucap pelayan yang selesai membersihkan kamarnya. Meri hanya tersenyum dan mencari pakaian setelah pelayan pergi. Meri keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan yang sudah di tunggu ayah, ibu dan Bela. Meri duduk didepan Ibu dan sarapan pagi dimulai.


Sekilas Meri merasa kalau makanan yang diberikan tidak sesuai dengan Meri. Membuat dia waspada, sampai dia melihat ada yang aneh dengan makanannya. Meri tahu kalau dirinya dalam bahaya karena makanan yang diberikan oleh mereka sudah dicampur dengan racun. Meri dengan santai memakannya tanpa dicurigai oleh mereka. Sampai sarapan pagi selesai Meri masuk ke dalam dan memutahkan makanan yang dia makan dan meminum obat penawar.


“Ternyata mereka masih ingin membunuhku,”ucap Meri yang keluar dengan wajah pucat.


Pengawal yang masuk untuk menayakan akankan dia akan pergi melihat Meri yang berbaring di kasur. Meri melihat pengawal itu masuk dan menatapnya.”Ada apa kamu masuk?,”ucap Meri dengan suara lemas.

__ADS_1


“Nona apa anda tidak apa-apa,”ucap pengawal.


“Tidak hanya tidak enak badan saja. Jika tidak ada yang lain kamu boleh keluar dari kamarku sekarang,”kata Meri. Pengawal itu langsung keluar dan didepan pintu Bela yang berjalan melewati pengawal hanya tertunduk. Bela yang tahu akan respon yang diberikan pengawal kalau Meri sedang berbaring karena racun yang diberikan olehnya.


Bela yang berjalan menuju kamarnya tersenyum sambil berkata,”Nikmati harimu Meri.”


Meri yang tertidur memulihkan tenaganya sampai sore dia kembali terbangun. “Akhirnya aku bisa merasa lega,”ucap Meri yang sudah pulih.


“Sampai kapan penderitaan ini akan berakhir,”ucap Meri yang menatap ke arah jendela. Sampai ayah dan ibu datang ke kamar Meri untuk melihatnya. Meri menoleh karena mendengar suara langkah kaki.”Ayah ibu kenapa datang ke kamarku apa ada yang ingin bicarakan?,”ucap Meri sambil tersenyum.


“Kata pengawal kamu tidak enak badan. Apa benar?,”ucap Ibu yang menghapiri.


“Apa perluh ayah panggilkan dokter,”kata ayah.


“Aku baik saja, mungkin karena belum terbiasa dengan menu sarapannya,”kata Meri.


“Apa benar kamu tidak apa-apa. Ibu dan ayah sangat khawatir jika kamu ada apa-apa,”kata Ibu. Meri hanya tersenyum kepada mereka sampai tuan Ilyas datang bersama dengan sekertarisnya.


Meri yang melihat hanya menebak kalau kedatangan ayah dan ibunya hanya sandiwara karena ada Ilyas yang datang. Ilyas  datang menghampiri dan berkata,”Aku dengar kamu sakit, apa sudah baikkan.”


“Sudah hanya tidak terbiasa dengan menu sarapan pagi saja. Tuan tidak usah khawatir,”kata Meri. Ilyas yang melihat dengan tatapan dingin mendekat dengan kursi rodanya. Ilyas lalu memegang tangan Meri dengan tatapan khawatir.


Meri melihat tatapan itu hanya berkata,”Ilyas aku baik saja.” Setelah Meri berkata nama nya tanpa menggunakan kata tuan Ilyas kembali tersenyum dihadapan Meri.

__ADS_1


__ADS_2